MUSRENBANG (RKPD) KAB. JEMBER 2019

MUSRENBANG (RKPD) KAB. JEMBER 2019

TEROPONG Jbr – Acara Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). 2019 Kab.Jember diselenggarakan di Aula PB Soedirman Pemkab Jember Kamis (29/3/2018). Dengan dihadiri oleh Kepala Bakorwil V Jember R.  Cahyo Widodo SH,  M. Hum. Bupati Jember dr. Hj. Fida MMR, Wakil Bupati Jember Drs. KH. A. Muqit Arief, AKBP Kusworo Wibowo dan Dandim 0824 Jember Letkol Inf  Arif Munawar serta OPD dan Camat kabupaten Jember, untuk membahas dan menyepakati penanganan program prioritas di tahun 2019.

Dengan diawali dengan penyampaian Kepala Bakorwil V Jember R.  Cahyo Widodo SH,  M. Hum yang menyampaikan sambutan Kepala Bapedda propinsi Jawa Timur yaitu bahwa kemajuan Kabupaten Jember khususnya pariwisata menjadi daya tarik investor untuk ingin berkunjung ke jember.

Begitu juga tentang analisa arahan pembangunan Kabupaten Jember di antaranya Lapangan usaha pertanian yang juga memberikan kontribusi paling tinggi dalam struktur ekonomi Kabupaten Jember diikuti sektor industri pengolahan perdagangan kontruksi dengan total kontribusi mencapai 7,2 persen.Sektor informasi dan komunikasi merupakan sektor basis unggulan di Kabupaten Jember yang memiliki pertumbuhan lebih cepat dengan rancangan yang lebih tinggi dibanding  sektor yang sama di tingkat propinsi. Sektor transportasi dan pergudangan real estat serta  jasa perusahaan merupakan sektor prioritas yang dapat di jadikan sektor unggulan karena memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dan memiliki daya saing yang lebih tinggi  di bandingkan sektor lain di Propinsi.

Cahyo Widodo sendiri menyampaikan bahwa program Bupati Faida yang bersinergi dengan program pusat ini pasti akan terlaksana dengan program yang real dari Bupati Faida untuk kesejahteraan masyarakat.

Sebelum membuka kegiatan ini, Bupati Faida terlebih dulu menyampaikan paparan mengenai 5 program 22 janji Bupati dan Wakil Bupati Jember, yang mana di khususkan dan di prioritaskan pada dua kelompok program yaitu Jember mandiri dan Jember Kota Wisata Berbudaya.

Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). 2019 Kab.Jember, di selenggarakan satu tahun sebelumnya, sehingga dapat mengakomodir keinginan masyarakat.

Di mulai dari musrenbang tingkat desa hingga kecamatan serta melibatkan lengkap seluruh unsur masyarakat seperti budayawan,  guru ngaji serta lansia dan veteran. 

Bupati Faida mengharapkan “Dengan kelengkapan ini dapat menampung keinginan masyarakat dan tugas pemerintah mengarahkan sehingga dapat sesuai dengan RPJMD” tandasnya. (brt) 

Share:

MUI JEMBER LARANG BEREDARNYA BUKU ALIRAN YANG MENYIMPANG

MUI JEMBER LARANG BEREDARNYA BUKU ALIRAN YANG MENYIMPANG

 
TEROPONG Jbr – Semakin hari ancaman aqidah (keimanan) umat Islam akhir-akhir ini kian terancam. Khususnya adalah serangan dari aliran menyimpang yang sudah difatwakan oleh MUI Pusat. Dimana aliran Syiah Rafidhah yang menyimpang semakin menekan umat dan menimbulkan keresahan di sana-sini.

Kemenag Jember dan MUI Kabupaten Jember Rabu (28/3/2018) saat press conference dihadapan mediakeluarkan Fatwa bahwa buku berjudul ’57 Khutbah Jumat’ yang sempat menghebohkan masyarakat ini agar tidak diedarkan.  Melalui ceramah dan terbitan buku-buku, ataupun ungkapan para pemimpin mereka dalam berbagai pernyataan yang kontroversial. Buku-buku yang diterbitkan dan ceramah yang disiarkan merupakan dokumen/bukti bahwa hal ini telah mengancam stabilitas keamanan di Jember yang selama ini dikenal dengan kerukunan di antara umat Islam yang ada (antara NU, Muhammadiyah, dan lain sebagainya).

“Buku yang berjudul 57 Khutbah Jumat itu sesat, karena mengajak masyarakat untuk ke arah paham Syiah, dan yang paling terlihat jelas kalau mengarah ke paham Syiah adanya kalimat yang menyebutkan bahwa ahlil bait Nabi Muhammad itu hanya ada lima, yaitu Nabi Muhammad, Siti Fatimah, Ali, Hasan dan Husein cucu Nabi, ini jelas-jelas sesat, padahal ahli bait di situ juga ada Istri Nabi Siti Khotijah” demikian disampaikan Ketua MUI Kabupaten Jember Prof. Dr. KH. Abdul Halim Subahar.

Buku berjudul “57 Khutbah Jumat” yang telah beredar itu berpotensi untuk membuat situasi tidak kondusif. Dimana  Penulis dalam buku tersebut juga tidak jelas, hanya ada nama penyunting, kejanggalannya lagi buku tersebut juga tidak disertai ISBN, sedangkan alamat penerbit yang bernama Islam Integral juga tidak ditemukan dan tidak melalui kajian MUI Pusat.

“Dari ketiga unsur itu saja, buku ini jelas tidak bisa dipertanggung jawabkan,” tambah Prof. Dr. KH. Abdul Halim Subahar

Atas beberapa kejanggalan tersebut, dan dikhawatirkan menimbulkan keresahan dan perpecahan umat, Kemenag Jember dan MUI Jember mengeluarkan Fatwa agar buku yang jumlahnya 14 ribu lebih itu untuk tidak diedarkan. “Saat ini ada 14 ribu lebih yang sudah ditahan, yaitu di Kodim ada hampir 2 ribu, di Koramil Kalisat 13 ribu buku.

Ratusan buku yang sempat beredar pada seminar, juga sudah ditarik kembali, “Memang pada saat ada seminar buku tersebut diedarkan, ya sekitar seratus buku, namun sudah ditarik kembali walau tidak semuanya bisa ditarik, karena tidak semua peserta seminar mencantumkan alamat dan nomor HP,” papar Prof. Dr. KH. Abdul Halim Subahar

Atas dasar pemikiran inilah, demi untuk menjaga harmonitas ukhuwah internal umat Islam dan toleransi dan kerukunan secara eksternal dengan agama-agama yang ada (selama tidak mengganggu keyakinan pihak lain), maka perlu ada tindakan dari pemerintah/penegak hukum untuk melakukan pencegahan terhadap segala bentuk kegiatan yang bisa memicu kerusuhan dan ketidak-nyamanan umat lain itu.(brt)

Share:

