Gara-gara "Master Plan" Rencana Pelebaran Jalan Bandara "Gagal"

TEROPONG Jbr - Gagalnya pelaksanaan pelebaran jalan di area bandara Notihadinegaro Jember disebabkan tidak adanya "Master Plan", Hal iji di sampaikan oleh Manager Kebun Mumbulsari Kishartono di Cafe Rollas Jember Jum'at 31/08/2018.

Dalam sambutannya Manager Kebun Mumbul mengatakan bahwa "Sebenarnya PTPN XII sangat mendukung penuh pengembangan Bandara Notohadinegoro Jember, tetapi seharusnya harus ada keterbukaan dalam hal tata kelola pemerintahan" ujarnya.


Lebih jauh Kishartono mengatakan bahwa "Kebun Mumbul sampai sekarang masih belum mendapatkan ijin dari Direksi Surabaya, dimana permintaan Direksi Surabaya hanya minta surat dari Bupati tentang "Master Plan" pengembangan bandara Notohadinegoro Jember yang nantinya akan dikirimkan ke Dewan Komisaris dan Pemegang Saham" jelasnya.

Krishartono menambahkan bahwa "Yang telah ditandatangani antara Pemerintah Kabupaten dengan PTPN XII beberapa waktu yang lalu merupakan "Kesepakatan" dan bukan "Perjanjian", dimana nantinya dari "Kesepakatan" itu akan dilanjutkan menjadi "Perjanjian (MoU)" tambahnya.

Menurut Kruhartomo bahwa "PTPN XII hanya membebaskan lahan untuk bandaranya saja dan tidak termasuk jalan akses ke bandara yang akan dilakukan pelebaran, swpama ini yang dilakukan PTPN XII hanya bandaranya saja yang 120 ha sedangkan untuk jalan masih HGU" tandasnya.

Perlu diketahui bahwa PTPN XII yang diwakili oleh Manager Kebun Mumbul melakukan jumpa press dengan beberapa awak media karena banyak beredar berita di beberapa media yang menyatakan bahwa PTPN XII "melarang" atau "memberhentikan" pelaksanaan pekerjaan pelebaran jalan bandara sepihak beberapa waktu yang lalu. (brt) 

Share:

KENERJA BPN BONDOWOSO PER AGUSTUS 2018, JAUH DARI TARGET

 
BONDOWOSO – www.teropongtimur.co.id - Kepala Kantor Agraria,Tata Ruang/ Badan Perta­nahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Bondowoso yang diwakili oleh Kepala Seksi Hubungan Hukum, H. Sukarman, SH. M.Hum, optimistis pihaknya dapat menuntaskan program Pendaftaran Tan­ah Sistematis Lengkap (PT­SL) sebanyak 25 ribu bidang yang tersebar di 24 desa sesuai dengan pengajuan BPN Bondowoso tahun 2018 ini. Pelaksanaan program PTSL bertujuan untuk menjelaskan kepada masyarakat pemilik tanah yang belum bersertipikat diharapkan ikut sertipikasi.

Program PTSL BPN, diatur dalan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap, yang bertujuan untuk mewujudkan pemberian kepastian hukum dan perlindungan hukum Hak atas Tanah masyarakat berlandaskan asas sederhana, cepat, lancar, aman, adil, merata dan terbuka serta akuntabel, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat dan ekonomi negara, serta mengurangi dan mencegah sengketa dan konflik pertanahan.

“Insya Allah program PTSL BPN Bondowoso ya­ng ditargetkan seba­nyak 25 ribu bidang, tahun ini kami akan selesaikan sesuai target. Kami bertekad mempermudah dan mempercepat proses pengurusan sertipikat. Memang produk sertifikat BPN Bondowoso yang sudah jadi tahun 2018 ini baru sekitar 2.000 sertipikat, kita terendah capainnya se-Jawa Timur. Tetapi kami bertekad menyelesaikan sertipikat sesuai dengan target waktu yang tersisa”, tegas H. Sukarman, SH. M.Hum kepada wartawan, selasa, (28/08/2018).

Menanggapi kinerja BPN Bondowoso, Ketua LSM Teropong, H. Nawiryanto Winarno, SE, mengkritik, "Kinerja BPN Bondowoso yang di keluhkan oleh sebagian besar masyarakat Bondowoso rumit dan berlarut-larut selama ini, ada benarnya. Buktinya per Agustus 2018, kinerja BPN dalam menerbitkan Sertipikat baru 2.000 sertipikat, sedang target dari pemerintah pusat adalah 25.000. Waktu tinggal 4 bulan kedepan, apa mampu BPN menyelesaiakan 23.000 sertifikat sisanya. Kita kawal saja kinerja BPN Bondowoso".

