Barang Dagangan Tak Dibayar, Penjual Laporkan Pembeli Ke Kepolisian

Pendampingan LSM Teropong saat melaporkan dugaan penipuan di Polsek Sukosari Bondowoso
BONDOWOSO – teropongtimur.co.id
­ – Merasa dirugikan oleh konsumennya, Mudayyaroh/Bu. Rocky melaporkan Nurul Lailatul Magfiroh dan Aisah ke Polsek Sukosari Bondowoso, dengan laporan kerugian yang dialami Bu. Rocky senilai Rp. 256 juta.

Permasalahan berawal dari kerjasama jual beli barang berupa emas dan beras. Bu. Rocky selaku pemilik barang yang dibeli oleh Nurul Lailatul Magfiroh dan Aisah, untuk dijual kembali dengan jangka waktu kesepakatan pembayaran selama 4 bulan.

Setelah jangka waktu sesepakatan berakhir, Bu Rocky menagih pembayaran barang yang sudah diserahkan kepada Nurul Lailatul Magfiroh senilai Rp. 245 juta dan kepada Aisah senilai 11 juta, 4 bulan yang lalu. Tetapi baik Nurul Lailatul Magfiroh dan Aisah mangkir tidak mau membayar dengan alasan tanda terima pengambilan barang yang berupa kwitansi di anggap palsu atau dipalsukan oleh Bu Rocky. Padahal, semua transaksi pengambilan barang, ada tanda terima dan foto Nurul Lailatul Magfiroh dan Aisah saat menandatangani tanda terima pengambilan barang. Bukti lainnya adalah percakapan pemesanan barang melalui media sosial Wahatsapp, antara Bu. Rocky dengan Nurul Lailatul Magfiroh.
Pelapor dugaan tindak pidana penipuan, Bu. Rocky.
Sebagai Pemilik barang, Bu. Rocky dengan itikat baik telah mendatangi Nurul Lailatul Magfiroh dan Aisah, menagih secara kekeluargaan. Tetapi Nurul Lailatul Magfiroh dan Aisah sebagai pembeli barang dengan kesepakatan tempo pembayaran selama 4 bulan, mengingkari kesepakatan untuk membayar.

Saat Bu. Rocky menagih, Nurul Lailatul Magfiroh dan Aisah tidak memiliki itikat baik untuk membayar, sehingga Bu. Rocky meminta Nurul Lailatul Magfiroh dan Aisah jika tidak mau membayar, barang yang pernah diambil dari Bu. Rocky diminta untuk dikembalikan.

Tetapi Nurul Lailatul Magfiroh dan Aisah, malahan marah-marah kepada Bu. Rocky dan menuduh Bu. Rocky, bahwa bukti kwitansi pengambilan barang atau emas tersebut palsu. Dan menantang Bu. Rocky untuk melaporkan kepada Polisi, karena Nurul Lailatul Magfiroh dan Aisah merasa tidak akan di penjara dari permasalahan ini.

Atas dasar permasalahan tersebut, Bu. Rocky memberikan kuasa pendampingan kepada LSM Teropong untuk mendampingi menyelesaikan permasalahan ini baik secara kekeluargaan maupun secara hukum.

Ketua LSM Teropong, H. Nawiryanto Winarno, mempelajari permasalahannya Bu. Rocky, dengan meminta keterangan, kronologi, mengumpulkan bukti transaksi pengambilan barang dan informasi lainnya.

Dari keterangan dari Bu. Rocky serta bukti-bukti yang dimiliki oleh Bu. Rocky, LSM Teropong membuat kajian hukum terhadap permasalahan wanprestasi jual beli barang, serta kemungkinan adanya perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Nurul Lailatul Magfiroh dan Aisah.
Bukti penandatanganan tanda terima pengambilan barang oleh Nurul Lailatul Magfiroh dan Aisah
Suatu perjanjian telah dinyatakan lahir pada saat terjadinya kesepakatan atau persetujuan antara kedua belah pihak terhadap hal pokok yang menjadi perjanjian. Sepakat disini diartikan sebagai pertemuan kehendak antara kedua belah pihak, ketika pernyataan salah satu pihak kemudian disetujui oleh pihak lainnya.

Hak milik atas barang yang dijual oleh Bu. Rocky, sudah dinyatakan berpindah pada pembeli pada saat barang tersebut sudah diserahkan dan telah dikuasai oleh pembeli, dalam hal ini pembeli adalah Nurul Lailatul Magfiroh dan Aisah.