REKANAN PROYEK RTLH MERUGI

REKANAN PROYEK RTLH MERUGI

Bondowoso, Teropong Timur Online

Pernyataan ini di utarakan SW, salah seorang Kontraktor yang mendapatkan Proyek RLTLH ( Rumah Tidak Layak Huni - Red ) saat di konfirmasi di rumahnya, hal ini di katakan secara jelas bahwa proyek RTLH tersebut hanya di dasari oleh Rasa Sosial sehingga semua penggarapannya bisa di katakan tidak mendapatkan hasil sama sekali atau juga hasil sedikit.
Saat di konfirmasi juga mempersoalkan beberapa rumah warga yang berhak mendapatkan ternyata masih belum selesai karena ada beberapa kendala menurut SW.
Adapun kendala tersebut menurutnya terkait dengan lokasi rumah penerima manfaat tersebut terlalu sempit sehingga sangat sulit untuk memasukkan bahan bangunan, tepatnya di belakang LP ( Lembaga Pemasyarakatan - ) yang juga masuk di Kelurahan Dabasah.
Hr salah satu aktifis lembaga Teropong sempat memberikan keterangan pada Tim Teropong Timur bahwa pernyataan SW selaku Rekanan harus bisa memahami terkait dengan semua proyek yang sudah di programkan oleh Pemerintah tentu sudah di perhitungkan, bukan untuk merugikan semua pihak, oleh karena itu sangat tidak tepat SW mengatakan bahwa pekerjaan itu merasa merugikan dirinya selaku Rekanan.
"Sangat tidak pantas mengatakan hal ini" tegasnya, di tambahkannya bahwa semua ini sebenarnya harus benar-benar di pertimbangkan sebelumnya, kalau memang merasa di rugikan menurut hitungannya maka tidak perlu untuk di terima sehingg tidak menambah beban terhadap dirinya. Red

Share:

KOORDINASI TIM PORA (Pengawasan Orang Asing)  KANTOR IMIGRASI Kelas II JEMBER


KOORDINASI TIM PORA (Pengawasan Orang Asing) 
KANTOR IMIGRASI Kelas II JEMBER

TEROPONG Jbr - Dalam rangka untuk mengawasi keberadaan warga negara asing yang datang ke Indonesia, Jajaran Kantor Imigrasi Kelas II Jember menggelar rapat koordinasi tim Pengawasan Orang Asing (Pora) tingkat Kabupaten dan Kecamatan di hotel Aston, Selasa (28/03/2018). Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi persoalan negatif dampak kedatangan orang asing di Indonesia.

Dengan semakin kompleknya permasalahan kedatangan atau keberadaan Orang Asing tersebut, Kemenkum HAM RI mengintruksikan sebagaimana Peraturan Menteri Menkum HAM no 50 tahun 2016, agar membentuk tim Pora di tingkat Kabupaten maupun Kecamatan.

 
"Kedatangan orang asing di Indonesia memberi dua dampak, yakni positif dan negatif. Secara positif, kedatangan orang asing di Indonesia bisa meningkatkan pelimpahan devisa yang pada gilirannya dapat mensejahterakan masyarakat Indonesia," ungkap Kabid Intelejen, Penindakan, Informasi dan Komunikasi Kanwil Imigrasi Jatim, Tohadi, dalam sambutannya.

 
"Tetapi tidak hanya berdampak positif saja, namun orang asing yang datang di Indonesia juga bisa membawa dampak negatif, seperti kepentingan untuk mendominasi ekonomi, tenaga kerja dan kepentingan trans nasional seperti pencurian kekayaan alam, terorisme dan bisnis narkoba" tambahnya.

"Dengan kepentingan tersebut, secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi kompleksitas permasalahan politik, hukum, kesejahteraan masyarakat dan keamanan," paparnya.

 
Dengan adanya tim Pora, Kemenkum HAM berharap bisa mengantisipasi persoalan negatif akibat kedatangan orang asing. Saya harap dengan adanya tim Pora tingkat Kecamatan dan Kabupaten yang terkoordinir, pengawasan terhadap orang asing lebih optimal.(brt)

 

Share:

KUNKER DEPUTI KUMWAS KEMENTRIAN PAN-RB ke POLRES JEMBER

KUNKER DEPUTI KUMWAS KEMENTRIAN PAN-RB ke POLRES JEMBER

TEROPONG Jbr - Dalam rangka akselarasi kualitas pelayanan publik serta peningkatan kompetensi dan kualifikasi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia, Deputi dari Kementeri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Moh. Yusuf Ateh, Prof. Tjipta Lesmana, Prof. JD. Cristiadi, Prof. Eko Prasojo dan Dr. Rudiarto Sumarwono melaksanakan kunjungan kerja ke Polres Jember Selasa (27/03/1018)

Dalam kunkernya kali ini, tim Independensi Reformasi Birokrasi Nasional akan mengawali lawatannya ke Satlantas Polres Jember, dimana tim akan meninjau beberapa unit pelayanan publik yang ada di sana. Seperti pelayanan uji SIM termasuk fasilitas yang di gunakan di Satlantas Polres Jember. Selanjutnya, tim akan melaksanakan peninjauan ke Mapolres Jember.

Kegiatan di Polres Jember ini tim Independensi Reformasi Birokrasi Nasional akan menyampaikan pengarahan sekaligus audiensi dengan Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo SH. Sik. MH dan para ASN. 

Pada lawatan ke Mapolres Jember kali ini tim Independensi Reformasi Birokrasi Nasional didampingi langsung oleh Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo SH. Sik. MH. (brt)

Share:

Mr. X KORBAN LAKALANTAS BELUM KETEMU KELUARGANYA

Mr. X KORBAN LAKALANTAS BELUM KETEMU KELUARGANYA

TEROPONG Jbr - Setelah terjadi laka lantas pada hari Sabtu 24 Maret 2018 dijalan umum jurusan Jember-Surabaya, tepatnya di depan Kantor Dinas Pekerjaan Umum Dusun Krajan, Desa Jubung, Kecamatan Sokorambi, Jember. Senin (26/3/18)

Korban Lakalantas Mr. X berjenis kelamin laki-laki umur kurang lebih sekitar 60 tahun yang tidak diketahui identitasnya tersebut mengalami luka di bagian kepala, dan patah kaki telah dibawa ke Rumah Sakit dr. Soebandi Jember.

"Semula kendaraan Honda HRV dengan Nopol P 1192 QM yang dikemudikan oleh seorang laki-laki bernama DR. Adi Prawoto melaju dari arah timur ke barat, sedangkan pejalan kaki yang tidak diketahui identitasnya Mr. X menyebrang jalan dari arah selatan ke utara," kata Kasat Lantas AKP. Prianggo Parlindungan Malau SH., SIK.

Akibat terjadinya Laka pengemudi kurang memperhatikan arus lalu lintas dari arah depan dan tidak mendahulukan pejalan kaki yang menyebrang jalan, sehingga bodi depan kendaraan tersebut membentur kaki Mr. X sebelah kanan, tambahnya

Lanjut Prianggo, barang siapa yang mengenali korban atau ada kerabat korban yang mengenali korban bisa menghubungi Kepolisian terdekat atau ke Rumah Sakit dr. Soebandi Jember, pungkasnya. (*)

Share:

DITANGKAP, TIGA PELAKU COPET yang KONGKALIKONG dengan KRU BUS 

DITANGKAP, TIGA PELAKU COPET yang KONGKALIKONG dengan KRU BUS 

TEROPONG Jbr - Komplotan copet yang sering beraksi di dalam bus PO. Restu jurusan Surabaya-Banyuwangi tertangkap.

