PEDAGANG KAKI LIMA JALUR HIJAU KECEWA, PERDA BONDOWOSO GAK RELEVAN


Para PKL menunggu sidang di PN Bondowoso

Bondowoso, www.teropongtimur.co.id
Para Pedagang Kaki Lima ( PKL - Red ) jalur hijau menurut keterangan Imam,51 tahun warga Bondowoso selaku penjual makanan kecil di depan Masjid At-taqwa Bondowoso bersama dengan beberapa pedagang lainnya sampai dengan jalur jalan Ayani depan SDN Dabasah 1 Bondowoso merasa kecewa atas tindakan yang di lakukan oleh Satpol PP Kabupaten Bondowoso pada tanggal 27 November 2018 yaitu merampas beberapa peralatan dagang sehingga secara otomatis langsung berhenti kegiatan perdagangannya.
Imam juga menjelaskan bahwa Perda yang di pakai sebagai dasar untuk melaksanakan perampasan tersebut kurang relevan sebab hal ini menurutnya sangat tidak setimpal dan juga tidak memberikan satu solusi untuk kelanjutan perputaran ekonomi para penjual makanan kecil tersebut, di tambahkan bahwa untuk saat ini Perda yang di keluarkan oleh DPRD Bondowoso tidaklah memikirkan masyarakat dalam kesehariannya bersama keluarga masing2.
Imam yang menunggu sidang bersama para PKL lainnya di PN Bondowoso akan mengajukan beberapa laporan terkait pelaksanaan Perda nomor 9 tahun 2018 tersebut, di katakannya bahwa hal ini agar benar-benar terlaksana dengan baik Perda berikut pemikiran kehidupan keluarga para pelaku PKL tersebut. RED
Share:

Peringati Hari Anti Korupsi International ( HAKI ) Kejaksaan Negeri Jember, Adakan Seleksi Duta Lomba Pidato dan Cerdas Cermat



TEROPONG Jbr - Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Internasional Kejaksaan Negeri Jember mengadakan lomba Pidato dan Cerdas Cermat. Lomba pidato yang mengusung tema " Korupsi" berlangsung di Aula Kantor Kejari Jember, Selasa 27/11/2018.

Lomba pidato dan Cerdas Cermat diikuti oleh sekolah setingkat SMP atau MTs se Kabupaten Jember. 

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Jember, Ponco Hartanto SH, MH, bahwa "Lomba Pidato dan  Cerdas Cermat yang dilaksanakan di Kejaksaan Negeri Jember ini sekaligus merupakan seleksi bagi peserta lomba, dimana peserta lomba yang memperoleh juara nantinya akan dikirim mengikuti lomba ketingkat Jawa Timur untuk mewakili Kejaksaan Negeri Jember" jelasnya.


Beliau menambahkan bahwa "Lomba pidato dengan tema "Anti Korupsi" ini bertujuan pencegahan sejak dini yang akan diadakan di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur,  guna menanamkan jiwa anti korupsi sejak dini, wujud dan semangat kita bersama dalam memberantas korupsi," ujar Kepala Kejaksaan Negeri Jember.

Lebih jauh Ponco Hartanto, mengatakan bahwa tema peringatan HAKI 2018, " Bergerak Bersama Memberantas Korupsi Untuk Mewujudkan Masyarakat Yang Sejahtera "
bermakna memberantas korupsi secara bersama - sama yang dimulai dari diri sendiri, kemudian mengajak keluarga dan lingkungan.

"untuk itu saya mengajak seluruh hadirin yang berada disini saat ini, bersama - sama bertekad memberantas korupsi dengan memulai dari dalam diri kita masing - masing, selanjutnya mengajak keluarga kita dan lingkungan kita," tandasnya.


Sementara itu Ketua pelaksana lomba Kasi Pidsus Kejari Jember, Rahardi Hardian, menerangkan dalam selesi ini untuk memilih duta perwakilan Kejaksaan Negeri Jember, untuk berlomba di Kejaksaan Tinggi Surabaya pada 6 Desember 2018, mendatang.

Lomba pidato, dan Cerdas Cermat Kejaksaan Negeri Jember ini melibatkan juri dari pratisi Akademisi Unej Galuh Puspa Ningrum, dan dari Pendidikan Kepala Sekolah SMP Negeri 2, Muhammad Subarno, dari Ponpes Nurulqurnain Sulfa Zasid, Kejaksaan Negeri Jember Kasi Intel Jufri. (*)


Share:

