MENGAGUMKAN, WALAU SDN BARATAN SEKOLAH PINGGIRAN, MAMPU RAIH SEGUDANG PRESTASI


Bondowoso, teropongtimur.co.id
 Sekolah Dasar Negeri Baratan Kecamatan Binakal Kabupaten Bondowoso adalah salah satu Sekolah Dasar yang sedikit di kenal oleh masyarakat sekitar,  namun ada satu hal yang menarik bagi wartawan Teropong Timur untuk mendatangi nya, pasalnya Sekolah yang walaupun terletak di pinggiran desa dengan kondisi jalan yang menanjak dan naik turun, tapi di sisi prestasi sekolah tidak kalah dengan sekolah yang ada di perkotaan.
Tak terhitung prestasi juara -  juara yang di raih oleh murid muridnya mulai dari prestasi Akademik dan non akademik yang di peroleh dari tahun ke tahun.
 saat awak media mengunjungi sekolah ini kedua kalinya  (31/10)  di karenakan yang pertama tak sempat tayang, telah terlihat banyak sekali piala - piala , karena tidak cukup tempat piala - piala tersebut akhirnya di letakkan di 2 ruangan terpisah,  mulai piala lomba di tingkat Kecamatan, Kabupaten,  dan tingkat Jawa Timur.
Beberapa piala yg sempat di perlihatkan oleh Kepala Sekolah dan Tim Guru SDN Baratan tersebut di antaranya, Juara 1 Sains yg meliputi beberapa bidang studi yang di selenggarakan dnyuwangi  tahun 2018 Juara 1 level 3 Nasional  tahun 2017, Juara 1 medali emas sebanyak 9 piala di selenggarakan di luar Kabupaten, Juara 1 festival kreasi Anak Bangsa tingkat Kabupaten Bondowoso,  juara 1 olimpiade Matematika di kota Malang, juara 1 gerak jalan,,  juara Tilawatil Qur an tingkat Kecamatan, juara Cerdas cermat,  dan juara olimpiade yg lain.
Sepengetahuan media namun piala yang ada tidak di kumpul kan di sekolah semua,  ada yang di bawa pulang dan ada juga yang di letakkan di sekolah. menurut pengakuan salah satu guru bahwa piala yg di biaya di tanggung sekolah pialanya di letakkan di sekolah dan piala yang di bawa pulang oleh murid yakni biaya yang di tanggung wali murid,  namun pada intinya semua bersifat biaya swadaya. bukan dari pemerintah daerah.
Hal ini di benarkan ketika media datang ke rumah Saifur (33) salah seorang wali murid dari  Fina Atirotun Nafisyah bahwa di rumahnya banyak piala hasil dari juara lomba yang di raih putrinya yang masih duduk di kelas 4.
" Prestasi ini kami raih atas kerja sama dan dukungan semua pihak,  baik dari guru kelas , guru pembina,  wali murid, dan murid itu sendiri serta atas dukungan dan bantuan kepala desa Baratan,  kata ibu Cety indrawaty,  S.Pd selaku Kepala Sekolah,
Sementara jumlah murid di SD Baratan memang sedikit, hanya 57 murid dari kelas 1 sampai kelas 6,, hal ini di sebabkan oleh faktor penduduk desa baratan yg tidak sampai 700 jiwa dan medan jalan yang cukup sulit untuk sampai di Sekolah tersebut.
" Kami juga sangat berharap kepada Pemerintah Daerah atau Pusat untuk rehap dan  penambahan ruang kelas karena selain ruang kelas nya kurang juga sudah kondisi nya sangat memprihatinkan ,  Pungkas Cety indrawaty, S..Pd.. 
Karena prestasi di SDN BARATAN, seperti yang sudah di perlihatkan pada Tim Teropong sangat tidak  di ragukan lagi, hal ini juga di buktikan juga pada kegiatan jambore kontingen cabang Tlogosari di lapangan Kecamatan Tlogosari Bondowoso (tanggal 26-28 oktober 2018) SDN BARATAN juga ini berhasil menyabet  3 juara sekaligus,  yakni juara 1 yel-yel putra,  Juara 2 poster putra, juara 3 PPB tongkat putri  (  Buhari )
Share:

Bupati Jember Tutup Kejurnas Terbang Layang

TEROPONG Jbr - Penutupan Kejuaraan Nasional Terbang Layang Danlanud Abd. Saleh - Bupati Jember Cup 2018 di Bandara Noto Hadinegoro Jember dihadiri oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR, Danlanud Abd. Saleh, Ka. Pengadilan Negeri Jember, dan masih banyak lagi yang lain termasuk atlit-atlit yang datang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Rabu 31/10/2018.

Acara penutupan Kejurnas Terbang Layang 2018 di Jember ini diawali dengan sambutan dari ketua panitia dan dilanjutkan dengan memberikan medali kepada atlit sesuai dengan kategori masing-masing.

Dalam sambutannya Komandan Lanud Abd. Saleh mengatakan bahwa " Kejurnas Terbang Layang di Bandara Noto Hadinegoro dari tanggal 26-31 Oktober 2018 berjalan dengan aman dan sukses" ujarnya.

