GEDUNG SMP 1 ATAP DIBANGUN ASAL JADI



Situbondo, Teropong Timur. Com

 Pembangunan ruang kelas baru untuk SMP 1 atap di Desa Taman Kursi Kecamatan Sumbermalang Kabupaten Situbondo dibangun asal jadi.Program Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo  sangat mengecewakan Khususnya pihak sekolah atau masyarakat yang anaknya melaksanakan aktifitas belajar di sekolah tersebut. pembangunan yang di kerjakan oleh CV Zam Zam dengan nilai Rp.167.187.000,-  berupa 1 unit lokal sangat acak acakan. Pekerja  menyampaikan komentarnya pada Teropong Timur bahwa penguruman bahan tersendat sendat – sendat dan pengaturan semen yang sangat sedikit sekali, bahkan beberapa tenaga kerja meneluh tentang upah yang dijanjikan sangat tidak tepat waktu, hingga berita ini dirilis sejumlah tenaga masih belum terbayarkan hingga jutaan rupiah walau pekerjaannya sudah berlalu.


Sementara itu Keterangan lain yang disampaikan pihak Sekolah, membenarkan kalau pekerjaannya sangat menghawatirkan akan keselamatan siswa.kedepan dengan kwalitas yang sangat bobrok. diantara kebobroan pekerjaan adalah campuran yang terlalu muda, besi cor yang terputus putus hanya.berkisar satu meteran, tidak menggunakan dasar pondasi kuat dan galian dan Pondasi yang sangat dangkal. 


Keadaan ini sempat diadukan ke Dinas Pendidikan yang merencanakan adanya pembangunan ini, baik secara lisan ataupun tertulis, namun tanggapan Dinas Pendidikan dingin dan terkesan sepakat dengan pembangunan yang asal berdiri itu. sampai kemudian laporan itu masuk ke meja redaksi Teropong Timur News, dan LSM Teropong Timur. Suwadi selaku Dewan Redaksi Wartawan dan LSM. Menegaskan. Di tambahkannya bahwa ini semua demi keselamatan jiwa anak - anak Bangsa dan penggunaan Anggaran Daerah yang benar di Dunia Pendidikan. EKO/ IMAM.

Share:

50 MILLIAR UANG RAKYAT DI PERTARUHKAN


INVESTASI ANEH "PDAM " BONDOWOSO



Bondowoso, Teropong Timur.com. Raperda rencana investasi sebesar 50 milyar kepada PDAM Bondowoso menjadi suatu polemik baru baik di tingkat kalangan Legislatif maupun di masyarakat Bondowoso sendiri. PDAM yang terus merugi dinilai tidak layak untuk mendapatkan anggaran yang sangat fantastis tersebut. Walaupun dengan dalih pelayanan masyarakat dan tidak berorientasi bisnis dan keuntungan semata.

Berdasarkan Pernyataan Direktur PDAM Mulyadi SP.MM kepada salah satu awak media mengatakan, ”kondisi di PDAM sekarang sudah mulai membaik berbeda dengan sebelumnya. Kami selama ini telah terus berupaya untuk memberikan kebutuhan air kepada masyarakat terutamanya di daerah kekeringan”.

Pernyataan dari Direktur PDAM tersebut bisa dipertanggung jawabkan, bahkan terkesan sebagai pembelaan diri terhadap kinerjanya, yang dinilai oleh banyak pihak tidak bisa menerapkan suatu sistim manajemen yang benar. Sehingga mengakibatkan kerugian terus menerus yang nantinya hanya akan membebani Keuangan Daerah. Jadi tidaklah terlalu berlebih jika rakyat menilai bahwa rencana Investasi kepada BUMD yang merugikan uang rakyat adalah “ANEH”.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Ormas DPC Bara JP, Bang Juned, berkomentar, ”kerugian yang diderita oleh PDAM Bondowoso harus dipertanyakan karena dengan tarif air bersih yang lebih tinggi dari Situbondo, Banyuwangi dan Jember, serta tidak ada biaya pengelolaan air yang signifikan (seperti pengolahan air kotor sampai dengan layak konsumsi), hal ini berarti ada potensi penyelewengan pendapatan PDAM dan markup biaya operasional selama ini. Jika investasi “ANEH” tersebut dipaksakan berarti memang ada modus tertentu oleh para pihak yang berkepentingan”.

“Seharusnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) segera mengadakan pemeriksaan dan pengauditan terhadap PDAM Bondowoso. Karena sesuai dengan Keputusan Mahkamah Konstitusi dalam perkara pengujian Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan”.

“Keuangan badan usaha milik negara dan badan usaha milik daerah merupakan bagian dari keuangan negara yang tetap bisa diperiksa dan diaudit Badan Pemeriksa Keuangan. Pemisahan kekayaan negara, yakni perusahaan negara atau daerah, tidak berakibat pada peralihan hak dari negara ke BUMN/BUMD” tegas Bang Juned.

Mengutip pertimbangan hukuman, Hakim Konstitusi Muhammad Alim mengungkapkan, “pemisahan kekayaan negara dalam BUMN dan BUMD tidak dapat diartikan sebagai putusnya kaitan negara dengan BUMN atau BUMD”.

Mahkamah Konstitusi juga menegaskan, “BUMN dan BUMD atau lembaga sejenis merupakan badan usaha milik negara yang berfungsi menjalankan usaha sebagai derivasi dari penguasaan negara atas cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak. Modal usaha BUMN/BUMD berasal dari keuangan negara yang dipisahkan”.

"Terkait kewenangan BPK untuk memeriksa, karena masih tetap sebagai keuangan negara dan BUMN atau BUMD sesungguhnya milik negara, tak terdapat alasan bahwa BPK tidak berwenang memeriksanya," kata Hakim Konstitusi Aswanto. H. Darma
Share:

GEMA BONDOWOSO AKAN DESAK 5 FRAKSI PEMBAWA MISI PERUBAHAN

 
Teropongtimur.com-Bondowoso. Gerakan Masyarakat (GEMA) Bondowoso segera melayangkan surat kepada 5 Fraksi Pembawa Misi Perubahan untuk segera melaksanakan amanah rakyat yang selama ini terbelenggu oleh kekuasaan yang terpusat (central power) Pimpinan DPRD.

Kepada Teropong Timur, Cak War panggilan akrab Suwarno, Koordinator Posko GEMA Bondowoso menyatakan, GEMA Bondowoso segera melayangkan surat untuk segera melaksanakan tuntutan masyarakat Bondowoso. Tuntutan tersebut kami peroleh dari masyarakat melalui surat, Email, SMS, dan lainnya. Dan segera kami tindaklanjuti dengan melayangkan Surat Tuntutan Masyarakat yang diwakili oleh GEMA Bondowoso.