NISAB WARGA LEPRAK DI DUGATERANIAYA DENGAN LANGKAH KADESNYA


Bondowoso, www.teropongtimur.co.id
Nisab, 51 tahun warga Desa Leprak Kecamatan Klabang Kabupaten Bondowoso merasa kecewa dengan langkah Kadesnya, pasalnya, saat dia ( Nisab - Red ) telah mendapatkan pelayanan yang kurang maksimal dari Kepala Desanya, Haji Abang Fausi, 52 tahun.
Saat konfirmasi di rumahnya, Dusun Leprak 2 Desa Leprak Kecamatan Klabang Kabupaten Bondowoso Nisab bercerita panjang lebar terkait dengan masalah yang di alaminya hingga akhirnya pengurusan surat-surat, dirinya ( Nisab - Red ) seolah-olah di biarkan untuk berhadapan dengan masalah hukum.
Nisab menjelaskan dengan jujur dan polos karena dirinya tidak bisa baca serta menulis yaitu permasalahan tanah miliknya yang di kelola oleh keponakannya sendiri yaitu Warno, 35 tahun warga Dusun Leprak 2 Desa Leprak, Kecamatan Klabang Kabupaten Bondowoso.
Di jelaskan bahwa Nisab mendapatkan tanah tersebut berdasarkan permohonan status tanah Negara menjadi tanah Hak Yasan / Hak Milik yang pengajuan Permohonannya melalui kepala Desa yang saat itu adalah Pak To, selanjutnya saat menerima Sertifikat atas nama Nisab / Pak Saenullah sudah berganti Kepala Desa yang bernama Haji Abang Fausi, hal ini sesuai dengan keterangan dari Kepala Desa Haji Abang Fausi saat di konfirmasi oleh Tim Teropong di rumah pribadinya.
Kepala Desa Haji Abang Fausi membenarkan dan menjelaskan secara rinci bahwa Pemberian Sertifikat Tanah Hak Milik atas nama Nisab / Pak Saenullah memang sudah benar-benar di berikan pada dirinya ( Nisab / Pak Saenullah-Red) melalui tangannya ( Haji Abang Fausi - Red ) saat menjabat sebagai Kepala Desa  pertama kalinya du Desa Leprak sekitar tahun 2002 Atau 2003, hanya saja untuk segala sesuatunya lupa tent nomor sertifikat milik Nisab tersebut.
Aktivis LSM saat klarifikasi pada Kades Leprak
Adapun permasalahan yang di alaminya ( Nisab - Red ) di awali dengan tidak sinkronnya keterangan yang di dapatkan dari penggarapan tanah miliknya yang sudah tersertifikasi sehingga keluar SERTIFIKAT atas nama Nisab, akan tetapi saat akan di minta atau di tebus hasil pinjamannya pada kakak kandungnya yang bernama RIWANI sebesar Rp 2 juta ternyata langsung menunjukkan Akte Jual Beli atas nama Warno dengan nomor 142 tahun 2008, padahal dirinya ( Nisab - Red ) tidak pernah merasa menjual tanah miliknya, hanya pernah pinjam uang Rp 2 juta pada kakak kandungnya tersebut dengan jaminan tanah miliknya untuk di kerjakan sampai ada penebusan kembali.
Dari Kasus tersebut pada akhirnya menimbulkan permasalahan yang sangat besar karena pada saat akan di tebus si Saenullah telah melakukan transaksi jual beli Kayu dengan Pak Ervin, 45 tahun warga Dusun Leprak 2 di lahan yang di permasalahkan oleh Warno tersebut.
Permasalahan tersebut meruncing dengan di laporkannya Saenullah dan Pak Ervin ke pihak Polsek Klabang dengan tuduhan melakukan pengrusakan pada lahan milik Warno tersebut.
Hal ini di benarkan oleh pihak Polsek bahwa sudah ada laporan yang di terima oleh Polsek terkait dengan pengrusakan Tanaman Kayu Jati milik Warno ( berdasarkan akte jual beli antara Warno dan Nisab - Red ).
Saat Tim Teropong melakukan klarifikasi tentang terjadinya kasus atau masalah tersebut pada beberapa Nara sumber mengatakan bahwa tanah itu memang di lakukan jual beli dari Warno pada Nisab, akan tetapi tetap pada pendiriannya, Nisab tidak pernah merasa menjual tanah tersebut, hanya pernah meminjam uang pada kakak kandungnya yang bernama RIWANI ( Ibu Kandung Warno - Red ), kemudian Nisab ketika di konfirmasi juga mengatakan bahwa saat melakukan permohonan untuk mendapatkan kembali sertifikat miliknya yang telah hilang pada Kepala Desa Haji Abang Fausi dengan meminta surat keterangan Domisili dan peta Blok sebagai acuan Pengajuan Gugatan Perdata dengan di dampingi oleh Ponidi selaku aktifis salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat ternyata mendapatkan pelayanan yang kurang maksimal sehingga secara jelas dan tegas bercerita pada Tim Teropong agar di masukkan dalam media sebagai bahan pembelajaran untuk semua Kepala Desa di Kabupaten Bondowoso.
Sampai berita ini di tulis, semua pihak akan menindak lanjuti permasalahan ini sampai tuntas, penanganan masalah warga yang tidak tahu apa - apa dan tidak bisa membaca serta tidak bisa menulis mendapat perlakuan yang justru menguntungkan pihak lain, sedangkan Nisab tetap di rugikan. Re

Share:

ALIANSI LSM DAN TOMAS BONDOWOSO BERSATU AKAN ADAKAN KOPI BARENG DENGAN KAPOLRES

Bondowoso, www.teropongtimur.co.id

Aliansi LSM BERSATU Bondowoso yang terdiri dari LSM TEROPONG, AKP, JAS MERAH, RAUNG CENTRE, JACK CENTRE,  FPM, LAKI, RENGGANIS, ELDEWIS, LACAK, dan lainnya merencanakan untuk mengundang Kapolres baru, AKBP FEBRIANSYAH pada hari Rabu tanggal 05 Desember 2018, hal ini di utarakan oleh beberapa aktivis yang sebelumnya kumpul bersama di sebuah warung kopi Bondowoso.

Adapun tujuan dari Kopi Bareng bersama Kapolres baru tersebut di harapkan terlaksananya penegakan Hukum secara maksimal terhadap penanganan Hukum di Kabupaten Bondowoso, pasalnya ada beberapa masalah hukum yang masih belum tertangani dengan baik oleh pihak Aparat Hukum di Kabupaten Bondowoso.

Edy selaku Ketua Umum LSM AKP ( Aliansi Kebijakan Publik - Red ) mengatakan bahwa di Bondowoso ini sebenarnya tidak kondusif, ibarat Bara api dalam sekam, apabila para penegak hukum yang ada tidak merespon hal ini maka akan terjadi riak - riak berkelanjutan yang artinya akan membuat situasi tidak akan pernah kondusif karena omongan. Parlemen jalanan lebih jujur dan lebih obyektif.

Semetara Ilham Mulyadi selaku aktifis ormas Jas Merah mengatakan juga bahwa dirinya kecewa atas tidak undangnya beberapa LSM terkait dengan acara Pers Release, padahal banyak hal yang akan di sampaikan oleh beberapa aktivis LSM dan Ormas pada Kapolres yang baru menjabat di Kabupaten Bondowoso tersebut, " Seharusnya LSM dan Ormas juga menghadiri acara tersebut " tegasnya.

