TIDAK MAU KECOLONGAN BUPATI JEMBER BAGIKAN SENDIRI 1026 SK KENAIKAN PANGKAT

TIDAK MAU KECOLONGAN BUPATI JEMBER BAGIKAN SENDIRI 1026 SK KENAIKAN PANGKAT

TEROPONG Jbr - Kenaikan pangkat reguler adalah penghargaan yang di berikan pegawai Negeri Sipil yang telah memenuhi syarat yang ditentukan tanpa terikat pada jabatan sepanjang tidak melampaui pangkat atasan.Kenaikan pangkat pilihan kepercayaan dan penghargaan yang di berikan kepada pegawai negeri sipil.

Upacara penyerahan SK kenaikan pangkat ASN berlangsung di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, Rabu (25/4/2018), dipimpin langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. dan Drs. KH. Abdul Muqit Arief.

Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR yang di dampingi Wakil Bupati Drs. KH. Abdul Muqid Arief. Menyerahkan langsung SK kenaikan Pangkat sebanyak 1.026 pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember  untuk periode 1 April 2018.

Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR di hadapan Awak Media menyampaikan  bahwa “BKAD sejak tahun 2016,saya wajibkan berani memasang tanda bahwa layanan Administrasi BKAD tanpa pungli atau kita ganti orang orang yang berkomitmen melayani ke penggawaian tanpa pungli," tegas Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR

Masih kata Bupati  sejauh ini saya memantau memang tidak ada penarikan karena seluruh proses di Biayai APBD.termasuk untuk pengurusan di provinsi dan pusat dan sidang sidangnya,"katanya.

Dan tidak ada alasan untuk menarik narik biaya dan saya melihat sudah banyak kemajuan kalau di 2016 dulu waktu di ajukan hannya sekitar Dua pertiga yang bisa turun. Sebagian besar terhambat di Dinas Dinas paling banyak terhambat di Dinas Pendidikan dan sebagian memang tidak lengkap administrasi yang di ajukan,"terangnya.

Salah satu Pegawai Negeri Sipil Eko Budi Santoso saat di wawancarai terkait masalah SK yang di terimanya "saya sangat senang mas Kenaikan SK dan Pangkat saya terima langsung dari Bupati Jember,  dan ini tidak ada pembayaran alias geratis tis,"ujar Eko dengan senangnya

Masih kata Eko yang kebetulan staf Kecamatan Bangsalsari Jember SK dan Kenaikan Pangkat yang di terima1.026 penerima semua gratis tidak ada biaya sepersenpun,"imbuhnya. (brt)

Share:

BIMBEL SELEKSI TNI dan POLRI

BIMBEL SELEKSI TNI dan POLRI

 

TEROPONG Jbr – Acara Pengarahan Bimbingan Belajar kepada orang tua dan peserta seleksi TNI dan POLRI di Aula PB Soedirman Pemkab Jember,  Rabu (25/4/2018).di hadiri oleh Bupati Jember dr Hj Faida MMR,  Danbig Letkol Inf.Rudianto dan jajaran Forkompimda serta calon peserta Bimbel

Pemkab Jember memfasilitasi Bimbel  Gratis yang anggarannya dibantu dari APBD untuk 500 anak. Bimbel ini rencananya akan dilaksanakan tanggal 26 April sampai tanggal 5 Mei 2018  di 3 tempat yaitu di Batalyon Infantri (YONIF) 509 Raider, Brigif dan SMKN 3 Jember.

Menurut Letkol Inf.Rudianto yang memberikan pembekalan sebelum acara berlangsung, “ Kegiatan ini tidak hanya berhenti 10 hari itu saja, selanjutnya akan dillaksanakan di Brigif setiap sabtu dan minggu, yang dapat diikuti selama nanti mengikuti seleksi sehingga dapat memelihara kemampuan anak “ terangnya

Diperlukan partisipasi bapak ibu orang tua dan siswa memberikan informasi menjadi TNI,POLRI kepada masyarakat sekitarnya.