Setelah kerap membuat resah penumpang bus dgn Aksi mencuri atau mencopet barang berharga milik penumpang saat mereka lengah atau tertidur, aksi 3 tersangka copet bus akhirnya berakhir. Tidak saja gagal mencopet tetapi ke tiga tersangka yang memang sudah menjadi target pihak berwajib ini berhasil dilumpuhkan oleh pihak berwajib di terminal Tawang Alun Jember.

Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo SH SIK MH. hari Selasa 27/03/2018 saat Press Converence menerangkan bermula dari laporan warga yg kehilangan atau korban pencopetan dlm bus PO. Restu jurusan Surabaya-Banyuwangi beberapa waktu yang lalu dan mengenali salah satu pelaku lalu melaporkannya ke kantor Polisi terdekat. Kepolisian Polres Jember akhirnya berhasil membekuk 3 kawanan pencopet yang ternyata bekerjasama dengan kru bus PO. Restu.

Ketiga pelaku yang berinisial  adalah, MZ 20 thn warga Kenjeran Surabaya, HS 35 thn warga Rambipuji Jember, dan MH 20 thn warga Bangsalsari Jember, menurut Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo SH. Sik. MH. pelaku yang berinisial HS merupakan sopir bus PO. RESTU dan merupakan otak Komplotan spesialis copet penumpang bus dan dua lainnya merupakan kondektur dan kernet bus tersebut. Dari hasil penangkapan tersebut selain beberapa buah HP hasil aksi mereka ditemukan juga senjata rakitan yang dimiliki oleh HS (Sopir).

Menurut ketiga pelaku tersebut aksi ini dilakukan apabila setoran yang diserahkan tidak memenuhi target.

Akibat perbuatannya ketiga tersangka harus mempertanggung jawabkan  perbuatannya karena telah melangggar pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman 7 tahun penjara, sedangkan untuk tersangka HS (sopir) juga akan dikenakan UU No.21 tahun 51 tentang UU Darurat dengan ancaman 20 tahun penjara.(brt)

Share:
Share:

KOMITMEN TERTIB LALU LINTAS SPORTER  JEMBER BERANI (BERNI) dengan SATLANTAS POLRES JEMBER

KOMITMEN TERTIB LALU LINTAS SPORTER  JEMBER BERANI (BERNI) dengan SATLANTAS POLRES JEMBER

 

TEROPONG Jbr – Dengan banyaknya pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh sporter  sepak bola dan untuk meminimalisir terjadinya pelanggaran lalu lintas, SATLANTAS POLRES JEMBER yang dipimping oleh Kasat Lantas  AKP. Prianggo Parlindungan Malau SH. SIK. Perlu mengadakan pertemuaan dan silaturahmi dengan pengurus atau koordinator sporter Jember Berani (BERNI).

Dengan mengambil tema “BERNI - Kreatif di Lapangan, Tertib di Jalan”  dan berlokasi Grand Cafe, Jl. Jawa Jember.Kamis (22 April 2018) pertemuan dan silaturahmi  antara SATLANTAS POLRES JEMBER dengan BERNI dilakukan. Acara ini dihadiri oleh  Kasat Lantas Polres Jember, KRI Satlantas, Kanit Dikyasa dan dari BERNI Agus Rizky (Ketua Umum Berni), Imam (Ketua Harian Berni),  Mirza (Manajer Persid), Muche (Korlap Berni), JOB dan Perwakilan Korwil Berni kurang lebih 25 Orang

Dalam sambutannya Kasat Lantas  AKP. Prianggo Parlindungan Malau SH. SIK. Mengatakan bahwa “ Tujuan pertemuan ini adalah untuk perkenalan dan Silaturahmi antara Satlantas Polres Jember dengan Perwakilan Suporter Berni dan Sosialisasi tentang keselamatan dalam berlalu lintas dalam berkendara dalam perjalanan ke stadion dalam mendukung Persid Jember” ujarnya.

Kasat Lantas  AKP. Prianggo Parlindungan Malau SH. SIK menambahkan bahwa dari hasil pemantauan Satlantas dalam 3 pertandingan terakhir Persid Jember hampir 50-60 persen suporter Berni melanggar aturan berlalu lintas. Pelanggaran kasat mata yang terlihat adalah tidak memakai helm, tidak memakai spion, berboncengan lebih dari dua.

Dengan banyaknya pelanggaran yang dilakukan sporter Kasat Lantas  AKP. Prianggo Parlindungan Malau SH. SIK berharap dan menghimbau agar Berni pada saat mendukung Persid Jember dapat taat berlalu lintas. Minimal menggunakan Helm, kendaraan sesuai spesifikasi dan tidak berbonceng lebih dari dua.

Sementara itu dari pihak BERNI, Pak JOB IWJ sebagai salah satu yang dituakan di BERNI, mendukung untuk BERNI menjadi suporter yang tetib berlalu lintas.  Namun mohon waktu untuk sosialisasi ke anggota BERNI  karena masih banyak suporter liar yang belum terdata yang harus kita rangkul.

Mirza (Manajer Persid) menekankan kepada perwakilan BERNI, bahwa yang disampaikan oleh Kasat Lantas adalah demi kebaikan kita suporter BERNI. Keselamatan berlalu lintas adalah yang paling utama dalam berkendara, jadi BERNI harus tertib berlalu lintas. Dengan menjadi suporter yang tertib berlalu lintas, diharapkan bisa  mengubah pandangan negatif tentang suporter BERNI itu sendiri. (brt)

Share:

BUPATI JEMBER dr. Hj. FAIDA MMR INGIN CIPTAKAN GENERASI “ EMAS “ DI KAB. JEMBER

BUPATI JEMBER dr. Hj. FAIDA MMR INGIN CIPTAKAN GENERASI “ EMAS “ DI KAB. JEMBER

 
TEROPONG Jbr – Dengan semakin terkikisnya jiwa kebangsaan dikalangan generasi muda sekarang ini maka Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR berserta jajaran dan unsur TNI/POLRI dari Brigif 9 Kostrad dan Polres Jember  dengan cita-cita yang sama untuk membangun generasi “emas” di Kabupaten Jember. Maka Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR, mengundang Pimpinan dan Pengurus dari SMA Taruna Nusantara Magelang untuk melakukan paparan di Kabupaten Jember Kamis (22/03/2018), Dimana Bupati dr.Hj. Faida MMR menginginkan pembangunan pendidikan anak bangsa menjadi konsen Bupati Faida dalam program pembangunan di Kabupaten Jember.

Dalam rangka  memprioritaskan pembangunan SDM di Kabupaten Jember Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR, ini malakukan audensi langsung dengan pihak pembimbing dan pembina SMA Taruna Nusantara Magelang dengan tujuan untuk membangun pendidikan yang sama seperti SMA Taruna Nusantara Magelang. 

