MBAH MARMAN KAKEK TUA RENTA DI TIPU MAFIA TANAH ? HARTA WARISAN BAPAKNYA AMBLAS

Banyuwangi, , Teropong Timur Online

Berbagai cara dalam mencari uang, ada yang positif dan ada juga yang negatif, kalaupun yang negatif pasti akan timbulkan korban, seperti yang di alami oleh MARMAN, 72 tahun warga Desa Alasrejo Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi, dirinya ( Marman - Red ) di rugikan oleh ulah seorang oknum Pejabat, pasalnya tanda tangan di dalam sebuah surat keterangan di duga di palsukan karena Mr ( Marman - Red ) merasa tidak pernah menandatangani surat keterangan yang di buat oleh Kepala Desa Akademik, ATMAWIYANTO serta di benarkan dan di kuatkan oleh Dra Sulistyowati MM selaku Kepala Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi.
Mr akhirnya mengadu pada Tim TPF ( Tim Pencari Fakta - Red ) Korwil Jatim yang di pimpin oleh H.Djunaedi Arifin, SH dan kemudian di tindak lanjuti oleh beberapa Aktifis TPF tersebut dengan mengawal Mr selaku korban untuk melakukan langkah - langkah positif agar dirinya ( Marman - Red ) mendapatkan kembali harta warisan ayah kandungnya ( Tadjab almarhum - Red ) dan untuk menentukan bahwa dirinya sebagai ahli waris yang sah terhadap obyek sebidang tanah dengan Nomor Pethok C 1426 Persil 249 atas nama Tadjab kelas D III luas 10.000 M2 yang lokasinya persis di belakang rumah tempat tinggalnya selama ini.
Hasil investigasi Tim Teropong bersama Tim TPF tersebut di peroleh beberapa keterangan yaitu sejak dulu tanah tersebut di kuasai oleh seseorang yang tidak jelas asal - usulnya yaitu Sukarli sedangkan Sukarli dan sekarang di kuasai oleh anak - anak Sukardi almarhum, saat TPF dan Tim Teropong Timur akan klarifikasi dan konfirmasi tentang hal itu pada Kepala Desa Alasrejo dan pihak Kepala Kecamatan selalu tidak ada di tempat sampai pada akhirnya TPF melayangkan SOMASI untuk meminta pertanggung jawaban Kepala Desa dan Camat terkait tanda tangan MR di sebuah surat keterangan yang menyebutkan bahwa tanah atas nama Tadjab dengan nomor perihal 1426 Persil 249 kelas DIII telah berubah atas nama Sukarli tersebut, sedangkan riwayat tanahnya tidak jelas dan juga MR tidak pernah merasa tanda tangan,
Sementara itu H.Djunaedi selaku Korwil Jatim bersama kedua anggotanya, Agus ariyanto selaku Koordinator Investigasi dan Arul memberikan keterangan juga pada Tim Teropong agar mereka masih mengadakan tindakan Persuasif terhadap kedua pejabat tersebut, " Kalau seandainya mereka tidak mengindahkan Somasi Kami maka kami akan melangkah pada Proses Hukum selanjutnya " tegasnya.
RED.

Share:

PAVING AMBURADUL...DI DUGA TIDAK SESUAI RAB, DD DI DUGA BUAT MAINAN ?