Bupati Jember dr Hj Faida MMR juga menyampaikan “ Bimbel yang dilaksanakan dengan semangat mempunyai kader kader bangsa dari kabupaten jember demi masa depan yang lebih baik buat masyarakat Jember” ujarnya

Beliau juga menambahkan bahwa tujuan BIMBEL ini agar peserta BIMBEL memiiki kesiapan yang standart baik dari sisi fisik dan psikis serta pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti seleksi penerimaan TNI dan POLRI serta Institusi kedinasan lainnya.

Bimbel TNI,POLRI yang hanya ada di Kabupaten Jember, disiapkan satu bimbingan belajar yang terencana, terstruktur dengan serius, sebenarnya anak jember akan lebih banyak yang lolos menjadi TNI,POLRI di Indonesia.

Seperti yang disampaikan Pangkostrad yang sebelumnya pernah mengunjungi Jember menyampaikan kepada Bupati, bahwa Jaminan seleksi yang murni profesional,tidak ada uang pelicin, tidak perlu ada kenalan jendral baru bisa masuk,

Senada dengan Pemkab Jember yang anti pungli, bagaimana mereka menjadi pemimpin bangsa jika masuk sekolah diawali dengan pungli.

Mengutip yang dikatakan BJ.Habibie, "Hanya anak bangsa sendirilah yang dapat diandalkan untuk membangun Indonesia, tidak mungkin mengharapkan dari bangsa lain, maka bangsa sendirilah yang harus menyiapkan dirinya untuk mengembangkan bangsa indonesia".

Letkol. Inf.Robby Suryadi,S.Sos., mempunyai Visi, siswa siswi SLTA sederajat diwilayah Jember dapat lolos berkompetensi dalam seleksi penerimaan TNI dan POLRI maupun sekolah kedinasan lainnya.

Diharapkan siswa siswi usai mengikuti Bimbel dapat terus konsultasi di Brigif,juga jangan berhenti belajar dan berlatih. Dengan materi bimbingan belajar diantaranya pemeriksaan psikologi, pemeriksaan kesehatan, kesegaran jasmani, renang, mental ideologi, akademik,dan bimbingan konseling. (brt)

Share:

HASIL UNGKAP NARKOBA POLRES JEMBER

HASIL UNGKAP NARKOBA POLRES JEMBER

 

TEROPONG Jbr - Polres Jember pimpinan Kapolres AKBP. Kusworo Wibowo SH. Sik. MH merilis hasil pengungkapan kasus narkoba sejak empat hari yang lalu hingga sekarang  Senin (23/04/2018). Ada 22 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dan satu  orang di antaranya wanita.

"Kami telah melakukan penangkapan terhadap 22 orang  tersangka, dengan klasifikasi laki-laki berjumlah 21 orang, wanita 1 orang, hanya dalam waktu empat hari saja" ujar Kapolres AKBP. Kusworo Wibowo SH. Sik. MH.

Penangkapan  22  orang tersangka ini juga merupakan hasil kerjasama Polres Jember dengan jajarannya. Hal ini dikatakan oleh Kapolres AKBP. Kusworo Wibowo SH. Sik. MH bahwa dari 22 orang tersangka tersebut 12 orang merupakan hasil penangkapan  Polres Jember sedangkan yang 10 orang tersangka merupakan hasil penangkapan Polsek di jajaran Polres Jember.

Sedangkan barang bukti yang berhasil di amankan dari 22 orang tersangka yaitu 7,13 gram sabu, 7000 butir Tryhexpinidil dan dhextrometorphan, 3,5 butir extasy, uang Rp. 2,7 juta, HP 9 unit dan beberapa alat isap (bong).

Kebanyakan dari tersangka yang diamankan  ini merupakan pengedar dan pemakai narkoba. Penangkapan terhadap sejumlah pengedar  ini pun diharapkan dapat mengurangi tingkat penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Jember.

Berdasarkan hasil perbuatannya para tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan akan di jerat dengan pasal 35 dan 36 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (brt)

Share:

POLRES JEMBER GAGALKAN PEREDARAN UANG PALSU

POLRES JEMBER GAGALKAN PEREDARAN UANG PALSU

 
TEROPONG Jbr – Polisi berhasil mengungkap kasus peredaran uang rupiah palsu di Kabupaten Jember, Jawa Timur dengan tersangka sementara satu orang.

