Dandim 0735/ Surakarta Bersama Muspida Ikuti Deklarasi Merajut Kebinekaan Memperkokoh NKRI



Surakarta,www.teropongtimur.co.id.


Komandan kodim 0735/Surakarta Letkol Inf ALI AKHWAN. SE. bersama Walikota dan Kapolresta Surakarta, bersama dengan Perwakilan sekitar 13 suku-suku yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Nusantara (AMN) mendeklarasikan tekad memperkokoh NKRI dan merajut kebhinnekaan diAtria Restoran Solo, Jumat (30/8) malam WIB.

Aliansi Masyarakat Nusantara (AMAN) bersama Muspida sepakat, Solo tetap adem ayem, senantiasa menjaga ketertiban dan keamanan tidak akan terprovokasi upaya-upaya memecahbelah dan kekacauan.

Tekad menjaga kondusivitas Kota Bengawan ini disampaikan dalam empat poin besar masing-masing pihak dalam wadah NKRI, menghargai perbedaan SARA, menolak segala bentuk upaya yang menimbulkan perpecahan, menjaga persatuan dan kesatuan, Dan direalisasikan penandatanganan deklarasi bersama, Menjaga Keutuhan NKRI.


Wali Kota Surakarta FX HADI RUDYATMO. mengungkapkan Kota Solo sejak dulu adem ayem. Setiap warga negara Indonesia tidak memandang suku, agama, dan rasa bersama-sama menjaga kerukunan. "Solo ini sebagai rumah berbagai suku-suku. Saya minta, jangan berhenti pada deklarasi ini saja, bisa dilanjutkankan ke kegiatanya yang lebih luas dan santai. Sebab, 
Solo untuk indonesia, Solo untuk nusantara, Solo untuk NKRI,” tegas FX HADI.

Perwakilan suku, M.SIBURIAN dari Persatuan Masyarakat Batak Surakarta mengatakan ada 500 orang Batak diSolo Raya.“Kami mengharapkan tetap membaur di kampung dan berkumpul, dan tidak berkelompok, karena warga asli Solo menerima.”Terangnya.

Sementara itu Rico, dari perwakilan Papua menegaskan. “
Kami cinta damai, kami cinta damai. Kami tidak ingin berpisah dengan NKRI.”

 #pewarta. Arda 72, Pendim 0735/Surakarta
#Editor. Buang Arifin
Share:

Sejumlah Elemen Gelar Aksi Tolak Intervensi dan Penggiringan Opini WP KPK



Teks: .  Syafrudin Budiman Ketua Umum Barisan Pembaharuan, Korlap dan memimpin aksi massa Koalisi Pejuang Keadilan di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jl. Kuningan Persada Kav-4. Jakarta Pusat, Jumat (30/09/2019). Foto: Demos.

Jakarta, www.teropomgtimur.co.id

Sejumlah elemen masyarakat yang mengatasnamakan Koalisi Pejuang Keadilan (KPK) menyerukan stop propaganda dan politiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka menggelar aksi massa di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jl. Kuningan Persada Kav-4. Jakarta Pusat, Jumat (30/09/2019).

500 aktivis demonstran yang terdiri dari Pemuda, Mahasiswa, Aktivis Perempuan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan pegiat demokrasi ini menggunakan kaos putih-putih lengan panjang. Dimana bertuliskan 'Stop Propaganda Pelemahan KPK' dan WP KPK Berpolitik Bubarkan!'.


Syafrudin Budiman Kordinator Lapangan (Korlap) aksi massa mengatakan, yang melemahkan KPK bukan dari luar, tetapi justru dari internal KPK itu sendiri. Yaitu yang mengatasnamakan Wadah Pegawai (WP KPK). Buktinya, sikap dan reaksi WP KPK resisten alias menolak calon-calon komisioner KPK yang masih dalam proses seleksi. 

"Nampak sekali bahwa ada aroma hambar ditubuh Wadah Pegawai KPK dan juga terlihat sekali orkestra dan drama politik yang dimainkan Wadah Pegawai KPK," kata Gus Din sapaan Syafrudin Budiman SIP yang pernah aktivis mahasiswa 98 di Surabaya ini.

Gus Din menyatakan, kejadian ini juga semakin membenarkan asumsi publik bahwa ada 'hama' di internal KPK yang mencoba mempropaganda dan membangun opini publik. Terutama terkait seleksi Capim KPK yang dinilai tidak transparan oleh WP KPK.  

"Padahal seleksi Capim KPK sudah dilakukan secara sangat terbuka sesuai amanah UU KPK, serta melibatkan elemen civil society maupun pihak-pihak terkait. Jelas sekali bahwa tuduhan pegawai KPK sangat tendensius dan tidak berdasar," terang Gus Din dalam orasinya.

Gus Din yang juga Ketua Umum Barisan Pembaharuan (BP) ini juga menyesalkan tudingan ini, karena sangat miris dan menyesatkan. Sebab pegawai KPK menunding institusi KPK akan dilemahkan oleh pimpinan KPK yang terpilih nantinya. 

"Karena itu, publik jangan sampai terprovokasi, apalagi terpengaruh dengan propaganda politik dan politisasi Wadah Pegawai KPK yang menyesatkan tersebut. Artinya, publik juga harus tau bahwa Wadah Pegawai KPK sedang menggiring opini publik untuk menutupi kebusukan dan kepentingan  terselubung mereka," himbaunya.

Terakhir kata Mantan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) ini mengajak semua elemen masyarakat perlu merapatkan barisan untuk menggelorakan semangat perubahan dan perbaikan di tubuh KPK. Selain itu menjaga KPK dari pengaruh negatif perkumpulan 'hama' yang bernama WP KPK yang sesungguhnya penyakit yang dapat merongrong KPK kedepan. 

"Analogika-nya Wadah Pegawai KPK hanyalah tangan dan kaki dalam struktur tubuh manusia, tidak mungkin bisa mengatur kepala. Yang bisa memeritah dan mengatur tangan dan kaki adalah kepala yang berisi otak akal. Kok bisa-bisanya Wadah Pegawai KPK tidak menjalankan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi), malah sibuk mengatur seleksi Capim KPK yang diberikan amanah oleh Presiden Jokowi," pungkas Gus Din.

Aksi ini juga diisi orasi-orasi politik dari aktivis Koalisi Pejuang Keadilan (KPK). Tampak juga berorasi Ucha Mahasiswa Fakultas Hukum Univeritas Muhammadiyah Jakarta (UMJ)/Ketua Front Mahasiswa dan Pemuda Bersatu (FMPB), Wasil Direktur Sosial Media for Civic Education (SMCE), Ainul Hasan Kordinator Komite Aksi Mahasiswa dan Pemuda untuk Demokrasi (KAMPUD), Rifki Basit aktivis Forum Santri Indonesia (Forsi) dan beberapa aktivis dari Kaukus Muda Indonesia (KMI).

Berikut seruan tuntutan dan desakan dasar Koalisi Pejuang Keadilan (KPK) kepada pihak pimpinan KPK dan Pansel Capim KPK:

1. Stop propaganda dan hentikan politisasi serta pelemahan institusi KPK.

2. Awas! kepentingan Terselubung Wadah Pegawai KPK.

3. Bubarkan Wadah Pegawao KPK karena mereka adalah perkumpulan hama yang merusak serta sumber segala persoalan di institusi KPK 

4. Meminta sekaligus mendesak Wadah Pegawai KPK agar tidak mengganggu dan intervensi terhadap Pansel KPK, karena Wadah Pegawai KPK bukan penguasa maupun penentu di KPK. 

# Pewarta  : Gus Din
# Editor      : Wahyu
Share:

Jelang HUT Ke-58. Korem 071/Wijaya Kusuma Dapat Kado Dari Generasi Muda



Banyumas,www.teropongtimur.co.id.
 

Jelang hari bersejarah bagi Korem 071/Wijaya kusuma yang jatuh pada 1 September mendatang, diusianya yang ke 58 ini, mendapat surprise kejutan dari para generasi muda wilayah Korem 071/Wijaya kusuma.  berupa kado istimewa dari perwakilan generasi muda yang mengukir prestasi melalui ajang lomba komsos kreatif tingkat Kodam IV/Diponegoro, yakni lomba tari perjuangan, lomba musik jalanan dan melukis yang dikuti perwakilan-perwakilan satuan jajaran Kodam IV/Diponegoro.

Dari tiga kontestan perwakilan Korem 071/Wijayakusuma yang telah ditetapkan sebagai juara ditingkat Korem 071/Wijayakusuma berhak mewakili dalam ajang yang sama di tingkat Kodam IV/Diponegoro. mereka adalah SMAN 1 Bawang perwakilan Kodim 0704/Banjarnegara (lomba tari perjuangan)., Group Punakawan Indonesian perwakilan Kodim 0704/Banjarnegara (Juara lomba musik jalanan)., dan Arita, Z.A. perwakilan Kodim 0702/Purbalingga (Juara lomba melukis). "Dari ketiga kontestan tersebut, mereka sukses meraih prestasi terbaiknya.

Danrem 071/Wijaya Kusuma.Kolonel Kav.DANI WARDHANA.S Sos.MM.M.Han. mengucapkan, atas nama prajurit Korem 071 mengucapkan terimakasih,dan penghargaan yang tinggi Kepada siswa siswi dan generasi muda, atas kreatifitasnya dalam meraih ajang lomba kreatif tingkat Kodam IV/Diponegoro.

"Semoga apa yang telah diraihnya, lanjutnya, sebagai pengobar semangat generasi muda khususnya diwilayah jajaran Korem 071/Wijayakusuma dalam memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara, meneruskan perjuangan para pendahulu kita dalam mempertahankan budaya bangsa kita agar budaya bangsa tidak luntur, hilang dan bahkan punah. Dan semoga dengan kegiatan seperti ini, mereka para generasi muda tidak terpengaruh dan terkontaminasi hal-hal yang negatif yang dapat merusak generasi muda bangsa. "ucapnya.