Menurut H. Sukarman, agar target tersebut dapat tercapai, maka dituntut rencana kerja yang baik dari seluruh staf dan tim yang terlibat dalam PTSL, agar beban yang telah diberikan dapat te­rcapai semaksimal mung­kin. “Tidak ada alasan untuk tidak mencapai target. Semua staf atau tim PTSL ditun­tut dapat me­lakukan inovatif, kre­atif dan ini­siatif, sehingga target yang telah dite­tapkan tersebut bisa terlaksana dengan baik,” ung­kapnya.

H. Sukarman juga menambahkan, meski tidak semua bidang tanah yang masuk dalam program PTSL tersebut nantinya menjadi buku sertipikat atau K1,namun semua desa yang masuk dalam proram PTSL sudah terpetakan. ”Program PTSL itu kan ada kluster K1, K2 dan K3.Artinya tidak semuanya harus menjadi buku sertipikat atau K1, namun yang pasti semuanya suduh terpetakan,” tegasnya.

Dalam PTSL, sebelum diterbitkan sertipikat, status yuridis sebuah bidang tanah dapat dikelompokkan menjadi K1, K2, K3 dan K4. K1 artinya tanah tersebut statusnya clean dan clear sehingga dapat diterbitkan sertipikat. K2 artinya status tanah tersebut sengketa sehingga hanya dicatat dalam buku tanah, K3 artinya status subyek tanahnya belum memenuhi syarat sehingga hanya dicatat dalam daftar tanah, dan K4 artinya tanah tersebut sudah memiliki sertipikat namun perlu perbaikan informasi pada peta.

Ia mengatakan, PTSL yang kini digencarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) diharapkan mampu mendorong pergerakan dan kemajuan ekonomi masyarakat bawah. Sebab, sertipikat tanah yang dimiliki oleh masyarakat, nantinya bisa menjadi barang berharga yang bisa mereka agunkan kepada pihak bank dan lembaga keuangan.

“Sertipikat tanah merupakan bukti hak yang paling hakiki atas kepemilikan tanah di Indonesia. Dengan memilki sertipikat tanah, tanah yang dimilki oleh masyarakat dapat terhindar dari sengketa pertanahan, yang berarti memberikan rasa aman kepada pemegang sertipikat tersebut. Selain itu, dengan memiliki sertipikat tanah, masyarakat dapat memberdayakan ekonomi secara mandiri. Artinya sertipikat tanah tersebut dapat diagunkan ke bank untuk memperoleh modal usaha,” ujar H. Sukarman.

H. Sukarman juga mengatakan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah dan para kepala desa yang telah bekerja sama dalam rangka mensukseskan program PTSL di Kabupaten Bondowoso juga kepada seluruh elemen masyarakat yang membantu mensukseskan pelaksanaan PTSL,”Saya mengapresiasi kepada pemerintah daerah Kabupaten Bondowoso, terutama kepada para kepala desa yang telah mau berperan aktif mensukseskan program PTSL tahun 2018 ini, juga kepada Pers dan Lembaga Masyarakat yang melakukan koreksi kepada kami, karena kami tidak selalu benar ”. (*)
Share:

Career Days Transmart Jember Diharapkan Kurangi Angka Pengangguran


TEROPONG Jbr – Pembukaan acara Career Days yang di gelar PT Transmart Indonesia dihadiri dan dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dr. Edy Budi Susilo, M.Si. Selasa (28//8/2018) di Aula Balai Serba Guna (BSG) komplek GOR PKPSO Kaliwates.

Career Days Transmart Indonesia akan digelar selama dua hari untuk menyeleksi calon karyawan PT Transmar Indonesia. Para pelamar menjalani tes psikologi dan wawancara. Ada sekitar 800 lowongan yang dibutuhkan dimana pendaftaran sebelumnya berlangsung dua tahap, 6 - 10 dan 13 - 16 Agustus lalu, yang difasilitasi Pemkab Jember bertempat di Pendopo Wahyawibawagraha tercatat ada 7.117 pendaftar.

Dalam sambutan Pembukaan Career Days Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dr. Edy Budi Susilo, M.Si., bahwa “Pemerintah Kabupaten Jember berharap perekrutan tenaga kerja bisa mengurangi angka pengangguran dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat” ujarnya.

Menurut Bupati Faida, adanya lowongan tenaga kerja menjadi indikator adanya pertumbuhan di bidang ekonomi, baik pertumbuhan di sektor-sektor pemerintahan maupun di dunia usaha swasta lainnya. Dapat dikatakan bahwa, pertumbuhan ekonomi pada dunia usaha swasta merupakan tumpuan penyerapan tenaga kerja.