Beliau menambahkan dan memberikan sedikit bocoran bahwa "Dengan seksesnya acara kali ini, maka untuk tahun depan Kejurnas Terbang Layang 2019 akan di laksanakan di Bandara Noto Hadinegoro lagi, pelaksanaan dijadwalkan sekitar bulan Agustus" tandasnya. 

Sementara itu Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember bersama Danlanud Abd. Saleh sudah bertekad bersama-sama untuk memyelenggarakan even olah raga kedirgantaraan tiap tahun di bandara Noto Hadinegoro Jember. "Untuk tahun depan (2019) Pemkab Jember dan Lanud Abd. Saleh akan mempersiapkan lebih baik lagi dengan even yang lebih besar dan bertaraf Nasional maupun Internasional" ujar Bupati

Beliau menabahkan tahun depan tidak hanya Terbang Layang saja yang akan digelar tetapi akan dikombinasikan dengan bidang olah raga kedirgantaraan yang lain seperti Para Layang dll. 

Bupati Jember berharap even kedirgantaraan nantinya tidak hanya lomba kadirgantaraan saja tetapi akan dikombinasikan dengan pameran kedirgantaraan, lomba Aeromodeling dan lomba membuat miniatur pesawat untuk anak. Karena kegiatan ini juga mengandung unsur edukasi anak sehingga anak-anak selain bermain juga mendapatkan ilmu pengetahuan, keterampilan dan sportifitasnya juga terlatih.(brt)



Share:

Polres Jember Pastikan HTI Di Jember Diberantas

TEROPONG Jbr - Polres Jember pimpinan AKBP Kusworo Wibowo SH. SIK. MH memastikan Organisasi HTI (Hizbut Tahir Indonesia) dan segala kegiatannya yang ada di wilayah hukum Polres Jember benar-benar harus di bubarkan dan diberantas. Hal ini di sampaikan Kapolres saat menggelar Diskusi Polres Jember dengan Tokoh Lintas Agama se-Kab. Jember, Selasa 30/10/2018 bertempat di "Kancakona Kopi" Muktisari, Tegal Besar Jember

Perlu diketahui bahwa (HTI) dibubarkan pemerintah melalui Perppu yang menjadi undang-undang menggantikan UU Nomor 17 Tahun 2013. Karena HTI dianggap ingin mengubah Pancasila.

Fakta dan hasil pembuktian perkumpulan HTI terbukti. HTI terbukti mengganti Pancasila, UUD 1945, serta mengubah NKRI menjadi negara khilafah.


Kapolres Jember mengatakan bahwa "Terbukti bahwa HTI mengembangkan ajaran atau paham yang bertentangan dengan Pancasila UUD NRI Tahun 1945 serta kegiatan-kegiatan menyebarluaskan ajaran atau paham tersebut kearah dan jangkauan akhirnya bertujuan mengganti Pancasila, UUD 1945, serta mengubah NKRI menjadi negara khilafah," ujarnya

Kapores menambahkan bahwa "Apabila sudah menyangkut ancaman serius terhadap keutuhan negara dan kesatuan bangsa, maka semua kegiatan yang dilakukan oleh HTI haeus segera di hentikan dan dibubarkan" tegasnya.

Lebih jauh Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo SH. SIK. MH menerangkan bahwa "Proses penghentian dan pengawasan semua kegiatan HTI yang ada di Jember, Polres Jember bekerja sama dengan mantan anggota HTI yang merasa bahwa pergerakan organisasi yang diikuti sudah tidak sesuai dengan UUD Negara RI.


Dan untuk mantan anggota HTI yang sudah keluar dari Organisasinya, Polres Jember, MUI dan pihak-pihak terkait akan memberikan pemahaman dan pembinaan kepada mereka. 
Penutipan acara Diskusi Polres Jember bersama Tokoh Lintas Agama ini ditandai dengan menandatangani "Pernyataan Sikap" Tokoh Lintas Agama dan Masyarakat Kabupaten Jember. (brt)
Share:

Polres Jember Gelar Diskusi Dengan Tokoh Lintas Agama se-Kab. Jember

TEROPONG Jbr - Dalam rangka untuk menciptakan situasi keamanan yang lebih kondusif di Kabupaten Jember, Polres Jember pimpinan Kapolres AKBP Kusworo Wibowo SH. SIK. MH menggelar Diskusi dengan FKUB dan Tokoh Agama se-Kab. Jember di "KANCAKONA KOPI" Muktisari Tegal Besar Selasa 30/10/2018.

Turut hadir pada cara diskusi yang di inisiatori oleh Kementerian Agama Kab. Jember ini Kapolres Jember, Ketua FKUB (Fprum Komunikasi Umat Beragama), KaBakesbangpol Kab. Jember Kadepag Jember, Kasdim 0824, perwakilan Kejari, Ka Banser dan para tokoh agama yang lainnya.

Pada sambutannya Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo SH. SIK. MH mengatakan bahwa DenganTema "Peran Tokoh Lintas Agama Dalam Melawan Berita Bohong dan Ujaran Kebencian (HOAX), Kapolres berharap kepada semua tokoh lintas agama bisa memberikan arahan kepada umatnya masing-masing agar berita dari medsos yang belum diklarifikasi kebenarannya agar tidak di sebarkan. "SARING dulu baru SHARE" ujar Kapolres.