Hal ini menjadikan sebuah rencana untuk mengundang secara khusus Kapolres yang baru agar semuanya terbuka, kasus - kasus yang telah terjadi di Bondowoso harus terungkap dan lebih bisa tertangani dengan baik, terutama masalah korupsi yang tidak pernah tersentuh di Kabupaten Bondowoso, selain itu juga hal - hal lain yang masih jadi opini publik, tersebar di beberapa Medsos. Red

Share:

Yonif R 509 Gembleng Prajurit Jelang Hari Infanteri Ke-73




TEROPONG Jbr - Dalam rangka menyambut peringatan Hari Juang Kartika (Hari Infanteri) ke-73, Yonif R 509 Kostrad menggembleng prajuritnya. Sabtu 24/11/2018.

Batalyon Infanteri Raider 509/Balawara Yudha Jember, gembleng Prajurit Ton Beranting guna persiapan mengikuti lomba yang akan dilaksanakan pada bulan Desember mendatang dan diikuti oleh  kesatuan-kesatuan dari Kodam V/Brawijaya dan satuan dari Divisi 2 Kostrad wilayah Jawa Timur.

Latihan prajurit langsung dibawah pengawasan Komandan Yonif Raider 509/BY Kostrad Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin,

Agar supaya latihan ini berjalan dengan aman dan lancar, Lettu inf Ryan Krisna Gusma Putra S.S.T. Han Sip selaku Pasintel. mempunyai tugas untuk mengatur segala kebutuhan termasuk mengatur lalu lintas, karena rute yang dilalui para prajurit ini melewati jalan umum (jalan raya).

Koordinator latihan ini diserahkan kepada letda INF Henry Agung Budianto, dan dibawah Pelatih Sertu Rudi Yudha Eka dengan Danton Tonting Letda Heryansyah Purba, serta Provost Praka Suparman S.H. yang akan memberikan arahan secara langsung kepada prajuritnya.



Menurut Danyonif Raider 509 Letkol. Inf. Laode menjelaskan bahwa "Satu pleton yang berjumlah 35 personil akan diberangkatkan dari Home Bese 509 Jl Tidar, Lingkungan Pelindu, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, menuju perkebunan Glantangan" jelasnya

Lebih jauh Danyonif Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin mengatakan bahwa "Prajurit yang di gembleng ini akan melewati Etape 1 Start dari Home Base 509 - Kranjingan - Rowo Indah - (Lap Lengkong) - dan berlanjut untuk Etape 2 sampai di Kebun karet galaxy- dan Finish di Lapangan Glantangan. Para prajurit ini akan menempuh jarakkurang lebih sejauh 22,6 KM" ujar Danyonif.

Danyonif berharap dengan latihan dan gemblengan ini tim dari Yonif Raider 509 Kostrad yang akan bertanding nantinya bisa memenuhi taget menjadi juara 1, karena pada tahun 2017 yang lalu sudah meraih juara 2. (*)



Share:

Pesan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia Pada Nelayan di Puger



TEROPONG Jbr - Pesan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia Susi Pujiastutik disampaikan pada Nelayan di Puger saat  Kongres Nelayan di Puger Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (24/11/2018). Menteri KKP RI, Susi Pujiastutik didampingi jajaranya dan Bupati Jember, dr Faida, MMR sebagai tuan rumahnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti mengatakan bahwa “Indonesia Penyumbang Sampah Plastik Laut Terbesar Kedua Dunia. Kalau laut kita tidak jaga sejak dari sekarang tahun 3030 nanti, sampah dilaut Indonesia akan lebih banyak plastiknya daripada ikannya” Kata Menteri KKP RI, Susi Pujiastutik.

“Pada jaman dahulu sebelum ada plastic, kan ada ganefo, ada kantong anyaman, tas berbahan yang dibuat tikar, kantong kain, nanti kan disamping tidak lagi mengotori air laut dengan plastic, para pengrajin-pengrajin di Jember kan juga bisa hidup”, katanya.

“Bapak-bapak dan ibu-ibu harus tau bahwa sampah plastik itu 450 tahun pun tidak akan hancur, coba kalau tidak percaya, itu kresek yang bapak- ibu pakai setiap hari, kubur, satu tahun keduk lagi, masih ada nggak, dua tahun, dan 10 tahun keduk lagi, pasti masih ada”, jelasnya.

Kita (negara) ingin laut menjadi masa depan Indonesia yang besar ini. Jumlah penduduk Indonesia no 5 terbanyak didunia, jadi harus jadi bangsa yang luar biasa, karena 75% dari didunia itu lautan, 70 % dari wilayah Indonesia juga lautan, ditambah sungai, danau, hampir 85 % wilayah Indonesia ini adalah air.

Jadi airlah yang seharusnya menjadi kehidupan, kalau laut Cuma biru saja, tak ada ikan, minyak, terumbunya rusak, mau jadi apa? “Nelayan kelaut mau berenang apa mencari ikan? Kalau tidak mau itu, mari dari sekarang kita semua berjanji, tidak akan belanja memakai plastic lagi, bisa kan?” ajaknya kepada masyarakat.

Untuk itu Pemerintah  punya misi membangun kemaritiman Indonesia menjadi nomor satu di dunia, karena laut kita ini memang nomor dua terpanjang didunia, penduduknya terbanyak ke lima sedunia. Tapi nyatanya bertahun-tahun eksportnya Indonesia cuman nomor tiga di Asia tenggara.

Laut adalah masa depan bangsa, maka mau-tidak mau harus kita dijaga, oleh Negara, bersama aparatnya, bersama menterinya, Bupatinya dan bersama rakyatnya, karena laut itu warisan, bukan milik kita, dari nenek moyang kita ke kita, dari kita harus kita turunkan ke anak cucu kita.