Pemerintah Daerah Kabupaten Jember sendiri akan senantiasa memfasilitasi dan berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif dan berpihak pada usaha swasta yang banyak menyerap tenaga kerja. Untuk itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Jember  menjamin keamanan investor-investor yang berinvestasi di Kabupaten Jember akan merasa aman.

Sementara itu tidak jauh berbeda dengan Pernyataan Bupati, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dr. Edy Budi Susilo, M.Si. mengatakan bahwa "Harapan Pemerintah Daerah Kabupaten Jember terhadap pelaksanaan acara Career Days Transmart hari ini adalah angka pengangguran yang ada di Jember dapat berkurang, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ucap Edy.

Beliau menambahkan “Career Days menjadi sarana percepatan pertemuan antara pencari kerja dan pengguna tenaga kerja, pertemuan langsung antara para pencari kerja dengan pengguna tenaga kerja. Disamping sebagai pelaksanaan salah satu fungsi dari pelayanan penempatan tenaga kerja sesuai dengan latar belakang pendidikan dan skill," lanjut Edy.

Sementara itu, Human Resources & Corporate Affairs director PT. Trans Retail Indonesia Herni Dian mengatakan, ada tiga hal yang musti dikuasai oleh pencari kerja.

"Pertama memperkuat energy. Kedua, emotional intelligence, bagaimana kita tahu diri kita dan orang lain.  Ketiga, excellent dalam meningkatkan kompetensi jangan pernah puas dalam suatu pekerjaan," tandasnya. (*)







Share:

8 September Disepakati Pelaksanaan TAJEMTRA


TEROPONG Jbr - Rapat penetapan pelaksanaan Gerak Jalan Tradisional Tanggul-Jember 2018 dipimpin oleh Asisten Administrasi Sekretaris Daerah Kabupaten Jember Drs. Suprapto, MM. bersama Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Dedi M. Nurahmadi, SP, M.Si , di aula bawah Pemkab Jember Senin 27/08/2018.

Pemerintah Kabupaten Jember menyepakati tanggal 8 September 2018 akan menggelar Gerak Jalan Tradisional Tanggul-Jember yang berjarak 30 kilometer ini.

Ada perbedaan penyelenggaraan  gelaran TAJEMTRA kali ini terutama masalah hadiah yang akan di berikan kepada peserta TAJEMTRA 2018.

Menurut Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Jember Dedi M Nurahmadi, SP. Msi. mengatakan, ada beberapa perbedaan penyelenggaraan dari tahun lalu. Perbedaan itu diantaranya soal hadiah. Sekarang tidak ada lagi mobil sebagai hadiah. “Kita belikan sepeda motor sebanyak sepuluh,” tuturnya.

Dengan menyediakan banyak motor tersebut, Dedi berharap lebih banyak lagi peserta yang memiliki peluang mendapatkan hadiah, termasuk hadiah pembinaan sebesar Rp. 80 juta. 

Sementara itu untuk tempat pendaftaran ada di 7 kecamatan dan dua kantor. Yaitu di kantor Dispora di JSG dan di eks gedung BHS. Tujuh kecamatan itu yakni Rambipuji, Tanggul, Bangsalsari, Balung, Ambulu, Kalisat, dan Mayang

Terkait biaya pendaftaran, Dedi menegaskan gratis karena telah dibiayai oleh APBD Kabupaten Jember. Namun, setiap peserta sangat diminta untuk ikut asuransi yang besarnya Rp. 5.000. 

Besaran asuransi ini tampak lebih besar dari tahun lalu, Rp. 3.000. Sebab, asuransi kali ini tidak hanya asuransi kecelakaan saja. 

Lebih jauh Dedy mengatakan bahwa "Dua proteksi bagi para peserta. Kalau tahun lalu proteksi kecelakaan saja, tahun ini proteksi kecelakaan dan kematian,” ujarnya 

Hal lain yang berbeda adalah syarat surat keterangan sehat. Pada tahun ini, khusus untuk mengikuti Tajemtra tidak dipungut biaya. (*)


Share:

"Kebangkitan Petani Jeruk" Tema Karnaval Kecamatan Umbulsari



TEROPONG Jbr - Gelaran karnaval Kecamatan Umbulsari di gelar dengan mengusung tema "Kebangkitan Petani Jeruk", sengaja mengusung tema tersebut karena masyarakay Kecamatan Umbulsari terkenal dengan produksi buah Jeruk yang sangat terkenal.

Umbulsari Fashion Carnaval (UFC) yang di gelar pihak Kecamatan Umbulsari, bersama Polsek Umbulsari dan Koramil Umbulsari, untuk memberikan semangat bagi para petani jeruk sekaligus mendongkrak kembali harga jeruk di wilayah tersebut. Minggu 26/08/2018.

