Korban Mutasi Buka Suara

BONDOWOSO – teropongrimur.co.id – Untuk menjawab satu opini yang kuat di masyarakat, adanya dugaan jual beli jabatan. Redaksi melakukan investigasi dan konfirmasi langsung kepada yang bersangkutan. Akhirnya Redaksi mendapatkan konfirmasi dari satu pihak yang kompeten dan mengakui sebagai korban mutasi. Sedang pihak lainnya membantah, ada jual beli jabatan.

Konfirmasi di ruang kerjanya, Kasie Perkebunan Dinas Pertanian, Sofi, yang namanya sempat menjadi perbincangan sebagai salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga menyerahkan uang 50 Juta ke kepala instansi tertentu untuk dapat turut serta dalam proses mutasi/promosi jabatan, membantah semua isu tersebut.

Saat dikonfirmasi, Sofi dengan nada tinggi memulai konfirmasi dengan teropongtimur.co.id, “Silahkan direkam bahasa saya. Biar semua tahu, Saya benar-benar tidak pernah membayar apapun. Jika saya mengetahui sumber orang yang menfitnah saya, akan saya tuntut. Saya malah orang yang sakit hati, sudah tujuh tahun tidak pernah promosi”, jawab Sofi.

“Saya juga tidak pernah dipanggil ke Pendopo Bupati apalagi rumah Bupati, saya tidak tahu rumah Bupati itu mana? kok tega ada media yang menulis tentang mutasi yang menuduh saya membayar sejumlah uang. Saya berani sumpah Al-Quran dan atas nama Almarhum adik saya, bahwa saya tidak pernah dipanggil siapapun terkait uang mutasi”.

“Uang itu susah, kalau saya bayar dulu untuk mutasi, saya takut kena tipu. Kalau saya diangkat dulu baru membayar, baru saya berani”, tegas Sofi.

Dia juga menyatakan, yang menfitnah saya, mau menjatuhkan Ibu saya (Dra. Endang Hardiyanti, Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bondowoso. Red), saya sendiri dan juga dwi, suami saya. Pihak yang berwenang juga sudah menanyakan ke saya, tetapi hanya pertanyaan “mengapa saya tidak turut serta dimutasi”, ya saya jawab kalau saya tidak masuk daftar mutasi, hanya suami saya yang masuk daftar mutasi.

“Suami saya namanya Dwi, tetapi bukan, Dwi, Camat Tamanan yang ikut mutasi ke sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika. Kalau itu saya mendengar, jika Dwi Camat Tamanan membayar, bahkan lebih dari itu”, jelas Sofi dengan sangat tegas.

Korban mutasi lainnya, adalah staf Kecamatan Klabang Bondowoso. Nara sumber tidak bersedia disebut namanya, tetapi mau memberikan konfirmasi sesuai fakta. “Saya sebelumnya bertugas di Satuan Pol PP Kecamatan Klabang, lalu dimutasi sebagai Staf Kecamatan Klabang dengan harus membayar 15 juta, oleh oknum yang mengaku dekat kekuasaan (nara sumber juga tidak mau menyebutkan nama oknum.Red). Keterangan tersebut juga sudah saya sampaikan ke pihak berwenang, sesuai dengan fakta yang terjadi.

Sampai saat ini, lanjut nara sumber, saya wacananya akan membayar 2,5 juta iti pun ditolak, uang itu saya harus ambil kredit. Sisanya masih terus ditagih, dan diancam akan dikembalikan ke Satuan Pol PP jika tidak melunasi, jelasnya.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari Dwi, ASN yang dimaksud oleh Sofi, telah membayar sejumlah uang untuk menduduki jabatan sekretaris dari asalnya Camat Tamanan juga belum mendapatkan konfirmasi dari instansi yang berwenang.

Berita ini, sekaligus menjawab beberapa media yang menyudutkaan teropongtimur.co.id dalam penulisan sebelumnya yang dituduh memberitakan berdasarkan kebencian, dan tidak sesuai fakta. (Redaksi : Nawiryanto Winarno.SE./H.Dharma)
Share:

No comments:

Post a comment

LSM TEROPONG

LSM TEROPONG
SEKRETARIAT : 087846111212, 085236384228

BECOFF BONDOWOSO - Jatim

BECOFF BONDOWOSO - Jatim
BECOFF BONDOWOSO - JATIM

PENGUNJUNG

IKLAN / ADV / PROFILE

IKLAN / ADV / PROFILE
Hubungi Redaksi Teropong Timur WA / Telpon / SMS : 087846111212 dan Telpon / SMS :085236384228

Popular

Becoff Bondowoso - Jatim

Becoff Bondowoso - Jatim
Becoff Bondowoso - Jatim

Featured post

LSM, ORMAS DAN AWAK MEDIA BENTUK FORUM KOMUNIKASI

LSM DAN ORMAS Serta WARTAWAN YANG HADIR Bondowoso, www.teropongtimur.co.id Puluhan LSM dan Awak Media Bondowoso Jawa Timur mengapresi...

Blog Archive

Recent Posts