Majelis Kode Etik Tebang Pilih, Tegas Pada Kasus Tik Tok, ASN Indisipliner Sekaligus Tersangka Dugaan Tindak Pidana Ancaman Pembunuhan Tak Ditindak

BONDOWOSO – teropongtimur.co.id – Bupati Kabupaten Bondowoso, KH. Salwa Arifin menjatuhkan sanksi kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Bondowoso, Harry Patriantono dicopot dari jabatannya sebagai kepala dinas, oleh majelis kode etik.

Bupati menjelaskan, keputusan itu diambil setelah rekomendasi majelis kode etik mendapat tanggapan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). "Sanksinya yaitu pencopotan dari jabatan,” katanya.

Bupati juga mengatakan, langkah cepat yang dilakukan Pemkab Bondowoso dengan membentuk majelis kode etik mendapat apresiasi dari KASN. “Kami dianggap cepat dalam mengatasi kasus tersebut, rekomendasi yang diusulkan juga sudah sesuai dengan aturan yang ada. Sanksi itu diberikan karena Harry dinilai melanggar beberapa aturan ASN. Banyak pertimbangan, mulai dari aturan dan pasal. Termasuk karena terulang dua kali,” jelas Bupati.
Kecepatan penangangan dan sanksi yang dijatuhkan kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Bondowoso, Harry Patriantono mendapatkan apresiasi dari Ketua LSM Teropong, H. Nawiryanto Winarno, SE, (15/07). “Saya sangat apresiasi kerja cepat majelis kode etik yang diketua oleh Wakil Bupati Bondowoso, H. Irwan Bachtiar Rahmat. Tetapi menurut saya, ada kesan tebang pilih terhadap sanksi disiplin kepada ASN Bondwooso”.

Jika mengacu pada Perbup Bondowoso Nomor 55 tahun 2016 tentang Kode Etik Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bupati Bondowoso Nomor 37 tahun 2020 dan PP 53 tahun 2010 pasal 6, menyatakan dengan tidak mengesampingkan dalam peraturan perundang undangan pidana. PNS yang melakukan pelanggaran disiplin dijatuhi hukuman disiplin, tetapi aturan ini seakan tidak berlaku kepada oknum ASN yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus tindak pidana ancaman pembunuhan, kata Nawiryanto.

“Jika persoalan disiplin ASN memang harus ditegakkan maka tidak tebang pilih, mengingat di Bondowoso masih oknum ASN yang telah menjadi tersangka tindak pidana dan pernyataannya tentang Covid-19 hanya opini yang dibangun oleh sebuah paradigma, di nilai Bupati Bondowoso, KH. Salwa Arifin, sebagai tindakan indisipliner ”, katanya.
Seharusnya Majelis kode etik, dalam penerapan sanksi harus benar-benar adil dan tidak tebang pilih untuk menghindari adanya kecemburuan sesama ASN yang melakukan pelanggaran disiplin.

Sanksi harus berlaku terhadap seluruh ASN meskipun itu pejabat atau pimpinan. Aturan tersebut perlu ditegakkan agar setiap ASN yang melakukan pelanggaran bisa merasakan sanksi tersebut.

Tapi faktanya kata Nawiryanto, oknum pejabat yang dinilai Bupati indisipliner tersebut tetap melenggang bebas tanpa sedikit pun dijerat sanksi dari majelis kode etik. “Keadilan harus ditegakkan tanpa tebang pilih, ada apa majelis kode etik tidak berani menindak oknum pejabat indisipliner tersebut. Tegas pada kasus Tik Tok, tetapi terhadap ASN indisipliner sekaligus tersangka dugaan tindak pidana ancaman pembunuhan tak ditindak”.

Konfirmasi via Whatsapp kepada Plt. Kepala inspektorat Bondowoso, Agus Suripno, terkait tindakan kepada oknum pejabat yang menjadi tersangka tindak pidana, telah melakukan tindakan indisipliner atas pernyataanya tentang Covid-19. Konfirmasi via Whatsapp hanya dibaca tetapi tidak dijawab. (*)
Share:

No comments:

Post a comment

LSM TEROPONG

LSM TEROPONG
SEKRETARIAT : 087846111212, 085236384228

BECOFF BONDOWOSO - Jatim

BECOFF BONDOWOSO - Jatim
BECOFF BONDOWOSO - JATIM

PENGUNJUNG

IKLAN / ADV / PROFILE

IKLAN / ADV / PROFILE
Hubungi Redaksi Teropong Timur WA / Telpon / SMS : 087846111212 dan Telpon / SMS :085236384228

Popular

Becoff Bondowoso - Jatim

Becoff Bondowoso - Jatim
Becoff Bondowoso - Jatim

Featured post

LSM, ORMAS DAN AWAK MEDIA BENTUK FORUM KOMUNIKASI

LSM DAN ORMAS Serta WARTAWAN YANG HADIR Bondowoso, www.teropongtimur.co.id Puluhan LSM dan Awak Media Bondowoso Jawa Timur mengapresi...

Blog archive

Recent Posts