Senada dengan koordinator GEMA, personil GEMA lainnya, Johan Gondrong, memberikan pendapatnya, "kami akan mendukung Cak War untuk segera melayangkan Surat Tuntutan masyarakat Bondowoso kepada 5 Fraksi Pembawa Misi Perubahan. Dan kami akan sangat serius mengawal 5 Fraksi tersebut agar tidak "loyo" memperjuangkan aspirasi masyarakat. Perubahan sistem di Bondowoso sudah sangat mendesak untuk di rubah, jika 5 Fraksi tidak mengakomodir aspirasi kami, jangan salahkan jika kami bertindak sebagai parlemen jalanan".

Tuntutan GEMA yang akan dilayangkan kepada 5 Fraksi Pembawa Misi Perubahan antara lain adalah :

  1. Audit investigasi keuangan Sekretariat DPRD Bondowoso.
  2. Menyatakan sikap, jika Sekretaris DPRD, Drs. Amir Hidayat, Msi tidak di ganti sebelum Pembahasan RAPBD 2016, 5 Fraksi Pembawa Misi Perubahan harus sepakat untuk tidak membahas RAPBD 2016, alias Deadlock.
  3. Meminta komitmen tertulis kepada 5 Fraksi Pembawa Misis Perubahan, untuk turut serta aktif dalam memerangi korupsi yang sudah tersistem dengan masih di Bondowoso.
  4. Menolak segala kegiatan “KUNKER/STUDI BANDING” yang sifatnya tidak memberikan manfaat untuk rakyat Bondowoso dan hanya terkesan menghamburkan uang negara tanpa ada tujuan yang dapat di implementasikan.
  5. Mendesign ulang RAPBD 2016 harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan rakyat, karena selama ini APBD Bondowoso sudah disusun secara “paket jadi” oleh penguasa dan para anteknya, hanya untuk kepentingan pribadi dan golongannya saja. DPRD hanya sebagai alat untuk “mengesahkan” saja, sehingga terkesan korupsi yang selama ini terjadi sudah terbungkus rapi oleh “regulasi” bernama “kesepakatan” DPRD dan Pemerintah.
  6. Segera melayangkan Surat Mosi Tidak percaya atas nama Ketua DPRD Bondowoso, H. Ahmad Dafir, SAP, atas penyalahgunaan kewenangan sebagai Ketua DPRD yang selama ini menjadi “central Power” terjadinya “kebobrokan” sistem yang terjadi di Bondowoso selama yang bersangkutan menjabat sebagai Ketua DPRD.
"Sementara 6 (enam) tuntutan tersebut yang akan kami layangkan kepada 5 Fraksi Pembawa Misi Perubahan, masih banyak lagi aspirasi masyrakat yang masih dalam tahap kajian GEMA Bondowoso, nanti akan kami susun surat-surat tuntutan GEMA Bondowoso tahap demi tahap. Sementara kami juga akan menilai keseriusan 5 Fraksi tersebut dalam membawa misi perubahan," tegas Cak War. Bersambung - Tim
Share:

PERMAINANNYA HEBAT, BB DAN KASUSNYA BENAR - BENAR HILANG....

KARNA DAN PRESIDEN RI

Bondowoso, Teropong Timur. Com

Seseorang kadangkala hanya di lihat dari satu sisi saja, tidak melihat latar belakang, dan kejadian sebelumnya sehingga bisa juga di ambil satu kesimpulan bahwa kenyataan yang sekaranglah yang hanya bisa di lihat oleh semua masyarakat, seperti halnya yang terjadi pada seseorang yang rupanya dengan kepiawaiannya telah menarik perhatian Publik atau warga Bondowoso bahwa dirinya adalah seorang Pejabat yang baik.

Akan tetapi kenyataan di lapangan dengan menelaah kejadian sebelum dia menjabat sebagai seorang Kepala Dinas Pengairan Bondowoso yaitu saat menjabat sebagai Kepala Diskoperindag Kabupaten Bondowoso ternyata di duga menorehkan catatan yang begitu kelam, hal ini di ungkapkan oleh salah satu Aktifis Lembaga Swadaya Masyarakat Teropong yang sempat di konfirmasi oleh Tim Teropong Timur di kantor pusatnya, Desa Mangli Wetan Kecamatan Tapen Kabupaten Bondowoso.

“Kalau orang hanya bisa melihat hal ini berdasarkan kenyataan yang sekarang itu sudah biasa, akan tetapi untuk yang dulu tidak di lihat, kasusnya di peti eskan oleh pihak aparat , dia betul” pandai “ ujar aktifis tersebut pada Tim teropong Timur, di tambahkannya bahwa semua ini hasil dari kepiawaiannya dalam dugaan membohongi Publik, Orang yang di maksud dari semua ini adalah Drs.Karna Suwandi, MM yang kesehariannya berkutat dengan jabatannya yaitu : Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Bondowoso, Di jelaskannya kembali bahwa semua ini berawal dari Proses Pembongkaran pasar yang di laksanakan di Pasar Tamanan, Pasar Kotakulon dan Pasar hewan Kademangan Kulon yang pada akhirnya timbul masalah yaitu hasil pembongkaran tersebut sangat tidak jelas,

Didalam surat dari kepala Bagian Perlengkapan dan pengelolaan Aset pada Sekda kabupaten Bondowoso dengan nomor tidak jelas tertanggal 10 desember 2012 di sebutkan bahwa surat tersebut melaporkan pada pihak Sekda terkait pembongkaran pasar, kemudian dari hal tersebut di jelaskan pula bahwa pembongkaran tersebut masih mempunyai nilai ekonomis dan dapat di lakukan Penghapusan / Penjualan, akan tetapi kenyataan di lapangan ternyata penjualan barang bongkaran tersebut sampai dengan saat ini tidak tahu ujung rimbanya.

Akankah hal itu di biarkan ? Mengingat Pembangunan ketiga Pasar tersebut menggunakan uang negara, Aliansi LSM yang selama ini selalu terjun demi kebenaran kembali akan melangkah untuk menindak lanjuti permasalahan ini, tidak akan diam karena "Karna" di duga telah menghilangkan semua data dan BB tersebut agar semuanya bisa tidak teratasi oleh pihak penegak Hukum,

Sampai berita ini di tulis Karna masih belum bisa di temui, saat di hubungi via telpon selulernya selalu mengatakan sibuk, Sementara Aktifis LSM Teropong dan juga bersama aktifis LSM lainnya yang tergabung dalam Aliansi LSM Bersatu menghimbau pada seluruh masyarakat bahwa semua itu harus di lihat dengan kacamata yang benar, bukan hanya melihat seseorang karena dia punya chanel dengan semua pejabat, bahkan Presiden sekalipun, kita lihat kenyataan yang benar sebelumnya, sebab ini semua akan kita jadikan cerminan untuk Bondowoso ke depan. Bersambung - RED
Share:

KERJA KERAS TANPA LELAH, PRESTASI PINUS MEMBAWA BERKAH...

