Selingkuh, Oknum ASN Pemkab Bondowoso Digerebek Warga “Lapor Inspektorat Tidak Ditanggapi”

Pasangan selingkuh yang di warga, RT dan Banbinsa Tegalampel

BONDOWOSO – teropongtimur.co.id – Purwanto alias Adit (41), oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bondowoso, digerebek oleh warga, Ketua Rukun Tetangga (RT) dan petugas Babinsa Kecamatan Tegalampel, Bondowoso.

Bahkan, saat digerebek, oknum ASN yang bertugas Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Bondowoso ini, sedang berduaan dirumah Wanita Idaman Lain (WIL), Tri Ani alias Bu Rafi, di Jln Trunojoyo RT 19 RW 08 Desa Tegalampel, Bondowoso.

Aksi penggerebekan terhadap oknum ASN di lingkungan Pemkab Bondowoso itu, berdasarkan laporan Warga dan Dodik Heriyanto, yang tak lain suami dari Tri Ani yang selingkuh dengan oknun ASN tersebut. Sehingga begitu mendapat laporan, suami didampingi oleh Ketua RT dan Babinsa Tegalampel serta warga setempat bergerak dan langsung melakukan penggerebekan.

“Saya terpaksa melaporkan tentang kasus perselingkuhan istri, karena warga mengetahui kedua pasangan selingkuh berada di dalam rumah yang keadaan terkunci, dan dicurigai telah berbuat asusila,” kata Dodik.

Ketua RT 19 RW 08 Desa Tegalampel, Kecamatan Tegalampel Kabupaten Bondowoso, Jumain, mengatakan, aksi penggerebekan ini terpaksa dilakukan karena perbuatan kedua pasangan selingkuh tersebut meresahkan warga, mencoreng dan mencemarkan nama baik seluruh warga RT 19.

“Tri Ani dan Purwanto sudah dibuatkan surat perjanjian yang diketahui oleh Kepala Desa Sekarputih. Saat itu, Tri Ani dan Purwanto berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, dan berjanji jika terbukti melakukan lagi, maka kedua pasangan selingkuh tersebut bersedia menanggung segala resiko sesuai dengan hukum yang berlaku”, katan Jumain.

Sementara itu, oknum ASN bernama Purwanto sudah dilaporkan kepada Inspektorat Kabupaten Bondowoso, tetapi sampai dengan berita ini diunggah, laporan tersebut tidak ada tanggapan dari pihak Inspektorat.

Dodik Herdiyanto, sebagai suami dari pelaku perselingkuhan tersebut, meminta Ketua LSM Teropong, H. Nawiryanto Winarno untuk melakukan pendampingan, melaporkan kembali Oknum ASN, Purwanto kepada Bupati Bondowoso, karena laporan ke Inspektorat tidak mendapatkan tanggapan.

H. Nawiryanto Winarno, bersedia mendampingi Dodik Herdiyanto untuk melaporkan langsung kepada Bupati Bondowoso, sekaligus melaporkan kinerja Inspektorat kepada Bupati, karena tidak menindaklanjuti laporan Dodik Herdiyanto.

“Saya akan segera melaporkan perselingkuhan oknum ASN kepada Bupati, juga melaporkan Inspektorat yang tidak menanggapi laporan perselingkuhan ASN ini,” katanya

Ketentuan sanksi ASN terlibat kasus asusila atau perselingkuhan diatur jelas dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 tahun 1990 Perubahan Atas PP Nomor 10 tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil.

Selain itu, sanksi juga dipertegas dalam PP Nomor 53 tahun 2010 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS). "Di dalam dua ketentuan PP tersebut disiapkan sanksi bilamana pelanggaran disiplin ASN mengarah pada pencemaran martabat PNS," ujar H. Nawiryanto.

Beberapa sanksi dalam dua PP tersebut antara lain, Pasal 14 PP Nomor 45 tahun 1990 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil menegaskan, "PNS dilarang hidup bersama dengan wanita yang bukan istrinya atau dengan pria yang bukan suaminya sebagai suami istri tanpa ikatan perkawinan yang sah".

Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 1990 Nomor 61 Penjelasan PP Nomor 45 tahun 1990 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi PNS menjelaskan maksud pasal 14 tersebut.

"Yang dimaksud dengan hidup bersama adalah melakukan hubungan sebagai suami istri di luar ikatan perkawinan yang sah yang seolah olah merupakan suatu rumah tangga", bunyi penjelasan lembaran negara tersebut.

Pasal 15 masih dalam PP yang sama ditegaskan, PNS yang melanggar salah satu atau lebih kewajiban/ketentuan pasal 14, dijatuhi salah satu hukuman disiplin berat berdasarkan PP Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin PNS.

PP Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin PNS telah diubah menjadi PP No. 53 tahun 2010 tentang Peraturan Disiplin PNS.

H. Nawiryanto menambahkan, yang dimaksud hukuman berat dalam PP Nomor 53 tahun 2010 adalah berupa penurunan pangkat satu tingkat selama tiga tahun, pemindahan dalam rangka penurunan jabatan, pembebasan jabatan, dan pemberhentian.

"Soal kebenaran kasus perselingkuhan ASN di lingkungan Pemkab Bondowoso telah dipertegas dengan adanya surat pernyataan pasangan selingkuh tersebut, yang diketahui oleh Kepala Desa. Tetapi saya tidak mengerti, mengapa Inspektorat mengabaikan laporan tersebut," ujar dia. (*)
Share:

No comments:

Post a comment

LSM TEROPONG

LSM TEROPONG
SEKRETARIAT : 087846111212, 085236384228

BECOFF BONDOWOSO - Jatim

BECOFF BONDOWOSO - Jatim
BECOFF BONDOWOSO - JATIM

PENGUNJUNG

IKLAN / ADV / PROFILE

IKLAN / ADV / PROFILE
Hubungi Redaksi Teropong Timur WA / Telpon / SMS : 087846111212 dan Telpon / SMS :085236384228

Popular

Becoff Bondowoso - Jatim

Becoff Bondowoso - Jatim
Becoff Bondowoso - Jatim

Featured post

LSM, ORMAS DAN AWAK MEDIA BENTUK FORUM KOMUNIKASI

LSM DAN ORMAS Serta WARTAWAN YANG HADIR Bondowoso, www.teropongtimur.co.id Puluhan LSM dan Awak Media Bondowoso Jawa Timur mengapresi...

Blog archive

Recent Posts