Bondowoso, Teropong Timur Online

Proyek DD ( Dana Desa - Red ) Desa Jurang sapi Kecamatan Tapen Kabupaten Bondowoso di duga di dipermainkan, hal ini menurut beberapa nara sumber Desa Jurang sapi yang sempat memberikan keterangan pada Tim TEROPONG Timur, sayangnya nara sumber tersebut tidak mau di sebutkan namanya karena menurutnya akan percuma apabila nanti saat di sebut pasti tidak bisa memberikan informasi lagi pada Tim Teropong terkait dengan semua langkah Pejabat Desa Jurang sapi yang telah menjalankan semua proyek Pembangunan bersumber dari Dana Pemerintah pusat.
Seperti informasi yang sudah di berikan pada Tim Teropong dan kemudian terjun ke lapangan dengan langsung cek lokasi ternyata benar adanya, Paving yang di cek tersebut terletak di Dusun Tegalrejo sangat amburadul, padahal menurut keterangan nara sumber tersebut bahwa pembangunan paving yang sudah di foto Tim Teropong berasal dari Dana Desa tahun anggaran 2017 sebesar Rp 167.000.000,- panjang 500 M itu memang di duga di buat main-main, tingkat kerusakannya sangat parah, selain itu menurut nara sumber tersebut mengatakan bahwa Ketua TPK ( Tim Pelaksana Kegiatan - Red ) yang bernama Zubaedah tidak pernah tahu tentang kegiatan di lapangan, dirinya ( Zubaedah - Red ) hanya sebatas tanda tangan saja karena semuanya di duga serba di kendalikan oleh Kepala Desa Jurangsapi,
Sementara itu Tim Teropong yang rencana akan konfirmasi pada Kepala Desa Jurangsapi selaku penanggung jawab utama penggunaan DD tersebut tidak ada di tempat, maka yang jelas hanya konfirmasi pada beberapa nara sumber penduduk Desa jurangsapi yang juga ikut kecewa juga terkait pembangunan Paving tersebut.
Sampai berita ini di tulis Tim Teropong bersama aktifis LSM Teropong masih akan menyelidiki beberapa penggarapan proyek lainnya di DESA JURANG SAPI karena di duga semua penggarapannya hanya seumur jagung, selain itu karena Kepala Desa Jurangsapi selalu tidak ada di tempat serta sulit untuk di hubungi, maka Tim Teropong menulis berita kerusakannya hasil konfirmasi nara sumber Desa dari Desa Jurangsapi kemudian akan segera memasukkan kembali pendapat Kepala Desa Jurang sapi di Media Teropong Timur Online di episode  selanjutnya apabila sudah bisa bertemu dengan TIM Teropong, "Kalau seandainya kepala Desa itu masih tetap beralibi bahwa proyek tersebut masih di anggap benar dan bagus maka lanjutkan saja mas karena sudah jelas main-main, masak anda tidak tahu" tegas nara sumber tersebut, di tambahkannya bahwa pembangunan itu harus sesuai dengan harapan masyarakat, bukan mengecewakan seperti saat ini dan atau juga sebelumnya. TIM

Share:

MELESTARIKAN ALAM ADALAH TUGAS KITA BERSAMA, KENAPA MALAH DI TEBANGI ?


MELESTARIKAN ALAM ADALAH TUGAS KITA BERSAMA, 
KENAPA MALAH DI TEBANGI ?
 Bondowoso, Teropong Timur Online

Kalau kita amati bersama bahwa alam Kabupaten Bondowoso Jawa Timur dipenuhi dg fenomena alam yang sangat strategis dan banyak mengundang para wisatawan asing yang mau berkunjung ke kota Bondowoso yang lebih di kenal dg KOTA TAPE karena dikenal dg produksi tapenya yg kwalitas dan rasanya yg diakui oleh semua kalangan bahkan para wisatawanpun suka dg kwalitas rasa tape Bondowoso. karena fenomena alamnya seperti kawah ijen yg terletak di sekitar gunung raung,tancak kembar yg ada diutara kota Bondowoso dan banyak lagi yang lainnya yang tidak kalah lebih indah.
Namun disisi lain dikawasan kota Bondowoso yang kita cintai dan kita banggakan msh ada kurangnya  pelestarian alam seperti penebangan kayu yg ada di pinggir jalan yg selama ini tdk adanya alasan yg jelas dr pihak pemerintah kabupaten bondowoso yg sekarang dalam kepemjmpinan Drs Amin Said Husni sebagai bupati bondowoso.
Mengingat semenjak kepemerintahan Dr susilo bambang yudhoyono sebagai presiden negara republik indonesia sampai sekarang kepemimpinan Ir joko widodo sebagai presiden mslh pelestarian alam tetap di galakkan bahkan presiden RI mengadakkan program 1 milyar penanaman pohon.namun program orang nomor satu di indonesia ini,bersimpangan dg realita yg ada di kota tape ini dg menebang pohon yg ada di pinggir jalan diwilayah kabupaten bondowoso.subaidi