MANTRI HUTAN BERSAMA TIM TEROPONG 

GETAH PINUS YANG DI TAMPUNG DAN SIAP DI KIRIM

Probolinggo, Teropong Timur. com

Pembangunan kehutanan merupakan integral dari pembangunan nasional yang tidak terpisahkan, sehingga harus selaras dengan dinamika pembangunan nasional.Pembangunan kawasan hutan bertujuan untuk mengatur penggunaan sebagai kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan tanpa mengubah fungsi pokok kawasan hutan.Sejalan dengan perkembangan kebutuhan perindustrian, pengolahan hutan maka di wilayah KPH PROBOLINGGO dapat menghasilkan suatu anugrah prestasi getah pinus puji syukur karena adanya salah satu mantri perhutani KRPH.M.JUFRI: RPH.KRUCIL:BKPH, BERMI :RPH PROBOLINGGO JAWA TIMUR.


Adapun dektum dari sosok mantri perhutani parubaya ini."Hutan adalah karunia Tuhan yang patut kita jaga dan di lestarikan adanya namun tidak mudah untuk mencapai sebuah kesuksesan dan tidak sama dengan membalikkan telapak tangan" tutur M.Jupri seaku mantri Perhutani Krucil Probolinggo, Untuk mewujudkan suatu kesuksesan banyak hal, Di tambahkannya bahwa dirinya siap untuk bekerja sesuai dengan tugasnya sebagai mantri Perhutan, dan dari pekerjaan tersebut dirinya mendapatkan penghargaan dari Divisi Regional Propinsi yang di pimpin oleh Ir.ANDI PURWANDI,MM. dan Kepala Bitronya adalah R, SATRIYO JOYOADIKUSUMO. Adapun hasil getah pinus yang rencananya adalah 2,492.kg sedangkan yang terrealisasi adalah 4.031kg dan ini mancapai 161, 8%, inilah hasil kerja keras tim sehingga mencapai sebuah kesuksesan dan hal ini menurutnya juga berkat dukungan dari masyarakat sekitar hutan serta R, RAKMANTO TRIMAHONO selaku ADM Probolinggo , AGUS NANA Selaku Wakahut, SLAMET Selaku Asper,R, BASUKI selaku Pabin dan MISLI sebagai Mandor, harapan masyarakat secara keseluruhan adalah pihak KRPH M.Jupri bisa mendapatkan Kendaraan sebagai sarana Transpotasi agar tugasnya bisa terselesaikan dengan baik.(EDY, SRT)

Share:

SALAH SATU CARA UNTUK LEPAS DARI KEMISKINAN, USAHA YANG BENAR - BENAR MENGHASILKAN



Probolinggo. Teropong Timur. Com

Aktifitas peternak sapi perah di Desa Krucil dan Watu panjang Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo benar-benar sangat padat, hal ini sangat terlihat karena setiap pagi dan sore pasti berlomba untuk melakukan kegiatan penyetoran hasil susu sapi perahnya tempat penampungan yaitu KUD ( Koperasi Unit Desa – Red ) Argopuro di Desa Krucil Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo, Suka Duka setiap pekerjaan memang selalu ada, .kadang kala lebih awal banyak di tempat penampungan susu segar, hal ini mereka lakukan dengan cara mengantri, “Kami sdh ada dlm ruang tes hasil susu mutunya kadang kala bagus kadang tidak bagus ,dan ketika di tes kadang kala ada yang kurang biji ataupun pecah” jelas salah satu warga peternak susu sapi perah yang sempat di konfirmasi oleh Tim teropong Jatim yang menyimak beberapa langkah warga Krucil untuk memberikan contoh bagi masyarakat Indonesia Umumnya, Jawa Timur Khususnya agar bisa membantu perekonomian mereka sehari-harinya.

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa perekonomian di Negara kita semakin hari semakin terpuruk karena bisa kita lihat dari nilai rupiah yang menurun yang sangat jelas akan berpengaruh pada perekonomian di Negara kita, karena itulah segala sesuatunya harus bisa mengatasi sendiri segala permasalahan kehidupan masing-masing warga, tentu harus ada bombingan dari Petinggi – petinggi kabupaten agar masyarakatnya tidak terlalu sengsara.

Sementara itu menurut salah satu aktifis yang juga sempat di konfirmasi Tim Teropong Timur mengatakan bahwa semua itu sudah menjadi kewajiban para Petinggi Kabupaten agar masyarakat di sekitarnya pada Khususnya benar – benar bisa memikirkan kehidupannya dengan lebih baik, tidak seperti yang sudah – sudah yaitu terlihat sengsara dan pada akhirnya akan banya terjadi tindak pidana yang semuanya berdasarkan perekonomian yang memburuk. EDY / SRT TTN
Share:

POLRES BONDOWOSO SERIUS TANGANI KASUS APUNG, PARA KORBAN DI PANGGIL UNTUK DI PERIKSA

PARA KORBAN SAAT MENUNJUKKAN SERTIFIKAT LSM APUNG DI MAPOLRES BONDOWOSO

Bondowoso, teropongtimur.com. mKasus Pelatihan LSM Apung yang pernah di pertanyakan kelanjutannya oleh LSM Teropong baru lalu ternyata mendapat sambutan Positif dari Pihak Polres Bondowoso yang dalam hal ini di tangani langsung oleh Reskrim Unit II, Bukti keseriusan penanganan kasus tersebut adalah dengan pemanggilan kembali beberapa saksi korban yang langsung saat terjadinya pelatihan yang mereka (para Korban – Red) ikuti, akan tetapi sebelumnya para peserta di wajibkan untuk membayar biaya pelatihan untuk selama 5 hari, akan tetapi kenyataannya pelatihan tersebut hanya berlangsung 1 hari dan selain itu para peserta di janjikan mendapatkan sertifikat resmi dari LPMM ( Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Mandiri – Red ) selaku Lembaga resmi yang berkompetensi untuk menerbitkan sertifikat yang terlegitimasi. Dalam realitanya para peserta pelatihan ternyata apa yang selama ini di harapkan untuk mendapatkan sertifikat resmi sebagaimana yang di janjikan oleh panitia pelatihan LSM APUNG tidak terpenuhi dan para peserta justru mendapatkan sertifikat dari LSM APUNG, begitu juga para peserta pelatihan yang di janjikan pekerjaan sampai saat ini hanya sebatas kepada janji saja sehingga para peserta mengadukan hal tersebut kepada LSM TEROPONG dengan tujuan untuk dapatnya masalah ini di proses secara Hukum Pidana karena para peserta merasa tertipu dengan adanya pelatihan tersebut dengan adanya pelatihan yang di laksanakan oleh LSM APUNG. Atas adanya pelaporan dari peserta pelatihan tersebut maka LSM TEROPONG mendampingi para peserta untuk melaporkan kejadian tersebut kepada Pihak berwajib dalam hal ini Polres Bondowoso dan Pemeriksaan ini di tangani oleh Unit II Reskrim Polres Bondowoso Tim Advokasi LSM TEROPONG yang mengikuti jalannya proses penyidikan yang pada saat itu di laukan kepada korban pelatihan yaitu BD menerangkan hasil pemeriksaan yang dilaukan oleh penyidik bahwa Polres Bondowoso telah tanggap untuk dengan sungguh - sungguh memproses kasus ini secara tuntas menurut hukum.
korban saat di periksa oleh tim Penyidik Polres Bondowoso