“Saya yakin, kalau semua fihak mau menjaga laut, mulai dari pemerintah, aparat dan nelayanya, dimasa yang akan datang laut Indonesia pasti banyak ikannya, dan bisa mengjadi penghidupan bangsa Indonesia  sampai turun temurun ke anak cucu hingga cicit-cicit kita, mudah-mudahan ” Pungkasnya.

Perlu diketahui  bahwa Kementerian  Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia pimpinan Susi Pujiastutik bekerjasama dengan Angkatan Laut, Polair, kemudian Bakamla, PSDKP, dan Kejaksaan, sampai sekarang sudah menenggelamkan kapal yang melanggar sebanyak 488 kapal. (*)



Share:

Bupati Jember Tegaskan Pentingnya Kemaritiman dan Potensi Kelautan



TEROPONG Jbr - Luas perairan laut di Jember yang mencapai 54 kilometer persegi dengan potensi produksi lebih dari 40 ribu ton per tahun. baru termanfaatkan sebesar 22,5 persen. Hal ini di sampaikan Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR saat menghadiri Kongres Nelayan Kabupaten Jember di Puger yang diikuti oleh sekitar 4.600 nelayan. Sabtu 24 November 2018.

Selain dihadiri Bupati Faida, Kongres Nelayan ini juga dihadiri tamu istimewa Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Hadir pula unsur Forkopimda Jember serta pejabat terkait lainnya.
Dalam sambutannya Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. menegaskan pentingnya pengembangan kemaritiman dan potensi kelautan di Kabupaten Jember. Pengembangan tersebut bukan karena jumlah nelayan yang banyak. Upaya itu perlu dilakukan karena memang potensi kemaritiman dan kelautan di Jember yang luar biasa.

. "Artinya, masih banyak potensi yang bisa digali, dengan cara-cara yang benar akan menjadi kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat Jember," ungkap Bupati Faida dalam Kongres Nelayan Kabupaten Jember.

Lebih jauh bupati memaparkan kondisi nelayan di Kabupaten Jember. bahwa mayoritas nelayan menggunakan jukung untuk menangkap ikan. Jumlahnya mencapai 1.872 buah. Dari jumlah nelayan itu, jumlah jukung dengan ukuran 5 - 10 GT (gross ton) tidak sampai 300 buah. Sementara jukung dengan ukuran lebih dari 10 GT hanya 153 buah. Jumlah nelayan terbesar berada di Kecamatan Puger, yang mencapai 72 persen. Sebesar 12 persen berada di Kecamatan Ambulu, dan sisanya tersebar di beberapa kecamatan.

Sebanyak 500 nelayan tersebut telah mendapatkan bantuan sertifikasi hak atas tanah nelayan. Jumlah ini tersebar di lima desa, yakni Desa Sumberejo, Puger Wetan, Mojomulyo, Mayangan, dan Pajer Paseban. Masing masing 100 sertifikat.

Untuk program asuransi nelayan, Bupati menyebut sebanyak 4.550 nelayan telah didukung asuransi yang dibiayai oleh pemerintah pusat. Bantuan biaya asuransi ini selama satu tahun. Harapannya, setelah itu mengetahui manfaat asuransi hingga berikutnya bersedia membayar sendiri.

Bupati juga mengatakan, keselamatan nelayan tidak boleh diabaikan. Karena itu, pemerintah telah menyiapkan pelampung untuk seluruh kapal di Jember. Pelampung ini tidak diberikan kepada orang per orang, tetapi diberikan kepada kapalnya. "Tidak boleh ada kapal yang melaut tanpa pelampung, dan nelayan harus menggunakan pelampung," pesannya.

Sementara itu dalam sambutannya Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berjanji akan bersama dan membantu nelayan di Jember. "Dengan catatan nelayan Jember mau menjaga potensi kelautan. Jangan sampai disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak peduli kesejahteraan nelayan dan keluarganya," tuturnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengajak nelayan Puger untuk menjaga laut yang menjadi masa depan Bangsa Indonesia. Pemerintah ingin membantu masyarakat untuk menjaga lautnya, supaya ikan terus tetap ada dan banyak.

"Oleh karenanya, jaga ikan jangan ambil benih ikan, membuat dan memakai alat tangkap yang ramah lingkungan," kata Menteri Susi dalam Kongres Nelayan Kabupaten Jember di Puger,
Menteri Susi pun mengingatkan agar nelayan menjaga nikmat Tuhan dan tidak boleh kufur dengan nikmat-Nya. "Perbolehkan makhluk tuhan beranak pinak. Jangan ambil sebelum masa dia melangsungkan generasinya. Ambillah ikan pada saat waktunya," pungkasnya. (*)






Share:

Pemusnahan BMN (Barang Milik Negara) Hasil Penindakan Polres Jember dan Bea Cukai



TEROPONG Jbr - Rangkaian acara Peresmian Gedung Kantor Bea dan Cukai dihalaman belakang gedung baru tersebut, melakukan pemusnahan BMN (Barang Milik Negara) Hasil Penindakan Kepabeanan dan Cukai periode 2016 s/d November 2018. Jum'at 23/11/2018.

Acara pemusnahan BMN tersebut merupakan komitmen yang terus digaungkan untuk mendorong pertumbuhan industri dalam negeri dan untuk melindungi masyarakat dari peredaran barang-barang ilegal.

Pada wawancara dengan sejumlah media Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan bahwa "Pemusnahan BMN ini merupakan hasil sinergitas antara pihak Bea dan Cukai dengan instansi terkait seperti Polri, TNI dan informasi dari masyarakat" ujarnya.


