GARA -GARA RENCANA JAHAT AKHIRNYA DI TAHAN

GARA-GARA RENCANA JAHAT AKHIRNYA DI TAHAN
Endi saat di keler petugas
IPTU DIDIK SETIAWAN. SH. KANIT RESKRIM POLSEK TAPEN


Bondowoso. Teropong Timur online

Perbuatan nekat yg di lakukan oleh seseorang pada akhirnya akan membuahkan hasil yang tidak baik juga. Seperti yang di lakukan oleh Endi alias Pak yono.  65 tahun. warga Desa Wonokusumo krajan Kecamatn Tapen Kabupaten Bondowoso yang di duga melakukan rencana menggelapkan sepeda milik Sriyono. Warga Desa Jurangsapi Kecamatan Tapen. Menurut keterangan Kanit Reskrim Polsek Tapen Iptu Didik Setiawan. SH menjelaskan bahwa Endi alias Pak Yono tersebut di duga telah mempunyai rencana jahat. Pasalnya Tsk berawal dari pinjam sebentar sepeda milik Sriyono dengan tujuan akan mencari pinjaman uang ke rumah saudaranya di daerah Pejaten Tegalampel. Akan tetapi trnyata sampai tiga hari tidak kembali dan tidak ada komunikasi dengan pemilik. Untungnya ada teman pemilik yang menemukan Tsk di Wonosari yang selanjutnya di bawa langsung ke Mapolsek Tapen sekaligus menindak lanjuti laporan sebelumnya.
Sementara itu menurut informasi beberapa nara sumber bahwa dirinya ( endi alias pak yono - Red ) memang berkarakter seperti itu. Sehingga dengan kejadian ini sang pelapor meminta untuk di lnjutkan agar tidak terjadi lagi pada korban-korban lainnya dan ada efek jera akibat perbuatannya. Red

Share:

TRAGIS !!!, KARENA TIDAK MAMPU BAYAR HUTANG, AKHIRNYA TUNJUKKAN KEMALUAN DI DEPAN PENAGIH

SUSILAWATI - ISTRI SYFUR 


Probolinggo, Teropong Timur Online

Seorang Wanita bernama UK, 47 Tahun warga Desa Kasemek RT 12 RW 06 Kecamatan Tenggarang Kabupaten Bondowoso jawa Timur dengan membawa dua saksi, Bu Tim alias Nipa, 55 tahun warga Desa Kupang Kecamatan Curahdami dan Sa'odah, 37 Tahun warga Desa Petung Kecamatan Curahdami Kabupaten Bondowoso laporkan Syifur, 42 Tahun tetangganya di Polsek Paiton Kabupaten Probolinggo dengan laporan Dugaan Pelecehan Seksual yaitu dengan mempertontonkan kemaluannya tanpa kemauan dirinya ( UK - Red ), 
Laporan di terima oleh Pihak Polsek Paiton sesuai dengan TBL /23/IV/2017/POLSEK.

Hasil Konfirmasi, Awalnya UK pada tanggal 30 April 2017 sekitar jam 17.30 wib datang untuk menagih hutang pada Syfur di rumah kontrakan barunya di Dusun Kendal RT 13 RW 04 Desa Alas Tengah Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo bersama keluarga dan juga orang - orang yang juga pernah di hutangi oleh Syfur tersebut, setelah mendatangi Syifur ternyata bukan membayar hutang yang di dapat akan tetapi justru mendapatkan perlakuan yang tidak baik yaitu dengan kata - kata kotor dan pada akhirnya malah menunjukkan kemaluannya di depan UK dan di saksikan juga oleh Buk Tim alias Nipa dan Sa'odah serta anak dan istri Syfur ( SUS - RED ), langsung secara otomatis UK meloncat dan ngluyur pergi keluar dari Rumah Syfur dan sempat rame juga di luar atas perlakuan tidak senonoh syfur pada UK, sementara di luar juga di saksikan oleh Tetangga Syfur, Kakak Kandung UK, Suami UK dan juga suami Sa'odah yang saat kejadian ikut menemani mereka (UK, Nipa dan Sa'odah - Red)