Dari hasil penggeledahan ditemukan uang palsu sebanyak 101 lembar pecahan Rp 20.000, dan ada yang belum dipotong. Selanjutnya barang bukti diamankan di Polres Jember.

Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo SH. Sik. MH menyampaikan pada Press Converence Selasa 20/04/2018,  bahwa awal terungkapnya kasus uang palsu di Kab Jember tepatnya Ds. Keting, Kec. Jombang itu berdasarkan laporan korban  MAD PARESI als. MAD BUAH yang merupakan pedagang buah yang mempunyai warung dimana tersangka pengangguran yang berinisial (S) 30thn  asal Ds. Rojobalen Desa Kloposawit Kec. Candipuro Kab. Lumajang ini berusaha untuk membeli dua bungkus rokok dengan menggunakan uang palsu.

Korban kemudian memeriksa uang dari pelaku yang kemudian curiga uang pecahan Rp 20.000 yang diduga palsu dan uang Rp 2.000 asli untuk mengaburkan uang palsu tersebut. Karena merasa ketahuan menggunakan uang palsu tersangka berusaha untuk melarikan diri dan sempat menabrak korban dengan sepeda motornya, hingga tersangka terjatuh dan terpental dari sepedanya.

Tersangka berhasil diamankan oleh warga sekitar dan di serahkan kepada pihak berwajib. Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan petugas 101 lember uang palsu pecahan Rp. 20.000 an rokok Surya dua bungkus dan beberapa uang asli pecahan Rp. 2000.

Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo SH. Sik. MH menambahkan bahwa “setelah dilakukan pengembangan ternyata tersangka inisial (S) ini membuat uang palsu tersebut dengan cara memfotocopy uang asli menggunakan printer warna di tempat kosnya” tandasnya.

Atas perbuatannya, keempat tersangka dijerat Pasal 36 ayat (1), ayat (2), ayat (3), Pasal 37 UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang jo 55 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun.

Sementara Joni Setiyahadi dari pihak Bank Indonesia yang turut hadir dalam Press Converence tersebut menyatakan bahwa “barang bukti uang tersebut benar-benar palsu, karena tidak memenuhi sebelas unsur atau ciri-ciri keamanan keaslian uang, seperti tanda air, pita pengaman,  dll.” Ujarnya.

Joni Setiyahadi juga mengucapkan “banyak terima kasih kepada Jajaran Polres Jember yang telah berhasil mengungkap peredaran uang palsu ini, meskipun hal serupa seringkali terjadi terutama di instansi perbankan sendiri” pungkasnya. (brt) 

Share:

UPAYA REPRESIF DAN PREVENTIF POLRES JEMBER DALAM MENGATASI TINDAK KEJAHATAN AKIBAT MINUMAN KERAS

UPAYA REPRESIF DAN PREVENTIF POLRES JEMBER DALAM MENGATASI TINDAK KEJAHATAN AKIBAT MINUMAN KERAS

 
TEROPONG Jbr - Pemberantasan tindak pidana minuman keras sampai saat ini masih tergantung kepada pihak kepolisian, pihak kepolisian ini sebagai suatu badan atau instansi pemerintah yang memiliki kewenangan yang besar dalam menyelesaikan tindak pidana minuman keras baik pada tingkat penyelidikan dan penyidikan. Sampai saat ini pemberantasan tindak pidana minuman keras masih sangat tergantung pada polisi. 

Dalam hal ini hambatan yang dialami polisi dalam rangka penanggulangan tindak pidana minuman keras salah satunya adalah kurangnya kerjasama antara masyarakat. Disisi lain masyarakat juga mempunyai peran sangat besar dalam mencegah dan menanggulangi peredaran minuman keras.

Dengan semakin maraknya peredaran miras oplosan di wilayah hukum Polres Jember, maka Polres Jember pimpinan Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo SH. Sik. MH melakukan pemasangan stiker dan imbauan di sejumlah apotek-apotek di Jember untuk tidak menjual secara bebas alkohol 70 persen. Selain memasang stiker imbauan Kapolres Jember  juga menggelar press conference terkait disitanya ribuan botol miras dari berbagai jenis dan merk pada Senin (16/04/2018).