Menurut Camat Umbulsari, Firaz Chalid, SH, menyampaikan bahwa “Gelaran UFC ini memang gelaran pertama ditahun ini. Sengaja dilakukan pada bulan Agustus, selain untuk memeriahkan HUT RI Ke 73, UFC ini dilakukan untuk mendongkrak harga jeruk yang ada di Kecamatan Umbulsari” ujar Firaz

"Alhamdulillah, hari ini saya bersama seluruh Muspika bersama dengan Tokoh masyarakat menggelar Umbulsari Fashion Carnaval yang pertama kali digelar pada tahun ini. Selain sebagai bentuk kemeriahan agustusan, UFC ini untuk memberikan ruang bagi petani jeruk untuk mempromosikan hasil panennya sehingga kedepan harga jeruk Umbulsari bisa meningkat", kata Firaz

Beliau juga mengatakan gelaran UFC ini diikuti sekitar 1300 peserta dari seluruh desa yang ada di Kecamatan Umbulsari dimana konsep UFC ini mengenakan ornamen yang bercirikan jeruk, mulai dari design baju hingga atraksi tarian yang dipamerkan.

Tak hanya itu saja, selaku Camat Umbulsari, Firaz begitu kaget dengan antusias masyarakat yang begitu positif. Selain itu juga, ungkap Firaz, dirinya dan Muspika sengaja membebaskan semua pedagang asongan dan PKL untuk berjualan sehingga ekonomi masyarakat bisa bergerak dan berputar dimasyarakat itu sendiri.

Untuk itu, Firaz bersama Muspika Kecamatan Umbulsari telah bertekat untuk menjadikan UFC ini sebagai agenda wisata tahunan Kecamatan Umbulsari. Dalam gelaran Umbulsari Fashion Carnaval ini juga akan diresmikan tarian Panjer (Panen Jeruk) sebagai tarian khas Umbulsari oleh Kadis. Pemasdes Kabupaten Jember, Ir. Eko Heru Sunarso. (*)




Share:

OKNUM KPH PERHUTANI BONDOWOSO DI DUGA MERAMBAH HUTAN


Bondowoso, Teropong Timur Online
Perambahan Hutan yang di duga di lakukan oleh Oknum KPH Perhutani Bondowoso sampai dengan saat ini masih saja jadi perbincangan masyarakat Bondowoso dan tidak kunjung selesai. Pasalnya dugaan kasus tanah tersebut tidak pernah tertangani hukum dengan baik, padahal ada beberapa laporan yang sudah melayangkan suratnya pada pihak aparat hukum di Bondowoso serta pusat. Menurut Hartono selaku Aktifis LSM TEROPONG bahwa kegiatan ini telah membudaya dan di anggap gampang oleh beberapa pihak.

Di jelaskannya bahwa semua langkah yang di lakukan oleh Perhutani sebenarnya harus sesuai aturan, tidak seenaknya menggarap dan apalagi sampai membuat hutan gundul seperti yang terjadi di petak 82,86 RPH BLAWAN KPH Bondowoso Divisi Regional  Jatim.


Dalam peraturan Perundang - undangan yang di tetapkan oleh Negara yaitu UU nomor 41 tahun 1999 dan telah di ubah dg UU nomor 19 tahun 2004 telah di jelaskan bahwa pemanfaatan kawasan hutan dapat di lakukan pada semua kawasan hutan, kecuali pada hutan Cagar Alam, Zona Inti dan Zona Rimba Taman Nasional (pasal 24).

Berita yang muncul di beberapa media cetak dan online sempat berkembang bahwa perambahan hutan tersebut di kendalikan oleh Kaum Kapitalis, akan tetapi menurut Hartono ternyata ini di duga di lakukan oleh Oknum Perhutani yang memanfaatkan antara Kaum  Kapitalis berduit dengan masyarakat sekitar Hutan, bahkan hasil dari penanaman kopi juga di duga tidak jelas hasilnya, hal ini berdasarkan hasil konfirmasi dan cross cek di lapangan.


Sementara itu pihak KPH Perhutani Bondowoso yang selama ini sudah di koordinasi dengan aktifis Lembaga Teropong seolah - olah cuci tangan dan tidak mau bertanggung jawab terhadap permasalahan yang sudah terjadi bertahun - tahun di kawasan hutan blawan tersebut. 