Lebih jauh Beliau mengatakan bahwa kegiatan pengawasan di tiga Kabupaten (Jember, Bondowoso, Situbondo) yang dilakukan bersama ini sudah terbangun sejak lama, terbukti hingga November 2018 telah berhasil melakukan penindakan sebamyak 32 kali, yang terdiri dari penindakan dibidang Cukai sebanyak 27 kasus dan cegahan barang kiriman pos sebanyak 5 kasus.

Kasus yang paling banyak dan menjadi perhatian yaitu peredaran, penjualan dan pengangkutan rokok tanpa dilekati pita Cukai. 

Pada kesempatan kali ini Bea Cukai Jember memusnahkan 1.415.608 batang rokok ilegal senilai Rp. 959.113.950,- dan 1.572 item barang tegahan pos yang terdiri dari Sex Toys, Kosmetik dan obat-obatan senilai Rp. 124.541.334,-

Sementara itu Polres Jember pimpinan Kapolres AKBP Kusworo Wibowo SH. SIK. MH. yang menjadi salah satu mitra utama Bea cukai dalam hal penindakan mengatakan bahwa "Sinergitas Polri dengan Bea Cukai ini sudah berjalan cukup lama hasil penindakannya juga sudah dilakukan seperti yang dimusnahkan hari ini" ujar Kapolres.

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo SH. SIK. MH menambahkan bahwa Kabuparen Jember yang merupakan wilayah hukum Polres Jember, merupakan pasar potensial bagi pelaku perdagangan barang ilegal. "Untuk itu pihaknya (Polres) akan lebih mengintensifkan pengawasan barang-barang ilegal yang beredar di masyarakat dan tentunya bersinergi dengan Bea Cukai" tandasnya. (*)





Share:

Peresmian Kantor Bea Cukai Jember



TEROPONG Jbr - Peresmian Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Jember dilaksanakan di halaman belakang Kantor Bea Cukai Jum'at 23/11/2018.

Acara peresmian kantor ini dihadiri oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR, Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo SH. SIK. MH. Dandim 0824 Letkol. Inf Arif Munawar, perwakilan dari Kejaksaan Negeri, beberapa OPD terkait, tokoh masyarakat dan Agama serta masih banyak lagi yang lainnya.

Dalam sambutannya Bupati Jember  BUPATI Jember dr. Hj. Faida, MMR. menyambut baik kehadiran Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C di Jember. 
Kehadiran pelayanan kepabeanan ini diharapkan mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jember. 


Lebih jauh Bupati Faida mengatakan bahwa "Suatu kota akan tumbuh ekonominya bila memenuhi tiga hal. Yaitu, pemerintah yang mau bekerja, swasta yang mau berinvestasi, dan masyarakat yang mendukung" ujarnya

Menurut  Bupati pemerintah yang mau bekerja bukan hanya pemerintah daerah saja. Tetapi lintas instansi vertikal juga, yang di dalamnya ini ada kantor bea cukai di Jember, menjadi suatu bagian penting daripada syarat pertama.

Menurut Bupati Faida, Kantor Bea dan Cukai memiliki jaringan yang luar biasa. Bagi bupati, jaringan ini bisa memperkuat jaringan usaha di Kabupaten Jember. 

Bupati menambahkan bahwa dengan keberadaan Kantor Bea dan Cukai di Jember diharapkan adanya fungsi-fungsi sinergisitas yang akan membantu dunia usaha dan masyarakat, baik usaha pemula maupun usaha yang sudah Berjaya.


Sementara itu, Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi menyampaikan, bahwa pemindahan Kantor Bea dan Cukai ke Kabupaten Jember dengan tujuan agar mendekatkan pelayanan dengan klien. Upaya ini diharapkan dapat memberikan pelayanan yang mudah, cepat, dan murah.

Beliau menjelaskan bahwa "Ada  sekitar sebelas pabrik besar yang beroperasi di Jember. Dimana di wilayah sebelumnya (Panarukan) relatif kecil," ungkapnya.

Selain itu, kantor ini diharapkan dapat menjadi pelindung masyarakat, supaya juga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. 

Sementara itu Kepala KPP BC Jember Tubagus Herman Firmansyah menjelaskan, Kantor Bea dan Cukai yang dibangun di Jember membawahi tiga Kabupaten yaitu Situbondo, Bondowoso, dan Jember

Beliau berharap bahwa "Kehadiran kami tidak hanya sekedar fisik saja, tetapi bisa memberikan nilai lebih bagi Kabupaten Jember," tandasnya. (*)


Share:

Bupati Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpes



TEROPONG Jbr - Masjid sebagai pusat persatuan umat, pusat kerukunan umat, pusat ilmu agama, pusat persaudaraan. Hal ini disampaikan oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR, bersama suami dr. Abdul Rochim saat hadir pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh  Pondok Pesantren  Darus Sholihin Kecamatan Puger, pimpinan Habib Isa Mahdi, Kamis 22 November 2018.

Bupati menerangkan beberapa program yang menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Jember kepada pondok pesantren dan santri. Program Pemerintah Kabupaten Jember itu untuk generasi Qur’ani, yaitu beasiswa bagi anak anak penghafal Al Qur'an sampai jenjang S3.

Bagi santri yang sudah hafal minimal 1 juz Al-Qur'an, ia sudah bisa mendapatkan beasiswa sesuai kebutuhan. Keluarga dari anak tersebut juga mendapat BPJS Kesehatan yang iurannya dibayar oleh Pemkab Jember.

Dalam sambutannya Bupati Faida mengajak semua pihak untuk menjadikan masjid sebagai pusatnya orang yang saling memaafkan dan saling menyayangi satu sama lain. Kerukunan bagi bupati sangat penting. Sebab, apapun yang diupayakan dalam pembangunan akan sia-sia apabila masyarakat tidak rukun.

Untuk memulai kerukunan  tersebut, Bupati Faida menyebut dapat dimulai dari rumah tangga. Dari rumah tangga itu akan beranjak ke desa, kecamatan, hingga NKRI pun tenteram.