Syfur menurut keterangan beberapa nara sumber juga menjelaskan bahwa dia ( Syfur - Red ) menghilang dari Rumahnya di Kasemek Kecamatan Tenggarang Bondowoso, kemudian di bantu oleh Bibinya yang bernama Rus yang juga tinggal di Paiton untuk di carikan Rumah Kontrakan sehingga tinggal di Desa Pondok Kelor Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo, ( Berita Teropong Timur : kemudian atas bantuan KARENA TIDAK KUAT MEMIKUL BEBAN HUTANG, AKHIRNYA MELARIKAN DIRI ), RUS juga pada saat di cari oleh beberapa orang untuk menagih uang yang di pinjam syfur ternyata di suruh melarikan diri lagi sehingga pindah di Dusun Kendal RT 13 RW 04 Desa Alas Tengah Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo ( TKP - Red ).

Kanit Reskrim Polsek Paiton atas nama Kapolsek Paiton, AKP Riduwan memberikan penjelasan kepada pelapor yang telah mendatangi pihak polsek  pada tanggal 13 Mei 2017 untuk menanyakan tentang kelanjutan kasus yang di tangani tersebut bahwa pihak Polsek Paiton masih perlu ada pengembangan lebih lanjut tentang para saksi dan lainnya dan akan di limpahkan pada Pihak PPA Polres Probolinggo, sedangkan pihak pelapor  ( UK - Red ) dan para saksi merasa kecewa atas sikap atau jawaban Pihak Polsek tersebut yang mengatakan masih butuh waktu untuk penanganan kasus pelecehan seksual tersebut.

Hartono selaku Aktifis Lembaga Teropong menanggapi kasus pelecehan seksual dengan mempertontonkan kemaluan pada orang lain tanpa kehendaknya sudah masuk dalam unsur KUHP tepatnya 281 KUHP, hal ini berdasarkan dalam terjemahan dan Komentar KUHP versi R.Soesilo yang menyebutkan bahwa kasus pelecehan seksual tersebut bisa di hukum menurut pasal 281 kuhp maka orang itu harus ; 1. sengaja merusak kesopanan di muka umum artinya perbuatan merusak kesopanan itu harus sengaja di lakukan di tempat yang dapat di lihat atau di datangi orang banyak misalkan di pinggir jalan, di gedung bioskop, di pasar dan sebagainya atau 2. Sengaja merusak kesopanan di muka orang lain ( seorang sudah cukup ) yang hadir di situ tidak dengan kemauannya sendiri, maksudnya tidak perlu di muka umum, di muka seorang lain sudah cukup, asal orang ini tidak menghendaki perbuatan itu.

Sampai berita ini di tulis pihak pelapor akan tetap meminta pihak berwajib dalam hal ini Polsek Paiton untuk melanjutkan kasus ini secara serius dan tidak main - main, hal ini menurut UK agar tidak lagi terjadi pada korban lainnya yang akan menganggap enteng terkait kasus pelecehan seksual seperti ini.  RED 


Share:

APAKAH DIDUNIA INI SUDAH TIDAK ADA KEADILAN?





MULYATI - RED

APAKAH DIDUNIA INI SUDAH TIDAK ADA KEADILAN?
    