"Atas prestasi yang diraih dari perlombaan itu, Danrem mengingatkan kepada para pemenang dan yang belum berhasil, agar baiknya diikuti pula dengan prestasi dalam bidang-bidang lain termasuk proses pembelajaran di sekolah. Sehingga menjadi lengkap, bahwa berprestasi secara akademik maupun non akademik (ekstrakurikuler). Bagi yang belum berhasil, hal ini sebagai wahana edukasi dan pengalaman untuk kedepan, agar kedepannya dapat dan mampu meraih prestasi yang diharapkannya.

“Saya harap para siswa jangan berhenti berprestasi, terus ukir prestasimu. Jangan cepat berpuas diri. Terus belajar, gali kemampuan dan memacu diri semakin lebih baik lagi kedepannya. Kembangkan talenta-talenta yang dimiliki.

“Perlombaan di bidang seni ini bukan hanya sekedar untuk mencari juara semata, namun lebih jauh untuk menjalin silaturahmi dan komunikasi antara TNI dan masyarakat, sehingga apa yang menjadi cita-cita TNI yaitu Manunggal TNI-Rakyat dapat terjalin dan terpelihara dengan baik, ”Selain itu, kegiatan yang dilaksanakan ini dalam rangka menjaring bakat-bakat seni para pelajar untuk dipersiapkan pada lomba tingkat Mabes TNI AD. mari kita lestarikan budaya lokal sebagai cerminan kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia."pungkasnya


#pewarta. Didi Penrem 071/Wijaya Kusuma
#Editor. Buang Arifin

Share:

Ajang Kreasi Seni Tari ,Musisi Jalanan Dan Pelukis Muda Jateng dan DIY DI Musim Mandala Bhakti



Semarang,www.teropongtimur ci.id.


Ajang Lomba yang diselenggarakan Kodam IV/Diponegoro, Jum’at (30/8/2019). yang diikuti para seniman tari, musik jalanan dan pelukis dari berbagai siswa SMA dan SMK diwilayah Korem dan Kodim IV/Diponegoro. yang digelar di Museum Mandala Bhakti Jalan Soegijapranata No. 1 Wilayah Korem 

Pelaksanaan Lomba tingkat Kodam ini disaksikan oleh Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI. TEGUH MUJI ANGKASA.SE.MM., Irdam.Perwiira SAHLI., Para asisten Kasdam IV/ Dip., serta masyarskat sekitar semarang.

Ditempat terpisah, Kapendam 
IV/Diponegoro Letnan Kolonel Kav SUSANTO. S.I.P., M.A.P. mengatakan, lomba ini diselenggarakan sebagai bentuk komunikasi sosial (Komsos) kreatif guna lebih mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Selain itu, kegiatan ini juga dilaksanakan dalam rangka menyambut dan memeriahkan HUT ke 74 TNI dan HUT ke 69 Diponegoro tahun 2019.

“Lomba dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat Kodim, Korem dan Kodam. dan para pemenang ditingkat Kodam nantinya akan mengikuti lomba tingkat TNI AD di Jakarta”, paparnya.

"Selanjutnya, kami berharap, kegiatan ini dapat memupuk kreatiiftas dan menjaga serta mengangkat kearifan budaya daerah. Lomba semacam ini juga dapat menanamkan kecintaan dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia yang memiliki keragaman budaya."pungkas Susanto.

Setelah dilakukannya beradu unjuk kebolehan dan kreatifitas peserta akhirnya diambil keputusan oleh panitia dari yang juara, juara satu lomba tari perjuangan diraih dari siswa SMAN 1 Bawang Merah.,


juara II SMAN 1 Gondangrejo, Juara III SMAN I Blora, Juara harapan I SMAN 7 Semarang dan juara harapan II SMKN 1 Kasihan.

Untuk juara satu (1) Lomba Musik Jalanan diraih Grup Musik Punakawan dari  Kodim 0704/Banjarnegara.,

Juara II grup RVV dari Kodim 0734/Yogyakarta.,  Juara III grup Wong Pitoe dari Kodim 0714/Salatiga., Juara harapan I dari grup Debu Senja dari 0728/Wonogiri., dan Juara harapan II grup Speet dari Kodim 0733-BS/Semarang.

"Untuk lomba melukis Juara satu (1)  diraih Fatahillah dari Kodim 0733-BS/Semarang.,  Juara II Putria Masriah dari Kodim 0727/Karanganyar.,  dan Juara III Nabilah Amalia dari kodim 0719/Jepara.

#pewarta. Didi Penrem 071 Wijaya Kusuma.
#Editor. Buang Arifin
Share:

Kebakaran rumah di desa panji lor



Situbondo, www.teropongtimur.co.id

Hari Kamis 29 Agustus 2019 jam 09.00 WIB telah terjadi Kebakaran rumah di Rt 01 Rw 04 krajan tengah Desa Panji lor Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo.          

    Rumah" terbakar diantaranya rumah milik bpk taufik 31 thn,Miswar 45 thn dan bpk Agus 50 thn  

Kronologi kejadian berawal pada jam 08.45 WIB Ny Sugiyono tetangga korban melihat kepulan asap/api diatas atap rumah sdr Taufik Hidayat
   
Dan api belum di ketahui berasal dari mana kebakaran di sebabkan oleh korsliting Listrik dan ibu sugiyono tetangga korban berteriak minta tolong, kemudian warga berdatangan membantu memadamkan api dg alat seadanya dan api tambah membesar dan jam 09.30 wib Pemadam Kebakaran milik pemkab situbondo Datang sebanyak 4 unit sehingga dalam kurang lebih satu jam api pun bisa padamkan

Dalam kebakaran tersebut korban mengalami Kerugian di taksir sekitar ratusan juta rupiah dlm kebakaran tersebut hadir juga Kapolsek Panji beserta anggota dan Babinsa Sertu M.Syahroni berusaha membantu proses pemadaman yg ad di Tkp
    
Dan utk meringankan beban korban kebakaran pd tgl 30 agustus 2019 Kepala Desa Panji lor, Ahmad Boehori memberikan bantuan berupa beras masing" 50 kg dan mie instan 5 kerdus


# Pewarta.  : Marsuki 
# Editor.      : Why
Share:

Kodim Surakarta Utus Prajuritnya Ikuti Pembekalan Keamanan Informasi di Internet Inteljen



Surakarta,www.teropongtimur.ci.id.


Lima orang Kesatria-kesatria Kodim 0735/Surakarta menerima Pembekalan keamanan informasi  di internet Intelijen semester II tahun 2019, yang diselenggarakan oleh Pusintelad dan sebagai penanggung jawab Kabalaksandi Pusintelad Kolonel Cpl ERWIN GH.HASUGIAN. S.I.P. berlangsung diaula Makorem 074/Warastratama, Kamis. 29/8/2018.

Kegiatan yang juga diikuti oleh perwakilan dari Anggota Korem dan Kodim-kodim yang ada di Jajaran Korem 074/Warastratama.


Pada kesempatan tersebut, Kepala Staf Korem (Kasrem) 074/Warastratama Letkol Inf . YUDI PURWANTO, S.M. mewakili Komandan Korem 074/Warastratama Kolonel Inf RAFAEL GRANADA BAAY menyampaikan, bahwa saat ini pengguna internet terus meningkat dan jaringan internet ini dapat tersambung kemanapun secara umum sehingga sangat rawan terjadinya ancaman bagi keamanan informasi melalui internet. 

“Oleh sebab itu, pengamanan informasi digital di era internet ini sangat mutlak diperlukan yang idealnya dapat memberikan perlindungan atau proteksi, pencegahan, penanggulangan serta pemulihan terhadap setiap data atau Informasi dari berbagai ancaman."ucap danrem.

"Selanjutnya. berharap kepada seluruh  peserta agar dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan penuh rasa tanggung jawab, sebagai sarana untuk menambah pengetahuan dan keterampilan kita di bidang pengamanan Informasi dan data di internet yang bersifat rahasia/intelijen. 

“Sehingga nantinya kita akan mampu mengoptimalkan penggunaan aplikasi di internet guna kepentingan militer sesuai tugas pokok masing-masing,”pungkas Danrem.


#pewarta.Arda 72, Pendim 0735/ Surakarta
#Editor. Buang Arifin
Share:

Kebakaran rumah di desa panji lor

 Situbondo Teropong Timur News,



Hari kamis  29 Agustus 2019 jam 09.00 WIB telah terjadi Kebakaran rumah di Rt 01 Rw 04 krajan tengah desa panji lor kecamatan panji kabupaten situbondo.       


    Rumah"  terbakar diantaranya rumah milik bpk taufik 31 thn,Miswar 45 thn dan bpk Agus 50 thn

    Kronologi kejadian berawal pada jam 08.45 WIB Ny Sugiyono tetangga korban melihat kepulan asap/api diatas atap rumah sdr Taufik Hidayat
 
  Dan api belum di ketahui berasal dari mana kebakaran di sebabkan oleh korsliting Listrik dan ibu sugiyono tetangga korban berteriak minta tolong.kemudian warga   berdatangan membantu memadamkan api dg alat seadanya dan api tambah membesar dan jam 09.30 wib Pemadam Kebakaran milik pemkab situbondo Datang sebanyak 4 unit sehingga dalam kurang lebih satu jam api pun bisa padamkan

    Dalam kebakaran tersebut korban mengalami Kerugian di taksir sekitar ratusan juta rupiah dlm kebakaran tersebut hadir juga Kapolsek Panji beserta anggota dan Babinsa Sertu M.Syahroni berusaha membantu proses pemadaman yg ad di Tkp
 
  Dan utk meringankan beban korban kebakaran pd tgl 30 agustus 2019 Kepala desa Panji lor bpk Ahmad Boehori memberikan bantuan berupa beras masing" 50 kg dan mie instan 5 kerdus ( Marsuki )
Share:

Peringati HUT Ke-58. Korem 071/ Wijaya Kusuma Ziarah Ke Makam Pahlawan



Banyumas,teropongtimur.co.id.

Dandim 0701/Banyumas Letkol Inf CANDRA. SE. MI. Pol, pimpin ziarah dalam rangka HUT Ke-58 Korem 071/Wijayakusuma, Jumat (30/8/2019) di TMP Tanjung Nirwana, Purwokerto, Banyumas. 