Kalau kita amati bersama bahwa Kabupaten Bondowoso memiliki keunggulan yang sangat banyak, salah satunya adalah Tape Khas Bondowoso sehingga Kota Bondowoso di juluki dengan Kota Tape, kelebihannya adalah dari rasa tapenya yang sangat manis dan sangat menggoda para wisatawan lokal ataupun asing untuk mencoba Tape khas Bondowoso tersebut.
Selain itu juga di lihat dari Alam Bondowoso yang juga begitu indah, banyak tempat - tempat yang bisa di jadikan sebagai tempat wisata, antara lain : Air Tancak Kembar, Kawah Ijen, Kawah Wurung dan lainnya, akan tetapi sayang sekali ada saja yang masih tega dengan menebang Pohon tanpa memikirkan akibatnya, hal ini menurut Zub salah satu aktifis LSM Teropong yang sempat memberikan penjelasan pada Wartawan Media ini menyebutkan bahwa tindakan oknum ataupun warga yang menebang Pohon seenaknya masih dalam pantauannya, selanjutnya akan segera di laporkan kepada pihak yang berwajib karena menurutnya bahwa menebang pohon itu adalah tindak pidana yang sudah tidak mau untuk memikirkan masa depan Bangsa secara umum, Bondowoso khususnya. " ini sudah menjadi tanggung jawab bersama bahwa alam yang indah harus tetap di jaga bersama, apalagi Bondowoso sudah menjadi Republik Kopi yang juga harus kita jaga bersama agar kredibilitas kita di mata Dunia lebih bisa maju dan di percaya " Tegasnya. Sub



Share:

JEMBATAN DAM WONOSROYO SANGAT MEMPRIHATINKAN, DI DUGA ADA REKAYASA DINAS

JEMBATAN DAM WONOSROYO SANGAT MEMPRIHATINKAN, 
DI DUGA ADA REKAYASA DINAS



Bondowoso, Teropong Timur Online

Pada tahun 2014 jembatan dam wonosroyo yang berada di sebelah timur kota tape Bondowoso tepatnya di Desa Jumpong Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso Propinsi Jawa Timur direhabilitasi oleh Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Propinsi Jawa Timur yang tim pelaksanya cv.maharani salah satu kontraktor yang beralamat di Bondowoso Jawa Timur dengan menelan biaya Rp.514.000.000,00,akan tetapi usia bangunan tersebut hanya seumur jagung, jembatan tersebut sudah rusak parah dan bahkan sudah menelan korban jatuh kedasar sungai, untung anak tersebut cepat diselamatkan oleh warga sekitar.
LSM TEROPONG sudah DUA KALI melakukan pengiriman surat untuk klarifikasi ke kantor UPT PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR di Bondowoso, akan tetapi tidak ada respon positif dari pihak upt tersebut.
Menurut Salah satu Aktifis LSM Teropong yang sempat memberikan penjelasan pada Wartawan Koran ini mengatakan bahwa ini di duga ada unsur Rekayasa dengan membiarkan Kerusakan Jembatan tersebut yang tujuannya adalah agar Dana untuk perbaikan itu bisa di cairkan kembali dan akan segera di garap kembali walaupun nantinya pekerjaan untuk perbaikan atau Rehabilitasi Jembatan tersebut tidak sesuai harapan. Zub


Share:

MASYARAKAT DESA WRINGIN PITU RESAH! DIDUGA KINERJA KADES BUDI PURNOMO TIDAK TRANSPARAN DAN AROGAN



MASYARAKAT DESA WRINGIN PITU RESAH!
DIDUGA KINERJA KADES BUDI PURNOMO TIDAK TRANSPARAN
DAN AROGAN

Banyuwango, Teropong Timur Online
Telah terjadi fenomena tentang Kebijakan Kinerja seorang Kepala Desa Wringin Pitu Kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi bernama Budi Purnomo. Banyak masyarakat yang Peduli Desa menilai, kinerja Kepala Desa Budi Purnomo diduga  banyak penyimpangan dan arogan.
Sesuai hasil investigasi Koran ini dari narasumber yang bertanggung jawab banyak persoalan yang ingin diketahui oleh masyarakat contohnya yaitu :
1.      Dana masyarakat yang bersumber dari sumur bor
-          Dana yang diambil dari kelompok sebesar Rp. 40 juta
-          Setelah ada pergantian manager BUMDes lama ke pengurus yang baru belum ada transparansi laporan keuangan kepada Kelompok Sumur Bor selaku Pemilik / Penyetor dana.
2.      LPJU Desa Wringin Pitu
LPJU bantuan dari PDIP Th. 2017
LPJU bantuan dari HANURA Th. 2017
Lingkungan : Gumuk Menggeh – Swadaya Masyarakat Murni
Lingkungan : Ringin Anom – Swadaya Masyarakat Murni
Masyarakat ingin penjelasan dan transparansi berapa jumlah yang dibantu oleh Desa kepada Masyarakat, padahal banyak lingkungan wringin pitu mengadakan dengan swadaya murni.
3.      Yang Menjadi Keresahan di Masyarakat Adalah :
Arogannya Kades Arogansi kekuasaan antara lain :
-          Pemecatan – Pemecatan Perangkat Desa
-          Pemindahan Proyek Tanpa Prosedur
-          Ancaman – ancaman jika segala sesuatunya tidak seide dengan keinginannya
4.      Masalah Uang Penarikan HUT RI
Dikenakan uang penarikan HUT RI setiap tahun selama Kades menjabat 4 tahun, berapa jumlah nominalnya? Selama ini tidak pernah ada kejelasan. Besarnya tarikan per SPPT, ditarik iuran HUT sesuai jumlah SPPT dan nominalnya terlampir di SPPT.
5.      Dana Makam
-          Penggunaan dana makam tidak ada transparansi
-          Informasi, sudah pernah diperdeskan setiap KK bila akan mengkijing ditarik Rp. 1.00.000,- s/d Rp. 2.000.000,-
-          Sampai sekarang akumulasi nominal uang ada berapa, penggunaannya tidak ada kejalasannya?

Kepala Desa Wringin Pitu Budi Purnomo (23 Agustus 2017) dikonfirmasi diruang kerjanya mengatakan.”Semua itu tidak benar, kalau bisa orang yang melapor kesampean suruh menghadap kesini. Semua itu sudah saya lakukan transparan pak. Rencana saya semua itu akan saya rapatkan dan akan saya sampaikan secara transparan. Wajar mereka  tidak senang dengan saya paling lawan politik? “Kata Kades Budi Purnomo”.
Sampai diturunkan berita ini nampaknya masyarakat sudah jengkel bahkan menghendaki masalah ini diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. Serta agar ada perubahan dalam Pejabat Desa melayani masyarakat terlayani dengan baik santun beretika transparan. (Bersambung)

Peliput : Kem/Ris/B.Fin


Share:

NYOMAN OKO KORBAN PENYEROBOTAN TANAH!!! DIDUGA BIANG PELAKUNYA OKNUM BPN WTM?



NYOMAN OKO KORBAN PENYEROBOTAN TANAH!!!
DIDUGA BIANG PELAKUNYA OKNUM BPN WTM?