Bondowoso, Teropong Timur Online
 
Nasib sangat tidak beruntung dan membuat penderitaan seorang janda lansia berkepanjangan hingga kini belum berkesudahan. Mulyati seorang janda beralamat di Dusun Aseman Desa Bimorejo Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi resmi warga Negara Indonesia minta kepada koran ini agar Pertanyaan Mulyati mendapat jawaban dari Penegak Hukum yang telah pula ditangani oleh Mahkamah Agung.
Mulyati dalam keseharian karena tidak punya pekerjaan ekonominya memperihatinkan maka berupaya hijrah atau pindah cari kerja tinggal di Jl. Jaya Pura        RT. 003 RW. 001 Kel. Kalipuro Dekat Taslim Pak Liknya.
Sesuai apa yang telah dialami oleh Mulyati sebenarnya kasusnya perceraian dan telah selesai disidangkan di Pengadilan Agama Banyuwangi, di Pengadilan Tinggi Surabaya dan sampai final di Mahkamah Agung. Dan sampai dilakukan eksekusi agar Mulyati mendapat sesuai bagiannya yang telah mendapat putusan dari hakim.
Menurut keterangan Mulyati kepada Koran ini, Mulyati juga telah dibantu oleh LSM Teropong karena hingga + sudah 8 tahun sekarang Mulyati belum berhasil menikmati bagiannya. Berkat bantuan LSM Teropong akhirnya kirim surat ke Mahkamah Agung dan data lengkap ada di LSM Teropong.
Ketua LSM Teropong Sukemi kepada Koran ini mengatakan, “Benar sekali semua data telah difoto copy lengkap oleh Bu Mulyati diberikan saya. Selanjutnya saya kirim surat ke Ketua Mahkamah Agung. Sesuai apa yang telah dilakukan Pengadilan Agama Banyuwangi dalam melaksanakan tugas eksekusi selalu tidak berhasil, maka LSM Teropong sampai kirim surat ke Mahkamah Agung. Surat Pertama tidak dibalas namun setelah kirim surat kedua baru ada perhatian bahwa Mulyati dapat surat dari Pengadilan Agama Banyuwangi untuk menghadap.
Ironisnya Mulyati dipanggil didampingi Taslim Pakliknya bukannya persoalannya selesai terus dapat bagian tidak. Ternyata Mulyati dengan Taslim diperiksa dimintai keterangan oleh beberapa Hakim dan Panitera dari Pengadilan Tinggi Surabaya. Ini hasil pemeriksaannya dan menurut saya ini kasus ya masih belum ada keputusannya. Pertanyaannya Pengadilan Agama Banyuwangi bisa melaksanakan tugas dengan baik apa tidak? Terus Mulyati ini akan dapat keadilan kapan?” Katanya Sukemi ngawal kasus tersebut hingga sekarang.
Sampai diturunkan berita ini hingga kini kehidupan Mulyati tetap menderita. Mulyati bertanya apakah didunia ini tidak ada keadilan seperti saya orang miskin ini? Kembalikepada tanggapan Mahkamah Agung Bagaimana???  RED
Share:

DIDUGA LAPORAN KASUS POLIWANGI DI KEJARI BANYUWANGI DI PETI ESKAN ???

DIDUGA LAPORAN KASUS POLIWANGI
DI KEJARI BANYUWANGI DI PETI ESKAN ???

 

  Menjadikan pertanyaan besar, jaman keterbukaan seperti sekarang ini masih ada Instansi Penegak Hukum diduga keras kerjanya main – main.

Sesuai realita serta fakta yang terjadi bahwa laporan KABIRO Media Lacak Surabaya di Banyuwangi Surat Nomor : B/450/VIII/LC/2002. Klarifikasi : Penting. Lampiran : 1 (Satu berkas). Perihal : Kontroversi Pendirian Politehnik Banyuwangi (POLIWANGI) Dikti Hibah  Rp. 102 Milyard Kepada Yayasan yang tidak  beraset. Pengguna Dana Yayasan Tidak Tahu menahu.


Surat tertanggal 20 Agustus 2012 ditanda tangani oleh Mulyadi dilengkapi No. HP. 085792039223 serta dibubuhi stempel lacak. Surat laporan tersebut sejak dimasukkan di Kejaksaan Negeri Banyuwangi tanggal tersebut diatas hingga sekarang ini tidak ada kabar serta bukti disidangkan di Pengadilan. Jika dihitung kurun waktunya hingga sekarang sudah 5 tahun lebih.


