Program PTSL Pasti Terselesaikan, Bila Dilaksanakan Dengan Data-Data Otentik



Banyuwangi,www.teropongtimur ci.id.


Pendaftaran Tanah Sistimatik Lengkap yang biasa disebut (PTSL) adalah sebuah program yang berhasil dibuat oleh pemerintah Indonesia, yang bertujuan untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum atas hak atas tanah yang dimiliki oleh masyarakat yang belum mendaftarkan tanah miliknya

Latar belakang dari diadakannya program ini adalah karena pemerintah masih menemukan banyak sekali tanah yang belum bersertifikat atau memiliki sertifikat, "sertifikat tanah merupakan hal yang wajib dilakukan masyarakat untuk mendapatkan kepastian hukum dan bukti otentik dari kepemilikan tanahnya yang dibuktikan dengan sertifikat tanah, dan program ini dilakukan dengan serentak oleh pemerintah

Berikut ini adalah tahapan pelaksanaan ptsl yang dibagi menjadi beberapa tahapan,(1). dilakukan penyuluhan akan dijadwalkan dulu., Pendataan setelah dilaksanakan penyuluhan., Pengukuran setelah melewati proses administrasi dan dikatakan lolos, lalu petugas akan melakukan pendataan kepada masyarakat pemohon dengan menanyakan status kepemilikan tanah, apakah dari warisan, hibah, ataupun jual beli dan bukti yang lain.

Hal tersebut telah terjadi perseteruan antar sudara yang terjadi diwilayah desa Badean Kecamatan Blimbingsari Kabupaten Banyuwangi,

pada tahun 2018, Ribuan bidang tanah yang di mohonkan program Pendaftaran Tanah Ssistimetik Lengkap (PTSL) di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banyuwangi. "Yang Seharusnya syarat untuk pendaftaran tanah harus tanah tanah yang tidak bermasalah, khususnya tanah warisan yang belum dibagi waris dalam akte warisnya.

Contoh keluarga MASPUPAH menjadi tidak baik dengan keluarga RAUDAH hanya gara gara sebidang tanah luas 1/4 bau menjadi atas nama ALISABANA anak dari RAUDAH,....pasalnya, leter C tanah tersebut atas nama H. GUFRON, yang belum ber akte jadi mudah didaftarkan dengan cara sepihak tanpa ijin para ahli waris almarhum H. GUFRON.

Hal yang sama, H. TAROM salah satu pemohon Program Tanah Sistemetik Lengkap (PTSL) yang layak mendapat perhatian kepala kantor BPN Banyuwangi, pasalnya tanah yang didaftarkan tersebut akte jual belinya digadaikan, berarti status tanah yang di daftarkan PTSL tersebut status tanahnya masuk anggunan, akan tetapi oleh kades NURSAMSI bisa didaftarkan, namun apa yang terjadi setelah SHM terbit, ribut karena SHM nya ditahan kades dengan alasan aktenya di suruh nebus.

Ada lagi keanehan ,pada saat program PRONA tahun 2014 masa jabatan kades MOC IKSAN, ada nama kampung krasak wilayah dusun Krajan yang mana tanah masyarakat tersebut tidak ada leter C dan kerawanannya apa lagi petoknya. "Pada saat program PRONA yang panitianya TAUFIQ klarifikasi terkait tanah warga yang tidak ada girik petok, oleh BPN di tolak, tetapi oleh kades NURSAMSI bisa diproses Program PTSL, padahal tanah tanah tersebut tidak ada leter C nya atau girik kerawanannya, padahal sarat untuk pendaftaran PTSL yang utama adalah leter C atau petok harus ada

"Yang paling sangat heboh kasus tanah warisan almarhum H. NAHRUDIN bin JUMADIN dusun cungkingan yang mengakibatkan perseteruan hebat antara anak anak dan cucu almarhum yang meninggalkan harta warisan gara gara PTSL sepihak.

ABDA LATIF, warga desa Patoman dan Hj TUTIK warga desa Sukojati berseteru hebat gara gara seluruh harta peninggalan almarhum H. NAHRUDIN menjadi SHM atas nama SSULISTIYANI anak HJ. TUTIK sebanyak empat (4) SHM tanpa sepengetahuan ABDA ALIF yang sama sama anak dari almarhum H. NAHRUDIN bin JUMADIN

"Saling lapor ke penegak hukum, baik kasus tanah almarhum H. GUFRON dan almarhum H. NAHRDIN bin JUMADIN, tetapi penegak hukum beralasan tanah sudah bersertifikat, jadi laporan ke polisi mandek ditengah jalan alias tinggal permusuhan antar saudara yang masih terjadi.

Berdasarkan sarat pendaftaran tanah PTSL, bukti utama adalah alas hak perolehan tanah dengan etika baik, apa itu jual beli, hibah, dan waris.

Teropong timur salah satu media cetak maupun onlain yang resmi mengkritik kepada kepala kantor pertanahan kabupaten Banyuwangi bahwa program PTSL yang ada di desa badean kecamatan Banyuwangi di temukan ada yang mendapatkan empat(4) sampai lima(5) SHM dalam satu orang pemohon,apakah program PTSL aturannya semacam ini,tanah yang belum di bagi waris bisa di daftarkan sepihak atas nama orang yang bukan ahli warisnya .

Dalam banyak kasus yang menimbulkan permusuhan antar saudara atas status tanah warisan yang belum di bagi secara waris oleh para ahli waris ternyata bisa di daftarkan oleh pihak pihak yang bukan ahli warisnya sungguh luar biasa program PTSL yang ada di kabupaten Banyuwangi ,siapa yang bertanggung jawab ,apakah pokmasnya,kadesnya atau kah BPN nya,sementara korban mencari keadilan ke penegak hukum semuanya tidak berdaya gara gara kesaktian kades selaku pejabat tunggal pendaftaran tanah tanah girik di program PTSL.

Pewarta: Taufiq
Editor: Buang Arifin
Share:

No comments:

Post a comment

LSM TEROPONG

LSM TEROPONG
SEKRETARIAT : 087846111212, 085236384228

BECOFF BONDOWOSO - Jatim

BECOFF BONDOWOSO - Jatim
BECOFF BONDOWOSO - JATIM

PENGUNJUNG

IKLAN / ADV / PROFILE

IKLAN / ADV / PROFILE
Hubungi Redaksi Teropong Timur WA / Telpon / SMS : 087846111212 dan Telpon / SMS :085236384228

Popular

Becoff Bondowoso - Jatim

Becoff Bondowoso - Jatim
Becoff Bondowoso - Jatim

Featured post

LSM, ORMAS DAN AWAK MEDIA BENTUK FORUM KOMUNIKASI

LSM DAN ORMAS Serta WARTAWAN YANG HADIR Bondowoso, www.teropongtimur.co.id Puluhan LSM dan Awak Media Bondowoso Jawa Timur mengapresi...

Blog Archive

Recent Posts