Dari ribuan miras yang disita dengan berbagai merk dan jenis, barang bukti paling banyak ditemui adalah miras oplosan. Para peminum rata-rata membeli alkohol 70 persen dengan dicampur berbagai minuman suplemen lainnya. Alkohol 70 persen yang dicampur dengan minuman suplemen akan mengandung methanol, ketika dikonsumsi akan menjadi racun bagi tubuh, sehingga bisa mengakibatkan kematian.

"Belajar dari kasus 2016 di Wuluhan yang menewaskan remaja putri akibat dari pesta miras oplosan serta beberapa kejadian di beberapa tempat, kami (jajaran Polres Jember) dalam seminggu telah melakukan operasi ovensif terhadap miras. Hasilnya kami berhasil menyita 3762 botol berbagai ukuran dan 21 jerigen ukuran 40 liter," ujar Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo SH Sik.MH.

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo SH Sik.MH.menabahkan
"Selama ini para peminum dengan mudah mendapatkan alkohol 70 persen di apotek-apotek. Padahal alkohol jenis ini tidak untuk di konsumsi tetapi untuk membersihkan luka. Karena banyaknya penyalah gunaan hal itu, hari ini kami (jajaran Polres Jember) menghimbau dan memasang stiker himbauan ke apotek-apotek di wilayah hukum Polres Jember untuk membatasi maupun memperketat penjualan alkohol tersebut," ujarnya.

Selain melakukan himbauan dan pemasangan stiker, dalam waktu dekat polres akan melalukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Jember serta apoteker untuk melakukan pengetatan penjualan alkohol 70 persen yang selama ini masih bebas diperjualbelikan.

Kepada masyarakat perlu diketahui bahwa Mengkonsumsi minuman keras menimbulkan berbagai penyakit sosial, melahirkan berbagai bentuk penyimpangan yang buruk dalam perilaku, moral, agama, psikologi, dan kesehatan. Minuman keras bisa dikatakan merupakan embrio dari kejahatan, karena ketika seseorang berada dibawah pengaruh minuman keras mempunyai kecenderungan melakukan perbuatan kriminal, misalnya melakukan penganiayaan, perampokan, pencurian, pemerasan, dan bahkan pembunuhan. Hasil penelitian yang diperoleh dalam upaya kepolisian dalam mengatasi tindak kejahatan akibat minuman keras antara lain yaitu meliputi upaya pre-emtive, upaya preventif serta upaya represif. (brt)

Share:

SALIM WARGA KABUARAN KECEWA, PUTUSAN HAKIM PN BONDOWOSO DI DUGA SEPIHAK

  


SALIM WARGA KABUARAN KECEWA,
PUTUSAN HAKIM PN BONDOWOSO DI DUGA SEPIHAK

Bondowoso, Teropong Timur Online

Gugatan Perdata Nomor 09/Pdt.G/2017 tertanggal 30 Maret 2017 yang di ajukan oleh delapan orang Penggugat masing - masing : Heriyani, 41 Tahun, Sumara, 41 Tahun, Halili, 35 Tahun, Elok, 35 Tahun, Fajar Sodik, 32 Tahun, Lutfiah, 33 Tahun, Kipyiyah, 20 Tahun dan Haji Ilham alias pak Risal, 36 Tahun warga Desa Kabuaran melalui Kuasa Hukumnya, Arifin Habiyono, SH di Pengadilan Negeri Bondowoso ternyata membuahkan hasil yang sangat mengecewakan pada pihak tergugat dalam hal ini Salim alias Pak Yudi warga Desa Kabuaran Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso.
Adapun bentuk kekecewaan tersebut menurut Salim sekeluarga adalah putusan yang di duga sepihak sehingga sempat membingungkan karena kejadian yang sebenarnya sangat tidak sesuai dengan bentuk putusan yang ada, ada hal - hal yang di rasakan sangat timpang alias tidak sesuai dengan kenyataan yang ada selama ini.
Melalui Kuasa Hukumnya, Salim akan mengajukan PK dengan mengajukan Bukti baru yang harapannya adalah penyelesaian agar semua pihak mengetahui secara jelas tentang status dari ahli waris yang ada, hal ini menurut keterangan Dedy, SH selaku Kuasa Hukum Salim saat di Hubungi Tim Teropong Timur via telpon sellulernya.
Sampai berita ini di tulis semua pihak akan mendukung Salim sekeluarga karena sangat mengetahui status tanah yang selama ini di kerjakan salaim bersama keluarganya dalam menyambung kehidupan bersama anak - anaknya. RED  
Salim bersama istrinya di dekat Lahan sengketa