Lebih jauh Kapolres menjelaskan bahwa "Organisasi-organisasi yang sudah dilarang pemerintah, fahamnya masih ada dan perkumpulan juga masih ada meskipun dengan jumlah yang kecil, tetapi hal tersebut juga perlu di waspadai juga" ujar Kapolres

Kapolres berharap dengan adanya diskusi tokoh lintas agama ini kondusifitas di Kabupaten Jember tetap terjaga dengan baik secara keseluruhan.

Sementara itu Kadepag Jember mengatakan bahwa " Kerukunan umat beragama sangat menjadi perhatian serius di Kab. Jember, untuk itu kerukunan yang sudah terjalin terus bisa dipertahankan dan ditingkatkan" ujarnya

Bambang Ka. Bakesbangpol Jember berharap bahwa gaung acara diskusi tokoh lintas agama ini bisa menyebar sampai seluruh Indonesia.(brt)


Share:

SJB SIAP KAWAL DANA DESA



Bondowoso, Teropong Timur Online
Solidaritas Jokowi Jatim Bersatu yang dikenal SJB adalah organisasi relawan Jokowi yang berdiri atas Asas Anti Korupsi dan Pemerintahan Bersih, " Kami serentak SJB Indonesia yang  memiliki korda se Jawa Timur bersama, berikat dan bersatu mengikis habis korupsi dan penyalahgunaan dana desa terutama program program yg diturunkan Pemerintah Pusat ke daerah " Tegas Agam selaku Sekjend SOJO.
Di jelaskannya ( Agam - Red ) bahwa SJB dengan berbekal SK  Legalitas dan Kemenkumham siap bersama semua aparat penegak hukum dan Media Cetak dan Online akan membahu dan bekerjasama menelusuri penyalahgunaan anggaran yang seharusnya untuk kemaslahatan umat.
Tim SJB
 SJB Indonesia yang berkantor pusat di Blitar dengan dipimpin oleh Ketua Umum, yakni  Erwin Yanuar Zein,S.Pd, Sekjen Mohammad Agam Hafidiyanto,SH dan Bendahara Umum Lita Phelea , yang memiliki 4 kantor cabang di Lamongan, Trenggalek, Magetan dan Bondowoso Serta posko-posko SJB Korda di berbagai Kabupaten di Jawa Timur selalu sigap dan akan melakukan bersih-bersih Masalah PUNGLI dan KORUPSI dengan dukungan dari LBH dan Media Cetak, Harapannya Semoga masyarakat turut mendukung gerakan SJB untuk Indonesia, informasi media ini dirilis oleh Wahyu Hartono sebagai jurnalis yang mengikuti pergerakan SJB dan menunjuk Tim Teropong Timur sebagai official patner media online (Redaksi)


Share:

LION AIR JT 610 ALAMI KECELAKAAN SETELAH LEPAS LANDAS


TANGERANG, teropongtimur.co.id
Peristiwa Naas terjadi saat Pesawat Lion Air  nomor penerbangan JT 610 dengan rute penerbangan Cengkareng menuju Pangkalpinang,
Kejadian tersebut setelah pesawat Lion AIR lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta pukul 06:20 WIB menuju Pangkalpinang, Setelah 13 menit mengudara pesawat jatuh di koordinat S 5’49.052” E 107’ 06.628”  (sekitar Kerawang)
Pesawat mengangkut 178 penumpang dewasa satu penumpang anak-anak dan dua penumpang bayi  termasuk dalam penerbangan ini ada tiga pramugari sedang pelatihan dan satu teknisi.
Pesawat dengan regitrasi PK-LQP jenis Boieng 737 MAX 8. Pesawat ini buatan 2018 dan baru dioperasikan oleh Lion Air sejak 15 Agustus 2018 . Pesawat dinyatakan laik operasi.
Pesawat yang di komandoi Kapten Bhavye Suneja  dengan copilot Harvino  bersama enam awak kabin atas nama Shintia Melina, Citra Noivita Anggelia, Alviani Hidayatul  Solikha, Damayanti Simarmata, Mery Yulianda, dan Deny Maula. 
para pramugari sebelum lepas landas
Kapten pilot yang sudah memiliki jam terbang lebih dari 6.000 jam terbang dan copilot telah mempunyai jam terbang lebih dari 5.000 jam terbang sebenarnya sudah tidak di ragukan.
Pihak Perusahaan Lion air sangat prihatin dengan kejadian ini dan akan berkerjasama dengan instansi terkait dan semua pihak   sehubungan dengan kejadian ini.
Terkait dengan kejadian ini kami membuka crisis center di nomor telepon  021-80820000 dan untuk infomasi penumpang di nomor telpon  021-80820002
Kami  akan terus  memberikan informasi terbaru sesuai perkembangan  lebih lanjut. Demikian penjelasan dari humas Lion Air saat mengadakan Release kepada crew Wartawan pada hari Senin 29 Oktober 2019 di Kantor pusat Lion AIR. Redaksi
Share:

Bupati Jember Buka Festival Santri ke-13

TEROPONG Jbr = Wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Jember terhadap masa depan santri diwujudkan dengan.dbukanya Festival Santri ke-13 di Ponpes As Syahidiyyah, Desa Menampu, Kecamatan Gumukmas, oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR, Minggu 28 Oktober 2018.