Selain itu kalaupun sudah di masukkan dalam meja aparat hukum selalu di mentahkan dengan mengemukakan beberapa alibi yang masih tidak masuk akal serta tetap tidak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Sampai berita ini di tulis LSM Teropong akan segera menindak lanjuti masalah dugaan perambahan hutan ini sampai ke atas beserta bukti yang cukup untuk di memintai pertanggung jawaban oknum KPH PERHUTANI BONDOWOSO tersebut terhadap perbuatannya. RED
Share:

Kecamatan Arjasa Gelar Karnaval Memperingati HUT RI Ke-73 Tahun


TEROPONG Jbr – Dalam rangka memperingati HUT RI Ke-73 tahun ini Kecamatan Arjasa mengelar karnaval. Setidaknya ada sekitar 18 regu yang mengikuti karnaval perjuangan yang diadakan oleh Pemerintah Kecamatan Arjasa. Sabtu 25/08/2018

Sebagai pembuka regu kehormatan, Kapolsek Arjasa, AKP. Eko Hari Basuki, bersama Istri mengenakan pakaian adat Bali. Tak hanya itu saja, para karyawan-karyawati Kecamatan Arjasa yang dimotori Camat Arjasa, Camat Arjasa, Ir. Herwan Agus Darmanto, mengenakan pakaian adat, seperti Warok Ponoroga, Madura, dan Adat Jawa Timuran.

Karnaval yang melibatkan Muspika, lembaga sekolah mulai SD/MI, SMP/Mts, SMA/MAN, baik swasta maupun negeri. Tak hanya itu saja, terlibat juga dari karyawan perusahaan swasta yang ada diwilayah Kecamatan Arjasa.

Camat Arjasa, Ir. Herwan Agus Darmanto, mengatakan bahwa “Kegiatan ini selain untuk memeriahkan peringatan HUT RI Ke-73 tahun, kegiatan karnaval umum juga untuk menghidupkan ekonomi kerakyatan. Ujarnya.

Beliau menambahkan bahwa “Hari ini, kami bersama seluruh masyarakat Arjasa tanpa terkecuali bisa mengadakan karnaval umum, yang diikuti oleh semua stakeholder Kecamatan. Ini merupakan ikhtiar Muspika sebagai bentuk kemeriahan HUT RI ke 73. Tak hanya itu saja, sekaligus agar ekonomi masyarakat bisa bergerak. Banyak PKL, pedagang asongan dan lain sebagainya yang sengaja kita bebaskan untuk berjualan", ungkapnya

Camat Arjasa juga mengatakan bahwa karnaval ini juga bagian dari mengingat perjuangan pendahulu dan perekat kerukunan segala bentuk lapisan masyarakat di Arjasa. Rute karnaval ini dilepas dari lapangan Arjasa sebagai start dan lapangan Desa Biting dijadikan tempat finishnya. (*)





Share:

Bupati Jember Launching Bimtek Verval Bansos Rastra


TEROPONG Jbr - Dalam rangka untuk meng-update data penerima Bantuan Sosial Pangan Rastra Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR  menggelar Launching dan Bimbingan Teknis Verifikasi dan Validasi (VerVal) Data Keluarga Penerima Manfaat Bansos Pangan Rastra yang bertempat di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, Sabtu 25/08/2018.

Sebanyak kurang lebih 1.400 mahasiswa penerima beasiswa, dikumpulkan oleh Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR, Langkah ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Jember untuk mengasah kepedulian generasi muda intelektual.


Para mahasiswa penerima beasiswa kuliah ini nantinya akan diberi tugas untuk melakukan verifikasi dan validasi penerima manfaat Bansos Pangan Rastra bagi masyarakat miskin yang ada diwilayah. Bupati Faida Pilih Petugas Verval Bansos Pangan Dari Mahasiswa, Karena Tegas dan Bebas Kepentingan

Launching pemberian tugas ini ditandai dengan pemukulan kentongan. Bupati Faida bersama beberapa mahasiswa memegang kentongan merah putih lalu memukulnya bersama-sama. 


Dalam sambutannya Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR mengatakan bahwa "Untuk memverivali (verifikasi dan validasi)  keluarga penerima manfaat ini diperlukan tim yang independen, profesional, dan bekerja dengan hati. Keyakinan saya merujuk pada para Mahasiswa, yang pastinya masih Fresh, dan tanpa ada kepentingan apapun", kata Bupati Faida.

Lebih jauh Bupati mengatakan bahwa "Data yang diverifikasi dan validasi merupakan produk tahun 2015. Secara teknis, para mahasiswa diberi tugas sesuai wilayah tempat tinggal. Biar ada manfaat di wilayah masing-masing,” ujarnya.


Bupati beralasan bahwa dipilihnya para mahasiswa sebagai petugas Verivali ini, dikarenakan mahasiswa masih memiliki idealisme yang kuat, ketegasan dan komitment yang tidak akan luntur.

Beliau menegaskan bahwa "Jangan ragu-ragu menjalankan tugas ini. Harus Tegas..!! Kalo Layak katakan Layak, kalo Tidak Layak katakan Tidak Layak. Karena ini semua bisa menentukan nasib beribu-ribu bahkan jutaan masyarakat Kabupaten Jember" tegasnya.
Verifikasi dan validasi keluarga penerima manfaat Bansos Pangan Rastra ini, ungkap Bupati Faida, adalah mempersiapkan program bantuan pangan non tunai yang akan dilaksanakan pada tahun ini. 