Dengan adanya penyidikan tersebut, Pihak LSM TEROPONG berkehendak untuk mengkonfirmasi Pihak panitia pelatihan LSM APUNG, akan tetapi keberadaan mereka tidak pernah lagi bergabung dengan rekan – rekan Pers, karena itulah Tim Teropong Timur benar-benar merasa kesulitan untuk mengkonfirmasi dengan pihak LSM Apung. BUDI  
Share:

KEPALA DESA SULING KULON BERMASALAH, PENEBANGAN POHON BERUJUNG PELAPORAN


warga pelapor yang tunjukkan BB

Tim Penyidik Polres Bondowoso dan Kepala Desa serta BPD


Bondowoso, Teropong Timur News. Com

Penebangan Pohon yang di lakukan oleh seseorang kadang berujung masalah, hal ini banyak di ketahui karena penebangan pohon kebanyakan di luar prosedur, seperti halnya yang terjadi di desa Suling Kulon, Oknum Kepala Desa  suling Kulon , Misbahul Hasan dan Oknum Sekdes Suling Kulon, Ruslan, pasalnya, Oknum Kepala Desa tersebut di duga melakukan hal yang di luar prosedur yaitu menugaskan Sekdes, Ruslan dan Seluruh Perangkat Desa Suling Kulon untuk menebang Pohon di Dusun Dawuhan Kranang yang pada akhirnya menimbulkan keresahan pada masyarakat, terutama yang memiliki tanah di sekitar penebangan pohon yang di lakukan oleh Oknum Kepala Desa tersebut bersama Timnya. Hal ini menurut beberapa keterangan nara sumber yang sempat di konfirmasi oleh Tim Teropong Timur di lokasi kejadian,
Beberapa Warga yang merasa dirinya di rugikan akhirnya melaporkan Oknum Kades tersebut kepada Pihak yang berwajib yaitu Polres Bondowoso dan di tangani langsung oleh Unit III Polres Bondowoso di bawah kepemimpinan IPTU Katmiyanto, kemudian bentuk penanganan yang di lakukan oleh Tim Unit III berlanjut dari Penyidikan Kepala Desa Suling Kulon dan Sekdesnya pada tanggal 15 Oktober 2015, kemudian berlanjut dengan Olah TKP langsung di Desa Suling Kulon yang menurut beberapa nara sumber pula sampai mendatangkan Bego  (Alat Berat – Red) yang nantinya akan juga di periksa asal Bego itu.
Olah TKP dari Tim Polres Bondowoso di laksanakan tanggal 17 Oktober 2015 oleh dua orang Anggota Penyidik Unit III yaitu Aiptu Fajar Sumorejo dan Fero yang pelaksanaannya juga di hadiri oleh Kepala Desa Suling Kulon, Misbahul Hasan dan BPD serta Seluruh Perangkat Desa Suling Kulon yang kesemuanya tidak ada komentar apapun dan hal ini sempat mendapatkan acungan jempol dari masyarakat bahwa gerakan Tim Polres Bondowoso dan Tim Teropong benar – benar mengatasi permaslahan warga atau masyarakat yang memang harus di bantu dengan benar, terutama mereka yang tidak tahu menahu tentang masalah Hukum yang berlaku di Negara Kita, “ Agar Kepala Desa tidak semena-mena kepada kami, masyarakat kecil “ Jelasnya ( Masyarakat – Red ) yang tidak mau namanya di sebutkan. Akan tetapi mereka mau juga untuk menjadi saksi dalam Proses Hukum, seperti juga hasil dalam Penyidikan yaitu : Membenarkan atas kejadian tersebut bahwa memang ada pengrusakan terang – terangan  yang sempat di sebutkan dalam Pasal 170 KUHP yang Ancaman Hukumnnya adalah 5 Tahun 6 Bulan .

Sampai berita ini di tulis kasus tersebut menurut Tim penyidik Polres Bondowoso menjelaskan bahwa kasus ini akan benar-benar di kembangkan dan menunggu Surat panggilan berikutnya bagi semua para saksi, apabila kejadian tersebut benar-benat bisa di buktikan Menurut Hukum, maka Pelaku Kejahatan tersebut tinggal menunggu waktu untuk duduk di kursi panas yaitu pengadilan Negeri dan kemudian akan menduduki singgasana Lapas. BERSAMBUNG / EDY HW
Share:

PROYEK TANPA PAPAN NAMA, TAKUT PADA SIAPA ?


Bondowoso, Teropong Timur.com. Di Kabupaten Bondowoso Jawa Timur masih sering ditemukan adanya proyek yang tidak memasang papan nama kegiatan, seperti halnya proyek pengerasan jalan yang ada di Dusun Taman Kenek Desa Sumber Salak Kec Curadami dan beberapa proyek fisik yang ada di beberapa wilayah Kecamatan Curahdami,

Keberadaan proyek tersebut yang papan nama kegiatan sering dikeluhkan masyarakat pasalnya masyarakat yang ada disekitar proyek tersebut merasa kebingungan untuk mengetahui proyek dari mana ia berasal dan dari mana dana berasal serta kapan proyek itu harus selesai bahkan sering terjadi kerancuan dalam penilaian apakah proyek yang dikerjakan adalah swakelola desa atau di kontraktualkan, hal ini sempat timbul kecurigaan di masyarakat bahwa Proyek tersebut adalah permainan kepala Desa yang bersangkutan, sangat rancu memang sebab tuduhan atau persangkaan tersebut di timbulkan dari keterangan yang tidak pernah di sebutkan di kegiatan proyek tersebut.