SMA Taruna Nusantara Magelang merupakan salah satu dari sekian banyaknya lembaga pendidikan yang didirikan untuk mencetak kader-kader generasi “emas” masa depan bangsa. SMA Taruna Nusantara Magelang sendiri didirikan pada tahun 1985 yang dicetuskan oleh Jenderal. LB. Moerdani, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan diera Orde Baru. Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN) adalah perpaduan antara pendidikan mental kebangsaan dan membangun manusia-manusia berkarakter ketimuran sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa. 

Menanggapi terkait dengan kedatangan pemimpin dan pengurus  SMA Taruna Nusantara ke Jember ini. Danbrig 9 Kostrad Jember, Kolonel. Inf. Roby Suryadi, sangat berterima kasih pada Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR, yang telah mau mengundang pihak SMA Taruna Nusantara untuk melakukan paparan di Jember. Dikatakan oleh Danbrig Kol. Inf. Roby Suryadi, bahwa semenjak Presiden Joko Widodo menginstruksikan setiap daerah agar mempunyai SMA yang sebanding dengan SMA Taruna Nusantara, dan baru Bupati Jember lah yang pertama kali mengundang pihak LPTTN untuk memberikan paparan dan penjelasan. 

Roby juga mengatakan bahwa pada minggu keempat bulan April setelah ujian nasional ini, akan melakukan pembekalan pendidikan jasmani kepada semua siswa lulusan SMA, baik itu untuk siswa yang berminat masuk di TNI maupun siswa yang ingin masuk pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi lainnya.

Sementara itu Ir. Totok Priayana, MM, Selaku Kasubbid Humas  LPTTN, mengatakan  bahwa lembaga SMA Taruna Nusantara ini sendiri telah berkiprah kurang lebih hampir 28 tahun dalam rangka mencetak kader-kader yang siap untuk bersaing dalam bidang apapun. Banyak dari alumninya, yang lulus dari SMA Taruna Nusantara yang direkrut oleh TNI/Polri, meski banyak juga yang menjadi profesional didunia bisnis. 

“Dengan cita-cita yang sama  untuk membangun generasi “emas”. Maka dirinya bersama tim pembimbing diundang oleh Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR, dimana Bupati Faida menginginkan pembanguna pendidikan anak bangsa menjadi prioritas Bupati Faida dalam program pembangunan di Kabupaten Jember” pungkasnya.

 Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR, menegaskan bahwa sinergisitas ini adalah untuk membantu anak-anak Jember yang mempunyai keinginan dan bercita-cita menjadi TNI/Polri, maupun yang ingin melanjutkan pada jenjang yang lebih tinggi lainnya. 

Dikatakan oleh Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR bahwa “Dirinya telah bertekat untuk melakukan pembangunan di Jember, dan pembangunan SDM yang menjadi prioritasnya. Untuk itu Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR menginginkan adanya SMA yang selevel dengan SMA Taruna Nusantara ini di Jember. Pemerintah hanya bisa membantu menfasilitasi anak-anak Jember untuk menjadi anak-anak yang kuat, berkarakter dan berprestasi“ pungkasnya. (brt)

Share:

Sinergikan 22 Janji Kerja, Semua Kepala OPD Dikumpulkan

Sinergikan 22 Janji Kerja, Semua Kepala OPD Dikumpulkan

TEROPONG Jbr - Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR, bersama Wakil Bupati Jember, KH. Abdul Muqiet Arif, mengumpulkan semua Kepala OPD dan Camat se-Kabupaten Jember, termasuk Kabid, Kasubid, Kasubag, dan Kasie Perencanaan, di Aula jaK Diklat BK-SDM, 21/03/2018, Untuk benar-benar menyelaraskan program pembangunan Pemerintah Kabupaten Jember melalui masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan 22 Janji Kerja sesuai dengan keinginan masyarakat.

Dalam wawancaranya, Bupati Jember, dr. Hj. Faida MR, benar-benar menekankan sekaligus menegaskan agar setiap pejabat perencanaan ditingkat apapun pada OPD untuk menyelaraskan perencanaan program serta menetapkan perencanaan OPD sesuai dengan musrenbang yang ada di Kecamatan sesuai dengan usulan masyarakat yang diajukan. 

Dikatakan juga oleh Bupati Faida, bahwa arahan ini adalah untuk penekanan kepada seluruh Kepala OPD agar benar-benar bisa mensinkronkan antara program OPD yang telah direncanakan dengan program OPD lainnya, sehingga visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Jember dalam 22 Janji Kerja tersebut benar-benar bisa dilaksanakan sesuai dengan apa yang menjadi tuntutan masyarakat.

"Hari ini diawali dengan pengarahan Bupati dan Wakil Bupati, Bagiamana seluruh kepala OPD bisa mensinkronkan dengan visi-misi pembangunan yang telah ada didalam 22 Janji Kerja", jelas Bupati dr. Hj. Faida MMR

Dengan adanya Forum OPD ini, Bupati Faida menginginkan agar setiap pimpinan OPD mampu memaknai lebih dalam program-program OPD dan bisa mensinergikan sehingga bisa efektif dalam pelaksanaannya. Dikatakan juga bahwa pada tahun pertama dan kedua, Bupati dan Wakil Bupati Jember menfokuskan mewujudkan pada 3 titik, yaitu Jember Maju IPTEK dan IMTAK, Jember Kuat dan Bersih, Jember Sehat. Dan untuk Tahun ini, lanjutnya, akan ditambahkan Jember Kota Wisata Berbudaya. 

Untuk itu Bupati dan Wakil Bupati Jember benar-benar menginginkan agar setiap program yang direncanakan oleh OPD mampu menjawab tuntutan masyarakat. "Untuk mewujudkan ini semua, harus melalui pemberdayaan masyarakat dengan mengambangkan potensi-potensi yang melalui keterlibatan masyarakat", pungkasnya.(*)

Share:

PELAYANAN 24 JAM POLRES JEMBER

PELAYANAN 24 JAM POLRES JEMBER

TEROPONG Jbr – "LUAR BIASA" Perlu diacungi jempol dan diapresiasi kinerja Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo, SH, SIK, MH, beserta jajarannya dalam hal melayani masyarakat. Hal ini terlihat dengan pelayanan yang di berikan oleh Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo, SH, SIK, MH, dalam menyelesaikan permasalahan di masyarakat. Tidak hanya di Mapolres saja beliau ( Kapolres ) dalam melayani kebutuhan masyarakat tetapi di Wisma / Rumah Dinas Kapolres pun tetap melayani masyarakat.

Pada hari Selasa 20/03/2018 jam 19.00 di Wisma / Rumah Dinas Kapolres Jl. Leyjen. Panjaitan depan RRI Jember, Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo, SH, SIK, MH, melakukan mediasi kepada dua orang yang bersengketa, meskipun beliau ( Kapolres ) baru datang dari tugasnya di Surabaya, hal ini diawali dengan adanya laporan yang masuk ke Polsek Jenggawah terkait masalah kasus pencurian tiga buah pepaya.