 Banyuwangi, Teropong Timur Online
Gonjang – ganjing sengketa tanah yang membuat penderitaan berat terhadap masyarakat bernama Nyoman Oko 54 tahun, Warga Dusun Patoman RT. 03 RW.03 Desa Watukebo Kecamatan Rogojampi sekarang Kecamatan Blimbingsari telah terungkap. Dan telah diketahui bahwa diduga yang menjadi penyebab biang pelakuknya pegawai BPN sendiri berinisial WTM. Sesuai fakta Nyoman Oko adalah ahli waris Wayan Patre (Alm) mempunyai sebidang tanah ber SHM No. 19 a/n Wayan Patre Pak Gede Suwante Tahun 1965 Luas : 15.190 m2.
Hasil investigasi Koran ini serta data autentik dari Narasumber LSM Teropong kuasa Pendamping Nyoman Oko sangatlah akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurut keterangan Nyoman Oko didampingi Sukemi Ketua LSM Teropong kepada Koran ini mengatakan.”Memang benar saya punya SHM No. 19 a/n Wayan Patre Pak Gede Suwante itu adalah Bapak saya. Saya sebagai ahli waris sekira 2,5 tahun yang lalu melalui biro jasa mengurus perubahan nama dari Bapak ke nama saya. Tanpa alasan dan dasarnya apa pengurusan itu ditolak oleh BPN. Sekian lamanya saya bingung setiap hari saya gelisah terus. Tapi saya punya keyakinan Tuhan itu adil akhirnya saya ketemuan dengan teman bernama Buang Arifin. Ngomong punya omong saya dibantu dan ternyata Buang Arifin adalah Anggota LSM Teropong dibawah Pimpinan Pak Sukemi. Kepada LSM Teropong saya menceritakan kejadian itu dan saya berikan data – data surat Hak Kepemilikan serta surat – surat dari Kantor Desa. Selanjutnya LSM Teropong menindaklanjuti mengurusi mulai dari Kantor Desa sampai ke BPN”. Kata Nyoman Oko.
Sukemi Ketua LSM Teropong kepada Koran ini menerangkan.” Dengan gamblang dan jelas saya menerangkan. Setelah kami lakukan pengecekan secara pakai surat resmi di Kantor Desa serta dilakukan mediasi maka hasilnya sebagai berikut :
1.      SHM No. 19 a/n Wayan Patre Pak Gede Suwante (alm) milik Nyoman Oko dicocokkan dengan dokumen Buku Desa tentang nama dan luas obyeknya cocok tidak ada masalah. SHM No. 19 pembuatan tahun 1965 dengan luas 15.190 m2 berarti aman.
2.      Sedangkan Pemilik SHM No. 353 a/n Nyoman Wono Pak Made Karang pembuatan tahun 2008 luas tanah tertulis 17.270 m2. Dicocokkan dengan buku ternyata tidak cocok dibuku krawangan Desa Milik a/n Nyoman Wono Pak Made Karang tertulis hanya seluas 0,598 da atau 5.980 m2. Jika dihitung selisihnya adalah 17.270 m2 dikurangi 5.980 m2 = 11.290 m2. Pertanyaannya sampai kelebihan 11.290 m2 tersebut dari mana?
3.      Nyoman Oko sudah banyak memberikan toleransi beberapa kali dilakukan mediasi dikantor BPN walhasil hasilnya tidak ketemu sepakat alias gagal. Mediasi terakhir tanggal 26 Juli 2017 disamping gagal, telah terungkap dan terjawab bahwa kesalahan kasus ini penyebabnya dari SHM No. 353 a/n Nyoman Wono P. Made Karang. Benarkah itu ? jawabannya benar. Ketika saya intrupsi pada Pimpinan sidang sengketa Pak Salim saya bertanya.”Maaf Pak saya mau bertanya katanya yang bersengketa SHM No. 19 dengan SHM No. 353. Tapi kenapa dalam mediasi ini yang dibahas dan yang selalu diobok – obok kok SHM No. 19, terus SHM No. 353 itu dikemanakan kok tidak dibicarakan sama sekali?
Pak Salim Pimpinan Sidang  menjawab.” Ya dengan tegas saya menjawab bahwa  SHM No. 353 ada kesalahan administrasi”. Jawab Pak Salim singkat. Dengan demikian terjawab sudah bahwa SHM No. 353 a/n Nyoman Wono P. Made Karang ada kesalahan administrasi berarti SHM No. 353 Produk BPN tersebut tidak bisa dipakai atau dipergunakan. Sekarang persoalannya jelas dan sudah selesai. Yang saya maksud sudah selesai adalah SHM No. 19 karena tidak ada masalah, maka Permohonan perbaruan serta balik nama ke ahli waris harus dikabulkan oleh BPN.
Alhamdulillah untuk pembaruan SHM No. 19 telah membayar biaya ukur dan Kadastral lunas ada tanda terimanya untuk mengambil s ertifikat. Untuk SHM No. 353 yang bermasalah ya biar mereka urusan dengan Pegawai BPN yang dulu mengurusnya. Kepala BPN tentunya harus bertindak tegas WTM bawahannya yang telah melanggar membuat citra BPN jelek namanya. Jadi sekarang LSM Teropong tinggal menanyakan ke BPN dengan membawa bukti pengambilan kapan jadinya sertifikat tersebut.”Kata Sukemi Penuh tanggung jawab.
Kepala Desa Watukebo Supriyadi serta Sekdes Harli dikonfirmasi mengatakan.”Kami telah membantu dalam Mediasi di Desa berulangkali saat itu telah ketemu sepakat muncul surat pernyataan yang membuat dari pihak perwakilan pemilik SHM No. 353. Tapi tahu – tahu mungkin ada perubahan pikiran dari pembuat surat tersebut sampai lanjut mediasi di BPN. Itupun hasilnya gagal”. Kata Carik Harli.
Pimpinan Sidang Sengketa Salim kepada Koran ini mengatakan.”Ya saya telah mengetahui dan memahami semua persoalan ini mudah – mudahan ada jalan keluar dan bisa beres”. Kata Salim.
      Peliput : Gus/Fin/Ris