Sementara itu Habib Isa Mahdi yang menjadi penceramah dalam peringatan Maulid Nai Muhammad SAW tersebut mengajak jamaah untuk meningkatkan rasa cinta terhadap Nabi Muhammad SAW. (*)







Share:

Sidak Harga di Pasar Induk Kab. Jember



TEROPONG Jbr – Sidak harga dilakukan oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. bersama Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Susiwijono untuk melihat stabilitas harga harga di pasar induk (Pasar Tanjung dan Pasar Mangli). Kamis 22/11/2018.

Dalam tinjauan yang berlangsung ini diketahui beberapa harga kebutuhan pokok masih stabil. Penurunan hanya terjadi pada harga gula. Sementara harga daging ayam mengalami kenaikan
Menurut Bupati bahwa “Kenaikan harga  daging ayam ini karena masyarakat dalam bulan ini banyak yang membeli daging ayam untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW” ujarnya.

Tetapi beliau yakin setelah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW,  memprediksi harga ayam akan kembali stabil seperti semula.

Sementara itu Sesmenko Perekonomian RI Susiwijono,SE, ME. mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Jember yang luar biasa untuk membangun kembali pasar sebagai urat nadi perekonomian rakyat. "Tidak mudah mengatur masyarakat. Kemudian dari zona yang dibuat supaya pedagang di pinggiran dikelompokkan jadi satu,” jelasnya

Menurutnya, dengan 14 pasar yang dibangun secara bersamaan menggunakan anggaran daerah itu luar biasa. Sehingga langsung dirasakan manfaatnya oleh rakyat kecil.

Ia berharap upaya seperti ini kemajuan ekonomi yang ada, mulai di perkotaan sampai di perdesaan, dirasakan betul oleh rakyat. Sehingga rakyat melihat sendiri betapa pemerintah tidak hanya sekedar membangun sarananya juga memikirkan bagaimana mengatur pasar supaya bermanfaat untuk semua.

Hal ini sejalan dengan kebijakan presiden Joko Widodo. “Yang selalu mendorong supaya pasar sebagai pengangkat ekonomi rakyat, dan betul betul diperhatikan,” tandasnya.(*)






Share:

Pemkab Jember Anggarkan 10 M Renovasi Pasar Tanjung


TEROPONG Jbr – Untuk merenovasi Pasar Tanjung yang berada di tengah Koto Jember, Pemkab Jember menganggarkan 10 M. Hal ini di sampaikan oleh Bupati Jember dr. Hj. faida MMR kepada awak media sesaat setelah melakukan kunjungan langsung didalam pasar. bersama tim rombongan Kemenko Bidang Perekonomian.  Kamis 22 November 2018

Tahun ini Pemkab Jember memperbaiki 14 pasar pasar tradisional. Renovasi 12 pasar ditarget selesai akhir tahun ini. Sementara untuk pasar induk dan Pasar Tanjung dibangun dalam 4 tahap. Sekarang  sedang melaksanakan tahap pertama

Total anggaran renovasi seluruh pasar mencapai hampir seratus milyar rupiah untuk 14 pasar di Jember. Sampai akhir tahun diperkirakan akan mencapai Rp 75 miliar. Pasar Tanjung sendiri dianggarkan Rp. 10 Miliar.

Pada kesempatan itu Bupati juga mengapresiasi komitmen para pedagang untuk berjuang bersama-sama untuk memperbaiki pasar tradisional. Agar  jalan akses ke pasar lancar,  lalu lintas tidak macet. Saat ini juga ada pendataan dan rencana penataan para pedagang yang berjualan di pinggir jalan. Secara bertahap penataan berdasar barang dagangan. Seperti penjual sayur ditempatkan di los sayur yang disediakan.

Terkait renovasi pasar ini, bupati senang pedagangnya mendukung dan kompak. Hal ini membuat para pedagang tetap bisa jualan dan mau ditata. Pembangunan pasar pun bisa berjalan dengan lancar tanpa keributan dan huru hara.

Lebih jauh Bupati menjelaskan bahwa “Pasar rakyat merupakan pusat perputaran ekonomi kerakyatan. Dulu yang pasar bau dan kumuh, sekarang harus berubah. Sudah jaman now. Pasar boleh namanya pasar tradisional, tetapi bangunan pasarnya modern, manajemennya modern, yang jual tetep rakyat, yang dibeli tetap kebutuhan rakyat,” tandasnya.(*)






Share:

Bupati Jember Lepas Keberangkatan Atlit Paralimpik



TEROPONG Jbr – Pelepasan atlit Paralimpik dari Kabupaten Jember untuk mengikuti Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Paperda) berlangsung selama tiga hari di Surabaya, dilakukan langsung oleh  Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., Rabu pagi 21 November 2018, dari Pendapa Wahyawibawagraha

Untuk tahun 2018 ini Kabupaten Jember mengikutkan 6 atletnya. Itu terdiri dari cabor atletik, lari 100 meter, tolak peluru dan lompat jauh, serta bulu tangkis, dan renang 50 meter. Dari yang ikut sekitar 90 orang, yang tersaring 6 orang. Ini sudah bibit yang sangat unggul sekali dan memungkinkan bisa mendapat juara. Enam atlet yang mengikuti perlombaan itu telah lulus seleksi Pepaperda, sudah diseleksi O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) dan telah difasilitasi oleh Dispora pada bulan November lalu.

Bupati Faida menjelaskan, 2016 mereka sudah ikut partisipasi dan sudah berhasil juara. Pada tahun 2018 ini, Bupati Faida mengaku telah mendapat laporan persiapan jauh lebih baik. Kepada atlit paralimpik tersebut, Bupati Faida  menyampaikan ucapan selamat dan merasa yakin mereka pulang dengan membawa prestasi. “Pulang membawa kebanggaan buat Jember, dan dapat menjadi contoh untuk anak lainnya,” tutur bupati.