Sementara itu Mahfud selaku Kepala Desa Salak Kecamatan Curahdami mengatakan pada Tim Teropong bahwa dirinya memang tidak tahu akan Proyek tersebut, hanya berupa surat yang juga tidak jelas dana yang di gunakan untuk pembangunan proyek , “ Silahkan di tulis saja dan sebarkan pada masyarakat agar mereka tahu bahwa saya tidak tahu juga tentang dana proyek tersebut” tegasnya.di tambahkannnya bahwa dirinya ( Mahfud – Red ) sangat kecewa terkait hal tersebut.

Hasil Investigasi Tim Teropong yang juga cari tahu keberadaan Rekanan ternyata di temukan juga yang CV atau rekanan tersebut berasal dari jember dan Direkturnya di ketahui bernama Ratna, saat di konffrmasi via telpon seluler mengatakan bahwa semuanya itu terserah pelaksana di lapangan ,

Yatno, Salah satu Tokoh Masyarakat yang sempat juga di konfirmasi tim Teropong Timur mengatakan bahwa semua itu sebenarnya sangatlah wajib bagi Rekanan untuk memberitahukan pada public sehingga tidak akan timbul kecemburuan social, “ Tidak Dipasang itu Takut pada Siapa ? “ tegasnya,

Sampai berita ini di tulis Tim Teropong Timur juga akan tetap menulis dan menulis semua kegiatan Proyek yang ada di Kabupaten Bondowoso sebab semua kegiatan Proyek tersebut kebanyakan tidak memasang papan nama kegiatan sehingga tetap masyarakat bingung, dana berapa, cv atau Rekanan mana dan di laksanakan sampai kapan. KUSNADI


Share:

Posko Relawan Koin Keadilan untuk Bondowoso



“Monumen Perlawanan Rakyat”


Ketua LSM Teropong, H. Darma,  sebagai salah satu penggagas dan penggerak Koin Mengais Keadilan untuk Bondowoso.
Teropongtimur.com-Bondowoso. Mencermati pergerakan perlawanan Masyarakat Bondowoso yang mengusung nama Gema Bondowoso (Gerakan Masyarakat Bondowoso, Red) kali ini, tidak dapat dipandang sebelah mata. Betapa tidak, pergerakan yang berawal dari sebuah laporan aktivis daerah, mengundang simpati dari berbagai kalangan. Dari dalam daerah sendiri, awalnya beberapa komunitas LSM maupun aktivis sosial yang berlatar belakang intelektual, mulai berani menampakkan diri secara terang terangan. Bahkan siang itu, posko Relawan Koin Keadilan yang terletak di Jalan AH.Yani 110 Nangkaan, sudah dipenuhi oleh beberapa relawan yang merapatkan barisan untuk membantu perjuangan Johan Gondrong.

Selain itu, saat koordinator sekaligus penanggung jawab Posko Poin Keadilan, suwarno yang akrab dipanggil Cak War, dikonfirmasi mengenai simpati masyarakat terhadap pergerakan ini, cak war mengatakan secara diplomatis bahwa tanpa diundangpun mereka datang secara sukarela.

”Mereka datang karena mereka tahu bahwa perjuangan ini bukan hanya perjuangan Johan Gondrong saja, tapi lebih dari itu, semua ini adalah perjuangan seluruh masyarakat Bondowoso untuk meluruskan yang Bengkok dan tidak benar”, jelas Cak War sambil minum kopi yang disediakan di posko.

Memang benar apa yang dikatakan Cak War, pergerakan ini tidak didasari oleh kepentingan pribadi maupun kelompok, bahkan bukan untuk kepentinga pragmatis politis, tapi memang benar-benar suatu pergeraka murni dari hati nurani masyarakat Bondowoso yang menginginkan perubahan. Tapi mengapa mengambil thema perjuangan dengan materi memperkarakan penetapan KPUD yang meloloskan Surat Tanda Lulus ( STL) oknum Ketua Dewan, AD ? Ternyata didapat info bahwa AD diduga sebagai ”biang kerok” Kebobrokan sistem di Kota tape ini.

”AD adalah regulator, Konspirator, manipulator sekaligus kontraktor politik yang mengatur seluruh sistem managemen biokrasi yang korup ini”, ujar Johan Gondrong ditengah kesibukannya menghubungi relasi aktivis sosial lainnya.

”Hak-hak Rakyat Bondowoso harus diselamatkan, jika tidak sekarang, masa depan depan Bondowoso akan lebih parah” , Imbuh Johan

Tidaklah berlebihan apa yang menjadi dugaan Johan. Dari banyaknya temuan data
dan informasi yang ditemukan oleh Tim Investigasi IMC STRATEGIS Jakarta, yang membantu untuk melakukan penelitian terkait dugaan Dokumen yang tidak sah yang digunakan AD, Iwan Arif, koordinator investigasi IMC strategis, menyatakan bahwa dari temuan atas dasar petunjuk maupun keterangan dari beberapa pihak yang valid dan dapat dipercaya, Managemen Biokrasi Bondowoso sangat berpotensi terjadi “Korupsi Berjamaah”.

Hal tersebut, terindikasi kuat dari beberapa pengamatan dan keterangan beberapa personil yang beraktivitas didalam gedung dewan, menyatakan bahwa Rapat pembahasan anggaran hanyalah ”sandiwara lenong bocah” untuk melegalisasi ”kesepakatan yang sudah disusun sebelum dibahas. Hal tersebut tercermin dari beberapa post rekening SKPD yang terlihat begitu ”gendut”.

Selain itu ada post anggaran fiktif yang selalu berulang ulang pada sebuah SKPD. Saat hal tersebut dikonfirmasi pada SKPD, mereka hanya dapat menghela nafas panjang seraya mengucapkan ”kami tak mampu berbuat apa apa”. Ujung ujung ceritanya semua bermuara ke AD.
Hingga berita ini diturunkan, tim IMC strategis masih mencari waktu yang tepat untuk mengkonfirmasi, hal itu menjaga agar independensi Investigasi tidak terintervensi kepentingan yang bermuatan politis.

Kembali pada Posko Koin Keadilan, semua rangkaian informasi diatas, tidak akan pernah diketahui oleh Tim Investigasi dari jakarta, jika kasus yang sudah menahun ini tidak dilaporkan kembali oleh Johan Gondrong dengan Novum-nya, sebab selama ini fenomena tersebut hanya jadi bahan diskusi kosong di warung-warung dan tempat nongkrong pojok alun-alun.

Posko Koin Keadilan Bondowoso telah merangkai dugaan-dugaan itu untuk menjadi awal langkah mencari kebenaran dan keadilan. Sepantasnya Posko Koin Keadilan dijadikan Monumen pergerakan Masyarakat Bondowoso dan Patung Johan Gondrong pantas menghiasi sisi depan Posko tersebut. Semoga…( tim/ str1/bersambung)
Share:

SIAPA YANG AKAN LAPORKAN ? LHA WONG KERJAAN KAMI BAGUS KOQ.