Dalam kesempatan ini Bupati memaparkan beberapa program pemerintah yang bisa dinikmati oleh para santri. Diantaranya program Pusat Kesehatan Pesantren (Puskestren). Program Kesehatan ini diberikan bagi pesantren yang memiliki santri lebih dari 500 orang yag ditempatkan di sekitar pesantren, Puskestren ini untuk para santri dan masyarakat sekitar. Dokter, perawat, dan peralatan, maupun obat-obatnya disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Jember.

Selain Puskestren, Bupati juga menyampaikan program beasiswa bagi para santri. Yakni beasiswa bagi santri yang telah hafal Al Qur'an, minimal satu juz. Beasiswa ini bisa diberikan hingga jenjang S3. Tidak hanya beasiswa bagi santri penghafal, keluarga penghafal Al Qur'an itu akan mendapat bantuan asuransi kesehatan.

Lebih jauh Bupati menjelaskan terkait dengan baca tulis Al Qur'an, dimana Bupati tidak mempermasalahkan metode belajarnya. Bupati lebih menekankan agar tidak ada anak yang buta baca tulis Al Qur'an. "Yang penting belajar Al-Qur'an. Apapun metodenya, terpenting anak-anak tidak buta baca tulis Al Qur'an, Membangun Jember sejatinya membangun sumber daya manusia. Membangun generasi, yang tidak kalah penting, adalah membangun generasi masa depan dan generasi terbaik, yaitu generasi Qurani," tandas Bupati.

Sementara itu, Pengasuh PP As.Syahidiyyah KH. Syahiduddin menyampaikan rasa terima kasih kepada panitia yang telah menyelenggarakan festival santri.  "Menjadi kebanggaan, bupati dapat hadir dalam acara ini," katanya.(*)



Share:

Bupati Jember Luncuran Gerbang Pembayaran Nasional (GPN)


TEROPONG Jbr – Dalam rangka meningkatkan pelayanan transaksi elektronik kepada masyarakat Jember khususnya dan masyarakat Indonesia dapat menikmati layanan yang aman, berkualitas, dan efisien. Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. meluncurkan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) di Bank Indonesia Perwakilan Jember, Sabtu 27 Oktober 2018. ini membuktikan bahwa dunia perbankkan dan insan perbankkan adalah bagian penting mengawal NKRI.

Pada sambutan dlam peluncuran GPN Bupati mengajak perbankkan untuk mencapai target GPN. Salah satunya dengan menyiapkan ATM yang telah berlogo GPN pada kongres guru ngaji yang akan digelar Pemkab Jember. "Ini adalah solusi inklusi keuangan," ujarnya.

Lebih jauh Bupati mengatakan bahwa “Target GPN sangat Optimis bisa tercapai mengingat jumlah guru ngaji saja d Kabupaten Jember lebih dari 15 ribu orang, demikian pula dengan kader Posyandu, yang jumlahnya mencapai lebih 13 ribu. Termasuk 15 ribu takmir masjid dan lebih 10 ribu ibu hamil. Mereka adalah kelompok besar yang menjadi potensi untuk mencapai target GPN. Sebelumnya, mereka telah mendapat kartu ATM untuk menerima bantuan dari pemerintah” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Musyawarah Perbankan (BMP) yang juga Kepala Bank Indonesia - Jember Hestu Wibowo menjelaskan bahwa “GPN adalah sebuah sistem yang dikembangkan oleh Bank Indonesia. Sistem ini bertujuan menghubungkan beberapa pembayaran elektronik atau transaksi non tunai pada semua instrumen bank dalam satu sistem pembayaran melalui interkoneksi dan interoperabilitas” terangnya.

Pengembangan GPN ini juga mengusung semangat nasionalisme. Pertama, mendorong pertumbuhan serta meningkatkan daya tahan dan daya saing pembayaran ritel Indonesia. Kedua, meningkatkan kemandirian sistem pembayaran nasional, khususnya sebagai tulang punggung program kerja pemerintah, seperti bansos non tunai, elektroniksasi jalan tol, dan transportasi public lainnya. Ketiga, meningkatkan kedaulatan data dan informasi transaksi sistem pembayaran ritel nasional.
Target tahun 2018 sebesar 30 persen. "Yang jelas target GPN ini 2022, semua sudah berlogo GPN," katanya. (*)



Share:

Seleksi CPNS Sempat "Molor" Dari Jadwal

TEROPONG Jbr - Pelaksanaan Seleksi CPNS yang digelar di Gedung Serba Guna Kaliwates Jember Jum'at 26/10/2018, sempat mengalami "molor" dari jadwal yang sudah di tetapkan.

"Molor"nya jadwal pelaksanaan itu disebabkan oleh masalah teknis yang terjadi terkait dengan koneksi internet yang mengalami kendala.