Hadir dalam ziarah HUT Ke-58 Korem 071/Wijayakusuma, para Kasirem 071/Wk, para Dan/Balak Aju Kodam IV/Dip jajaran Korem 071/Wk, para Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS Makorem 071/Wk dan Balak Aju Kodam IV/Diponegoro, Wakil Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071 PD IV/Diponegoro beserta pengurus dan anggota, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XVI Kodim 0701/Banyumas beserta pengurus dan anggota. 

Penghormatan pasukan kepada arwah para pahlawan dipimpin Dandim 0701/Banyumas, mengheningkan cipta untuk mendoakan para pahlawan kusuma bangsa, peletakkan karangan bunga oleh pimpinan ziarah dan dilanjutkan tabur bunga dipusara para pahlawan oleh pimpinan ziarah diikuti para peserta ziarah lainnya.

Danrem 071/Wk Kolonel Kav DANI WARDHANA. S.Sos. MM.,M.Han. menyampaikan kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka HUT TNI Ke-58 Korem 071/Wijayakusuma.


“Ziarah yang dilaksanakan ini, memiliki arti penting sebagai wujud penghargaan dan penghormatan kita kepada para pahlawan kusuma bangsa."disamping itu Kegiatan ini juga sebagai wahana kita untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur dalam membela dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan bangsa dan negara."Ziarah yang dilaksanakan ini juga dapat dijadikan sebagai sarana memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa indonesia,” katanya.

Lanjut Danrem, selain sebagai wujud penghargaan dan penghormatan kita kepada para pahlawan, ziarah ini juga sebagai wahana penanaman nilai-nilai kejuangan kepada para prajurit, PNS dan Persit Kartika Chandra Kirana. agar bisa dapat meresapi perjuangan para pahlawan demi kemerdekaan negara dan bangsa Indonesia”, tandasnya.

"Selanjutnya. Sebagai generasi penerus bangsa, sudah sepantasnya kita menghargai dan menghormati jasa-jasa para pahlawan, Sebagai generasi penerus bangsa, kita wajib meneruskan cita-cita perjuangan bangsa dengan mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif dalam rangka membangun dan memajukan bangsa Indonesia. ” pungkasnya.

#pewarta. Didi Penrem/071 Wijaya Kusuma
#Editor. Buang Aripin

Share:

Ridwaan Daali Ketua Umum ALPEKSI Dinilai Pas Jadi Menteri PDTT di Kabinet Presiden Jokowi



Ridwan Daali, SE., Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Lembaga Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Indonesia (ALPEKSI). Foto: Istimewa.

Jakarta, www.teropongtimur.co.id

Nama Ridwan Daali, SE., Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Lembaga Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Indonesia (ALPEKSI) digadang-gadang menjadi Menteri Kabinet Jokowi-Amin. Ridwan Daali yang pernah menjabat Kepala Sekretariat Nasional Adkasi (Asosiasi DPRD Kabupten Seluruh Indonesia) dinilai layak menjadi menteri bidang politik dan pemerintahan.


Usulan ini disampaikan Ilo Anshar, SH Ketua Umum Relawan Loyalis Erick Thohir (Letho) for Jokowi-Amin saat dihubungi, Kamis, (29/08/2019). Ilo Anshar yang juga Ketua Umum Relawan Muda Sulawesi (Remusa) menyatakan, orang yang memiliki kapasitas dan kapabilitas yang mumpuni dalam pemerintahan.

"Sebagai Ketua Umum ALPEKSI, beliau (red-Ridwan Daali) dinilai memiliki konstribusi yang besar dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Ridwan Daali dikenal sebagai Bapaknya instruktur dan bimbingan teknis (bimtek) bagi ASN, Kepala.Desa dan DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten/Kota Se Indonesia," kata Ilo sapaan pria asal Makassar Sulawesi Selatan ini.

Selain itu juga, Ridwan Daali lewat wadah ALPEKSI yang dm di berikan ruang oleh pemerintah  melalui Permedagri 52 Tahun 2015 oleh pemerintah. Ia memimpin dan menjadi assesornya lembaga-lembaga non pemerintah yg bergerak di bidang pengembangan SDM baik itu  pelatihan, workshop, seminar dan bimtek serta kajiaan kajian untuk pemerintah daerah dan swasta.

"Beliau (red-Ridwan Daali) sudah ratusan dan mungkin ribuan kali melakukan kegiatan peningkatan kapasitas SDM baik itu ASN, para kepala desa dan perangkatnya ,pkk dan dharma wanita serta DPRD se Indonesia lewat ALPEKSI. Jadi Ridwan Daali sudah dikenal dan memiliki jaringan yang kuat se Indonesia," terang Ilo.

Ketika ditanya pantas dimana Ridwan Daali sebagai menteri Kabinet Indonesia Kerja II Jokowi Amin? Ilo menjawab, paling pas untuk Ridwan Daali adalah sebagai menteri PDTT (Pengembangan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi).

"Ridwan Daali sangat paham bagaimana meningkatkan kapasitas SDM aparatur desa. Sehingga ilmu yang didapatkan dalam melakukan bimbingan teknis kepada kepala desa di seluruh Indonesia, bisa dijadikan modal kalau dirinya menjadi menteri nantinya," jelas Ilo.

Menurutnya, Ridwan Daali sangat memahami persoalan kepala desa, bukan hanya sebatas regulasi. Akan tetapi kata Ilo, bagaimana supaya mempunyai semangat untuk membangun desanya masing-masing, dengan pengetahuan yang matang dari ALPEKSI selama ini.

"Indonesia butuh menteri yang memang ahli dan paham tentang pemerintahan desa secara detail. Mulai pengaturan anggaran, aparatur pemerintahnya, pelayanan, pengembangan dan pembangunan desa secara menyeluruh," tukas Ilo memuji Ridwan Daali.

Terakhir lanjut Ilo, Ridwan Daali merupakan salah satu pendiri sekaligus Dewan Pembina Letho dan Remuda. Dirinya, banyak membantu pergerakan relawan Letho for Jokowi-Amin, mulai dari deklarasi sampai dengan logistik.

"Sebagai Dewan Pembina Letho dan Remusa for Jokowi Amin, Ridwan Daali seorang yang peduli akan visi-misi Indonesia Maju milik Jokowi-Amin, karena itu dirinya ikut berjuang bersama para relawan," pungkas Ilo menyudahi wawancaranya.


Biodata Diri:
Nama lengkap : Ridwan Daali,SE
Istri 1
Anak 7
Organisasi:
Ketua IKA SDN Tauladan U.Tanah Makassar
Ketua IKA SMP Hang Tuah
Ketua Umum IKA Smea Neg 2/SMK 4 Makassar
Dewan Pembina Remusa
Dewan Pembina Letho
Dewan Pembina Jendela Pendidikan Nusantara
Ketua Umum DPP ALPEKSI (Asosiasi Lembaga Peningkatan Kapasitas SDM Indonesia).

# Pewarta.   : SB
# Editor.       : Wahyu
Share:

Program DD/ADD: Alokasi Dana Desa Badean Di Duga Tidak Transparan




Banyuwangi,www.teropingtimur.co id.

Dana Desa (DD) bukan untuk Kepala Desa tapi untuk Masyarakat Desa,itu slogan Mentri keuangan SRIMULYANI yang melekat dihati masyarakat desa,
dan Alokasi Dana Desa ada dua sumber Anggaran yang di gelontorkan kedesa desa setiap tahunya yang di tuangkan dalam APBdes, Anggaran yang nilainya mencapai milyaran rupiah .

DD yang dikenal dengan nama Dana Desa bersumber dari APBN, sedangkan Alokasi Dana Desa atau ADD bersumber dari APBD kabupaten dan kota yang digelontorkan bersama untuk kesejahteraan masyarakat pedesaan. 

Salah satunya Desa Badean Kecamatan Blimbingsari Kabupaten Banyuwangi tahun 2019 mendapat gelontoran DD/ADD 2.084.127.300 yang tertuang di baliho APBDes. 
"ketidak transparan sangat terlihat nyata sekali, terkait tidak dijelaskanya lokasi lokasi infrastruktur dan kisaran anggaranya ,hal ini yang menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat desa badean .

Ketua TPK bagian fusik MASKUR SIBLI kepada awak media teropong timur News menuturkan, ada 25 titik Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang tersebar di empat dusun didesa badean dengan anggaran Rp 16 juta tiap unit RTLH.

Lebih lanjut MASKUR SIBLI juga menjelaskan walaupun pihaknya selaku ketua TPK fisik,... yang mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari Kepala Desa (kades) NURSAMSI. tapi tidak pernah sama sekali tentang pembelanjaan barang dan jasa ,justru semua bentuk belanja barang dan jasa diserahkan kepada Anggotanya.

Dari ketua LPMD bernama MAKBUR, ditanya belanjanya di mana,...bukti kwitansinya siapa yang pegang, justru tidak tau sama sekali  

Salah satu masyarakat Desa Badean yang tidak mau di sebut namanya memberikan keterangan kepada awak media teropongtimur terkait ada kejanggalan dalam pembamgunan plengsengan di pinggir tembok AIL tepatnya di barat Rumah Kepala Dusun Akib .

Kejanggalan tersebut berupa bangunan dimana matrial pasirnya di ambilkan dari lokasi proyek, yang nyatanya lokasi proyek Dana Desa (DD) itu banyak mengandung pasir ,dan pasir boleh memungut itulah di buat membamgun plengsengan yang panjangnya kira kira 150 m .

Atas kejadian tersebut awak media menemuai salah satu anggota BPD wilayah donosuko bernama WAFIR untuk konfirmasi, "hasil konfirmasi itu WAFIR akan menanyakan hal tersebut, dan mengucapkan terimakasih terhadap awak media teroping timur atas laporanya terkait proyek dana desa itu.