Diberitakan sebelumnya oleh berbagai media bahwa Nenek Alma(65) warga Dusun Krajan, Desa Cangkring, Kec. Jenggawah,  kepergok sedang mencuri 3 buah pepaya oleh Bawon pemilik kebun pepaya, kemudian Bawon pun melaporkan perbuatannya ini ke Polsek Jenggawah. Alasan Bawon melaporkan kejadian ini karena petani pepaya kalifornia ini mengaku telah beberapa kali kehilangan buah pepaya di kebunnya dan belum tahu siapa pencurinya.

“Setelah memergoki sendiri pada petang hari itu, saya pun langsung melaporkannya ke Polsek Jenggawah,” ungkap Bawon.

Tetapi berkat mediasi dari Kepolisian Sektor (Polsek) Jenggawah dengan didampingi oleh perangkat desa serta tokoh agama setempat, pemilik kebun pepaya, Rosid alias Bawon bersedia memaafkan tersangka dan mencabut laporannya. Pencabutan laporan oleh Bawon tersebut kemudian diperkuat dengan ditandatanganinya pernyataan damai oleh kedua belah pihak yang disaksikan langsung oleh Kapolres Jember, AKBP. Kusworo Wibowo, SH, SIK, MH,

Setelah ditandatanganinya surat pernyataan damai oleh kedua belah pihak ini, Kapolres Jember, Kusworo Wibowo menyatakan bahwa perkara ini resmi telah ditutup.

“Kasus pencurian ini masuk kategori pencurian ringan karena nilai kerugiannya di bawah Rp. 2.500.000 sesuai Surat Telegram Kapolri Tahun 2009 untuk menyelesaikan secara kekeluargaan dengan alternatif dispute resolution yang menginduk juga kepada Peraturan Mahkamah Agung No. 2 Tahun 2012 dimana kerugian di bawah Rp. 2,5 juta itu masuk kategori pencurian ringan dan bisa diselesaikan dengan kekeluargaan,” terang Kapolres Jember, AKBP. Kusworo Wibowo, SH, SIK, MH.

Sementara itu Nenek Alma pun dengan menyesal mengakui perbuatannya dan meminta maaf kepada Bawon yang masih tetangganya sendiri. “Saya menyesal, saya minta maaf sudah mengambil papaya tanpa ijin, iya saya janji tidak mengulanginya lagi,” ucap Nenek Alma. Perempuan tua itu juga membenarkan bahwa dirinya terpaksa mencuri karena tidak mempunyai makanan lagi untuk dimakan.

Rosid, sang pemilik buah pepaya, kepada awak media mengaku tulus memaafkan Nenek Alma(65) yang tidak lain adalah tetangganya sendiri. Rosid yang memang menggantungkan hidupnya dari menjual buah pepaya itu mengaku terdorong emosi saat melaporkan Nenek Alma(65)  kepolisi. (brt)

Share:

RESKRIM GREBEK PESTA NARKOBA

RESKRIM GREBEK PESTA NARKOBA

 

TEROPONG Jbr – Unit Opsnal Reskrim Polsek Sumbersari Jember berhasil mengungkap kasus pesta narkoba di wilayah hukum  Polsek Sumbersari  Senin 18/03/2018.

Berdasarkan laporan warga sekitar yang merasa terganggu dengan adanya pesta narkoba di kos-kosan  sekitar lingkungannya, Unit Reskrim Polsek Sumbersari melakukan penyidikan dan pengecekkan. Dan ternyata benar di kos-kosan di sekitar perumahan Mastrip tersebut telah terjadi pesta narkoba.

Dengan tersangka berjumlah enam  orang pada saat itu juga sekitar pukul 00.30, Unit Reskrim Polsek Sumbersari langsung melakukan penangkapan. Ke enam tersangka tersebut empat diantaranya merupakan mahasiswa di dua perguruan tinggi ternama di Kab. Jember. Dan dua lainnya merupakan pekerja swasta. Ke enam tersangka ini yang berinisial IK (21 thn), AP (25 thn), DF (23), AF (21 thn), MD (20 thn) dan PU (20 thn) kesemuanya ini berasal dari Kab.Bondowoso.

Dengan barang bukti yang berhasil di amankan dan diduga narkotika jenis  GANJA dengan berat kotor 14,7 gram sebanyak 2 klip dan disimpan dalam satu tas besar serta satu tabs kecil ke enam tersangka tidak dapat menghindar dari jerat hukum.

Berdasarkan perbuatannya keenam tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (1) sub pasal 111 ayat (1) UU No. 35 Thn. 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 4 tahun dan paling lama 12 tahun  penjara. (brt)

Share:

TAUSIYAH dan PENCERAHAN Melawan HOAK

TAUSIYAH dan PENCERAHAN Melawan HOAK

TEROPONG Jbr - Acara Tausiyah dan Pencerahan melawan hoax dilaksanakan di aula IAIN Jember Senin 19/03/2018 yang mendatangkan ustad Arifin Ilham dari Jakarta. Acara yang diprakarsai oleh Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo SH. Sik. MH. dan dihadiri oleh semua jajaran Polres Jember, unsur Forkompimda Jember dan tokoh-tokoh agama, pengasuh Ponpes dan 450 orang Takmir masjid besar di seluruh Kabupaten Jember.

Acara ini dilakukan dalam rangka untuk mensinergikan antara Ulama dan Umaroh beserta TNI dan Polri dengan tujuan untuk membuat suasana aman dan kondusif di Kabupaten Jember khususnya. Apalagi sebentar lagi ada event besar terkait Pilgub Jawa Timur.

Kehadiran ustad kondang dari Jakarta Arifin Ilham ini dengan tujuan untuk memberikan pencerahan dan tausiyah dalam menyikapi perkembangan informasi media yang bersifat "HOAX"

Menurut Kapoles Jember AKBP. Kusworo Wibowo SH. Sik. MH. Acara ini digelar dengan beberapa maksud dan tujuan. Antara lain melawan Hoax, dimana Hoax merupakan suatu berita bohong yang bisa menyebabkan situasi yang meresahkan dan bisa mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. 

Untuk masyarakat yang menerima berita Hoax seharusnya harus mengklarifikasi kebenaran berita yang di terima sebelum di sebarkan kepada yang lain. Dan juga untuk diri sendiri agar tidak membuat berita Hoax yang tidak bermanfaat kepada orang lain.

Selain itu masalah Intoleransi yang juga menjadi perhatian. Dimana Kapolres Jember AKBP. Kuswoyo Wibowo SH. SIK. MH. mengharapkan supaya masyarakat Jember untuk saling hormat menghormati sesamanya, karena Indonesia adalah negara Ke "Bhineka Tunggal Ika" an.

Yang paling menjadi perhatian Kapolres Jember masalah Politisasi Agama, dimana Kapolres Jember sudah melakukan MoU dengan tokoh-tokoh agama se Kabupaten Jember dalam menyambut Pilkada Jatim nanti agar tidak menggunakan agama dalam berpolitik.

