Kebijakan kepala dinas kesehatan (abu bakar abdi) selamatkan bayi baru lahir

Situbondo Teropong Timur News


Ini adalah kisah seorang wanita Waqiati anak dari bpk Aryoto dusun Gelingan  desa Sopet kecamatan Arjasa. Pada tahun 2018 usia  kandungan Waqiati sudah berusia 9 bulan.
Disaat harus melahirkan, ia mengunjungi bidan terdekat untuk proses persalinan, namun karena bidan tidak mampu menangani ia harus dirujuk ke rumah sakit di situbondo. Bpk Aryoto sebagai bapak dari waqiati bermusyawarah dengan keluarga tentang biaya yang harus dikeluarkan untuk biaya persalinan, sebagai warga yang kurang mampu tentunya wajar ia khawatir tentang biaya persalinan yang mahal. Ia minta pendapat kepada tokoh masyarakat / BPD desa Sopet Mustofa Ba'dil mengenai biaya persalinan yang harus ditanggung anaknya. Atas saran tokoh masyarakat tersebut oak Aryoto minta kepada bidan agar dirujuk ke RS ABDOER RAHEM Situbondo.
Akan tetapi ditengah perjalanan p Aryoto diberi tahu oleh sopir ambulans bahwa anaknya Waqiati akan dirujuk ke RS ELIZABETH oleh bidan tanpa memberikan alasan yang jelas kepadanya. Ditengah kegalauan memikirkan nasib sang anak yang harus memerlukan penanganan yang cepat ia menuruti saja kemauan sang bidan. Dia dianjurkan oleh dokter kandungan agar anaknya melahirkan dengan operasi caesar. Ia diberi waktu 2 jam untuk memutuskan anaknya di operasi caesar, tetapi ia ngotot anaknya di lakukan persalinan normal mengingat biaya yang harus ditanggung. Alhamdulillah p Aryoto bersama keluarga tersenyum bahagia, karena setelah menunggu selama 2 jam ternyata anaknya melahirkan melalui persalinan normal. Akan tetapi kebahagian p Aryoto dan Waqiati berserta keluarnya hanya sesaat, karena dokter mengabarkan bahwa bayi yang dilahiran keracunan air ketuban karena terlalu lama dalam kandungan. Si bayi harus ditangani tersendiri oleh dokter kandungan dan harus dirawat inap selama kurang lebih 15 hari. Adapun biaya yang harus ditanggung adalah satu juta perhari. Tentu saja p Aryoto tidak mempunyai uang sebanyak itu, ia resah, bingung harus mencari uang sebanyak itu. Kembali ia menyampaikan masalahnya kepada tokoh masyarakat / BPD bpk Mustofa Ba'dil. dengan sigap dan keihlasan bpk Mustofa Ba'dil mengurus Jampersal untuk Waqiati. Namun dengan adanya jampersal ini masalahnya bukan berarti selesai, jampersal ini ditolak oleh rumah sakit dan keluarga Waqiati di wajibkan untuk membayar separuh dari biaya persalinan dan rawat inap anaknya. Adapun alasan rumah sakit mewajibkan pasien untuk membayar separuh biaya persalinan dan rawat inap bayi bahwa anggaran untuk jam persal sangat menipis. Keadaan ini disampaikan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo bpk  Abu Bakar Abdi untuk memberikan jalan keluar masalah tersebut. Alhamdulilah puji syukur kehadirat Allah SWT, bpk Abu Bakar Abdi   dengan bijak memerintahkan rumah sakit untuk membebaskan biaya persalianan Waqiati dan biaya rawat inap bayinya.
Peristiwa ini sudah berlalu dua tahun yang lalu, mungkin bpk Abu Bakar Abdi telah lupa akan hal itu, tetapi di benak keluarga bpk Aryoto dan anaknya Waqiati peristiwa ini akan tetap terus diingat.
Teima kasih bpk Abu Bakar Abdi, engkau     telah telah melakukan hal yang terbaik untuk keluarga kami. Tanpa bantuanmu mungkin keluarga kami tidak akan sebahagia ini.
Semoga bpk Abu Bakar Abdi selalu diberi kesehatan oleh Allah SWT dan mencapai jenjang yang lebih tinggi di kabupaten Situbondo, sehingga dapat lebih bermanfaat bagi warga Situbondo.
Aamin..!(Erlan)
Share:

No comments:

Post a comment

LSM TEROPONG

LSM TEROPONG
SEKRETARIAT : 087846111212, 085236384228

BECOFF BONDOWOSO - Jatim

BECOFF BONDOWOSO - Jatim
BECOFF BONDOWOSO - JATIM

PENGUNJUNG

IKLAN / ADV / PROFILE

IKLAN / ADV / PROFILE
Hubungi Redaksi Teropong Timur WA / Telpon / SMS : 087846111212 dan Telpon / SMS :085236384228

Popular

Becoff Bondowoso - Jatim

Becoff Bondowoso - Jatim
Becoff Bondowoso - Jatim

Featured post

LSM, ORMAS DAN AWAK MEDIA BENTUK FORUM KOMUNIKASI

LSM DAN ORMAS Serta WARTAWAN YANG HADIR Bondowoso, www.teropongtimur.co.id Puluhan LSM dan Awak Media Bondowoso Jawa Timur mengapresi...

Blog Archive

Recent Posts