Yang menjadikan pertanyaan besar program DD/ADD 2019 seluruh program dalan pelaksanaanya tidak dipublikasikan titik titik lokasi dan anggaranya dibaliho APBdes, tau tau ada kegiatan pembamgunan dan bedah rumah tidak layak huni,"hal ini sangat membingungkan masyarakat dan menimbulkan tanda tanya besar.
Anggota BPD cungkingan bernama IMRON dikonfirmasi terkait program DD dan ADD yang tidak teansparan, berjanji akan dipertanyakan LPJ nya dan akan memeriksa bukti bukti kwitansi belanja barang dan jasa, "apa bila tidak sesuai dengan fakta intregritas Ketua TPK selaku pelaksana lapangan sesuai rencana anggaran belanja yang bertanggungjawab kepada Kades selaku Penanggung jawab anggaran berjanji tidak akan menandatangani LPJ, karena sudah jelas semua program DD / ADD 2019 tidak di jelaskan setiap anggaranya oleh TPK. "pungkasnya.

#Pewarta. TAUPIQ
#Editor. Buang Arifin
Share:

Ajheru, Agung Jadi Event Tahunan Desa Kayu Mas



Situbondo,www.teropongtimur.co.id.

Acara rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Kepala desa Kayu Mas, Bpk. ABDUL JALIL Desa Kayu mas, Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo, sambari merayakan Hari Ulang tahun Kemerdeka'an Republik Indonesia yang ke-74

Hadir didalam acara, Wakil Bupati Situbondo.H.YOYOK MULYADI., Kepala Dinas Priwisata, SOFWAN HADI. "Dalam Kompetisi festival juga diikuti 135 peserta dari 8 Dusun yang ada diDesa Kayu Mas, antara lain Dusun Kayu Mas., Dusun Krajan., Dusun Lon Alon., Dusun Pelle., Dusun Sukma Elang., Dusun Tunggul Gunung., Dusun Cotton dan Dusun Tanak Merah.


Dari berbagai Dusun didesa Kayu Mas Kecamatan Arjasa mengikuti kompetisi menyangrai kopi (roasting) dan menyajikan cita rasa kopi berkualitas dan bermutu, terbaiknya dalam acara kompetisi Festival Nyangrai kopi dilanjut tradisi Ajheru' Agung,... dimulai dari pemilihan biji kopi, lalu menyangrai (roasting), menggiling biji kopi yang sudah matang (grinding), kemudian meramu dan menyeduh (brewing).


Setelah Event nyangrai kopi digelar masyarakat setempat melanjutkan dengan acara ritual yang menjadi ciri khas desa Kayu Mas yakni Ajheru' Agung.dalam tradisi ini beberapa tokoh agama menggelar arak arakan tumpeng gurih nasi kuning yang dipadukan dengan ayam bakar,dan buah yang diyakini akan membuat lahan Desa Kayu Mas tambah subur,
menjadi daya tarik sendiri bagi para pengunjung dan wisatawan yang hadir.

Selaku Panitia Kompetisi. Bpk DIDIK menjelaskan.acara ini digelar untuk memberi pemahaman Kepada Masyarakat, bahwa jika kopi diproses dan diolah dengan benar,kopi akan menghasilkan sajian yang luar biasa nikmatnya,dan jenis kopi yang kita lombakan adalah jenis kopi Arabika. "Pungkas Didik.

#pewarta. Rina
#Editir. Buang Arifin
Share:

Hendrik Yance Udam Ketum DPN GERCIN: Majelis Rakyat Papua Masih Sebatas Simbolis



Teks: Hendrik Yance Adum Ketua Umum DPN GERCIN didampingi Prof. Dr. dr. James Tangkudung Sportmed. M.Pd., Ketua Dewan Pakar DPN GERCIN dan Sandra Charlotha Leluly Wakil Sekjen GERCIN saat menggelar konferensi pers terkait gejolak di tanah Papua, di Pondok Indah Mall 2 lantai LG, Jakarta Selatan, Selasa (28/09/2019). Foto: Syafrudin Budiman.

Jakarta, www.teropongtimur.co.id

Hendrik Yance Udam Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Rakyat Cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (DPN GERCIN) menilai gejolak yang terjadi di tanah Papua, disebakan otonomi khusus belum berjalan maksimal. Sehingga menimbulkan rasa ketidakpuasan dan ketidakpercayaan pada pemerintah pusat.


"Menyikapi persoalan Papua sangatlah komplek dan tidak bisa sepotong-sepotong (red-parsial), akan harus dilihat secara komprehensif dari kacamata nasional dan internasional. Saat ini penerapan otonomi khusus di Papua belum berjalan maksimal dan sempurna," ujar Hendrik Yance sapaan Ketua Umum DPN GERCIN ini saat menggelar konferensi pers di Pondok Indah Mall 2 lantai LG, Jakarta Selatan, Selasa (28/09/2019).


Menurutnya saat ini, persoalan Papua masih berjalan ditempat, dimana otonomi khusus yang menjadi keputusan pemerintah, baru dijalankan satu poin saja. Dimana yang berjalan hanyalah pembentukan Majelis Rakyat Papua (MRP). 

Selain itu katanya, MRP adalah sebuah lembaga di provinsi Papua, Indonesia yang beranggotakan penduduk asli Papua yang berada setara dengan DPRD. Dalam materi Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua, Bab V, Bentuk dan Susunan Pemerintahan, secara eksplisit disebutkan bahwa pilar utama dalam penyelenggaraan pemerintahan Provinsi Papua terdiri dari tiga komponen. 

"Tiga komponen itu adalah Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP/DPRD), Pemerintah Daerah (gubernur beserta perangkatnya), dan MRP. Pelaksanaan otonomi khusus inilah yang tidak bisa berjalan makasimal, seharusnya bisa berjalan sesuai Undang-Undang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua," terang Hendrik Yance.

Katanya, DPRP berkedudukan sebagai badan legislatif, Pemerintah Provinsi sebagai eksekutif, dan MRP sebagai lembaga representatif kultural orang asli Papua. Sebagai lembaga legislatif, DPRP berwenang dalam melaksanakan fungsi legislatif, yang mencakup legislasi, budgeting (penganggaran), dan pengawasan. Pemerintah provinsi sebagai eksekutif berwenang dalam melaksanakan fungsi pelayanan dan pemberdayaan masyarakat serta melaksanakan program pembangunan. 

"MRP sudah dibentuk oleh pemerintah pusat, namun kewenangan tugas pokok dan fungsinya belum bisa dijalankan," tandas Hendrik Yance.

Hendrik Yance menilai Pancasila sebagai idiologi sudah final sebagai pegangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. Lanjutnya, Pancasila dan NKRI tidak bisa ditawar-tawar lagi dan Papua adalah bagian utuh dari NKRI.

“GERCIN hadir untuk memperkuat posisi politik NKRI bahwa Pancasila telah final sebagai ideologi bangsa. Proses perjuangan bukan hanya tugas pemerintah tapi juga semua elemen masyarakat, termasuk GERCIN terdepan mengawal NKRI,” tegas Hendrik Yance.

Terkait peristiwa yang dialami masyarakat Papua di Surabaya, Hendrik menyatakan, kondisi Indonesia akan sangat rumit, karena akan dihadapkan dengan berbagai kepentingan. Papua memang sedang berkonflik, tapi saya tampil dari Papua sebagai anak bangsa menyatakabn bahwa sudah final adalah Papua bagian dari negara ini.

“Situasi Papua dalam keadaan kondusif, peristiwa Papua adalah oknun tapi intinya saya Papua, saya hitam dan saya Indonesia. Saya berharap oknum tersebut diproses secara hukum, supaya terobati luka masyarakat Papua,” jelasnya.

GERCIN menyampaikan apresiasi terhadap Presiden Joko Widodo yang bergerak cepat dalam menanggulangi berbagai kerusuhan khususnya Polri yang telah terjun langsung untuk meredam konflik dan isu rasisme yang terjadi akhir-akhir ini di bumi Papua. 

"Kami mengutuk keras terhadap gerakan-gerakan yang anarkis sehingga merusak fasilitas pemerintah negara yang ada di sana. Kami juga sangat menghargai dan apresiasi atas perhatian dari Presiden Joko Widodo yang sudah membangun Papua menjadi lebih baik," kecamnya.

Menurut Hendrik Yance, peristiwa tersebut harus diusut tuntas siapa dibalik aksi-aksi yang bisa memcederai kerukunan, persatuan sebagai anak bangsa juga merupakan sebuah proses pembelajaran kepada bangsa ini bahwa tidak ada diskriminatif terhadap siapapun dan golongan manapun. Untuk itu dirinya menyerahkan semuanya kepada aparat penegak hukum untuk bisa menyelesaikan persoalan tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku di NKRI.

"Kita jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu rasialis yang bisa dimanfaatkan oleh oknum tertentu dengan agenda politik mereka untuk memperkeruh suasana damai dan kerukunan yang telah tercipta selama ini," tuturnya.

Rekonsiliasi, Partai Politik Lokal dan Majelis Rakyat Papua (MRP)

Senada dengan Hendrik Yance, Ketua Dewan Pakar Gercin Indonesia, Prof. Dr. dr. James Tangkudung Sportmed. M.Pd., mengatakan saat ini otonomi khusus di tanah Papua belum berjalan maksimal dan sempurna. Pembentukan MRP masih sebatas simbolis dan tidak difungsikan sebagaimana mestinya.

James Tangkudung mendukung upaya penerapan rekonsiliasi dan pembentukan partai politik lokal di tanah Papua, sebagai wujud nyata mengakomodir aspirasi dan kepentingan politik lokal.

"Kalau di Aceh bisa terwujud rekonsiliasi dan terbentuk partai politik lokal. Kenapa tidak untuk tanah Papua bisa terbentuk partai politik lokal untuk menampung aspirasi warga lokal dan warga adat istiadat yang tidak tersalurkan ke pemerintah pusat," kata James Tankudung. 

Selain itu seharusnya kata James Tangkudung, nilai-nilai Pancasila yang termaktub dalam lima sila Pancasila bisa dijalankan dengan baik di tanah Papua.