Share:

PERKELAHIAN DI DALAM LAPAS BERUJUNG PENUSUKAN

PERKELAHIAN DI DALAM LAPAS BERUJUNG PENUSUKAN

TEROPONG Jbr - Suasana mencekam menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Jember kemarin Minggu (08/04/2018). Berawal dari masalah utang piutang antar napi. Perkelahian itu membuat ribut blok penjara. Kericuhan ini diperkirakan terjadi pukul 12.00 Wita.

Perkelahian antar-narapidana terjadi di sel tahanan Lapas kelas II Kabupaten Jember, Jawa Timur. Satu napi mengalami luka berat akibat tikaman gunting.

Menurut keterangan Ka. KPLP. TUTUT JEMI SETIAWAN insiden berdarah melibatkan dua napi, Wahyudi napi kasus narkoba dan Edi Purnomo napi kasus PPA, ini berlangsung di dalam salah satu ruangan Minggu siang (08/04/2018), sekitar pukul 12.00 WIB.

"Mereka berkelahi disebabkan masalah utang piutang yang mengakibatkan salah satunya merasa tersinggung. Akibat kejadian tersebut mengakibatkan satu napi yaitu Edi Purnomo mengalami luka berat. Korban mengalami luka tusuk," kata Ka. KPLP. Tutut Jemi.

Kegaduhan di dalam lapas  tersebut diketahui petugas Lapas yang segera melaporkan kejadian itu. Dan ditemukan korban sudah terkapar bersambah darah.

"Korban segera dibawa ke RS Dr. Soebandi Jember untuk dilakukan pengobatan," kata Tutut

Sedangkan untuk pelakunya tetap akan dilakukan proses pidananya, meskipun status tersangka penusukan sudah menjadi narapidana. Selain itu, petugas menyita barang bukti berupa satu bilah gunting. Menurut pemeriksaan sementara dari pihak Lapas bahwa gunting yang di pakai tersangka ini didapatkan dari kegiatan membuat bunga di dalam Lapas. Tersangka merupakan tamping dari kegiatan membuat bunga dimana salah satu alat yang di gunakan adalah gunting bunga.

"Pelaku langsung diamankan petugas lapas," kata tegas Tutut Jemi.

Kejadian penusukan Ini tetap akan dilaporkan kepada pihak Kepolisian untuk ditindak lanjuti lebih jauh. Hal ini merupakan salah satu komitment pihak Lapas untuk menegakan hukum di wilayah Lapas. 

Untuk mendalami kejadian di dalam Lapas ini, jajaran Polres Jember menurunkan tim INAFIS dari Satreskrim untuk menyelidiki kejadian perkaranya.(brt)

Share:

MENTERI ESDM RESMIKAN SUMUR BOR AIR BAWAH TANAH

MENTERI ESDM RESMIKAN SUMUR BOR AIR BAWAH TANAH

TEROPONG Jbr - Program pengentasan daerah sulit air ini merupakan program Nawacita pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla, yaitu pembangunan yang langsung menyentuh masyarakat dan sudah mendapat dukungan Komisi VII DPR RI. Untuk memenuhi ketersediaan air bersih diwilayah yang cenderung kekurangan air bagi masyarakat merupakan tanggung jawab Negara dalam menyediakan fasilitas tersebut untuk masyarakat. 