Hal ini di sampaikan oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR saat melakukan kunjungan dilokasi terselenggaranya kegiatan seleksi CPNS. "Sempat terjadi kendala koneksi internetnya, kesiapan Tim yang dari pusat belum bisa terkoneksi dengan sempurna, sehingga seksi satu yang semestinya dilaksanakan jam 8 pagi akhirnya harus "molor" dan dilaksanakan pada jam 10 pagi" terang Bupati.

Bupati menegaskan bahwa semua sesi dari sesi 1 sampai sesi 4 hurus tetap akan dilaksanakan dan diselesaikan hari ini tidak menunda lagi. Terkait dengan "molor"nya pelaksanaan seleksi ini Bupati mengatakan bahwa "Kesalahan bukan dari Kabupaten Jember, tetapi Pemerintah Kabupaten Jember sebagai tuan rumah kegiatan tetap menganggap mereka merupakan tamu dan akan melayani mereka yang sejatinya sedang berjuang dan rumahnya jauh-jauh, untuk itu Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan kebutuhan makan dan minum untuk mereka yang ikut seleksi dan keluarganya" tandas Bupati. (brt)
Share:

Bupati Jember Terima "Pin" Kehormatan


TEROPONG Jbr - Acara pembukaan Kejuaraan Nasional Terbang Layang "Danlanud Abd. Saleh Bupati Jember Cup 2018" dalam rangka menyambut PON 2020 yang akan datang digelar di Bandara Notohadinegoro Jember Jum'at 27/10/2018. Acara pembukaan Kejurnas ini juga dihadiri oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR, Danlanud Abd. Saleh Marsekal Pertama TNI Andi Wijaya S. Sos berserta jajaran dan Kapordirga Terbang Layang PB Fasi Marsekal Muda Yoyok Yekti Setyono ssrta undangan dan atlit Terbang Layang dari beberapa daerah.

Pada acara pembukaan Kejurnas terbang Layang ini ada hal yang menarik dimana Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR mendapatkan "Pin" dari Keluarga Besar Olah raga Terbang Layang. "Pin yang disematkan didada kiri Bupati Jember ini merupakan Pin Kehormatan dari Keluarga Besar Olah raga dirgantara Terbang Layang" ujar Marsekal Muda Yoyok Yekti S.

Lebih jauh beliau mengatakan bahwa "Pemberian "Pin" ini karena Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR telah melakukan JOY FLIGHT kemarin pada hari Kamis 25/10/2018 dan bisa meluangkan waktu untuk bisa terbang dengan armada Terbang Layang dan ini merupakan "Pin" Kehormatan" pungkasnya. (brt)




Share:

Pemkab. Jember Gelar Kejurnas Terbang Layang 2018

TEROPONG Jbr - Kabupaten Jember untuk pertama kalinya menggelar acara Kejurnas terbang layang 2018 di Bandara Notohadinegoro pada Jum'at 26/10/2018. Pembukaan Kejurnas Terbang Layang ini diawali dengan upacara dan dilanjutkan dengan membunyikan sirine yang dilakukan bersama oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR, Komandan Lanud AbduRahman Saleh  Marsekal Pertama TNI Andi Wijaya dan Kapordirga Terbang Layang PB FASI Marsekal Muda TNI Yoyok Yekti Setyono
Dalam Sambutannya Marsekal Muda TNI Yoyok Yekti Setyono sebagai Inspektur Upacara mengatakan bahwa tim survey Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Cabang Terbang Layang  melihat bahwa kondisi landasan dan sekitar Bandara Notohadinegoro Jember bisa dan layak digunakan sebagai arena Kejurnas Terbang Layang.

Sementara itu Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR menyampaikan bahwa "Lanud Notohadinegoro Jember sangat siap dan bangga bila Kejurnas terbang Layang 2018 dapat dilaksanakan di sini. Selain itu masyarakat Jember dan sekitarnya sangat membutuhkan pelaksanaan Kerjurnas tersebut karena selain sebagai hiburan juga bisa digunakan sebagai wahana pengenalan terhadap Pembinaan Potensi Dirgantara" terangnya.
Lebih jauh Bupati mengatakan bahwa "Kegiatan Kejurnas Terbang Layang dalam rangka menyambut PON tahun 2020 ini diikuti oleh berbagai peserta dari seluruh wilayah di Indonesia, diantaranya dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Papua dll, dengan adanya kegiatan ini diharapkan minat masyarakat kepada olahraga kedirgantaraan akan semakin meningkat dan juga menumbuhkan para atlet atlet baru yang berbakat dan dapat mengharumkan nama Indonesia dimata Dunia" ujarnya
Bupati berharap bahwa "Kelanjutan dari penyelenggaraan kegiatan ini, diharapkan mendapat capaian-capaian yang mengarah pada peningkatan prestasi para atlet Terbang Layang, sekaligus dapat meningkatkan pariwisata di Kota Jember. Manfaat positif lainnya dari kejuaraan ini yaitu selain untuk menguji kemampuan para atlet, juga untuk memasyarakatkan olahraga dirgantara kepada masyarakat” tegasnya. (brt)

Share:

Bupati Jember Terima Penghargaan Dari UT (Universitas Terbuka)


TEROPONG Jbr – Piagam penghargaan pertama yang diberikan oleh Civitas Akademika Universitas Terbuka (UT) Jember ini diberikan saat menghadiri acara Wisuda UT Jember yang digelar di gedung Juang 45 Politehnik Negeri Jember Kamis (25/10/2018).