"Di dalam Pancasila terkandung nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Keadilan, Keadaban, Persatuan, Kepemimpinan, Kehikmatan, Kebijaksanaan, Permusyawaratan, Keterwakilan dan Keadilan Sosial. Apakah semuanya sudah terlaksana di tanah Papua, tentu belum berjalan maksimal, karena itulah kita akan perjuangkan bersama-sama untuk pemerataan dan kesetaraan pembangunan di Papua," lugasnya.

Menurut James Tangkudung, bahwa lima pasal yang terkandung dalam Pancasila merupakan cita-cita bersama dalam berbangsa dan bernegara. Terutama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Dimana sudah ada oknum-oknum yang ingin melakukan kekacauan dan mengadu domba dengan tujuan-tujuan kepentingan sesaat.

“Saya menghimbau agar masyarakat tidak terpengaruh oleh tujuan-tujuan oknum tertentu yang ingin mencari nama. Kita harus sadar menyikapi kondisi tersebut jangan sampai kita ikut-ikutan, Pancasila adalah dasar negara untuk dihayati sebagai pemersatu bangsa," ujar James Tangkudung yang juga Ketua Umum Forum Komunikasi Kita Pancasila (FKKP).

Selain itu Sandra Charlotha Leluly Wakil Sekjen DPN GERCIN mengajak semua pihak bisa menahan diri menyikapi masalah Papua. Katanya, pemerintah harus bisa merangkul dengan pendekatan sosial budaya, pendekatan adat dan dialog.

"Kita harus kedepankan dialog untuk masalah Papua. Sehingga aspirasi dan tuntutan warga Papua bisa didengar dan bisa diterima aspirasinya. Kalau dialog enak, tinggal pelaksanaanya dilakukan secara maksimal oleh pemerintah pusat," kata Sandra. 

Sandra mengatakan komitmen untuk menjaga keutuhan bersama bukan sesuatu yang mudah untuk dilaksanakan, sebab setiap orang memiliki pemikiran dan perasaan yang berbeda-beda dalam menyikapi masalh papua. Namun, Sandra yakin masalah Papua bisa diselesaikan dengan baik oleh Presiden Jokowi yang memiliki komitmen untuk berjuang menjaga keutuhan NKRI.

“Kita percaya pada pemerintahan Jokowi yang baru terpilih lagi, bisa menyelesaikan masalah Papua dengan pendekatan sosial budaya, pendekatan adat dan pendekatan dialog. Jokowi orang yang mendengar aspirasi rakyat Papua,” terang Sandra.

Dalam konferensi pers ini hadir juga mendampingi Hendrik Yance Adum Ketua Umum DPN GERCIN, yaitu Teddy Surya, S.Sos Sekjen DPN GERCIN, Amri Mamonto Ketua Bidang Pertanian dan Perikanan, dan Dra. Irma Indriani Ketua Bidang Humas DPN GERCIN. Tampak hadir puluhan awak media cetak, elektronik dan online hadir pada acara tersebut.

# Pewarta.  : Syafrudin Budiman
# Editor.      : Wahyu
Share:

Kades Sukosari Lor, Menyerahkan 74 Sertifikat Masal (Prona) Kepada Masyarakat Yang Terdaftar


Bondowoso,www.teropongtimur.co.id.

Dalam Rangka penyerahan Sertifikat masal (prona) sebanyak 74 sertifikat  yang dilakukan Oleh Kepala Desa Sukosari lor Kecamatan Sukosari Kabupaten Bondowoso untuk tahap pertama berjalan dengan lancar. 28/8/2019.

Kepala Desa Sukosari Bpk. SAIFUL BAHRI memberikan lansung atas sertifikat tersebut yang didampingi jajaran Pemerinrah Desa (pemdes)  juga Ketua LPMD Bpk. HARYADI., Forpimka kecamatan Sukosari. Bpk. IBNU FAUSAN, dan PPAT Kecamatan Sukosari Bpk. DODIK.

Dalam acara tersebut Kepala Desa (kaades) Sukosari Lor, Bpk. SAIFUL BAHRI menyampaikan, masalah tanah di pedesaan sangat rawan, apabila tidak segera ditertibkan, karena faktanya banyak kasus didesa adalah masalah tanah, baik itu dari batas-batas atau pembagian hak waris. sehingga muncul perselisihan atau sengketa."ucapnya

"Seperti yang diutarakan Kepada  awak media Teropong timur News, SUYONO,... Kades SAIFUL BAHRI juga mengatakan, selain pelaksanaan program Prona, sekaligus membangun adanya perubahan yang ada didesa Sukosari,... perubahan di segala bidang pemerintahan, pembangunan dan sumberdaya Masyarakat, perbaikan infrastruktur jalan, lebih penting lagi bhakti sosial, bidang kebudayaan, juga membentuk sanggar seni musik Patrol untuk melestarikan seni budaya khususnya dikalangan pemuda milenial. juga pelatihan pembuatan kue, pelatihan menjahit yang diikuti ibu ibu PKK. 

"Menambahkan bahwa dirinya sebagai Kades adalah pelayan Masyarakat, yang tugasnya siap memberi dan melayani terhadap masyarakat, bekerja bersama jajaran Pemerintahan Desa sehingga bisa mewujutkan desa lebih maju. "pungkasnya.
   
#Pewarta : Sugiono.
#Editor.Buang Arifin

Share:

Mantan Kepala Dinas PU Cipta Karya Resmi Dilantik Sebagai Sekda Baru Kabupaten Banyuwangi



Banyuwangi,www.teropongtimur.co.id.


Proses pelantikan Sekretaris Daerah (sekda) yang baru. Ir. MUJIONO. M.Si. Mantan Kepala Dinas PU Cipta Karya Kabupaten Banyuwsngi, menggantikan sekretaris Daerah (sekda) yang lama. DJADJAT SUDRAJAT. yang dipimpin langsung oleh Bupati Banyuwangi. H. ABDULLAH AZWAR ANNAS. S.Pd. S.S. M.si. di mall pelayanan publik Banyuwangi.

Mujiono sesuai hasil seleksi tim asesmen Independen telah meraih hasil yang terbaik, terpilihlah sebagai  seekretaris Daerah (sekda) Kabupaten wangi. untuk menggantikan Sekda yang lama.

Bupati Banyuwangi.H.ABDULLAH AZWAR ANNAS. S.Pd. S.S. M.Si. Kepada Sekda yang baru. Ir. MUJIONO. berharap  dengan perubahan yang baru bisa lebih mempunyai tenaga dan waktu untuk berkordinasi diberbagai bidang pekerjaan, untuk menjadikan Kabupaten Banyuwangi menjadi optimal, dan juga megucapkan banyak terimakasih kepada (sekda) yang lama, yang sudah memberikan kemampuannya yang telah bekerja dengan baik demi terciptanya Banyuwangi bisa menjadi lebih maju." ucapnya.

"Disampingi melantik Sekda baru Bupati ANNAS secara bersamaan juga melantik sejumlah pejabat esselon III dan esselon IV, antara lain. Drs.DWI YANTO. yang sebelumnya menjabat sebagai sekretaris Dinas Pendidikan, sebagai staf ahli bidang kemasyarakatan dan sumber daya manusia. dan Ir. SUGIYO. yang sebelumnya menjabat sebagai sekretaris Dinas Perumahan dan kawasan pemukiman, "pungkasnya.

#pewarta/Editor. Buang Arifin.
Share:

Serka Hakib. Selalu Lakukan Kordinasi Menyelesaikan Suwatu Masslah Tanpa Ada Masslah



Surakarta,www.teropongtimur.co.id. 


Bintara Pembina Desa (Babinsa) tidak pernah jauh dari perangkat kelurahan, oleh karena itu Babinsa harus senantiasa selalu berkomunikasi dengan pihak kelurahan diwilayah binaannya untuk menjalin silaturrahim dan dapat membantu masyarakat. 

Demikian juga yang dilakukan oleh Babinsa kelurahan Kemlayan Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarata Serka M. NURHAKIB. melaksanakan Komsos dengan staf kelurahan, di kantor kelurahan Kemlayan kecamatan Serengan Kota Surakarta. Rabu (28/8/2019).

Pada kesempatan tersebut Serka Hakib mengatakan peran serta aparat teritorial terutama Babinsa sangat sangat di butuhkan diwilayah, Babinsa Kemlayan sering dan hadir di kantor kelurahan, adapun tujuannya adalah saling kordinasi bersama lurah, dan babinkantibmas guna mengetahui kondisi wilayah, dan apabila ada suatu permasalah yang berkaitan dengan warga aparat kewilayahan saling berkoordinasi untuk menyelesaikan masalah tersebut.


Lurah Kemlayan( Wiwin Triningsih SH.Mhum) Menyampaikan Ucapan terimakasih kepada Babinsa yang selalu aktif dan bersinergi baik dengan Kelurahan maupun dengan Bhabinkamtibmas. "Kami ucapkan terimakasih Pak sudah di bantu dalam hal pengamanan Gelar Budaya yang di laksanakan tanggal 25 Agustus 2019 kemarin sehingga acara bisa berjalan aman lancar dan sukses." ungkap Lurah Kemlayan.

Tak hanya komsos Babinsa dan staf kelurahan tampakmpak kompak dan harmonis, karena setelah komsos Babinsa juga di ajak makan siang oleh Ibu Lurah dan staf kelurahan kemlayan, itu merupakan kedekatan antara hubungan TNI dengan Rakyat.

#pewarta  Agus Kemplu
#Editor. Buang Arifi
Share:

Warganet Kawal Medsos Agar Steril Dari Paham Radikalisme



Teks Foto: Diskusi media yang diselenggarakan Social Media for Civic Education (SMCE) dengan tema 'Medsos, Rekonsiliasi Nasional dan Ancaman Radikalisme, Selasa (27/8/2019) di Hotel Central, Jl. Pramuka, Jakarta Pusat. Foto: KMI/dok.