Acara Peresmian Sumur Bor Air Tanah yang dipusatkan di Desa Suci, Kecamatan Panti, Sabtu 07/04/2018, dihadiri oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignatius Jonan yang didampingi oleh Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR, bersama dengan Anggota DPR RI Komisi VII Dapil Jawa Timur, dan unsur unsur Forkompinda Jember.

Peresmian sumur bor yang telah dibangun pada tahun 2017 ini merupakan fasilitas negara yang diberikan oleh Kementrian ESDM kepada masyarakat yang wajib digunakan untuk keperluan air bersih bagi masyarakat pula. 

Dikatakan oleh Menteri ESDM, Ignatius Jonan, bahwa Program pemberian bantuan sumur bor ini sudah berlangsung mulai tahun 2005 sampai saat ini, telah membangun sebanyak 1.782 sumur bor yang telah melayani kebutuhan air bersih untuk masyarakat sebanyak 5 juta jiwa diseluruh Indonesia. Di Jawa Timur, lanjutnya, ada sekitar 183 unit yang telah dibangun oleh Kementrian ESDM. 

Di Kabupaten Jember sendiri ada sekitar 7 titik yang mendapatkan sumur bor tersebut, yaitu Desa Karang Kedawung dan Desa Tamansari Kecamatan Mumbulsari, Desa Suci Kecamatan Panti, Desa Garahan dan Desa Sempolan Kecamatan Silo, Desa Manggisan Kecamatan Tanggul, dan Desa Pondok Rejo Kecamatan Tempurejo. 

Sementara itu Kepala Geologi Rudy Suhendar mengatakan bahwa “Pembangunan sumur bor air bawah tanah yang diresmikan di Jember, merupakan bagian dari 53 sumur bor yang dibangun di Jatim, secara keseluruhan sumur bor air bawah tanah se Indonesia yang dibangun oleh Badan Geologi terdapat 250 sumur, saat ini yang sudah terealisasi sekitar 237 diseluruh Indonesia, termasuk 53 yang di Jatim,” ujar Suhendar.

Suhendar menambahkan, bahwa pembangunan sumur bor air tanah ini untuk pengentasan daerah sulit air, dimana satu sumur yang memiliki kedalaman 125 meter ini mampu melayani 2000 jiwa, dengan produksi rata rata 2 liter per detiknya.

Sementara itu Bupati Jember dr. Hj.Faida MMR yang hadir pada acara ini mengucapkan terima kasih atas pembangunan sumur bor air tanah yang anggarannya bersumber dari APBN, dimana hal ini akan membantu mempercepat pembangunan daerah khususnya Kab. Jember.
“Pembangunan sumur bor ini sumber anggarannya dari APBN, nantinya ada juga pembangunan yang di danai dari APBD Propinsi, maupun APBD Kabupaten, jadi daerah yang belum mendapat pembangunan dari dana APBN akan diupayakan dari anggaran APBD Propinsi maupun APBD Kabupaten,” pungkas Bupati Jember dr. Hj.Faida MMR. (brt)

Share:

SERTIJAB KASI PIDSUS KAJARI JEMBER

SERTIJAB KASI PIDSUS KAJARI JEMBER

TEROPONG Jbr - Acara pisah kenal Kasipidsus ini digelar di Aula Kejari Jember Jumat (6/4/2018).  Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember Asih SH yang merupakan pejabat lama diganti kepada Herdian Rahardi. Acara lepas pisah ini dihadiri leh hampir seluruh jajaran Kejaksaan Negeri Jember.

Dalam sambutannya Asih SH mengatakan bahwa “Keberhasilan mengungkap kasus korupsi di Jember tidak lepas dari seluruh tim yang ada di Kejari Jember, saya merasakan suasana kerja di Kejari Jember seperti bekerjanya sapu lidi, semua saling membantu sehingga kerja 24 jam tidak terasa, karena semua saling support dan tidak ada ‘lirik-lirikan',’” ujar Asih.

Asih SH. Kasipidsus Kejaksaan Negeri Jember dimutasi promosi ke Kasi Teroris di Kejaksaan Tinggi Yogjakarta. Mutasi jabatan pada perempuan yang akrab dengan wartawan ini setelah timnya di Pidana Khusus berhasil mengungkap dan menyidangkan kasus-kasus korupsi di Jember yang melibatkan beberapa tokoh dan pejabat.