Kepedulian Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR terhadap mahasiswa asal Jember dengan menggelontorkan milyaran APBD untuk dunia pendidikan menghantarkan bupati perempuan pertama di Kota Karnaval ini mendapat piagam penghargaan dari akademisi.

Dalam sambutannya Prof. DR. Imam Farisi Direktur Utama Universitas Terbuka Jember mengatakan bahwa "Penghargaan ini kami berikan kepada Bupati Jember atas dedikasinya dan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan, dimana ribuan mahasiswa Jember mendapatkan beasiswa dari Pemkab Jember, dan di UT sendiri ada 800 lebih mahasiswanya dapat beasiswa Pemkab Jember," ujarnya.

Sementara itu Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR pada sambutannya di hadapan ribuan Mahasiswa UT dari 7 kabupaten di wilayah tapal kuda yang mengikuti wisuda mengatakan, bahwa “Membangun sebuah daerah itu sejatinya membangun sumber daya manusia. Atas dasar itulah pemkab begitu peduli terhadap keberlangsungan pendidikan mahasiswa. Membangun Jember itu sejatinya membangun sumber daya manusianya, dan ini komitmen Pemkab Jember dalam kepedulian generasi bangsa, dengan harapan ketika mahasiswa terjun ke masyarakat bisa berguna dan peduli untuk memajukan kabupaten Jember," ujar Bupati. (*)







Share:

Sudah Saatnya UKM Manfaatkan TIK


TEROPONG Jbr – Dalam rangka meningkatkan semangat jiwa kewirausahaan dan memperkuat sisi pemasaran para pelaku usaha kecil, dan menengah (UKM) sudah saatnya memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Kesimpulan ini muncul dalam kegiatan Gebyar UKM Indonesia 2018 yang mempertemukan para pelaku UKM, pembuat kebijakan, akademisi, peneliti, dan kalangan pelaku bisnis di gedung Soetardjo, Universitas Jember, Kamis 25 Oktober 2018 

Kegiatan yang dimotori oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jember, Kementerian Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah, Kemendesa dan PDTT, Mark Plus, International Council for Small Business (ICSB),  diisi dengan talkshow, konsultasi dan kurasi produk, serta pameran produk pelaku UKM dari tujuh kota se Besuki Raya.

Turut hadir pada acara itu perwakilan dari Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Pemerintah Kabupaten beserta Dinas Koperasi dan UKM sebagai wakil pemerintah, serta pihak Perbankan, dan pelaku usaha besar yang diwakili JNE, Asuransi Jiwasraya, PLN, Bank Jatim dan lainnya.

Kegiatan Gebyar UKM 2018 juga dihadiri Rektor Universitas Jember, beserta Bupati Jember lengkap dengan jajaran Forkompimda. Dalam sambutannya, Rektor Universitas Jember mengapresiasi FEB yang mengambil inisiatif bekerjasama menggelar kegiatan Gebyar UKM, pasalnya UKM telah terbukti mampu menjadi penyangga ekonomi bangsa bahkan terbukti sukses bertahan dari krisis ekonomi.

Sementara itu Faida, Bupati Jember dalam pidatonya menegaskan, salah satu bentuk bela negara adalah dengan membeli produk UKM Indonesia, khsusunya Jember. “Untuk itu menjadi tugas jajaran Forkompimda untuk turut aktif memasarkan produk UKM yang ada,” ungkap Faida di hadapan pelaku UKM yang didominasi kalangan perempuan ini.

Setyo Riyanto, Direktur Akademik ICSB, yang juga dosen di Universitas Padjadjaran Bandung ini menjelaskan bahwa UKM dapat berkembang jika memiliki akses permodalan, sumber daya manusia yang berkualitas, punya strategi bisnis yang tepat, selalu berinovasi, serta mengawal bisnisnya dengan laporan keuangan yang baik.

Tidak jauh berbeda dengan pendapat Setyo Riyanto, Mohammad Miqdad, Dekan FEB Universitas Jember  menjelaskan bahwa “Universitas Jember melalui fakultas yang ada seperti FEB aktif membantu pelaku UKM khususnya di Jember dan Besuki Raya ujarnya. (*)






Share:

Bupati Jember Lantik Pejabat Baru


TEROPONG Jbr  – Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, kembali Bupati Jember, dr Hj Faida MMR melantik 66 pejabat fungsional lingkungan Pemkab Jember di Pendopo Wahyawibawagraha, Rabu (24/10/2018).

Dalam sambutannya Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR mengatakan bahwa pergantian dan pelantikan pejabat dilingkungan Pemerintahan merupakan suatu hal yang biasa. Yang menjadi luar biasa jika jabatan fungsional mendapat kepercayaan masyarakat yang luar biasa, untuk itu ia melantik pejabat fungsional sebagaimana ia melantik pejabat struktural.