Jakarta, www.teropongtimur.co.id

Diskusi bersama berbagai kalangan Warganet dan insan media yang mengupas soal 'Medsos, Rekonsiliasi Nasional dan Ancaman Radikalisme', dengan menghadirkan para narasumber Prof. Dr. Indria Samego, MA (Analis politik LIPI), Abdul Kadir Karding (Politisi PKB), Roy Abimanyu ( Staf Ahli KSP) , Hafiz Marshal (Pemred Kata Indonesia.com/Kordinator FPMSI) sukses digelar di Jakarta.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Social Media for Civic Education (SMCE) bersama Forum Pegiat Media Sosial Independen/FPMSI di Hotel Sentral Jakarta Pusat pada Selasa 27 Agustus 2019.

Menurut Wasil Direktur Eksekutif SMCE, diskusi ini menarik kesimpulan bahwa media sosial kerapkali dimanfaatkan untuk menyebar konten radikalisme dan paham transnasional yang justru mengancam persatuan dan keutuhan (integrasi) bangsa.

"Dalam menggunakan medsos yang sehat diperlukan komitmen dan berbagai upaya terus menerus khususnya dari kalangan warganet agar menempatkan posisi strategis media sosial kembali berperan sebagai media transformasi berita, yang mengandung literasi dan edukasi. Selain itu juga bisa mencerahkan dan sejatinya tidak menyebarkan konten hoax dan negatip lainnya yang menyebabkan negara tidak kondusif, apalagi menyebar konten berbau paham radikalisme," terang Wasil.

Berikut intisari dari diskusi tersebut yang disampaikan oleh Wasil ( Direktur eksekutif SMCE) yang mengatakan bahwa media sosial saat ini mengalami semacam "pergeseran paradigma" maka sudah seharusnya media sosial menjadi instrumen yang positif yaitu dengan menjaga suasana relasi antar anak bangsa tetap kondusif, tenang, adem dan tentram. Dengan begitu, akselerasi pembangunan kedepan dapat segera direalisasikan karena tidak lagi berhadapan dengan situasi gaduh yang tidak kondusif sehingga dapat mempercepat laju pembangunan di segala bidang.

Sementara itu Pemimpin Redaksi Media Kataindonesia sekaligus pendiri FPMSI Hafyz Marshal mengatakan, demi memaknai momentum 17 Agustus 2019 HUT kemerdekaan Indonesia, setidaknya memaknai hari sakral ini dengan spirit baru, yaitu mengharapkan peran Warganet dan eksponen masyarakat lainnya untuk bersama-sama membuat kondusif jagad media publik.

Menurut Hafys media sosial kerap menjadi paradoks karena kehilangan fungsi dan perannya sebagai pilar demokrasi dalam melawan berbagai konten negatif hoax dan radikalisme.

"Sejatinya Warganet punya tanggung jawab kebangsaan untuk turut serta berkontribusi mensukseskan pembangunan kedepan, paling tidak menciptakan situasi kondusif, yang salah satunya melawan propaganda hoaxs dan penyebaran radikalisme di Medsos sehingga tidak timbul kegaduhan dan simpang siur pemberitaan serta terganggunya spirit kebangsaan,"ungkap Hafyz.

Acara diskusi yang dihadiri kalangan warganet dan aktivis pers kampus serta kalangan jurnalis ini juga mendeklarasikan pernyataan sikap kalangan Pegiat Media Sosial berisi

DENGAN SEMANGAT KEMERDEKAAN DAN PERSATUAN KAMI PEGIAT MEDIA SOSIAL MENYATAKAN :

PERTAMA, Kami siap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila Dan Undang–Undang Dasar 1945 serta merawat Kebhinekaan Bangsa Indonesia Demi Persatuan Indonesia.

KEDUA, Kami Siap Melawan Berita Hoax, Ujaran Kebencian Atas Dasar SARA Maupun Penyebaran Radikalisme di Media Sosial Dengan Memproduksi Konten-Konten Positip Yang Menumbuhkan Optimisme Dan Semangat Rekonsiliasi Nasional Untuk Kemajuan Bangsa.

KETIGA, Kami Siap Bergotong Royong Menjaga Kondusifitas Diruang Media Publik Serta Mendukung Suksesnya Pembangunan Dan Kepemimpinan Nasional Lima Tahun Kedepan Menuju Indonesia Maju Yang Adil Dan Makmur.

Pada acara diskusi tersebut juga dilakukan penyerahan hadiah pemenang kompetisi narasi Positif yang diselenggarakan oleh FPMSI kepada kalangan Wargsnet (bloger/vloger/youtuber, dan konten kreator), serta kaum milineal sejak 5 sampai 26 Agustus 2019.

Itulah intisari dari diskusi SMCE bersama FPMSI dan berbagai kalangan Warganet serta insan media , maupun elemen lainnya pada Selasa 27 Agustus 2019 ini di Hotel Central di kawasan Jakarta Pusat. 

# Pewarta.   : Gus Din
# Editor.       : Wahyu
Share:

Politisi PKB: NU dan Muhammadiyah Masih Lemah Dalam Kampanye Medsos, Kelompok Radikal Lebih Massif



Teks Foto: Diskusi media yang diselenggarakan Social Media for Civic Education (SMCE) dengan tema 'Medsos, Rekonsiliasi Nasional dan Ancaman Radikalisme, Selasa (27/8/2019) di Hotel Central, Jl. Pramuka, Jakarta Pusat. Foto: KMI/dok.

Jakarta, www.teropongtimur.co.id

Abdul Kadir Karding Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengatakan saat ini kelompok radikalisme agama menjadikan media sosial (medsos) sebagai alat propaganda dan perjuangan politik. Sehingga kata anggota DPR RI ini, walaupun mereka tidak ketemu tatap muka, akan tetapi tetap bisa merekrut anggota baru.

"Radikalisme lahir disebabkan keyakinan orang cenderung radikal, karena mendapatkan pemahaman agama dengan menisbatkan dirinya sebagai orang yang paling suci," kata Abdul Kadir Karding dalam diskusi media yang diselenggarakan Social Media for Civic Education (SMCE) dengan tema 'Medsos, Rekonsiliasi Nasional dan Ancaman Radikalisme, Selasa (27/8/2019) di Hotel Central, Jl. Pramuka, Jakarta Pusat.

Menurut Karding sapaan akrabnya, Ide dan gagasan dari luar sampai di Indonesia, karena juga peran media dan massifnya di era revolusi digital 4.0 ini. Bahkan, kenapa organisasi moderat seperti NU dan Muhammadiyah gagal dalam medsos?  Karena mereka tidak mampu membuat konten-konten yang ringan seperti pada era sekarang.

"Rata rata gerakan radikalisme seperti membuat bom atau teror itu bisa belajar dari online tanpa tatap muka. Medsos salah satu polarasisasi dalam politik atau politik identitas," jelasnya.

Selain itu kata Karding, medsos juga bisa melapetaka bagi bangsa, sebab orang yang radikal pasti tidak paham beragama karena mereka dicekoki oleh paham dari luar.

"Cara untuk menghentikan radikalisme yaitu ada di kurikulum pendidikan kita. Cara mengatasi radikalisme diantaranya, harus ada pendidikan literasi kepada masyarakat, harus ada mengurangi politik identitas yang berlebihan dan harus mendiskusikan pers yang tidak partisan," katanya.

Selanjutnya menurut Karding, menangkal radikalisme juga harus memperbaiki ekonomi di masyarakat, karena sebagian orang tidak puas terhadap pemerintah. Keadaan sosial dan pemimpin harus diperbaki juga dan tugas pemerintah harus memuaskan masyarakatnya.

"Ada sekitar 68 juta orang yang belum puas terhadap pemerintahan yang ada di Indonesia. Oleh sebab itulah kalau ada kepuasan pada masyarakat, saya pikir masyarakat tidak mudah terpengaruh radikalisme. Meskipun di gembosin lewat medsos," ujar Karding.


Sementara itu Prof. Dr Indria Samego, Pengamat Politik dari LIPI Universitas Indonesia mengatakan, pers itu merupakan kekuatan ke 4 demokrasi di Indonesia. Selain itu pers merupakan jembatan atau lidah rakyat. 

"Pers di masa orba sangat dibungkam oleh penguasa dan pers itu kalau mau mengeluarkan berita harus pamit Kejaksaan, TNI dan lain-lain  karena pers (koran) dianggap ancaman terhadap pemerintah pada orde baru," jelasnya.

Kata Indria Samego, peran wartawan mulai ditakuti sejak Soeharto lengser. Jatuhnya Soeharto ada peran dari majalah di hongkong yang menceritakan kisah Soeharto dan keluarganya. Hal itu merupakan salah satu tekanan proses percepetan lengsermya Soeharto.

"Dengan gadget yang kita punya, kita bisa mentransfer kemana saja dengan mudah. Bahkan kita sendiri bisa menjadi aktor yang cendrung ke kebanyakan berita negatif," tukas Indria Samego.

Menurut Idria Samego, Kominfo yang pernah membatasi medsos, seperti pasca pilpres. Hal itu bisa menimbulkan reaksi besar dari masyarakat kalau pembatasanya terlalu lama.

"Adanya revolusi teknologi pasca reformasi, kita termasuk negara yang sangat bebas. Yang mana kebebasan tersebut bermacam-macam digunakan ada untuk ekonomi, politik, bahkan ke negatif pun digunakan. Sehingga lahirnya berita pencemaran nama baik," ungkapnya.

Selain itu Roy Abimayu dari Kantor Staf Preside (KSP) mengatakan, saat ini masyarakat di medsos itu tidak lengkap mendapatkan berita, akan tetapi masyarakat menjadi paham karena pengaruh medsos. 

"Yang terpenting dari pengguna medsos, yaitu jangan terlalu percaya berita yang ada di medsos, dalam artian masyarakat harus kritis. Negatifitas yang ada di medsos itu ada kelompok-kelompok tertentu, yang itu harus kita sadari," kata Roy Abimanyu.

Menurutnya, ada yang merepotkan pengguna medsos, yaitu kelompok-kelompok kecil yang tidak suka terhadap Indonesia. Karena beda etnis dan ideologi itu yang sangat berbahaya.

"Kalau hanya beda politik itu bisa diselesaikan dengan cara rekonsiliasi, tapi kalau masalah ideologi itu merupakan tantangan bagi kita," tandas Roy Abimanyu.