Terkait pelibatan mahasiswa tersebut, Bupati Faida menjelaskan bahwa "Kebijakan ini sebagai upaya untuk mewujudkan generasi peduli kesejahteraan masyarakat miskin. Dan tugas ini adalah upaya membuka jalan kalian agar hidup kalian lebih bermanfaat,” tandasnya. (brt).






Share:

Sosialisasikan Pelaksanaan Program Pembangunan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya


TEROPONG Jbr - Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Jember  menyelenggarakan Kegiatan Sosialisasi Program Bidang Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya. Sosialisasi yang merupakan kegiatan dari Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Tahun Anggaran 2018 ini, dipimpin langsung oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. Kegiatan Sosialisasi yang berlangsung di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, Jumat (24/8/2018).

Acara sosialisasi ini melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pejabat setempat hingga masyarakat penerima manfaat. Ada 5 (Lima) yang menjadi prioritas dari acara sosialisasi ini,  program tersebut yakni Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat), Air Bersih, Sanitasi, dan Air Limbah Setempat.

Dalam sambutannya Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR mengatakan bahwa “Program RTLH ini bertujuan memperbaiki kualitas rumah dan menjadi rumah sehat. Sehingga menjadi layak, tidak lagi dalam keadaan bocor, berlantai tanah dan keselamatan bangunan terjamin,” ungkapnya.

Sasaran program RTLH adalah masyarakat berpenghasilan rendah. Target penuntasannya pada tahun 2021. Penuntasannya melalui dua program, yaitu untuk perkotaan wilayah bebas kumuh dan RLTH di pedesaan.

Terkait dengan anggaran Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR mengatakan bahwa “Pelaksanaan lima program tersebut menggunakan anggaran pembangunan yang terkumpul dari dana pusat APBN, DAK, maupun dari APBD Kabupaten Jember. Termasuk dari APB Des sebesar 10 persen, Dana dikirim melalui transfer perbankan dan didampingi langsung oleh Pengadilan Negeri Jember untuk menghindari penyelewengan,” jelasnya.

Bupati Faida menjelaskan bahwa dana bantuan yang diberikan berupa stimulan. Sebesar 15 persen dana pembangunan itu untuk honor tukang. Tukangnya harus orang setempat, sehingga perputaran uang berada di daerah setempat pembangunan. Pelaksanaan program pembangunan tersebut dalam bentuk swakelola. Pembangunan dikerjakan oleh kelompok masyarakat setempat dengan bergotong royong.

Menurut Bupati Faida “Program ini sangat transparan. Sebab, penghitungan RAB-nya mendapat pendampingan. Demikian juga dengan pelaporannya terdapat ada juknis dengan tahapan-tahapan yang telah tersusun baik.

Terkait teknis pelaksanaan pembangunan, Bupati Faida berpesan kepada masyarakat penerima manfaat agar membeli bahan bangunan di daerah sekitar lokasi pembangunan masing-masing, sehingga bisa saling menghidupi.  Dan apabila pembangunan sudah selesai, masyarakat harus merawatnya. Sehingga hasil pembangunan tetap terpelihara dengan baik. ,” pesannya. (*)








Share:

Asuransi Nelayan Targetkan 5000 Nelayan


TEROPONG Jbr - Untuk Kabupaten Jember terpasang target sebanyak 5000 nelayan yang akan mendapatkan Asuransi Nelayan. Namun, nelayan yang telah terdaftar asuransi sebanyak 3.279 untuk periode bantuan tahun 2017.

Hal ii disampaikan oleh Kepala Unit Teknik PT. Asuransi Jasindo (persero) Cabang Jember Sirojuddin Abdul Majid pada saat menyampaikan perkembangan asuransi nelayan Kabupaten Jember.  pada acara Penyerahan klaim asuransi Keluarga korban kapal tenggelam di lepas Plawangan Pancer, Kecamatan Puger, Jember pada Kamis 19 Juli 2018 lalu dan berlangsung di Kantor Dinas Perikanan Kabupaten Jember. Jumat (24/8/2018)

Sirojuddin Abdul Majid menjelaskan bahwa “Asuransi nelayan merupakan program bantuan dari Menteri Kelautan dan Perikanan. Program bantuan nelayan berupa subsidi diberikan kepada nelayan kecil, nelayan yang belum pernah mendapat bantuan asuransi yang serupa. Namun Jasindo telah menyediakan program untuk nelayan yang sudah pernah menerima bantuan asuransi nelayan, dengan asuransi mandiri” jelasnya

Penyerahan secara simbolis kepada ahli waris korban laka laut tersebut oleh pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan Drs. Murtadlo, M.Si.