Lebih jauh Bupati mengatakan bahwa “Biasanya kita melantik dan melakukan pengambilan sumpah bagi pejabat struktural, namun hingga saat ini kita sudah dua kali melantik dan mengambil sumpah para pejabat fungsional. Kita melantik dan mengambil sumpah pejabat fungsional, karena amanah yang mereka emban juga tidak kalah penting sebagaimana pejabat struktural,” ungkap Bupati

Beliau menambahkan bahwa “Kenaikan pangkat dan pelantikan pejabat fungsional hari ini tidak kita kenai biaya alias gratis, karena sudah mendapat biaya dari APBD Kabupaten Jember. Jadi saya harap kedepan bagi para pejabat fungsional terlantik hari ini tidak ada alasan untuk bisa bekerja sebaik – baiknya dan tidak melakukan Pungli dalam pelayanannya,” tegasnya.(*)





Share:

OPINI : POLITIK SEPERTI CINTA YANG BIKIN PATAH HATI



OPINI - teropongtimur.co.id - Politik bikin kecewa itu sudah niscaya, sama persis seperti cinta yang bikin patah hati. Tak bisa ditawar-tawar lagi.

Terkait dengan kekecewaan Presidium 276 Relawan Sabar, kami menyatakan bahwa ini semata adalah karena realitas politik. Realitas tentang komitmen politik yang selama ini masih sulit untuk dilaksanakan oleh partai politik dan para pelaku politik.

Artinya Kepada Partai Pendukung dan Relawan jangan terlalu berharap kepada Bupati dan Wakil Bupati yang sudah kita antarkan pada kursi kepemimpinannya. Realita politik, tidak terlepas dari banyaknya kepentingan yang ada di Partai Pengusung. Jika Politik itu bicara, tidak ada makan siang yang gratis, selalu menghitung untung rugi, kamu dapat apa aku dapat apa, kamu minta jabatan apa dan saya kebagian jabatan apa.

Kita lihat minggu-minggu kemarin saja, Partai Pengusung sudah tidak solid mendukung Visi Misi pemerintah terutama janji politik kenaikan honor guru ngaji, dengan alasan anggaran tidak cukup, tidak diajukan dan alasan lainnya. Hanya salah satu anggota DPRD partai Pengusung yang tetap setia mendukung relawan memperjuangkan kenaikan honor guru ngaji.

Jadi kami para relawan yang lebih pro-aktif dan konsisten melakukan tindakan, perilaku, yang sifatnya mem-back up pemerintah dan mendukung program pemerintah. Kesoliditasan relawan lebih terjaga sampai sekarang.

Tetapi disaat Relawan memberikan usulan, ganti Partai Pengusung dengan pro-aktif berkomentar di media, seakan Relawan IKUT CAMPUR atau NGRIWUI pemerintah. Partai politik pengusung hanya menganggap Relawan dibutuhkan saat mencari suara saja, setelah menang hanya partai politik yang boleh bicara kepada pemerintah, tugas relawan dianggap sudah selesai, cukup menghantarkan kemenangan, setelah menang.. Partai Pendukung dan Realawan minggir.... urusan Bupati/Wakil Bupati serta Partai Pengusung yang mengatur pemerintahan.

Perjuangan Relawan memenangkan Sabar tidak bisa di nafikkan begitu saja. Jika kita lihat, kemenangan tipis Sabar hanya 17.000-an suara, jika tanpa Partai Pendukung dan Relawan, dan hanya mengandalkan Partai Pengusung, pasangan Sabar dapat dipastikan kalah.

Kami para relawan, tidak ingin perjuangan kita ternodai, kami tidak mau dianggap ikut campur dan ngriwui pemerintah, walau kita semua sadar kemenangan Sabar sangat tipis, Partai Pendukung dan Relawan adalah sebagai tambahan suara penentu kemenangan Pasangan Sabar.

Kembali ke realita politik yang sulit untuk di pegang komitmennya, Partai Pendukung dan Relawan jangan terlalu larut dalam oleh janji politik sebelum kemenangan di raih. Tugas kita sebagai Partai Pendukung dan Relawan sudah mensukseskan Kiai Salwa dan H. Irwan, duduk sebagai Bupati dan Wakil Bupati.

Sistem Pilkada saat ini memiliki kelemahan, yaitu pasangan calon tergantung pada kelompok politik pengusungnya di awal pemerintahan. Dia terlalu mengakomodasi tuntutan pengusungnya, termasuk dalam penempatan posisi pejabat SKPD.

Bupati dan Wakil Bupati masih terikat dengan balas budi politik partai pengusung, dan itu menjadi kekuatiran publik bahwa Pemerintah tidak bisa melepaskan diri dari politik balas budi partai pengusung.

Harus diakui bahwa KH. Salwa memiliki basis massa politik pendukung yang riil karena beliau adalah tokoh kiai kharismatik dan bukan pimpinan partai politik. Pendukung atau pemilihnya di Pilkada adalah massa yang diikat oleh imajinasi dan harapan akan perubahan. Bukan hanya massa partai politik pengusung saja.