Hasil liputan serta pantauan pelaksana Tugas Ketua Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) Kab. Banyuwangi Sukemi kepada Koran ini mengatakan : “Ketika itu Kepala Kejaksaan dijabat oleh Saiful Anwar. Dan kasus tersebut telah diproses. Para pihak yang dianggap terlibat dipanggili semua. Penanggung jawab pelaksana pekerjaan Masduki ketika itu juga telah dipanggil dan dimintai keterangan. Direktur PT sebagai pemborongnya berinisial Regar dari Jember juga telah diperiksa. Semua sudah dipanggil komplit dan gonjang ganjing kasus tersebut sempat ramai diperbincangkan publik. Ironisnya kasus ini bagaikan tenggelam dilaut tanpa bekas. Padahal waktu itu berbagai media telah di lansir dalam pemberitaan. Pada akhirnya sampai Kajari Saiful Anwar pindah dari Banyuwangi. Sehubungan sang Pelapor Mulyadi merasa sudah capek menanyakan Terus ke Kejaksaan, maka Mulyadi memberi fotocopy berkas laporan itu kepada saya untuk melanjutkan menanyakan terus prosesnya kasus di Kejaksaan. Entah apa yang terjadi ketika Kajari Saiful Anwar pindah, Kasi Intel berinisial Agung akhirnya ikut  pindah. Demikian pula Kasi Pidsus juga pindah. Kemudian kajarinya ganti baru, Kasi Pidsus juga baru dan Kasi Intel baru. Karena saya merasa mengemban amanat, maka saya langsung menghadap Kasi Pidsus Arif, A.SH. Ketika itu saya mau menghadap Kajari sementara arif tidak berkenan. Menurut Arif dia ingin tahu dulu duduk persoalannya apa dan kasusnya bagaimana katanya. Menurut pengakuan Arif, ketika serah terima jabatan berkas kasus ini tidak ada. Oleh karenanya maka saya berikan fotocopy laporan itu untuk dilaporkan ke Kajari agar ditindak lanjuti. Dan Arif kelihatannya semangat sekali. Meski demikian faktanya selama sudah 8 bulan Arif Dinas di Kejari Banyuwangi kasus tersebut belum juga ditindak lanjuti sampai Arif pindah kelain daerah”. Kata Sukemi menjelaskan.


LSM Teropong yang juga pegang arsip laporannya Media Lacak telah kirim Surat kepada Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi dengan No. : 015/LSM.TRP/XI/B-2016 tanggal 12 November 2016 dengan maksud klarifikasi tentang laporannya media lacak serta ingin menanyakan sejauh mana tindak lanjut proses yang dilakukan oleh Pihak Kejaksaan.

Kajari A.A. Adnyana, SH. MH saat Dikonfirmasi memberikan keterangan pada TIM LSM Teropong dan Media Teropong Timur News menjawab bahwa surat dari LSM Teropong sudah diterima dan surat laporan dari Media Lacak masih di pelajari. Sampai diturunkan berita ini hingga sekarang belum ada tanda – tanda kelanjutan prosesnya. Pertanyaan, ada apa semua ini ???  RED



 

Share:

LSM TEROPONG

LSM TEROPONG
SEKRETARIAT : 087846111212, 085236384228

BECOFF BONDOWOSO - Jatim

BECOFF BONDOWOSO - Jatim
BECOFF BONDOWOSO - JATIM

PENGUNJUNG

IKLAN / ADV / PROFILE

IKLAN / ADV / PROFILE
Hubungi Redaksi Teropong Timur WA / Telpon / SMS : 087846111212 dan Telpon / SMS :085236384228

Popular

Becoff Bondowoso - Jatim

Becoff Bondowoso - Jatim
Becoff Bondowoso - Jatim

Featured post

LSM, ORMAS DAN AWAK MEDIA BENTUK FORUM KOMUNIKASI

LSM DAN ORMAS Serta WARTAWAN YANG HADIR Bondowoso, www.teropongtimur.co.id Puluhan LSM dan Awak Media Bondowoso Jawa Timur mengapresi...

Recent Posts