SUMITO, KADES SUMBER ANYAR MAESAN

Bondowoso, Teropong Timur.com. Pernyataan tersebut di keluarkan oleh Sumito selaku Kepala Desa Sumber Anyar Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso terkait dengan Proyek yang di kerjakannya bersama Tim yang di bentuknya, Ketua TPK : Juhari, Sekretaris : Mustaji dan Bendahara : Mustafa.Pelaksanaannya selalu di awasi dengan benar dan ketat, apalagi terkait masalah campuran dan lain sebagainya.

Proyek yang berasal dari Program Pemerintah DD (Dana Desa - Red )tahun anggaran 2015 ini di lokasikan berupa Plengsengan yang terletak di Dusun Jatian Belakang Balai Desa Sumber Anyar Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso yang panjangnya 280 meter, hal ini menurutnya juga sudah sesuai dengan RAB (Rencana Anggaran Biaya - Red), selanjutnya untuk masalah yang santer di luar dan mengatakan bahwa semua langkah yang di lakukan oleh Sang kades bersama Tim tidak benar itu hanyaberdasarkan pada orang - orang yang membenci sang Kades, bisa saja terkait Politik belaka. itupun menurut beberapa nara sumber lain yang juga melihat langsung kinerja Sang kades mengatakan bahwa saat ini semua Proyek tidak ada yang terbengkalai, semua bisa teratasi dengan benar, termasuk pelaksanaan pembangunan proyek Plengsengan ini, karena itu Sang Kades yang jkesehariannya juga di sibukkan dengan usaha pribadinya selalu siap untuk membantu masyarakat Sumber Anyar Khususnya agar mereka (masyarakat) - Red ) bisa hidup tentram, damai dan sejahtera.


Sampai berita ini di tulis Sumito siap untuk menerima siapapun saja dan akan menjelaskan serta menunjukkan semua kinerjanya selama dia menjabat sebagai Kepala Desa Sumber Anyar kecamatan maesan kabupaten Bondowoso. HERMAN
Share:

TIM BAKESBANGPOL BONDOWOSO DUKUNG LSM TEROPONG

Tim BAKESBANGPOL Bondowoso bersama Direktur lsm TEROPONG
Bondowoso, teropongtimur.com. Seperti yang jelas tertera di dalam Akta Notaris Pendirian LSM Teropong yang berkantorkan di desa Mangli Kecamatan Tapen Bondowoso Jawa Timur yang menjelaskan bahwa langkah LSM Teropong pada dasarnya adalah berusaha untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia dengan cara - cara yang sangat postif, selain itu adalah untuk membela masyarakat lemah dan juga membantu mereka untuk menyelesaikan setia permasalahan di dalam kehidupannya, oleh karena itu Langkah LSM teropong yang sangat positif tersebut mendapatkan dukungan dari berbagai pihak termasuk dari Bakesbangpol Kabupaten Bondowoso yang dengan secara langsung memberikan peluang bagi LSM teropong bersama anggotanya untuk berkiprah lebih banyak demi masyarakat indonesia pada umumnya.

langkah tersebut di dasari oleh Undang - undang yang memang sudah di atur dan di persiapkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat dalam menggodok peraturan demi terlaksananya sebuah cita - cita yang sangat murni tanpa tedeng aling - aling serta tanpa memikirkan materi yang sudah di keluarkan oleh Tim teropong secara keseluruhan,

Setiap langkah tentu ada kendala, oleh karena itu dari Tim Bakesbangpol Bondowoso benar-benar mempersiapkan semua persyaratan yang akan di pakai LSM TEROPONG untuk melangkah dalam menjalankan tugas murninya tersebut, hal ini di Jelaskan oleh salah satu Tim Bakesbangpol Bondowoso saat mendatangi kantor pusat LSM TEROPONG di desa Mangli wetan Kecamatan tapen kabupaten Bondowoso.

Sampai berita ini di tulis Direktur LSM teropong yang selalu siap dalam memimpin Lembaganya menegaskan bahwa dirinya tanpa tedeng aling - aling atau terbuka akan benar-benar bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia umumya dalam menciptakan masyaraat adil, makmur dan sejahtera. semoga selanjutnya seuai dengan harapan....Bravo LSM TEROPONG. !!! TIM
Share:

Koin Keadilan Untuk Bondowoso (Bagian Tiga)

 Renungan Satu Suro Untuk Bondowoso

Oleh Nanda Pratama

Satu Suro adalah hari pertama dalam kalender Jawa di bulan Sura atau Suro di mana bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender hijriyah, karena Kalender jawa yang diterbitkan Sultan Agung mengacu penanggalan Hijriyah (Islam).

Satu suro biasanya diperingati pada malam hari setelah magrib pada hari sebelum tangal satu biasanya disebut malam satu suro, hal ini karena pergantian hari Jawa dimulai pada saat matahari terbenam dari hari sebelumnya, bukan pada tengah malam.

Satu Suro memiliki banyak pandangan dalam masyarakat Jawa, hari ini dianggap kramat terlebih bila jatuh pada jumat legi. Untuk sebagian masyarakat pada malam satu suro dilarang untuk ke mana-mana kecuali untuk berdoa ataupun melakukan ibadah lain.

Jika mengacu pada mithologi tertera diatas, pada bulan Suro adalah bulan yang bagus untuk melakukan amalan yang baik. Perjuangan Masyarakat Bondowoso untuk mencari keadilan yang dirasa sudah sangat sulit didapatkan, dengan melakukan sebuah gerakan untuk mencari keadilan, telah dimulai pada Bulan Suro. Tentunya gerakan yang bertujuan baik tersebut, berharap membuahkan hasil perjuangan yang selalu menjadi dambaan masyarakat Bondowoso yaitu kemakmuran, kedamaian dan Kesejahteraan. Dan juga tentunya harapan tersebut dapat terwujud jika sistem pemerintahan yang dianggap korup oleh para pengamat hukum dan sosial, dirubah pada sistem pemerintahan yang bersih dari praktek korupsi.

Awal gerakan Masyarakat Bondowoso ( Gema Bondowoso) yang mengambil start perjuangan di bulan Suro ini, akan berimplikasi pada sisi spiritual perjuangan. Hal itu akan menjadi motivasi sendiri untuk aktivis sosial yang ikut dalam agenda pergerakan.