Sudah waktunya Pemerintah terutama KH. Salwa Arifin mulai perlahan-lahan memainkan peran politik yang strategis. Sebagai Bupati, beliau bisa memainkan peran sebagai fasilitator dan mediator dari kekuatan politik yang saling bersaing. Berdiri di atas semua kelompok politik, tidak lagi mementingkan koalisi pendukungnya, tapi harus mencoba mengakomodasi semua kelompok.

Oleh : H. NAWIRYANTO WINARNO
Share:

Bupati Terima Kunker (ECLT) Eliminating Child Labour in Tobacco, Genewa dan (LPKP)Lembaga Pengkajian Kemasyarakatan dan Pembangunan


TEROPONG Jbr – Kunjungan kerja (ECLT) Eliminating Child Labour in Tobacco, Genewa dan (LPKP) Lembaga Pengkajian Kemasyarakatan dan Pembangunan di Kabupaten Jember diterima Baik oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR  di Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa 23 Oktober 2018.

Kunker (ECLT) Eliminating Child Labour in Tobacco, Genewa dan (LPKP) Lembaga Pengkajian Kemasyarakatan dan Pembangunan di Kabupaten Jember itu terkait upaya bersama penghapusan pekerja anak di sektor pertanian melalui fasilitasi Kabupaten Layak Anak (KLA).

Dalam sambutannya Bupati Jember mengatakan bahwa “Hak sipil menjadi salah satu hak dasar anak yang pemenuhannya telah diupayakan di Kabupaten Jember. Seperti pengurusan Kartu Identitas Anak (KIA), yang sampai saat ini mencapai 93 persen. Ini adalah pintu masuk untuk seluruh program dan akses-akses dalam upaya peningkatan kesejahteraan anak, dimulai dari identitas anak,” terang Bupati Faida.

Bupati menambahkan “Menyangkut pekerja anak, masalah ekonomi membuat anak harus bekerja sejak dini. Masalah ini dimanapun ada.Tetapi kita mempunyai komitmen bahwa anak-anak mempunyai hak untuk sejahtera, oleh karenanya anak-anak tidak boleh dibebani oleh tanggungjawab ekonomi keluarga,” ujarnya.

Di Jember, persoalan perkerja anak bukan hanya terkait ekonomi. Budaya juga mempengaruhi munculnya pekerja anak. Anak-anak bermain dan bekerja di tempat tembakau. Juga ada anak diasuh ibunya saat bekerja sebagai buruh tembakau.

Bagi bupati, kemitraan dengan LPKP dan ECLT menjadi komitmen bersama bahwa masalah anak bekerja di Jember harus segera diakhiri. “Apapun masalahnya, anak-anak mempunyai hak yang harus diperjuangkan, agar mereka bisa sejahtera,” tandasnya.

Sementra itu Direktur ECLT Foundation MR. David Hammono ketika bertemu dengan Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR menyampaikan bahwa “Upaya penghapusan pekerja anak memerlukan kerjasama multistakeholder” ujarnya

Lebih jauh David menjelaskan, ECLT mendapatkan kesimpulan itu selama melakukan kegiatan kerjasama penghapusan pekerja anak di Indonesia. Dari tahap awal kegiatan yang dilaksanakan ECLT, kata David, sudah mendapatkan pesan yang sangat jelas dan tegas terkait upaya penghapusan pekerja anak oleh banyak pihak. Pemerintah, baik di tingkat nasional maupun tingkat lokal, telah berupaya. Perusahaan tembakau maupun organisasi masyarakat sipil juga telah berupaya. “Kalau hanya dilakukan secara terpisah, tidak akan memberikan hasil yang signifikan. Karena itu kita memerlukan kemitraan yang melibatkan multistakeholder,” jelas David.

Kesepakatan itu juga menyebutkan, selain kemitraan di tingkat nasional, juga akan memiliki cabang di dua daerah, yakni di Jawa Timur dan Lombok. “Dibawah pimpinan Bappenas dan dukungan teknis serta keuangan yang kami miliki, kami yakin kemitraan untuk penghapuskan pekerja anak di sektor pertanian ini dapat memfokuskan upaya-upaya yang sudah ada,” tandasnya. (*)






Share:

LSM TEROPONG

LSM TEROPONG
SEKRETARIAT : 087846111212, 085236384228

BECOFF BONDOWOSO - Jatim

BECOFF BONDOWOSO - Jatim
BECOFF BONDOWOSO - JATIM

PENGUNJUNG

IKLAN / ADV / PROFILE

IKLAN / ADV / PROFILE
Hubungi Redaksi Teropong Timur WA / Telpon / SMS : 087846111212 dan Telpon / SMS :085236384228

Popular

Becoff Bondowoso - Jatim

Becoff Bondowoso - Jatim
Becoff Bondowoso - Jatim

Featured post

LSM, ORMAS DAN AWAK MEDIA BENTUK FORUM KOMUNIKASI

LSM DAN ORMAS Serta WARTAWAN YANG HADIR Bondowoso, www.teropongtimur.co.id Puluhan LSM dan Awak Media Bondowoso Jawa Timur mengapresi...

Blog archive

Recent Posts