Terakhir katanya, kelompok-kelompok kecil tersebut yang harus kita selesaikan dengan berbagai cara. Karena itu menurut Roy Abimanyu, Ideologi tidak bisa dibubarin maka kita harus lawan dengan ideologi juga.

Pembicara terakhir, Hafys Marshal, Pimpinan Redaksi KataIndonesia.com mengatakan, paling banyak yang menyebarkan berita hoax itu emak-emak. Mereka ketika dapat berita di medsos kebanyakan langsung di share tanpa difilter terlebig dahulu.

"Saya mengajak kepada teman-teman untuk memproduksi berita yang positif, seperti konten menjaga keutuhan NKRI, menjaga kerukunan dan perdamaian," katanya.

Kata Hafys sapaan akrabnya, media online atau media cetak memiliki peran penting sebagai penyeimbang dan kontrol terhadap apapun di era kebebasan informasi ini.

"Kita perlu mendidik masyarakat (red-warganet) memahami mana konten-konten yang negatif, mengandung ujaran kebencian, hoax dan adu domba. Peran pers dan media menyampaikan hal ini kepada masyarakat (warganet) agar lebih bijak bersosial media," pungkas Hafys. 

# Pewarta.  : Gus din
# Editor.      : Wahyu
Share:

Ratusan Pelajar Dan Penyanyi Jalanan Adu Kreatifitas Didepan Tentara



Banyumas,www.teropongtimur.co.id. 


Ratusan pelajar dan pemusik jalanan, dari sembilan Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah bagian barat, atau yang berada di wilayah jajaran Korem 071/Wijayakusuma, beradu kemampuan menari, melukis dan menyanyi di depan TNI dan masyarakat Purwokerto, Selasa (27/8/2019), di Rita Supermall Purwokerto, Banyumas. 

Para pelajar peserta tari perjuangan dan melukis serta pemusik jalanan ini, sebelumnya telah menyelesaikan babak kualifikasi, di masing- masing Kodim jajaran Korem 071/Wijayakusuma, kemudian pemenang diadu kemampuanya dalam kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) Kreatif Korem 071/Wijayakusuma. 
.

KepalaSeksi Teritorial Korem 071/Wijayakusuma, Letkol Inf Sapto Broto, S.E., mengatakan kegiatan Komunikasi Sosial ini sebagai upaya memberikan ruang kreasi khususnya pada generasi muda khususnya dibidang kesenian, yakni tarian tradisional dan nyanyi. Nyanyi berasal dari para seniman jalanan, seni tari perjuangan dan melukis dari para pelajar SLTA/SMK sederajat, sehingga dengan kegiatan ini akan meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa diwilayah. Selain itu, upaya ini juga untuk mencegah adanya perbuatan negatif, seperti mengkonsumsi alkohol dan narkoba di kalangan anak muda dan seniman jalanan.

“Kita mengangkat kearifan lokal, khususnya tarian daerah. Kemudian memberikan ruang kreasi kepada mereka, mereka biasa latihan, tanpa adanya ruang kreasi maka akan mengurangi motivasi mereka,”kata Sapto Broto.

Diterangkan oleh Sapto, pemilihan mall sebagai ajang untuk mengelar lomba agar memberikan kesempatan lebih banyak penonton dan pengunjung mall. Untuk bisa melihat kreativitas anak muda, menari dan menyanyi. 

Hal ini cukup terbukti, ratusan pengunjung mall yang berada di kawasan Alun-alun Purwokerto, cukup antusias melihat para peserta menampilkan kemampuanya menari dan menyanyi."pungkasnya. 

#pewarta. Didi penrem 071/Wijaya Kusuma
#Editor. Buang Arifin
Share:

Apresiasi Kreatifitas Generasi Muda. Korem 071 Wijaya Kusuma Gelar Lomba Musik Jalanan , Tari Dan Melukis




Banyumas,www.teropongtimur.co.id.


Ratusan pelajar dan pemusik jalanan unjuk gigi ramaikan gelaran Komunikasi Sosial Kreatif Korem 071/Wijayakusuma, Selasa (27/8/2019).

Komunikasi sosial kreatif Korem 071/Wijayakusuma digelar di Rita Supermall Purwokerto, diikuti para pelajar dan pemusik jalanan perwakilan dari Kodim sejajaran Korem 071/Wijayakusuma.

Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav DANI WARDHANA. S.Sos. MM. M.Han. dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kasiterrem 071/Wijayakusuma Letkol Inf SAPTO BROTO, S.E., msnyampaikan maksud dan tujuan diselenggarakan lomba musik jalanan, tari kreasi perjuangan dan melukis ini untuk memelihara dan meningkatkan hubungan TNI AD dengan masyarakat dan para pelajar di bidang pertahanan serta kesenian. Yang sekaligus untuk mengangkat seni musik jalanan, kreasi tari perjuangan dan melukis yang ada di masyarakat. 

"Dengan kegiatan ini, diharapkan akan tumbuh dan terbentuk jiwa dan karakter bangsa yang semakin kuat dan handal dikalangan masyarakat dan pelajar, untuk bersama-sama membangun Indonesia menjadi bangsa yang maju, berdaulat dan berkepribadian", harapnya.
Dikatakan Danrem, lomba musik jalanan, tari kreasi perjuangan dan melukis dilaksanakan secara berjenjang dari tingkat Kodim, Korem dan Kodam. "Ini kegiatan ditingkat Korem, di tingkat Kodim telah dilaksanakan seleksi pada minggu kedua bulan Agustus 2019 dan juaranya mewakili Kodim di jajaran Korem 071/Wijayakusuma. Hasil kegiatan di tingkat Korem ini, mereka yang keluar sebagai pemenang, akan mewakili Korem 071/Wijayakusuma dalam ajang yang sama di tingkat Kodam IV/Diponegoro", terangnya. 

Komunikasi sosial kreatif Korem 071/Wijayakusuma mengambil tema, "Melalui kegiatan komsos kreatif, kita tingkatkan rasa cinta tanah air, wawasan kebangsaan dan kesadaran berbangsa dan bernegara serta menjaga dan mempertahankan kedaulatan NKRI", menggelar Tari Kreasi Perjuangan, Melukis dan Musik Jalanan, diikuti 27 peserta perwakilan Kodim jajaran Korem 071/Wijayakusuma.

Tampil dalam ajang Komsos kreatif di masing-masing lomba, Tari kreasi perjuangan, Juara I dari SMAN 1 Bawang perwakilan Kodim 0704/Banjarnegara, Juara II dari SMAN 1 Bobotsari perwakilan Kodim 0702/Purbalingga, dan Juara III dari SMAN 1 Wangon perwakilan Kodim 0701/ Banyumas.


Musik Jalanan, Juara Grup Punakawan Indonesian Tek-tek perwakilan Kodim 0704/Banjarnegara, Juara II Grup Putra Dewa perwakilan Kodim 0702/Purbalingga, dan Juara III Grup New Laresta perwakilan Kodim Kodim 0701/Banyumas.

Lomba melukis, Juara I, Arita ZA perwakilan Kodim 0702/Purbalingga. Juara II, Asraf perwakilan Kodim 0701/Banyumas. Juara III, Kharisma NS perwakilan dari Kodim 0703/Cilacap.

#pewarta. Didi Penrem 071/ Wijaya Kusuma
#Editor. Buang Arifin

Share:

Interaktif Positif Dapat Menumbuhkan Perbuatan dan Tujuan Yang Baik



Surakarta,www.teropongtimur.co.id 



Masyarakat pada umumnya tidak terlepas dari keadaan sosial yang terjadi dalam kehidupan antara satu dengan yang lain, saling berhubungan, saling membutuhkan, saling berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan hidup. " Babinsa Koramil 04/Jebres Surakarta. Sertu SAMAN HUDI melaksanakan komunikasi sosial diwilayah Kelurahan Mojo songo Surakarta.27/8/2019.

Interaksi positif akan dapat melahirkan perbuatan atau tingkah laku yang positif pula sehingga tercapai tujuan hidup dalam bermasyarakat. " Sedangkan interaksi yang negatif akan dapat menjerumuskan, sebagai contoh tindakan kejahatan, konflik antar warga, konflik antar keluarga bahkan bisa terjadi pula konflik antar warga dengan pihak pemerintah.

Sebagaimana yang terjadi di kediaman salah satu warga Debekan RT 1 RW 2 Kelurahan Mojosongo di tempat Nopal tentang penguni tanah liar yang akan disertifikat.

Menyikapi permasalahan ini Babinsa Kelurahan Mojosongo Sertu SAMAN HADI memberikan saran agar warga yang menempati tanah tersebut mengurus dari tingkat RT, RW, Kelurahan sampai tingkat Dinas pertanahan dengan melampirkan berkas KTP dan KK serta surat lain yang dibutuhkan."pungkasnya.

#Pewarta.Agus  Kemplu pendim solo
# Editor. Buang Arifin
Share:

Babinsa Kraton Laksanakan PAM Pameran Dan Bedah Buku Jejak Sejarah I donesia




Surakarta,www.teropongtimur.co.id.


Rumahah Budaya Kratonan Surakarta adalah wadah untuk mengekspresikan kecintaan dan semangat pelestarian seni budaya, salah satu nya adalah kegiatan - kegiatan yang mendorong literasi sejarah sebagai dasar pembangunan karakter bangsa dalam rangka memperingati bulan kemerdekaan Republik Indonesia.

"Kali ini kami ingin memberikan kostribusi kepada publik tentang informasi sejarah dengan membuka wawasan sejarah melalui buku buku raksasa ,buku terbesar dan terpanjang masuk rekor muri yg di terbitkan oleh Fortuga ITB  yaitu Jejak Sejarah Indonesia.

Terkait hal tersebut maka Babinsa Kelurahan Kratonan Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta, Serka YUDI WIDIYANTO dan Sertu ABDULAH RUMBAWA, melaksanakan Pengamanan Pembukaan Pameran Bedah buku Terpanjang di Rekor Muri tetang Jejak Sejarah Indonesia di Rumah Budaya Kratonan jalan  Manduro No.6 Kartotiasan Kratonan Kelurahan Kratonan Kecamatan Serengan  Kota Surakarta. Selasa (27/28/2019).