Pengumpulan koin Keadilan adalah sebuah “gerakan spititual” yang akan mampu memotivasi Masyarakat Bondowoso dalam perjuangan mencari keadilan. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya fihak yang bertanya tentang pelaksanaan pengumpulan Koin Keadilan itu.

Satu suro…1 Muharam 1437 H adalah saksi pergerakan Masyarakat Bondowoso mencari keadilan dan semoga “kramat” Bulan Suro memberi kekuatan dan motivasi sendiri bagi selurub komponen pendukung gerakan Masyarakat Bondowoso. (str 1)
Share:

Koin Mencari Keadilan Untuk Bondowoso (Bagian Kedua)

Di Pojok Alun Alun Bondowoso
Antara Semut dan Gajah

Oleh Nanda Pratama

Wacana diadakan pengumpulan dana perjuangan untuk menggugat keadilan tentang status keabsahan seorang anggota legeslatif, menjadi isu santer di kalangan aktivis sosial dan Insan Pers dikota Bondowoso. Tak terkecuali kalangan ”kaum politisi” dan intelektual yang selama ini terdiam dalam kebekuan pemikiran untuk mencoba merubah sistem managemen biokrasi yang dinilai korup oleh beberapa kalangan aktivis anti korupsi.

Pencetusnya seorang aktivis sosial berpenampilan eksentrik dengan rambut gondrong yang seakan tak terurus dan badan gemuk serta kulit lusuh tak terawat, yang selama ini perjuangannya untuk Bondowoso dipandang sebelah mata oleh kalangan elite politik maupun elite sosial di Kota Lereng Gunung Ijen ini.

Johan Gondrong, masyarakat Bondowoso menyebut Ketua Badan Pekerja Reklaseering Bondowoso ini. Nama asli Johan Effendy justru lenyap seperti ditelan bumi tertimbun julukan yang sekarang menjadi buah bibir dikalangan aktivis sosial dan politisi. Keberaniannya melaporkan Keabsahan status oknum Ketua DPRD Bondowoso kepada Polres Bondowoso merupakan bukti perjuangan yang tak henti hentinya yang dilakukan oleh sosok keras dan pemberani ini untuk tanah kelahiran yang sangat dia cintai. Laporan pada polres memang sempat mengecewakannya, tapi kekecewaan itu tidak terlalu lama setelah mendapat masukan dari beberapa rekan seperjuangan, bahwa justru penjelasan polres melalui SP2HP adalah awal petunjuk perjuangan yang bagus untuk awal langkah baru dan tepat dalam menuju target perjuangan.

Keterangan KPUD dihadapan Penyidik polres dipandang sebagai ” bukti outentik” untuk memperkarakan ketetapan KPUD dalam meloloskan seorang anggota dewan yang di nilai Johan Gondrong ”Cacat Hukum” karena tidak sesuai dengan ketentuan perundang undangan yang berlaku.

Awalnya Johan ragu untuk melangkah meneruskan perjuangannya memperkarakan masalah tersebut. Hal itu bukanlah suatu yang aneh karena ”lawan” yang akan dihadapi adalah seekor gajah yang memiliki “backing” kuat dan harta yang bejibun. Sedangkan dirinya hanyalah seorang aktivis sosial yang barang barangnya sudah ludes dijual untuk perjuangan. Tapi dengan tekat yang membara, bagai api nan kunjung padam, datanglah banyak simpati dari kaum tertindas dan rasa simpati itu diwujudkan secara diam diam dan ada puls yang terang terangan.

Adalah Suwarno yang lebih akrab dipanggil Cak War, seorang pekerja Jurnalistist, tergugah hati dan semangatnya membantu teman seperjuangannya, Johan Gondrong untuk mewujudkan revolosi managemen sistem biokrasi yang dipandang ”bobrok” oleh mayoritas masyarakat. Terciptanya dugaan ” sentral Power” yang sangat rentan terhadap managemen yang “corrupt” yang dapat berpotensi menjadi embrio korupsi disetiap lini Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) adalah sistem yang ingin dirubah oleh obsesi perjuangan Johan Gondrong. Hal tersebut sudah menjadi rahasia umum, bahwa penyebabnya adanya sentral power oleh pejabat yang menjadi pemegang kebijakan daerah.

Untuk mewujudkan cita cita perjuangannya tersebut, Johan Gondrong dibantu Cak War dan Relawan, akan menyatukan suara hati, tekat, semangat masyarakat Bondowoso dalam sebuah gerakan yang diberi nama GEMA BONDOWOSO (Gerakan Masyarakat Bondowoso) dengan Thema Perjuangan MENGAIS MU’JIZAT KEADILAN.

Tentunya ide perjuangan besar tersebut dibutuhkan suatu komitmen diri yang kuat dan semangat serta keberanian yang ektra untuk melawan ”GAJAH” yang bukan hanya memiliki Gading Panjang serta Kaki besar yang cukup untuk menginjak perut Johan Gondrong dan Cak War. Tapi sebesar-besarnya gajah, akan mati jika dikerubut semut merah yang ganas dan berani untuk masuk dalam ”hidung dan telinganya”.

Koin keadilan untuk Bondowoso adalah sebuah strategi mengumpulkan tekat, semangat dan rasa persatuan masyarakat Bondowoso untuk melawan tirani. Semut semut merah itu mulai bahu membahu dan berkumpul disuatu tempat yang kelak menjadi sarang perjuangan untuk memulai langkah menghancurkan tirani dan merubah tatanan sistem yang dipandang ”bobrok” oleh Masyarakat Bondowoso. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Selamat berjuang, kawan !!! (str1)

Share:

OPINI PAGI Gelora Minggu, Koin Mencari Keadilan Bondowoso, Mengkais Mujizat Keadilan

H. Darma, Ketua LSM Teropong, Pimpinan Redaksi Terpong Timur News dan teropongtimur.com, turut mendukung Gerakan Masyarakat (GEMA) Bondowoso "MENCARI KEADILAN".

Oleh Iwan Arif.

Mungkin ini suatu sejarah. Masyarakat Bondowoso yang selama ini lembut dalam mensikapi fenomena sosial, kali ini seakan tidak mampu dicegah semangatnya untuk melakukan suatu perlawanan terhadap ”sesuatu” yang di nilai menciderai rasa keadilan.

Tindak lanjut dikeluarkan SP2HP dari Polres Bondowoso yang menyimpulkan bahwa laporan Johan Gondrong dari elemen Badan Pekerja Reklaseering Bondowoso, perihal dugaan cacat hukumnya ketetapan KPUD terkait lolosnya Surat Tanda Lulus (STL) Oknum Ketua DPRD Bondowoso sebagai persyaratan sebagai bakal calon legeslatif pada pemilu tahun 2014 yang silam, dinyatakan tidak diketemukan delik pidananya dan merupakan delik pelanggaran Pemilu yang harus diselesaikan melalui PTUN.

