Perjalanan Hidup Lukman Taufiq PPD Wilayah Ujung Timur Jawa

Teropongtimur.co.id. Berbagai profesi yang dijalani  Lukman Taufiq (37), sejak lulus dari SMA pada tahun 1998. Mulai dari anak buah kapal, buruh bangunan, hingga sopir angkutan pupuk. Meskipun tumbuh dan besar dari keluarga petani, bapak dua anak ini tidak serta merta tertarik menjadi petani. Justru pengalaman masa remaja yang  dipaksa oleh kedua orang tuanya untuk bekerja dilahan untuk bertani, yang membuat Lukman merasa enggan menjadi petani. Akhirnya beliau mengikuti kehendak orang tuanya untuk terjun di bidang bertani, "didalam perjalanan hidupnya beliau  harus bekerja keras untuk  mengangkut padi hasil panen yang beratnya puluhan kilo, belum lagi harus mencangkul dan aktivitas-aktivitas lainnya yang banyak mengeluarkan keringat dan menguras tenaga, 

"Setelah beberapa tahun beliau menjalani apa yang sudah menjadi keputusan orang tuanya, Lukman Taufiq bertambah pengalaman disamping mengembangkan dan menekuni di bidang bertani, ahirnya menemukan profesi yang cocok, dimulai dengan menanam cabai dan buah naga, sambil nyambi menjadi sopir angkutan diperusahaan ekspedisi. “Saat itu Lukman melihat bahwa pertanian ternyata mempunyai prospek yang bagus. Karena bagaimana pun juga, manusia hidup tidak akan lepas dari produk pertanian, tapi ketika menekuni bertani, Lukman mengalami gagal panen dan berapa kali kerugian yang dialami. "namun setelah belajar budidaya pertanian dan strategi cara menjual hasil panen selama 5 tahun, Lukman mulai ada kemajuan, bahkan pada dua kali musim panen cabai dan buah naga dia mampu membeli mobil pick up. untuk menunjang usaha budidaya jeruk dan buah naga yang saat itu mulai marak di Banyuwangi, "ungkap Lukman

Lukman setelah ditemui awak media teropong timur news, Buang Aripin mengaku, kalok kenangan yang pahit dan fatal sudah dilewati, alhamdulilah dengan kesabaran  dan ketelitian bisa ada perubahan, usahapun mulai menggeliat,  jeruk dan buah naga dari lahan sendiri dan lahan milik petani lain saya jual sendiri hingga keluar daerah Banyuwangi. darisitulah saya disamping jualab juga cari pelanggan tetap, mulai dari Bali, Kediri, Tulungagung, Blitar, Surabaya, hingga Cibitung, "paparnya. 

"Lanjut Lukman, Semakin luas lahan yang saya garap semakin banyak yang kita dapat keuntungannya, "Disamping pengalaman bertani saya berkolaborasi dengan perusahaan pupuk Petrokimia Gresik, untuk supaya lebih mudahnya saya mengelola tanah pertanian supaya menghasilkan tanam yang subur, terutama untuk tanaman jeruk dan buah naga, dari situlah saya mulai berkembang dan belajar untuk cara memadukan pupuk, dari Kedua komoditas tersebut dipupuk dengan PHONSKA, Urea. Petroganik, Petrocas, dan SP-36. “Sejak Petrokimia Gresik memproduksi PHONSKA Plus pada tahun 2016, saya beralih ke PHONSKA non subsidi dengan tambahan S dan Zn itu, "akunya. Meskipun produk non subsidi dan tentu saja harganya lebih mahal, tapi dengan peningkatan produksi dan kualitas komoditas yang ditanamnya, masih lebih menguntungkan,

"Lukman semakin berpengalaman mengemukakan, PHONSKA Plus bisa merangsang pada pembungaan, baik pada jeruk maupun buah naga ketika curah hujan tinggi,....dan pupuk ini membuat bunga pada tanaman jeruk dan buah tidak mudah rontok. Untuk meningkatkan cita rasa  buah,.. Lukman mengaplikasikan KCl dan ZK produksi Petrokimia Gresik dengan PHONSKA Plus terjadi peningkatan produksi sekitar 10 hingga 20 %, tentu saja hal ini bisa menambah penghasilan,

"Dengan keberhasilannya dalam mengaplikasi pupuk Lukman diberi kekuasaan khusus untuk bagian Petugas Penjualan Daerah (PPD) Petrokimia Gresik sejak tahun 2015, untuk usaha taninya ditangani istrinya. "Papar Lukman

........Kisah menarik Lukman dari bergabungnya dengan Petrokimia Gresik, dibermula dari aktivitasnya dalam memasarkan pupuk yang disebutnya sebagai pupuk *Alternatif*,... Lukman pernah menjual pupuk ‘Alternatif’. Pupuk dengan harga murah tapi mutunya rendah, mempunyai pasar yang bagus, Sebab ketika kuota pupuk subsidi sudah habis, sedangkan petani masih membutuhkan, maka pupuk ini dijadikan alternatif, "ujarnya.

Setelah beberapa tahun memakai pupuk yang berpotensi merugikan petani tersebut, Lukman tidak lagi melanjutkannya. hal ini disebabkan karena setelah saya pikir pikir pupuk Alternatif tersebut tidak ada pengaruhnya pada hasil panen, "paparnya

"Begitu mendapatkan penawaran menjadi PPD, dengan tanpa banyak petimbangan Lukman menerimanya. Dia yakin mampu menjadi salah satu ujung tombak penjualan produk-produk Petrokimia Gresik itu. Menurutnya menjual produk berkualitas dari produsen sekelas Petrokimia Gresik bukan hal yang berat bagi saya, karena pupuk Petrokimia Gresik tersebut sudah terbukti menguntungkan bagi para petani,

Lukman berpendapat, menjadi PPD kedepannya harus lebih memahami produk yang dijual, hal ini merupakan bekal ketika melakukan sosialisasi ke kios dan petani. Sebab lewat PPD lah seringkali konsumen dan petani menanyakan berbagai hal tentang produk yang dijual, baik subsidi maupun produk non subsidi. “Selain itu, kedekatan emosional dengan kios sangat penting. Sebab ketika kita sudah akrab dengan para pemilik kios, mereka dengan senang akan menjualkan produk yang kita tawarkan. Lebih-lebih jika untungnya besar,” pungkas Lukman kepada awak media teropong

Share:

No comments:

Post a comment

LSM TEROPONG

LSM TEROPONG
SEKRETARIAT : 087846111212, 085236384228

BECOFF BONDOWOSO - Jatim

BECOFF BONDOWOSO - Jatim
BECOFF BONDOWOSO - JATIM

PENGUNJUNG

IKLAN / ADV / PROFILE

IKLAN / ADV / PROFILE
Hubungi Redaksi Teropong Timur WA / Telpon / SMS : 087846111212 dan Telpon / SMS :085236384228

Popular

Becoff Bondowoso - Jatim

Becoff Bondowoso - Jatim
Becoff Bondowoso - Jatim

Featured post

LSM, ORMAS DAN AWAK MEDIA BENTUK FORUM KOMUNIKASI

LSM DAN ORMAS Serta WARTAWAN YANG HADIR Bondowoso, www.teropongtimur.co.id Puluhan LSM dan Awak Media Bondowoso Jawa Timur mengapresi...

Blog Archive

Recent Posts