Dukungan Pemkab Jember kepada para atlet kategori siswa dilakukan dengan pembinaan melalui sekolah-sekolah dan Dispora. Tahun 2019, pemerintah akan membangun fasilitas olahraga di seluruh sekolah.

Bupati Faida mengaku senang pelatih atlet difabel ini berkomunikasi secara baik dengan Dispora. Pelatih juga telah mengawal dengan baik. Juga telah menyiapkan hadiah untuk  mereka yang berprestasi.

Sementara itu Ketua Kontingen Paralimpik Jember Khoirul Anwar menyampaikan, paralimpian Jember telah mengikuti Pepaperda dalam dua tahun terakhir. Keikutsertaan atlet itu mampu mengantongi beberapa mendali juara pada tahun 2016 dan tahun 2017.

Khoirul menjelaskan bahwa “Untuk tahun ini menargetkan  juara pertama di semua cabor. Sehingga untuk tahun depan akan mengikuti lomba tingkat nasional” jelasnya. (*)




Share:

KAPOLRES MANDINA BERI CONTOH BRILLIANT, SEORANG POLISI YANG MAMPU BERSATU DENGAN RAKYAT



Kapolres Madina AKBP.Irsan Sinuhaji,S.IK.MH bersama rakyat/Foto Humas
Mandailing Natal, www.teropongtimur.co.id
Masyarakat Kabupaten Mandailing Natal, ramai memperbincangkan langkah-langkah yang dilakukan Kapolres Madina AKBP.Irsan Sinuhaji,S.IK.MH dalam meniciptakan rasa aman bagi masyarakat di 23 Kecamatan dan 404 Desa/Kelurahan disebabkan terobosan yang dilakukannya untuk menjalin silaturrahim.
Berdasarkan Undang-Undang No 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia menyebutkan bahwa (1) Polri merupakan alat Negara yang berperan dalam pemeliharaan kamtibmas, gakkum, serta memberikan perlindungan,pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka terpeliharanya Kamdagri.
Mungkin, kalau selama ini jika kita membicarakan Polisi sering timbul kalimat yang kurang baik terhadap image polisi dan sejak AKBP.Irsan Sinuhaji,S.IK.MH menjadi Kapolres Mandailing Natal, baik media cetak maupun media Online selalu muncul berita-berita yang sangat menyentuh kepentingan masyarakat khususnya masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan, baik di desa-desa maupun di Ibukota Kecamatan.

Kapolres Madina bersama anggota DPRD dari Fraksi PKB Ludfan Nasution/Foto Humas
Redaksi Teropong Timur dipimpin langsung H.Nawiryanto Winarno, SE dan Sekjend Wahyu Hartono penasaran dan mencoba mencari informasi dari beberapa Perwira di jajaran Polres Mandailing Natal dan ternyata Kapolres telah keluar bersama dengan Polisi serta beberapa Wartawan menuju ke beberapa desa dan kegiatan tersebut bukan saja dilakukan oleh Kapolres, namun baik Kabag, Kasat serta Wakapolres maupun Kapolsek di wilayah hokum Polres Mandailing Natal setiap Jumat mengunjungi masyarakat untuk menjalin silaturrahim.

Kapolres Madina bersama petugas Kebersihan/Foto Humas
Informasi yang diperoleh dari Wartawan, bahwa Kapolres Mandailing Natal (Madina) AKBP Irsan Sinuhaji, S.iK.,M.H, menggelar kegiatan Silaturrahmi dengan Najir Mesjid, Bilal Mayit, Penggali Kubur, Petugas Kebersihan, abang – abang becak (Parbetor) dan Club Motor di Lapangan Parkir Polres Mandailing Natal(19-11)
Yang hadir dalam kegiatan tersebut Waka Polres Mandailing Natal (Madina) Kompol Drs. TB. Pane, M. M, para Kabag, Kasat, dan Perwira Polres Mandailing Natal (Madina), Kepala Desa Beserta Najir Mesjid, Bilal Mayit dan Penggali kubur tiap desa dan Kooordinator becak bermotor dan Petugas kebersihan Kabupaten Mandailing Natal dengan jumlah undangan kurang lebih 400 orang.
Kapolres Mandailing Natal (Madina) dengan menyampaikan agar masyarakata ikut mendukung Polri untuk meningkatkan dan menciptakan situasi Kamtibmas yang aman, damai dan sejuk pada Pemilu damai 2019 Kabupaten Madina.

Kapolres dan Wakapolres Madina bersama masyarakat/Foto Humas
Kapolres Madina AKBP Irsan Sinuhaji, S.iK., M.H mengatakan kepolisian merupakan satu pilar penjaga kamtibmas mengajak semua masyarakat untuk ikut dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif.
Hal ini dikarenakan Polri tidak dapat menjaga kamtibmas sendirian, tetapi harus menggandeng seluruh elemen masyarakat.
“Sehingga kita tidak menjadi korban ataupun pelaku kejahatan dan kita sebagai insan ciptaan Allah SWT berpedoman sebaik baik manusia lebih baik jika bermanfaat bagi orang lain,” Ungkap Irsan, Senin, (19/11/2018).
Irsan juga mengajak semua pihak yang hadiri ini untuk menjaga kamtibmas di Kabupaten Madina agar tetap damai. Terkait agenda pilkada yang telah dilewati dengan aman beberapa waktu yang lalu.
“Menjelang Pemilu marilah kita mensukseskan pesta demokrasi tersebut. Siapapun nantinya pilihan kita agar tetap menjaga Kabupaten Madina dari perpecahan dan kita juga jangan mudah terpancing dengan berita-berita bohong atau hoax sehingga bisa menimbulkan permasalahan,” katanya.
“Sebagai negeri beradat taat beribadat mari kita wujudkan kapupaten yang aman dan damai, kita jangan mudah terpancing dengan informasi hoax ataupun jangan ikut menjadi penyebar kebencian,” pintanya.
Sementara itu, Bayu Rahmad salah seorang Najir Mesjid dari Gunungtua Raya sangat berterima kasih kepada Kapolres Madina, Selain telah memberikan Tali Asih, Kapolres juga telah menyejukkan hati.
“Kami siap mensukseskan Pemilu 2019. Tidak ada Hoax dan Isu SARA,” kata Bayu disambut seruan seluruh Para Undangan.
Komentar Masyarakat
Tokoh masyarakat Madina H.Muhammad Nasution secara khusus kepada Malintang Pos Group Senin (19-11) mengaku salut dan bangga dengan langkah-langkah yang dibuat oleh AKBP.Irsan Sinuhaji,S.IK.MH, sebab semua jajaran Kepolisian berbaur bersama masyarakat dan pendekatan kepada masyarakat tersebut bukti polisi sekarang ini sudah berada bersama rakyat.
“ Kalau saja langkah Polisi ini di ikuti oleh pihak-pihak penyelenggara Negara lainnya, maka daerah kita selalu aman dan terkendali, sebab pendekatan yang dilakukan Polisi sekarang ini harusnya dilakukan oleh jajaran pemerintahan,” ujar H.Muhammad Nasutionn, Red
Share:

Tidak Pernah Ada Perintah Sentralisasi



TEROPONG Jbr – Tidak pernah ada perintah terkait layanan Adminduk yang disentralkan. Sampai hari ini ada beberapa kasi yang belum menghentikan layanan KK dan KTP secara sepihak, meski tidak ada perintah tertulis maupun lisan. Hal ini tegas dikatakan oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR.saat ditemui awak media Seni 19/11/2018.

Memang selama ini ada beberapa kasi yang menghentikan layanan KTP di beberapa Kecamatan, hal ini dikarenakan adanya alasan beberapa kasi yang menyebutkan adanya perintah dari oknum di Dispenduk yang meminta tersentral di kantor Dispenduk.

Pengurusan Adminduk tidak harus terpusat di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Karena pengurusan di pusat itu menyebabkan pekerjaan menumpuk. Bahkan, pengurusan adminduk yang terpusat itu hanyalah intsruksi dari kepala daerah yang dihembuskan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR usai membaca berita terkait pelayanan Dispenduk yang dikembalikan ke Kantor Kecamatan.

 “Jadi tidak adanya layanan KTP dan KK di beberapa kecamatan dikarenakan adanya ulah oknum yang menginstruksikan agar mengurus KTP dan KK di Kecamatan. Selain itu para kasi juga jengkel dengan petugas di Dispenduk yang tidak memprioritaskan berkas dari Kecamatan, mulai minggu depan akan kita edarkan panduan tertulis sesuai Perbup,” tegas Bupati.

Dari 31 kecamatan yang ada, peralatan perekaman E KTP yang ada di Kecamatan masih normal dan tidak ada gangguan sama sekali serta masih terhubung dengan Dispenduk, “Peralatan perekaman maupun alat lainnya masih normal semua, sudah kita cek di seluruh Kecamatan tidak ada masalah, hanya ada dua Kecamatan yang rusak,” pungkas Bupati.(*)

Share:

Pelayanan Adminduk Kembali Sesuai Perbup



TEROPONG Jbr – Pasca terjadinya OTT (Operasi Tangkap Tangan) yang terjadi di lingkukngan Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil beberapa waktu yang lalu, pelayanan Adminduk Kabupaten Jember kembali sesuai dengan Peraturan Bupati.

Pasalnya terhitung mulai Rabu (21/11/2018)bagi warga Jember yang hendak mengurus dokumen Kependudukan (Adminduk), mendatang pelayanan Adminduk dikembalikan sesuai Perbup, warga yang ingin memiliki adminduk tidak perlu antri dan berjubel di kantor Dispendukcapil seperti yang selama ini sering terlihat, sebab mulai Rabu, seluruh pendaftaran adminduk dikembalikan ke masing-masing kantor Kecamatan.

Namun meski pelayanan dikembalikan ke kantor kecamatan, Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pemkab Jember Daryanto menjelaskan, bahwa pelayanan di kantor kecamatan untuk warga yang mengurus berkas baru maupun pembenahan, sedangkan proses cetak E KTP dan KK maupun Akte Lahir tetap di kantor Dispendukcapil.

Namun Daryanto tidak melarang bagi warga yang ingin mengurus sendiri Adminduknya ke kantor Dispendukcapil, dengan catatan membawa surat pengantar dari kantor Kecamatan, “Kalau ada warga yang ingin dokumen adminduknya langsung jadi, warga bisa mengurus sendiri ke kantor Dispenduk dengan membawa surat pengantar dari kantor Kecamatan, dan tidak boleh diwakilkan,” tambahnya. Senin (19/11/2018).(*)



Share:

LSM TEROPONG

LSM TEROPONG
SEKRETARIAT : 087846111212, 085236384228

BECOFF BONDOWOSO - Jatim

BECOFF BONDOWOSO - Jatim
BECOFF BONDOWOSO - JATIM

PENGUNJUNG

IKLAN / ADV / PROFILE

IKLAN / ADV / PROFILE
Hubungi Redaksi Teropong Timur WA / Telpon / SMS : 087846111212 dan Telpon / SMS :085236384228

Popular

Becoff Bondowoso - Jatim

Becoff Bondowoso - Jatim
Becoff Bondowoso - Jatim

Featured post

LSM, ORMAS DAN AWAK MEDIA BENTUK FORUM KOMUNIKASI

LSM DAN ORMAS Serta WARTAWAN YANG HADIR Bondowoso, www.teropongtimur.co.id Puluhan LSM dan Awak Media Bondowoso Jawa Timur mengapresi...

Blog Archive

Recent Posts