Dalam kasus Bu. Rocky, jelas H. Nawiryanto, Bu. rocky sudah memenuhi prestasi dengan menyerahkan barang yang dibeli dan barang tersebut sudah dimiliki oleh Nurul Lailatul Magfiroh dan Aisah, akan tetapi pembeli belum juga membayar atau tidak mau membayar sesuai yang disepakati.

Dengan kata lain, pembeli dapat dikatakan telah wanprestasi, sehingga dapat digugat atas dasar wanprestasi sebagaimana diatur dalam Pasal 1243 KUHPerdata. Tetapi dengan tidak adanya niat baik dari Nurul Lailatul Magfiroh dan Aisah, tidak menutup kemungkinan kedua terlapor dapat di jerat tindak pidana penipuan seperti diatur dalam Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) yang berbunyi:

Barangsiapa dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak, baik dengan memakai nama palsu atau keadaan palsu, baik dengan akal dan tipu muslihat, maupun dengan karangan perkataan-perkataan bohong, membujuk orang supaya memberikan sesuatu barang, membuat utang atau menghapuskan piutang, dihukum karena penipuan, dengan hukuman penjara paling lama empat tahun.
Ketua Umum LSM Teropong, H. Nawiryanto Winarno, SE
Walaupun UU ITE tidak secara khusus mengatur mengenai tindak pidana penipuan, terkait dengan timbulnya kerugian konsumen dalam transaksi elektronik terdapat ketentuan Pasal 28 ayat (1) UU ITE yang menyatakan:

Setiap Orang dengan sengaja, dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.

Terhadap pelanggaran Pasal 28 ayat (1) UU ITE ini diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 45A ayat (1) UU 19/2016, yakni:

Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Saya berharap, lanjut H. Nawiryanto, dibutuhkan kejelian pihak penyidik kepolisian Polsek Sukosari untuk menentukan kapan harus menggunakan Pasal 378 KUHP dan kapan menggunakan Pasal 28 ayat (1) UU ITE.

Atau pihak penyidik dapat mengenakan pasal-pasal berlapis terhadap suatu tindak pidana yang memenuhi unsur-unsur tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Artinya, bila memang unsur-unsur tindak pidananya terpenuhi, polisi dapat menggunakan pasal pidana tersebut.

Jadi dapat diduga, perbuatan yang dilakukan oleh Nurul Lailatul Magfiroh dan Aisah tersebut dengan membeli barang tapi tidak membayar dan menjual barang kembali barang tersebut untuk mengambil keuntungan secara melawan hukum, tidak mau membayar kepada Bu. Rocky pihak yang mensuplai barang kepada Nurul Lailatul Magfiroh dan Aisah.

Bu. Rocky sebagai pemilik barang, telah menyerahkan barang kepada Nurul Lailatul Magfiroh dan Aisah, tetapi sengaja tidak mau membayar. Secara perdata dapat dikatakan sebagai wanprestasi dan secara pidana merupakan penipuan.

Untuk itu, langkah awal LSM Teropong akan mengambil dan mengedepankan cara-cara kekeluargaan. Namun, jika pembeli (Nurul Lailatul Magfiroh dan Aisah) tidak beritikad baik, dapat digugat secara perdata dan/atau dilaporkan ke pihak kepolisian untuk dapat diproses secara pidana. (Redaksi/Tim Teropong)
Share:

No comments:

Post a comment

LSM TEROPONG

LSM TEROPONG
SEKRETARIAT : 087846111212, 085236384228

BECOFF BONDOWOSO - Jatim

BECOFF BONDOWOSO - Jatim
BECOFF BONDOWOSO - JATIM

PENGUNJUNG

IKLAN / ADV / PROFILE

IKLAN / ADV / PROFILE
Hubungi Redaksi Teropong Timur WA / Telpon / SMS : 087846111212 dan Telpon / SMS :085236384228

Popular

Becoff Bondowoso - Jatim

Becoff Bondowoso - Jatim
Becoff Bondowoso - Jatim

Featured post

LSM, ORMAS DAN AWAK MEDIA BENTUK FORUM KOMUNIKASI

LSM DAN ORMAS Serta WARTAWAN YANG HADIR Bondowoso, www.teropongtimur.co.id Puluhan LSM dan Awak Media Bondowoso Jawa Timur mengapresi...

Blog Archive

Recent Posts