"Semua ini tujuan utamanya untuk menjaga situasi yang kondusif dan aman dalam rangka menyambut Pilkada Jatim nanti" pungkas Kapores Jember AKBP. Kusworo Wibowo SH. Sik. SH.  (brt)





Share:

 OKNUM FIF DI DUGA PERDAYAI SEORANG WARTAWAN
AGUS DAN SILA ( PUTRANYA )



Jember, Teropong Timur Online

Leaching yang biasa membiayai sebuah unit sepeda motor dan sudah banyak di kenal di masyarakat ternyata masih saja ada oknum dari leaching atau bank penyandang dana tersebut yang berusaha untuk memperdayai masyarakat yaitu di duga dengan mempermainkan masalah pembayarannya, seperti yang di alami oleh Agus Ariyanto salah seorang wartawan mingguan terbitan Sulsel yang menceritakan pada Teropong Timur Online tentang keluh kesahnya terhadap tindakan yang di lakukan oleh Oknum FIF tersebut pada dirinya.
Berawal dari kejadian anak kandung Agus Ariyanto yang bernama Sila Arwin Prasetya, 22 tahun pada tanggal 15 Maret 2018 sekitar jam 07.00 Wib ( Berangkat dari Rumah - Red ) yang membawa sebuah unit sepeda motor milik  Agus ( Ayah Sila - Red ) jenis Honda Mattic Nopol P 3905 FN Tahun 2017 menuju ke Jember untuk melegalisir ijasah tempat sekolahnya yaitu SMAM 3 Jember, kemudian saat sampai di Jalan Mastrip Depan Gang 2 sekitar jam 09.00 wib dirinya ( Sila - Red ) di giring ke pinggir jalan oleh dua orang tidak di kenal dan mengaku sebagai Petugas Kantor tanpa menyebutkan kantor atau instansi apa, selanjutnya kedua orang tersebut memaksa dan menekan Sila untuk mengeluarkan surat kendaraan bermotor yang di naikinya terebut, karena ketakutan maka sila langsung mengeluarkan surat ( STNK - Red ) terebut berikut simnya.
Setelah mendapatkan surat kendaraan bermotor tersebut kedua orang yang mengaku petugas langsung menggiring sila untuk di bawa ke kantor yang ternyata kantor tersebut adalah kantor FIF yang berada di jalan Diponegoro Jember, selanjutnya sila di paksa menandatangani Berita acara Penyelesaian kewajiban pembiayaan dengan nomor 000622, sekali lagi karena terpaksa dan karena takut maka Sila langsung menandatanganinya dan Sila di beri uang saku Rp 50.000,- sebagai ongkos pulang ke rumahnya yaitu Desa Perante Kecamatan Asembagus  Kabupaten Situbondo  dengan berpesan agar Ayahnya segera melunasi Tunggakan Angsuran yang ada yaitu selama 3 Bulan.
Sesampai di rumahnya, Sila langsung mencari ayahnya bermaksud untuk mengadukannya karena saat akan di hubungi via telpon sellulernya kebetulan sekali HP yang di milikinya low bat, akan tetapi Ayanhya tidak ada di rumahnya, kemudian dia ( Sila - Red ) langsung menghungi via telpon sellulernya yang baru di charge untuk menghubungi ayah dan ibunya, ternyata kedua orang tuanya berada di Kota Situbondo untuk membayar angsuran Kendaraan Bermotornya tersebut, sila menyusul dan bertemu dengan Ayah dan ibunya di alon - alon Situbondo dan bersamaan dengan Petugas Penagih FIF yang sebelumnya sudah terbayarkan 3 bulan tunggakan angsuran oleh Kedua orang tuanya, setelah itu Sila baru bertemu dan bercerita tentang kejadian dui jember, secara otomatis kedua orang tua sila ( Agus dan istrinya - Red ) sangat kaget mendengar kejadian yang menimpa anaknya.
dari kejadian tersebut kedua orang tuanya langsung meminta pertanggung jawaban pihak FIF Situbondo untuk mengembalikan Unit Sepeda Motor yang telah di "Tahan " oleh FIF Jember.
Jawaban dari FIF Situbondo di luar dugaan, pada tanggal 16 Maret 2018 memberikan rincian yang sangat aneh yaitu dengan di haruskan membayar " BIAYA TAMBAHAN " yang awalnya adalah bisaya penarikan , kemudian di rubah menjadi biaya denda yang sangat besar menurut ukuran Angsuran yang harus di bayar setiap bulannya, di tunjukkan juga pada Tim Teropong Timur Online bahwa denda awal hanya Rp 323.000,- akan tetapi di duga di rekayasa dengan mengharuskan membayar Rp   1.853.612,- 
Akibat kejadian ini, Agus sebagai pemilik Unit Sepeda Motor tersebut menceritakan pada Tim Teropong Timur Online dan LSM teropong bahwa dirinya dan keluarganya merasa di Peras dan di Permainkan.
Sampai berita ini di tulis Tim Teropong akan berusaha untuk menindak lanjuti permasalahan tersebut, karena menurut Hartono salah satu Aktifis LSM Teropong mengatakan bahwa tindakan Oknum FIF adalah di luar Prosedur, hal ini karena pada saat penyelesaian pembiayaan tersebut telah terbayar sebelum Agus selaku Debitur FIF mendengar kabar dari anaknya ( Sila - Red ) , " Memaksa dan menakut - nakuti anak Agus juga adalah tindakan yang tidak benar " tegasnya, di tambahnnya bahwa masalah ini sangat sering terjadi di lapangan, di duga memeras, merampas tanpa musyawarah yang jelas dari pihak leaching terhadap nasabah atau Debitur. RED


AGUS MENUNJUKKAN LOKASI PENCEGATAN ANAKNYA

Share:

Satreskrim Bondowoso Tangkap Pelaku Curanmor

Sat Reskrim Bondowoso Tangkap, Pelaku Curanmor

TEROPONG Bdws - Satreskrim Bondowoso, pada hari senin 12/3/18 sekitar pukul 11.00 wib. Unit Resmob Bondowoso telah berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku pencurian sepeda motor yang selama ini meresahkan masyarakat sekitar.

Berdasarkan laporan yang di terima oleh pelapor Wira (29)tahun karyawan Adira cabang Jember, Resmob Bondowoso melakukan penangkapan kepada tersangka.

Satuan Reskrim Bondowoso Menangkap pelaku (TS) 25 tahun Asal Dusun Lucu Barat Desa Botolinggo RT. 25 Rw. 09 kecamatan Botolinggo Kabupaten Bondowoso ini didaerah Kec. Klabang, Bondowoso.

Menurut Kasat Reskrim Bondowoso AKP Ade Waroka SH " Saat di tangkapnya pelaku ini ada di jalan kawasan Kec. Klabang saat menunggu temen perempuannya," ujar Kasat Reskrim Ade 

Kasat Reskrim AKP. Ade Waroka SH. menjelaskan pencurian yang di lakukan tersangka ini yang di TKP di Conter HP Bellvania Cell dan kebetulan masuk wilayah Desa Cindongo Kec. Tapen Kabupaten Bondowoso dan Barang bukti yang berhasil diamankan satu Unit Sepeda Motor Honda Beat warna Hitam Hasil curian dengan Nopol P 2879 AQ, dan satu buah Hp Samsung warna putih, satu buah penutup wajah warna orange dan sebuah jaket hitam. Semua barang bukti kami amankan di Mapolres Bondowoso. 

