Kasus Harta Peninggalan H.Nahrudin bin Jumadi. Siapa Yang Disalahkan,???





Banyuwangi,www.teropongtimur.co.id.


Bagi masyarakat Dusun Cungkingan Desa Badean Kecamatan Bimbingsari Kabupaten Banyuwangi, sudah bukan rahasia lagi ,bahwa mendiang hidupnya almarhum H. NAHRUDIN Bin JUMADIN mempunyai 4 empat orang istri.

Istri pertamanya Hj. KAMILA masih hidup tidak punya anak., Istri ke dua bernama JUWARIYAH masih hidup bertempat tinggal di Desa Kemiren punya anak satu bernama Hj, TUTIK YATI., Istri ke tiga bernama ATIPAH sudah meninggal di Desa Patoman punya anak laki laki satu bernama ABDA LATIF., dan Istri ke empat bernama JARA'AH meninggal dari dusun Donosuko.

Empat orang istri mendiang hidup almarhum H.
N AHRUDIN Bin JUMADIN, dalam catatan bio data yang di keluarkan Dukcapil di nyatakan dalam perkawinanya tidak pernah tercatat di KUA alias kawin siri.

Dalam hukum perdata berarti masih dua istri yang hidup bisa disebut orang hidup terlama dalam silsilah keluarga .

Harta kekayaan peninggalan almarhum berupa tanah sawah, rumah asal dan pekarangan adalah harta hak milik keluarga almarhum, seharusnya bisa di selesaikan di internal dari keturunan almarhum oleh pihak yang hidup terlama yaitu Hj, KARMILA dan JUARIYAH untuk anak keturunan almarhum H. NAHRUDIN bin JUMADIN yaitu Hj, TUTIK YATI dan ABDA ALIF, karena status mereka satu ayah lain ibu.

Harus disadari ,Hj, KARMILA dan JUARIAH adalah ibu Hj, TUTIK YATI dan ABDA LATIF itu harus diakui dalam silsilah keluarga almarhum .

Antara Hj, TUTIK YATI dan ABDA ALIF yang ayah kandungnya Almarhum H. NAHRUDIN Bin JUMADIN, kenapa berseteru saling kleim keaiban internal keluarga, mungkin karena kesalahan almarhum tebang pilih kasih sayang terhadap istri istrinya ..wallah huaklam.

Kini percekcokan, perseteruan, saling melaporkan antara adik kakak lain ibu, itu semua karena harta warisan orang meninggal yang jadi rebutan.

ABDA ALIF merasa anak satu satunya laki laki dari keturunan ahlamrhum H. NAHRUDIN Bin JUMADIN sedang Hj, TUTIK YATI merasa anak satu satunya dari almarhum H. NAHRDUDIN lantas orang yang hidup terlama yaitu dua istri almarhum yang masih hidup kok malah membiarkan dua anak almarhum berseteru hebat, siapa yang di salahkan???

Harta warisan adalah harta peninggalan orang tua yang sudah meninggal, tidak ada cerita namanya harta peninggalan akan jatuh ke tangan orang lain, terkecuali yang meninggal itu tidak punya keturunan, barulah harta tersebut jatuh ke saudaranya yang disebut waris pengganti

"Dalam kasus harta peninggalan almarhum H. NAHRUDIN Bin JUMADIN berupa rumah asal, tanah sawah dan pekarangan disikat habis oleh anak cucu dari istri kedua yang masih hidup. "apakah hal itu di benarkan dalam hukum hak waris.???

Bukti oktentik dari harta peninggalan almarhum H. NAHRUDIN Bin JUMADIN adalah sawah seluas 1,5 bau yang dikerjakan/ buruh warga bernama SAMSUL sampai sekarang, "diceritakan oleh Samsul bahwa dia (Samsul-red) menggarap sawah atas perintah alamarhum H.NAHRUDI, bukan di perintah istri istri almarhum yang masih hidup, berarti itu adalah harta hak milik almarhum secara sah."jelas Samsul

Mencuatnya kasus sengketa waris dalam keluarga almarhum H. NAHRUDINdi picu adanya pendaftaran tanah sistimatik lengkap (PTSL) tahun 2018 /2019 masa kepala desa NURSAMSI yang masih menjabat sampak saat ini

"Hal yang perlu dicatat bahwa pada saat tanah tanah dan rumah di daftarkan PTSL tanpa sepengetahuan ABDA ALIF karena bekerja di Jakarta, "mengingat kejadian tersebut ABDA ALIF anak laki laki satu satunya dari keturunan H. NAHRUDIN dengan ATIPAH dari Patoman ambil langkah hukum

"Di samping itu ternyata ABDA LATIF adalah salah satu aktivis dari Lembaga Tinggi Komando Pertahanan Stabilitas Keamanan Nasional (LTKPSK dengan jabatan sebagai KORDA lembaga tersebut

Langkah hukum sudah di lakukan oleh ABDA LATIF, pelaporan kepolresta Banyuwangi, bersifat pemberitahuan ke BPN, Pemda, Camat dan Desa, bahkan surat somasi permohonan pembatalan SHM kepada Kades NURSAMSI.


Sampai dinaikkan berita ini, sangking geramnya tanah sawah, rumah dipasang BENER mengatasnamakan Lembaga yang ABDA LATIF sandang, bahkan pemberitahuanya sudah kekoramil, kapsek dan camat, sesuai etika lembaga yang disandangnya, ia bagaimana kelanjutanya proses hukumnya

Pewarta: Taufiq
Editor: Buang Arifin
Share:

No comments:

Post a comment

LSM TEROPONG

LSM TEROPONG
SEKRETARIAT : 087846111212, 085236384228

BECOFF BONDOWOSO - Jatim

BECOFF BONDOWOSO - Jatim
BECOFF BONDOWOSO - JATIM

PENGUNJUNG

IKLAN / ADV / PROFILE

IKLAN / ADV / PROFILE
Hubungi Redaksi Teropong Timur WA / Telpon / SMS : 087846111212 dan Telpon / SMS :085236384228

Popular

Becoff Bondowoso - Jatim

Becoff Bondowoso - Jatim
Becoff Bondowoso - Jatim

Featured post

LSM, ORMAS DAN AWAK MEDIA BENTUK FORUM KOMUNIKASI

LSM DAN ORMAS Serta WARTAWAN YANG HADIR Bondowoso, www.teropongtimur.co.id Puluhan LSM dan Awak Media Bondowoso Jawa Timur mengapresi...

Blog Archive

Recent Posts