Selama 2 tahun 8 bulan menjadi Kasipidsus di Kejari Jember, hal yang paling menyita waktu dan terkesan bagi Asih adalah saat mengungkap kasus korupsi yang melibatkan Diponegoro putra mantan Bupati Jember, dimana proses pencarian keberadaan tersangka hingga sidang yang digelar di Kejati Jatim cukup menyita tenaga.

Dan masih banyak prestasi tang berhasil di raih oleh Tim Pidsus Kejari Jember pimpinan Asih SH diantaranya Korupsi dana Askab yang menyeret putra mantan Bupati Jember Diponegoro, kasus korupsi hibah dan bansos guru ngaji yang menyeret wartawan dan tokoh agama juga berhasil di tuntaskan. Yang paling baru yaitu kasus Korupsi Bansos Ternak yang menyeret mantan anggota dewan dan Ketua DPRD Jember H. Thoif Zamroni juga diungkap.

Dia menambahkan, selain menyelesaikan kasus hibah ternak. Menurutnya, ada kasus terbaru yang akan dia tingkatkan lagi dari penyelidikan secepatnya menjadi penyidikan. “Yaitu kasus korupsi dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada Dinas Pendidikan,” ujarnya. Kasus tersebut kini masih dalam tahap penyidikan serius. 

Sementara itu Kasi Pidsus Kejari Jember yang baru, Herdian Rahardi mengatakan bahwa dirinya akan berkomitment untuk meneruskan apa yang sudah Asih SH lakukan sebelumnya.Hardianto Herdian SH Kasipidsus Kejari Jember yang baru, merasa dirinya tertantang untuk meneruskan pekerjaan Asih yang belum selesai, terutama kasus yang sudah menjadikan Ketua DPRD Jember menjadi tersangka, dimana sampai saat ini kasus tersebut masih belum tuntas penanganan perkaranya.

“Seperti yang disampaikan Bu Asih (Kasi Pidsus yang lama), kami akan secepatnya merampungkan berkas yang menjerat ketua DPRD Jember terkait kasus hibah ternak 2015,” kata Kasi Pidsus Kejari Jember yang baru, Herdian Rahardi usai acara pisah sambut Kasi Tindak Pidana Khusus dan Pelepasan Jaksa Fungsional oleh Kepala Kejari Jember Ponco Hartanto, di Aula Kejari Jember.

Pihaknya menegaskan, kedepan tetap akan memprioritas penyelesaian kasus tindak pidana korupsi yang cukup menyita perhatian masyarakat diantaranya, kasus korupsi hibah bansos ternak 2015 yang menyeret tersangka Ketua DPRD Jember Thoif Zamroni. “Yang jelas kami harus bisa meneruskan kerja bagus dari Bu Asih, prestasi yang sudah diraih Bu Asih harus dipertahankan, bila perlu ditingkatkan, terutama dalam kasus yang saat ini masih menjadi PR, akan kami tuntaskan secepat mungking,” pungkas pria asli Jember ini yang pernah menjadi Kasipidsus di Kejari Gianyar Bali. 

Keberhasilan Kejaksaan Negeri Jember dalam mengungkap kasus-kasus korupsi ini pun menjadikan Jember sebagai Kejaksaan Negeri terbaik dalam penanganan korupsi “Keberhasilan Kejaksaan Negeri Jember dalam perkara korupsi tidak lepas dari kepiawaian dan keuletan Bu Asih dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan,” ujar Kajari Jember H. Ponco Hartanto SH.(brt)

Share:

JANJI POLITIK PASLON SABAR UNTUK BONDOWOSO

 JANJI SABAR,
 DALAM WAKTU SETAHUN
 BONDOWOSO TIDAK AKAN MENJADI KABUPATEN TERTINGGAL, 


Bondowoso, Teropong Timur Online

Janji tersebut di utarakan PASLON SABAR dalam acara Kampanye yang di laksanakan di Desa Kasemek Kecamatan Tenggarang Kabupaten Bondowoso pada Hari Minggu Tanggal 01 April 2018 jam 14.00 Wib sampai dengan jam 16.00 Wib  

Acara Kampanye yang di hadiri oleh Ratuan Simpatisan dan warga Desa Kasemek sangat meriah dan mendapatkan tepuk tangan yang sangat meriah pula karena pernyataan Sabar yang dengan tegas dalam menyampaikan kekurangan Kabupaten Bondowoso selama ini sehingga berakibat sangat fatal pula bagi kehidupan masyarakat Bondowoso. 