Berdasarkan perbuatannya pelaku kami jerat dengan pesal 363 ayat ( 1 ) 3e, 4e, 5e KUHP pencurian dengan pemberatan sebagaimana yang di maksud dalam pasal," Pungkas Kasat Reskrim AKP. Ade Waroka SH.(brt)

Share:

Reaksi Cepat Polres Jember Amankan Penyebaran Ujaran Kebencian

REAKSI CEPAT POLRES JEMBER AMANKAN PENYEBAR UJARAN KEBENCIAN

TEROPONG Jbr - Hanya dalam waktu tidak kurang dari 1 X 24 jam Polres Jember pimpinan Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo SH. Sik. MH. berhasil mengamankan pelaku ujaran kebencian di wilayah Hukum Polres Jember. 

Hal ini terjadi lantaran unggahan yang membuat heboh dan Viral. Unggahan salah seorang pengguna aktif FB bernama Akun Habib Newport. Yang.membuat para Netizen sangat geram perihal kelakuannya yang dinilai kurang menghargai lambang negara yaitu terlihat dari postingan karikatur yang mengencingi bendera kebanggan Indonesia Raya yaitu Merah Putih. 

Postingan tersebut tersadap oleh pihak Kepolisian pada Kamis, (08/03/2018) yang awal mula terposting di grup Suporter aremania aremanita Vs Bonex Bonita tersebut langsung di banjiri Netizen yang geram atas akun bernama Habib Newport tersebut atas kelakuannya yang dengan sengaja menghina dan dalam postingan karikatur tersebut ada kata kata "Indonesia kok gae tukaran ae... Diuyui ae" itu postingan yang membuat aparat juga bergerak cepat. 

Akhirnya setelah berkoordinasi dengan masyarakat, pada pukul 17.30 Wib  pihak Mapolsek Umbulsari yang di pimpin Akp Sunarto SH bisa mengamankan tersangka dirumahnya. Yang bersangkutan diamankan di Mapolsek dan malam itu juga dibawa ke Polres Jember guna proses lebih lanjut. 

Tersangka berinsial N-B warga Dusun Krajan Kidul gang 2, Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari. Tersangka adalah anak yang terlahir dari pasangan SN dan MT warga sukoreno. Menurut pengakuan orang tuanya, tersangka tersebut baru pulang dari merantau di Surabaya sebagai kuli bangunan yang sebelumnya dia bekerja di pertambangan di Kalimatan tiga tahun silam. 

Menurut pengakuan tersangka pada saat interogasi  " Saya langsung hapus postingan itu pak, sambil menangis di ruangan saat penyidikan berlangsung, saya minta maaf " ujarnya

Dan ketika dia ditanya kapan dia memposting dia berujar saya lupa pak" terangnya. 

Sementara itu Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo SH. Sik MH. menilai bahwa tindakan tersangka ini memiliki Indikasi ujaran kebencian atau penghinaan Lambang Negara Indonesia. Dengan banyaknya respon dari warga Netizen di facebooknya yang merasa terganggu dan membuat suasana menjadi panas dengan postingan tersangka, tentunya Polres Jember mengambil langkah cepat untuk mengamankan tersangka, yang dikhawatirkan menjadi Korban Exseskusi karena melihat respon komentar komentar Netizen ini kelihatan tidak terima dengan postingan tersangka.

Berdasarkan perbuatannya tersangka harus mempertanggung jawabkan perbuatannya, karena telah melanggar  Pasal persangkaan dengan Undang Undang lTE UU No. 11 tahun 2008 baik itu yang sifatnya ujaran kebencian maupun penghinaan Lambang Negara.dan kami masih komunikasi dengan saksi ahli pidana. (brt)

Share:

Tukang Becak yang sukses Jadi Pengusaha

TUKANG BECAK YANG SUKSES JADI PENGUSAHA

TEROPONG Jbr - Sebelum Pak Wiyono menjadi seorang pengusaha ikan gurami, ia pernah bekerja menjadi tukang becak di sekitar Kota Sumenep Madura. 

Setelah lama menjadi tukang becak, seiring berjalannya waktu, ia mulai berpikir untuk beralih profesi. Kemudian Wiyono pindah dari Madura dan kembali ke tanah kelahirannya di Kota Jember. Dengan menjadi penjual ikan hias di seputaran kota Jember. Menurutnya menjual ikan hias memiliki potensi besar pada waktu itu mengingat banyaknya permintaan dari daerah sekitar.

Tetapi karena banyaknya persaingan pada waktu itu Wiyono berubah pikiran untuk kembali ketanah kelahiran aslinya di Dusun. Jati Songo Desa. Tegal Wangi Kec. Umbulsari, di tempat ini Wiyono menjadi petani jeruk dan memelihara ikan lele.

Di situlah ia mulai berpikir, usaha ikan lele ternyata mampu mengeruk keuntungan yang lebih besar dari ikan hias, apalagi tukang becak. Tetapi lagi-lagi usaha pelihara ikan lele banyak persaingannya di sekitar rumahnya. Kembali Wiyono harus merubah strategi usahanya, kemudian Wiyono mengganti yang sebelumnya pelihara lele diganti pelihara gurami hingga sekarang. 

Ternyata, tidak sia-sia pernah pengalaman bekerja di Madura sebagai tukang becak hingga sampai sekarang ini, Wiyono bisa menikmati hasil kerja kerasnya dan kesuksesannya selama ini.

Pada awalnya ia mencoba untuk membuat kolam sendiri di belakang rumah bersama isterinya. Masih sangat sederhana dan di olah secara tradisional. Setelah di produksi ternyata ikan guraminya laku terjual meskipun waktu itu cuma sedikit. 

"Lambat laun ternyata keuntungan kita tambah besar dan banyak peminatnya. Akhirnya kita menambah karyawan dari tetangga-tetangga kita lalu kita bisa membeli tanah untuk tempat produksi yang lebih luas lagi dan sekarang sudah mempunyai 2 Ha kolam produksi ikan gurami," tambah Wiyono. 

Wiyono mengaku, dalam satu sampai dua hari, ia bisa mengeluarkan ikan gurami konsumsi minimal satu ton. Menurut pengakuan Wiyono usaha ikan gurami Wiyono mengaku dmemenuhi permintaan yang datang dari luar kota seperti Surabaya, Bondowoso, Jember dll.

Usahanya yang ditekuni Wiyono sejak 30 tahun silam bukannya tanpa tantangan. Berkat kegigihannya, akhirnya Wiyono pun bisa mengatasi semuanya.

"Usaha dan kegigihan Wiyono inilah yang bisa menjadi pelajaran dan motivasi bagi kita semua" pungkas Herwan Kabag Humas Pemkab Jember.(brt)


Share:

Operasi Tangkap Tangan (OTT) Pelaku Pungli

OPERASI TANGKAP TANGAN (OTT) PELAKU PUNGLI

TEROPONG Jbr - Selasa 06/03/2018 press converence kembali di gelar di halaman Mapolres Jember dan dipimpin langsung oleh Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo SH. Sik. MH. Kali ini Kapolres ungkap keberhasilan (OTT) penangkapan pelaku tindak pidana punguran liar yang dilakukan Satreskrim Polres Jember 

Keberhasilan (OTT) penangkapan pelaku pungli tersebut berdasarkan hasil laporan masyarakat yang merasa dirinya dirugikan. Penangkapan ini tidak luput dari kerjasama Polisi dengan masyarakat.