Pengamanan ini di laksanakan dengan tujuan untuk Mencegah Hal-hal Yang tidak di ingikan dan kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar, aman kondusif 


Hadir dalam kegiatan tersebut Dewan Pengawas BPJS Jakarta : Hadiitia Warman, Ka. Kacab BPJS Solo: Rudi Yuniarto, Kacab Sragen BPJS : Eka, Ka . Kacab Sukoharjo BPJS : Diky Caniago, Ka. Kacab Karanganyar BPJS : Agus Suyono, Rektor IAIN : Prof.Dr.Ir.Mudofir,S.Ag,MPd, Tamu Undangan dan di hadiri 150 Orang.

#pewarta. Agus Kemplu
#Editor. Buang arifin
Share:

530 Anggota PSHT. Perguruan Setia Hati Terate Ikuti Ujian Kenaikan Gelar



Banyuwangi,www.teropongtimur.co.id. 


Minggu (25/8/2019) bertempat di lapangan Dusun Krajan Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, sebanyak 530 warga  PSHT (Perguruan Silat Setia Hati Terate) ikuti ujian kenaikan sabuk (Gelar) 
Dari seluruh peserta yang hadir mengikuti ujian kenaikan sabuk (Gelar) di dominasi peserta yang berstatus pelajar,

Acara yang berlangsung sejak pukul 07.30 Wib itu  mendapat pantauan langsung dari petugas keamanan dua truck personil Polres Banyuwangi yang dibantu personil dari jajaran Polsek se Banyuwangi, di antaranya Polsek Srono, Polsek Bangorejo, Polsek Kota dan lainnya, 
Dan turut hadir pula dari unsur TNI ( koramil 0825 Srono)

Kehadiran personil Polisi dan TNI bertujuan untuk  mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan setelah adanya kejadian di Desa Sukorejo dan Desa Ringintelu, Kec. Bangorejo bulan lalu, 


SUCI (42) sekretaris PSHT Kabupaten. Banyuwangi kepada awak media menyampaikan bahwa peserta yang hadir berasal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Banyuwangi, namun hadir juga  beberapa warga PSHT dari cabang Jember guna untuk ikut berpartisipasi."Untuk menjadi "Warga" Perguruan Setia Hati Terate, seseorang harus mengikuti latihan fisik dan gemblengan mental spiritual minimal dua (2) tahun, yang di bagi menjadi empat (4) tahapan, yakni siswa polos, siswa jambon, siswa hijau dan siswa putih,  

"Jika semua tahapan tersebut sudah di jalani barulah seseorang bisa di sebut Warga PSHT, dan alhamdulillah Acara yang berlangsung hingga pukul 16.00 wib ini  berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan, tambah Suci, 

#pewarta, Bagus. news Investigasi
#Editor. Buang Arifin
Share:

Pelaku Jambret Dijalan Muncar Diringkus Satreskrim polres Serono



BANYUWANGI,www.teropong.co.id.


Pada hari Jumat' 23 Agustus 2019, sekira Jam 15.00 Wib, Warga sekitar perempatan Tembokrejo, Muncar di hebohkan dengan penangkapan seorang laki - laki yang diduga pelaku pencurian dengan disertai kekerasan (Jambret) oleh jajaran reskrim Polsek Srono,

Laki - laki yang berhasil di amankan adalah Prasetya EDI WIJANARTO (24) Warga Dusun Sumberayu Rt. 01 Rw. 03 Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi,

Berawal dari laporan Siti Khotijah (37) warga Dusun Mangunrejo Rt. 05 Rw. 01 Desa Blambangan, Kec. Muncar, Kabupaten Banyuwangi yang mengaku pada hari rabu' 21/08/19 sekira jam 08.00 Wib diJalan Muncar, Dusun Srono, Desa Kebaman, Kecamatan Srono telah menjadi korban tindakan kejahatan, tas kecil miliknya yang digantungkan di dasbot depan sepeda motornya tiba-tiba dari arah belakang direbut orang tak dikenal mengendarai Honda Beat putih tanpa plat nomor,


Kepada Polisi, Siti Khatijah (korban) mengaku di dalam tas kecilnya berisi sebuah HP merk HUAWEI warna hitam, No 082139336xxx, IMEI 863983030490125, E KTP an. pelapor, SIM A dan C an. pelapor, STNK SPM P. 2176. RK, dan Uang tunai Rp. 1.000.000,

Korban berusaha mengejar pelaku yang melaju kencang kearah barat, namun saat sampai dilampu merah Srono kehilangan jejak, kemudian korban melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Srono, 

Berdasarkan laporan korban, polisi bertindak cepat menginformasikan Nomor Imei Hand phone milik korban ke beberapa counter Hp di wilayah Srono dan sekitarnya, 

Tak lama berselang waktu, polisi mendapat informasi dari saksi WIDYA YUNANTA PUTRA pemilik Counter di Dusun  Krajan Rt 02 Rw. 02 Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, bahwa ada orang menawarkan HP di Counternya dengan ciri ciri seperti yang dijelaskan oleh polisi sebelumnya,

Kepada awak media, Iptu. SUTARKAM, S. Sos Kanit Reskrim Srono menjelaskan bahwa polisi langsung menindak lanjuti informasi tersebut, dan merapat ke Counter milik saksi WIDYA YUNANTRA PUTRA, sesampai di Counter ternyata benar, pelaku masih berada ditempat, 

Namun sayang, saat melihat kedatangan kami, pelaku langsung pergi kearah timur dengan mengendari sepeda motor, selanjutnya kami lakukan pengejaran dan pelaku berhasil kami tangkap di lampu merah Tembokrejo Muncar, dalam penangkapan polisi berhasil mendapatkan Barang bukti 1 buah Hp merk Huawey warna hitam milik korban dan pelaku telah mengakuinya,


Selanjutnya pelaku digelandang ke Mapolsek Srono berikut barang bukti berupa satu (1) unit sepeda motor CB R warna putih tanpa plat nomor,  satu (1) buah Hp merk Huawei warna hitam Nosel 082139336xxx, satu (1) buah Sim A & C, E-Ktp an. Korban dan kartu Atm BRI an. Pelaku,   pelaku di jerat dengan pasal 365 (1)Kuhp ancaman hukuman lima tahun penjara, terang kanit,

Sumber     : Kanit Reskrim Sek. Srono
#Pewarta    :Bagus. Investigasi
#Editor. Buang Arifin
Share:

Di Gebut Pekerjaan. Proyek Peningkatan Kapasitas Pelebaran Jalan Dinilai Lemah Dalam Pengawasan



Banyuwangi,www.teropongtimur.co.id.

Jalan banjarmasin hingga Kali bendo Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi Tahun anggaran 2019. Pelaksana PT MUKTI RAJULKA SAKTI, yang berkantor dijalan Raden Patah Psk III No. DII Kota Pasuruan Jawa timur. dengan Anggaran DAK Kabupaten Banyuwangi TA 2019 senilai . 14 .427,204,000 pada proses pengerjaan tersebut dinilai lemah.

Digebut pekerjaan,...proyek pelebaran jalan, didalam pengerukan bekas material tanah diduga bercampur kerikil, yang dilakukan sepanjang 3,5 meter itu sudah terjual seharga 250 ribu per armadanya.

Dikomfirmasikan karena tidak ada dilokasi pengerjaan proyek pelebaran jalan tersebut, dari hasil pantauan dilapangan sejak pagi nampak terlihat satu yunit armada yang mengangkut buangan tanah bekas proyek pelebaran jalan yang diangkut kepenampungan rest area parkir wisata argo Expo didesa Taman Suruh Kecamatan Glagah.

"Sampai dilakukan pemberitaan ini, pihak proyek setelah dikonfirmasi dengan keberadaanya, pihak pekerja proyek tidak ada ditempat. dan tidak pernah ketemu.

Dikomfirmasi terpisah, Argo expo, bertempat didesa Taman suruh Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi.  Kepada dinas pekerja Umum (PU) Citra Karya dan penataan ruang melalui kepala bidang (Kabid) Bina Marga melalui ponsel mengatakan." Akan melakukan kroscek turun lapangan dan menindak lanjuti laporan itu.

"Selanjutnya. Disisi lain Tim investigasi LSM Solidaritas Masyarakat Tranportasi (somasi) AGUS PURNOMO. mengatakan,bahwa penjual material dilihat dari segi apapun sudah jelas tidak dibenarkan,dan merupakan suwatu pelanggaran hukum, karena status tanah tersebut merupakan aset negara.

"penjualan material yang dilakukan tersebut merupakan suatu pelanggaran, padahal didalam area proyek sudah ada konsultan pengawaan, namun semua ini terkesan ada pembiaran. sehingga masalah ini patut diduga ada konspirasi., ...... melanjutkan kesejumlah instansi terkait untuk diproses secara hukum."ungkapnya.

#pewarta. Agustin Wiyanti
#Editor. Buang Arifin
Share:

LSM TEROPONG

LSM TEROPONG
SEKRETARIAT : 087846111212, 085236384228

BECOFF BONDOWOSO - Jatim

BECOFF BONDOWOSO - Jatim
BECOFF BONDOWOSO - JATIM

PENGUNJUNG

IKLAN / ADV / PROFILE

IKLAN / ADV / PROFILE
Hubungi Redaksi Teropong Timur WA / Telpon / SMS : 087846111212 dan Telpon / SMS :085236384228

Popular

Becoff Bondowoso - Jatim

Becoff Bondowoso - Jatim
Becoff Bondowoso - Jatim

Featured post

LSM, ORMAS DAN AWAK MEDIA BENTUK FORUM KOMUNIKASI

LSM DAN ORMAS Serta WARTAWAN YANG HADIR Bondowoso, www.teropongtimur.co.id Puluhan LSM dan Awak Media Bondowoso Jawa Timur mengapresi...

Blog Archive

Recent Posts