Adapun pidato keras yang di sampaikan oleh Calon Wakil Bupati Bondowoso, H.Irwan Bachtiar Rahmat, SE  menyebutkan beberapa Program yang akan di berikan untuk masyarakat Bondowoso adalah  Pemberian Gaji bagi para Guru Ngaji lebih baik dengan memberikan gaji langsung pada rekening masing - masing, Pemberian peluang para Guru PAUD untuk lebih di perhatikan, untuk masyarakat akan di beri langsung sesuai dengan skill atau kemampuan masyarakat, untuk K2 akan di beri prioritas dan semuanya tidak akan janji yang muluk - muluk, semuanya sangat nyata apabila PASLON SABAR terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso.

Jumlah angka pengangguran meningkat dan hal ini akibat dari Pungli dan Korupsi sehingga sehingga secara otomatis semua investor yang akan menanamkan modal di Kabupaten Bondowoso mundur teratur, hal ini akan di sikat habis oleh Paslon SABAR dengan memberikan peluang yang sangat besar pada para investor sehingga secara otomatis pula akan menambah infestasi dan mengurangi jumlah Pengangguran di Kab. Bondowoso.

Seperti yang sudah di jelaskan , janji Paslon SABAR yang langsung di utarakan oleh Calon Wabup Bondowoso, H.Irwan Bachtiar Rahmat, SE memberikan peluang bagi siapapun saja Warga Bondowoso untuk melihat data yang selama ini masih sedang di perjuangkan selama menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Bondowoso dan juga memberikan janji kepada  masyarakat Bondowoso unsur KORUPSI, PUNGLI dan JUAL BELI  JABATAN benar - benar tidak akan di jalankan atau di lakukan karena hal tersebut menurutnya ( Irwan - Red ) adalah perbuatan yang sangat nista, sangat melanggar Norma agama, serta merugikan semua pihak, termasuk Masyarakat Bondowoso akan selalu menjadi korban terhadap tindakan hina tersebut.

Sampai berita ini di tulis, para Tokoh Masyarakat Desa Kasemek yang kebetulan masih belum hadir di acara Kampanye SABAR tersebut mengatakan pada Tim Teropong bahwa walaupun tidak hadir dalam acara kampanye akan tetapi tidak perlu kuatir dalam pelaksanaan Pencoblosan nantinya, banyak yang mengatakan bahwa semua memang bergerak secara diam - diam, " Lihat saja Nanti " Tegas Tono, salah satu warga yang juga sangat mendukung keberadaan SABAR . Red

Share:

LSM TEROPONG

LSM TEROPONG
SEKRETARIAT : 087846111212, 085236384228

BECOFF BONDOWOSO - Jatim

BECOFF BONDOWOSO - Jatim
BECOFF BONDOWOSO - JATIM

PENGUNJUNG

IKLAN / ADV / PROFILE

IKLAN / ADV / PROFILE
Hubungi Redaksi Teropong Timur WA / Telpon / SMS : 087846111212 dan Telpon / SMS :085236384228

Popular

Becoff Bondowoso - Jatim

Becoff Bondowoso - Jatim
Becoff Bondowoso - Jatim

Featured post

LSM, ORMAS DAN AWAK MEDIA BENTUK FORUM KOMUNIKASI

LSM DAN ORMAS Serta WARTAWAN YANG HADIR Bondowoso, www.teropongtimur.co.id Puluhan LSM dan Awak Media Bondowoso Jawa Timur mengapresi...

Blog archive

Recent Posts