Bermula dari laporan korban Suhartono als. P. Ido yang akan memasang jaringan listrik baru, tersangka BR menawarkan diri untuk membantu dan melakukan pungli sebesar Rp. 2.250.000. terkait dengan pengamanan pemasangan listrik baru di Dsn. Duplang Ds. Kamal Kec. Arjasa.dan apabila tidak membayar tersangka mengancam tidak akan bisa terpasang jaringan listriknya.

Dari keterangan korban tersebut Kasat Reskrim AKP. Erick Pradana melakukan penyidikan, dan pada hari jum'at 16/02/2018 Satreskrim Polres Jember berhasil melakukan (OTT) Operasi Tangkap Tangan terhadap tersangka BR di Jl. Sultan Agung di Warung Kopi Kec. Arjasa Kab. Jember. Dengan barang bukti KTP tersangka, uang Rp. 2.550.000, 2 buah hand phone dan beberapa kwitansi. 

Akibat perbuatannya tersangka BR, melanggar pasal 368 ayat 1 dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.(brt)

Share:

Satpolair Polres Jember Ungkap Penampungan Lobster Under Size

SATPOL AIR POLRES JEMBER UNGKAP PENAMPUNGAN LOBSTER UNDER SIZE

TEROPONG Jbr - Satpolair Polres Jember Jember kembali berhasil mengungkap penampungan dan penangkaran lobster Under size. Dalam press converence Selasa 06/03/2018 yang dipimpin langsung oleh Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo SH. Sik. MH. dan didamping Balai karantina Kementrian Perikanan dan anggota Satpolair Polres Jember membeberkan kasus yang berhasil di ungkap anggotanya.

Keberhasilan pengungkapan penadah, pembenihan dan penjualan/perdagangan lobster Under size oleh Unit SatPolair jajaran Polres Jember ini di lakukan di perairan pesisir Dsn. Jeni Ds. Kepanjen Kec. Gumukmas Kab. Jember, hal ini tidak lepas dari informasi warga setempat.

Anggota Polair berhasil mengamankan satu orang tersangka yang berinisial HDR bin STJ umur 24 thn asal Ds. Puger Baru RT.02 RW.01 Kec. Maesan Kab. Bondowoso.  Dan barang bukti 4105 ekor Lobster karapas  (Under size) kurang dari 8 cm dengan jenis lobster pasir dan jenis  mutiara 5 ekor. Dari keseluruhan barang bukti tersebut 85 ekor diantaranya sudah bertelur. 40 terpal warna biru, 40 buah water pump dan masih banyak lagi. 

Modus yang dipakai tersangka HR ini dengan cara membeli lobster Under size kepada nelayan dengan harga Rp. 75.000 per kg. Kemudian tersangka memelihara lobster Under size tersebut untuk dibesarkan dan kemudian lobster yang sudah besar akan dijual ke Surabaya

Akibat perbuatannya tersangka akan di kenakan Undang-Undang Nomer 45 tahun 2009 tentang perubahan Undang-Undang Nomer 31 tahun 2004 tentang perikanan khususnya pasal 92 pasal 88 dengan ancaman hukuman 6 tahun dan denda 1,5 milyar rupiah. 

Hasil penangkapan benih lobster (Under size) tersebut sudah di lepas liarkan, mengingat besarnya  resiko kematian lobster tersebut. 

Menurut data yang ada untuk di Kabupaten Jember dalam jangka waktu 1 tahun ini sudah terjadi beberap kali kasus yang serupa. Yang pertama kali kasus di Tempurejo, Jenggawah, Ambulu dan yang terakhir di Puger, dengan barang bukti jumlah sekitar 50.000 an benih ( Baby Lobster ) yang rata-rata berasal dari pesisir pantai selatan. (brt)

Share:

BATALYON 514 RAIDER PANTAS MENDAPATKAN ACUNGAN JEMPOL, TMD LEGAKAN MASYARAKAT DESA KARANG ANYAR












Bondowoso, Teropong Timur Online

Tentara Masuk Desa yang di programkan oleh Pihak TNI dalam hal ini Batalyon infrantri Raider 514 Bondowoso bertujuan untuk membantu masyarakat Desa sepenuhnya agar bisa meringankan beban yang selama ini selalu timbul khususnya di Desa Karang Anyar Kecamatan Tegalampel Kabupaten Bondowoso mendapat acungan jempol dari semua pihak karena bentuk kepeduliannya sangat besar pada masyarakat.
Adapun permasalahan yang terjadi adalah jalan Poros Desa Karang Anyar sebagai jalur perekonomian masyarakat yaitu berupa Jalan tembus menuju Desa Tanggulangin yang berjarak kurang lebih sepanjang seribu meter atau 1 Km.
Pelaksanaan Pembukaan Jalan tembus tersebut di laksnakan secara sukarela, baik dari masyarakat Karang Anyar Khususnya bersama dengan TNI ( Anggota Batalyon Infranti Raider 514 Bondowoso  - Red ) yang langsung di pimpin dalam pelaksanaannya oleh KOPTU SINAGA .
" Di samping untuk Jalan Tembus juga adakan Penghijauan atau penanaman Pohon Jati " Jelas Sinaga, Di tambahkannya bahwa TMD juga untuk menambah keeratan pihak TNI pada Masyarakat Indonesia Umumnya, Karang Anyar Khususnya.
Sementara itu Kepala Desa Karang anyar juga memberikan pendapat bahwa dengan kedatangan TNI yang masuk dalam program TMD ( Tentara Masuk Desa - Red ) sangatlah di syukuri oleh semua pihak, khususnya masyarakat Desa Karang anyar karena dengan hadirnya TNI maka masyarakat akan benar-benar menyatu dengan TNI dan benar-benar mengakui bahwa TNI adalah pelindung Rakyat di Negara Kesatuan Republik Indonesia umumnya. KUSNADI

Share:

LSM TEROPONG

LSM TEROPONG
SEKRETARIAT : 087846111212, 085236384228

BECOFF BONDOWOSO - Jatim

BECOFF BONDOWOSO - Jatim
BECOFF BONDOWOSO - JATIM

PENGUNJUNG

IKLAN / ADV / PROFILE

IKLAN / ADV / PROFILE
Hubungi Redaksi Teropong Timur WA / Telpon / SMS : 087846111212 dan Telpon / SMS :085236384228

Popular

Becoff Bondowoso - Jatim

Becoff Bondowoso - Jatim
Becoff Bondowoso - Jatim

Featured post

LSM, ORMAS DAN AWAK MEDIA BENTUK FORUM KOMUNIKASI

LSM DAN ORMAS Serta WARTAWAN YANG HADIR Bondowoso, www.teropongtimur.co.id Puluhan LSM dan Awak Media Bondowoso Jawa Timur mengapresi...

Blog Archive

Recent Posts