Ramai-ramai Pemilik Media Merapat Ke Kekuasaan
Buruk Sebagai Fungsi Kontrol Sosial Kebijakan Pemerintah

Bondowoso – teropongtimur.co.id – Ada beberapa pemilik media mulai dengan terang terangan menyerang kehormatan media lainnya, yang telah melakukan tugas dan fungsi kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan. Memang keberadaan Sekda Bondowoso, H. Saifullah, SE., M.Si., membuat hampir semua media online dapat "dikuasai". Penguasaan itu dinilai bisa berdampak buruk bagi publik, demikian menurut Ketua LSM Teropong sekaligus Pimpinan Redaksi media online teropong.co.id, H. Nawiryanto Winarno, SE dikediamannya (10/4/2020).

Nawiryanto mengatakan, masyarakat Bondowoso bisa merugi karena sangat mungkin mendapat informasi yang timpang. Ia memprediksi berkumpulnya pemilik media di kubu Sekda Bondowoso membuat publik susah mendapat berita yang punya perspektif kritis. "Ini yang paling menakutkan. Buruk buat demokrasi, tugas dan fungsi media sebagai kontrol sosial kepada pemerintah," ujar Nawiryanto.

Sebenarnya media bisa berpihak ke suatu kubu tertentu jika berdasarkan hati nurani atau visi yang jelas, kata Nawiryanto. Akan tetapi, di Bondowoso, keberpihakan tersebut hanya berdasarkan preferensi kepentingan pribadi pemilik media yang bergantung hidup pada proyek-proyek pemerintah atau sebagai “makelar” proyek.

Nawiryanto berharap, keberpihakan media yang terjadi seharusnya memiliki cita-cita politik dan nilai yang konsisten. Di Bondowoso saya menilai, tidak punya itu, yang ada kesetiaan murni pemilik media yang terombang-ambing oleh kepentingan pribadi. Akhirnya fokus pada dukung-mendukung saja tanpa mau melihat fakta. “Independensi media terancam, karena keberadaan bisnis pemilik media yang memihak pemerintah akan mengancam kebebasan pers dalam menyampaikan pemberitaan sesuai dengan fakta yang terjadi”.

Contoh media yang memihak karena kepentingan pribadi, tidak akan menulis berita yang menyangkut kesalahan pemerintah. Sedang seluruh masyarakat jelas-jelas sudah mengikuti berita adanya proses Interpelasi Mutasi yang membuahkan Rekomendasi DPRD untuk memberikan sanksi berat kepada Sekda Bondowoso. Masih ada permasalahan PT. Bogem yang di Pansus DPRD akibat ada kebijakan proses pengangkatan direktur yang melanggar Undang-Undang, diperparah adanya mutasi sejumlah dana PT. Bogem ke rekening pribadi seseorang. Lalu ada permasalahan nomor Surat Keputusan (SK) Bupati ganda yang telah di rapatkan Komisi I. Adanya informasi jual beli jabatan yang sudah dilaporkan kepada Bupati. Adanya kasus “sumur bor” yang saat ini sedang dalam proses hukum di Kejaksaan Bondowoso. Dan yang paling baru, adanya laporan dugaan ancaman pembunuhan yang diprasangkakan Sekda Bondowoso kepada salah seorang pejabat.

Jika media hanya menggunakan teori politik kepentingan pribadi dukung mendukung, akan timbul perdebatan, pilihannya hanya dua! Apakah menyelamatkan nasib Pemerintah dan seluruh rakyat Bondowoso atau menyelamatkan satu pejabat penyebab semua kekacauan ini.

Pemilik media pengaruhnya cukup besar ke kebijakan media. Jadi kalau makin banyak pemilik media terlibat di kepentingan bisnis dengan pemerintah, itu otomatis akan membahayakan independensi media yang dia punya. Nawiryanto menganggap keberpihakan pemilik media ke kekuatan politik atau pejabat pemerintahan tertentu, hampir dipastikan berdampak pada posisi keberpihakan pada pemberitaan, jelas Nawiryanto.

“Kebijakan redaksi pasti dikendalikan pemilik media. Meski menganggap keberpihakan adalah hal yang wajar, akan tetapi Nawiryanto menyerukan agar tak boleh ada semacam mengikuti pendapat orang lain tanpa mengetahui sumber atau alasannya (taklid buta). "Keberpihakan media wajar, namun harus tetap kritis, berdasarkan data dan fakta. Jangan mengaggap media yang mengkritisi pemerintah dianggap sebagai “Media Jadi Alat Propaganda Hingga Menjadi Bias Negatif".

Menjadi aneh, jika pemilik media malah mengkritisi media yang telah menjalankan fungsinya sebagai kontrol sosial kebijakan pemerintah. Padahal jika pemberitaan kritis tanpa dasar, sudah jelas konsekwensi hukumnya. Dan Pemerintah Bondowoso tidak pernah membantah pemberitaan kritis permasalahan yang ada, apalagi sumber berita dari pihak-pihak yang memiliki kompetensi sebagai anggota legislatif, bukan asal bicara tanpa dasar dari ketua ormas tertentu”.

Jika ada media yang hanya mementingkan diri sendiri memihak karena kepentingan pribadi. Pemilik media tersebut menempatkan diri sebagai ”benalu” kepada kekuasaan yang sebenarnya sangat mengganggu kinerja pemerintahan itu sendiri.

Media harus independen menyampaikan informasi sesuai dengan fakta dan data, dan memiliki tanggungjawab yang besar dihadapan hukum atas pemberitaan yang diterbitkan. Jangan menjadi media yang “membabi buta membela pejabat yang salah” hanya demi kepentingan pribadi, pungkas Nawiryanto Winarno. (*)
Share:

No comments:

Post a comment

LSM TEROPONG

LSM TEROPONG
SEKRETARIAT : 087846111212, 085236384228

BECOFF BONDOWOSO - Jatim

BECOFF BONDOWOSO - Jatim
BECOFF BONDOWOSO - JATIM

PENGUNJUNG

IKLAN / ADV / PROFILE

IKLAN / ADV / PROFILE
Hubungi Redaksi Teropong Timur WA / Telpon / SMS : 087846111212 dan Telpon / SMS :085236384228

Popular

Becoff Bondowoso - Jatim

Becoff Bondowoso - Jatim
Becoff Bondowoso - Jatim

Featured post

LSM, ORMAS DAN AWAK MEDIA BENTUK FORUM KOMUNIKASI

LSM DAN ORMAS Serta WARTAWAN YANG HADIR Bondowoso, www.teropongtimur.co.id Puluhan LSM dan Awak Media Bondowoso Jawa Timur mengapresi...

Blog Archive

Recent Posts