Murtadlo menjelaskan bahwa “Selama ini pemerintah membayar premi asuransi nelayan selama satu tahun. Setelah satu tahun berlalu, nelayan diharapkan dapat melanjutkan asuransi secara mandiri” ujarnya

“Wujud perhatian Bupati yang cukup besar ini, mari kita imbangi dengan semangat, membaca doa sebelum bernelayan," ujarnya.

Terkait kebijakan Bupati Faida saat bersilaturahmi dengan keluarga korban, Murtadlo mengingatkan nelayan akan mendapatkan asuransi yang dianggarkan dari APBD Kabupaten Jember.

Kepada ahli waris korban, Murtadlo menyampaikan agar bantuan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya, 
khususnya dalam menunjang pendidikan disamping bantuan pendidikan yang telah disediakan pemerintah, masih banyak lagi bantuan yang akan disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Jember kepada para nelayan. Salah satunya adalah pelampung dengan remote control. (*)








Share:

Kongres GTT dan Kepala Sekolah


TEROPONG Jbr – Pemeritah Kabupaten Jember pimpinan Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR kembali menggelar pertemuan besar dalam Kongres Guru Tidak Tetap (GTT) dan Kongres Kepela Sekolah Se Kabupaten Jember. Kongres digelar di Aula PB Sudirman Pemkab Jember. Kamis 23/08/2018.

Dalam sambutannya Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. menjelaskan bahwa “Saat ini sudah ribuan guru SD dan SMP para Guru Tidak Tetap (GTT) sudah bisa mengajar sesuai dengan domisilinya” ujarnya. “Alhamdulillah, hari ini kita menuntaskan surat perbaikan dan pembaharuan surat penugasan untuk 4.004 GTT yang sudah terselesaikan verifikasi sekaligus,” ujar Bupati Faida.

Bupati Faida menambahkan, bahwa “Dari 1.900 pengaduan yang langsung dikirim ke Pendopo Wahyawibawagraha sudah bisa ditindaklanjuti di antaranya 80% GTT sudah bisa mengajar sesuai dengan domisilinya dan yang jarak jauh-jauh sudah diumumkan dan diatur formasinya,” terang Bupati Faida..

Selain menjelaskan kerja GTT sesuai domisili, Bupati Faida juga menjelaskan Pemkab Jember telah menuntaskan surat perbaikan dan pembaruan surat penugasan untuk 4004 GTT yang sudah terverifikasi.

Ada beberapa hal yang harus dijelaskan oleh Bupati dr. Hj. Faida MMR yakni terkait honor GTT. Dimana  honor GTT dibagi menjadi dua, yakni sesuai SPM (Surat Perintah Mengajar). dan non SPM.
GTT yang memiliki SPM (Surat Perintah Mengajar) digaji menggunakan BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Karena ada ketentuan yang membolehkan BOS untuk honor guru GTT sebesar 15 persen. Namun, apabila masih kurang bisa diambilkan dari PPG (Program Pendidikan Gratis) yang berasal dari APBD Kabupaten Jember. Anggaran PPG ini juga bisa untuk THR para GTT, yang sebesar 3 persen.

Lebih jauh Bupati Faida merinci kategori honor yang diterima GTT berdasar masa kerja. Paling kecil sebesar Rp. 500 ribu dan yang paling tinggi masa kerjanya mendapat Rp. 1,4 juta. Secara berjenjang yakni 500 ribu, 700 ribu, 900 ribu, 1,1 juta, dan 1,4 juta.

Ada juga sebagian kecil Guru Tidak Tetap Yayasan (GTTY) yang mengajar di sekolah negeri, tapi hanya 12 jam. Oleh karenanya hanya 50% dibayarkan oleh Pemkab Jember melalui PPG karena mereka separuh masa kerjanya mengajar di sekolah negeri.

“Seluruh GTT kita masukkan dalam BPJS tenaga kerja karena sejatinya mereka memang resmi bekerja. Tidak hanya itu, seluruh GTT kita masukkan asuransi kesehatan termasuk keluarganya,” terang Bupati Faida.

 “Untuk menghindari pungli, pembayarannya tidak boleh lagi cash. Tidak boleh lagi ada potongan. Pemberian semua honor GTT termasuk THR-nya melalui rekening Bank,” tandasnya.(*)





Share:

Kantor Imigrasi Kelas II Jember Potong 3 Ekor Sapi


TEROPONG Jbr - Seperti pada tahun-tahun sebelumnya Kantor Imigrasi Kelas 2 Jember dalam memperingati Hari Raya Idul Adha kembali melakukan penyembelihan hewan kurban Rabu 22/08/2018.