Terkait dengan kesimpulan SP2HP Polres tersebut, sejumlah elemen masyarakat Bondowoso yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat (GEMA) BONDOWOSO, mendukung Johan Gondrong untuk mengajukan Gugatan class action ke PTUN. Adapun alasan yang akan digugat adalah masalah penetapan AD, serang oknum Pimpinan Dewan yang lolos dalam penyaringan Bakal Calon Legeslatif dengan menggunakan STL dari sebuah sekolah menengah madrasah yang pada saat dikeluarkannya STL tersebut belum terakreditasi oleh Departemen Agama, sehingga STL tersebut tidak sederajat dengan Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) yang diakui oleh negara.

Untuk merealisasikan agenda gugatan class Action ke PTUN, GEMA BONDOWOSO mengajak semua komponen masyarakat Bondowoso dan diluar Bondowoso yang ingin berpartisipasi dan peduli terhadap kebenaran dan keadilan untuk bahu membahu mengumpulkan dana perjuangan mencari kebenaran dan keadilan dengan mensisihkan koin recehan yang akan dikumpulkan oleh Relawan GEMA BONDOWOSO dalam suatu kegiatan Aksi Moral “KOIN MENCARI KEADILA” dalam waktu dekat.

Besar harapan koin-koin tersebut dapat terkumpul dalam jumlah yang cukup untuk membiayai perjuangan mencari kebenaran dan keadilan.

Selain dukungan partisipasi berupa koin, GEMA BONDOWOSO juga akan membuka rekening GEMA BONDOWOSO disejumlah Bank, agar masyarakat yang mendukung gerakan ini, dapat berpartisipasi secara mudah. Rekening atas nama GEMA BONDOWOSO akan disebarkan melalui aksi moral yang diberi nama MENGAIS MUJIZAT KEADILAN.

Perjuangan tidak akan terhenti sebelum luka keadilan itu sendiri terobati. Hanya satu kata….LAWAN. (str 1)
Share:

Masih Tentang Ijasah Oknum Ketua Dewan Johan Gondrong dan GEMA Bondowoso "LADENI" Tantangan KPUD di PTUN

Aktivis Johan Gondrong bersama Tim Advokad GEMA Bondowoso, Siap ladenin tantangan KPUD Bondowoso
Teropongtimur.com-Bondowoso. Kekecewaan Johan Effendy yang lebih dengan panggilan Johan Gondrong setelah membaca SP2HP dari Polres Bondowoso, sedikit mereda setelah mendengarkan penjelasan dari tim Avokasi Gerakan Masyarakat (GEMA) Bondowoso tadi malam dalam agenda kegiatan yang diberi judul Diskusi untuk Revolosi sistem Bondowoso disuatu tempat yang tidak boleh disebutkan.

H. Darma, Ketua LSM Teropong, Pimpinan Redaksi Terpong Timur News dan teropongtimur.com, saat mengawal kasus STL di Polres Bondowoso.
Dalam diskusi tersebut diambil kesimpulan, bahwa KPUD diduga hanya menyampaikan keterangan “bohong” pada penyidik terkait dasar yang dipakai sebagai acuan dalam meloloskan Surat Tanda Lulus oknum ketua Dewan, AD. Pasalnya dalam aplikasinya KPUD diduga hanya mengklaim saja pasal dan ayat dari perundang undangan yang terkait Pemilu, tetapi dalam aplikasinya jauh menyimpang dari makna klausul yang tersirat dalam pasal yang dimaksud.

Saat beritalima.com meminta penjelasan pada Johan Gondrong tentang pasal yang dimaksud, laki-laki yang dikenal sebagai aktivis yang kritis dan berani ini menyatakan bahwa hal tersebut menjadi rahasia dari strategi "melawan" argumentasi KPUD nanti di pengadilan.

"Kita uji saja klaim KPUD itu di PTUN. Apakah hanya sekedar klaim untuk menutupi kesalahannya, atau ada motifasi lain dari penetapan yang menjadi kontroversi masyarakat", tantang balik Johan gondrong atas pernyataan "tantangan"KPUD .

Tentunya tantangan Johan Gondrong tidak main main, terbukti malam itu juga Tim Avokasi GEMA Bondowoso langsung menghubungi beberapa Advokad dari Surabaya dan Jember untuk bersedia menjadi pengacara dalam agenda mem-PTUN-kan penetapan KPUD atas lolosnya AD sebagai anggota dewan. Dan dari balik seluler terdengar kesediaan para Advokad yang masih dirahasikan namanya tersebut, untuk mengajukan Class Action PTUN yang akan dimotori Johan Gondrong dan Tim Avokasi Gema Bondowoso.

Saat disinggung tentang anggaran yang dibutuhkan untuk agenda PTUN, Johan Gondrong hanya tersenyum dan mengatakan "Dibiayai oleh Masyarakat Bondowoso yang sudah jenuh dengan sistem yang corrupt".

"Teknisnya nanti akan dibicarakan. Yang jelas sudah banyak dari berbagai kalangan yang ingin membantu biaya pergerakan ini", Jelasnya tanpa menyebutkan siapa kalangan yang dimaksud.

Tetapi diakhir konfirmasinya, Johan Gondrong menegaskan bahwa gerakan ini murni gerakan Masyarakat yang ini ada perubahan di Bondowoso.

"Jangan harap pergerakan kami dapat ditumpangi kepentingan politik, No Way...", ujarnya menutup Wawancara.

Pergerakan harus berlanjut, tirani harus diberangus, katakan benar jika itu memang benar dan katakan salah jika itu memang salah. Melawan tirani itu wajib dan apapun hasilnya... itulah Perjuangan. (Tim/str 1)
Share:

LSM TEROPONG

LSM TEROPONG
SEKRETARIAT : 087846111212, 085236384228

BECOFF BONDOWOSO - Jatim

BECOFF BONDOWOSO - Jatim
BECOFF BONDOWOSO - JATIM

PENGUNJUNG

IKLAN / ADV / PROFILE

IKLAN / ADV / PROFILE
Hubungi Redaksi Teropong Timur WA / Telpon / SMS : 087846111212 dan Telpon / SMS :085236384228

Popular

Becoff Bondowoso - Jatim

Becoff Bondowoso - Jatim
Becoff Bondowoso - Jatim

Featured post

LSM, ORMAS DAN AWAK MEDIA BENTUK FORUM KOMUNIKASI

LSM DAN ORMAS Serta WARTAWAN YANG HADIR Bondowoso, www.teropongtimur.co.id Puluhan LSM dan Awak Media Bondowoso Jawa Timur mengapresi...

Blog archive

Recent Posts