Sedikitnya ada 300 kupon yang diberikan kepada kaum dhuafa dan warga sekitar Kantor Imigrasi Kelas 2 Jember untuk ditukarkan dengan daging kurban yang dibagikan pada tengah hari pukul 12.00 hingga pukul 14.00,

Kepala Kantor Imigrasi Kartana mengungkapkan bahwa “Di tahun ini Kantor Imigrasi Kelas 2 Jember menyiapkan 3 ekor sapi hasil dari iuran seluruh pegawai kantor yang dilakukan setiap tahun. Selain 3 ekor sapi, Kantor Imigrasi juga menerima 2 ekor kambing untuk dibagikan kepada warga di sekitar kantor” ujarya.

Kepala Kantor Imigrasi Kartana menambahkan bahwa "Tidak hanya kepada warga sekitar, kepada pedagang keliling yang biasa lewat depan kantor juga kami beri," tandasnya. (*)



Share:

Pemkab Jember Berikan Bantuan Qurban 5 Ekor Sapi Limosin


TEROPONG Jbr – Dalam rangka turut serta memperingati Hari Raya Idul Adha Pemerintah Kabupaten Jember tahun ini memberikan bantuan hewan qurban sebanyak lima ekor sapi jenis limousin. Jumlah ini lebih banyak dari tahun sebelumnya. Pemerintah Kabupaten Jember  mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 197.500.000 untuk bantuan hewan qurban sebanyak lima ekor sapi jenis Limosin. Berat sapi-sapi tersebut 756 kg sampai 1,018 kg. Rabu 22/08/2018

Kelima sapi tersebut diserahkan ke lima panitia qurban, diantaranya Masjid Jamik Al Baitul Amien, Panitia Qurban Kejaksaan Negeri Jember, Ponpes Al Falah Silo, Lapas Klas II Jember, dan panitia qurban Al Irsyad.

Penyerahan sapi qurban di Masjid Jamik Al Baitul Amien dilakukan oleh Sekretaris Daerah Ir. Mirfano usai melaksanakan sholat Idul Adha. Sapi jenis limousin seberat 1 ton 18 kg tersebut diterima Ketua Pembina Yayasan Al Baitul Amien KH Machfud Abdul Halim Shiddiq.

Dalam sambutannya Sekretaris Daerah Ir. Mirfano mengatakan  "Semoga bantuan hewan qurban ini bisa menjadi tambahan gizi pada keluarga miskin," harap Mirfano.

Sementara itu, Bendahara Masjid Jamik Al Baitul Amien Saifullah Nuri mengatakan, daging qurban akan disalurkan sesuai pesan yang disampaikan Sekda Ir Mirfano. Yaitu disalurkan ke kaum dhuafa.

Lebih jauh Sekretaris Daerah Ir. Mirfano menjelaskan bahwa “Dalam penyaluran tidak hanya dalam bentuk daging. Namun, panitia juga menyalurkan dalam bentuk hewan yang masih hidup. Penyaluran hewan qurban yang masih hidup ini ke daerah-daerah yang memerlukan perhatian khusus. Jadi kami punya daerah-daerah binaan, yang belum tentu dalam satu tahun belum tentu mencicipi daging," 
ungkapnya.

Daerah-daerah itu berada di Panti, Arjasa, Wirolegi, dan beberapa tempat lainnya. Setiap tempat mendapat dua sampai tiga kambing tergantung kebutuhan daerah tersebut.

Untuk penyerahan sapi qurban di Lapas Klas II A Jember dilakukan oleh Asisten Pemerintahan Hadi Mulyono, penyerahan di Ponpes Al Falah oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyaraat Desa Ir. Heru Sunarso. Sementara penyerahan di Kejaksaan Negeri Jember dan Yayasan Al Irsyad dilakukan oleh drg. Abdul Rochim, M.Kes.(*)






Share:

LSM TEROPONG

LSM TEROPONG
SEKRETARIAT : 087846111212, 085236384228

BECOFF BONDOWOSO - Jatim

BECOFF BONDOWOSO - Jatim
BECOFF BONDOWOSO - JATIM

PENGUNJUNG

IKLAN / ADV / PROFILE

IKLAN / ADV / PROFILE
Hubungi Redaksi Teropong Timur WA / Telpon / SMS : 087846111212 dan Telpon / SMS :085236384228

Popular

Becoff Bondowoso - Jatim

Becoff Bondowoso - Jatim
Becoff Bondowoso - Jatim

Featured post

LSM, ORMAS DAN AWAK MEDIA BENTUK FORUM KOMUNIKASI

LSM DAN ORMAS Serta WARTAWAN YANG HADIR Bondowoso, www.teropongtimur.co.id Puluhan LSM dan Awak Media Bondowoso Jawa Timur mengapresi...

Blog Archive

Recent Posts