Pelecehan Profesi Terhadap Wartawan</br>H. Nawiryanto : Kita Akan Melakukan Upaya Hukum

BONDOWOSO – teropongtimur.co.id – Wartawan dari media online Teropongtimur.co.id dan sigap88.com, mendapat perlakuaan tidak menyenangkan dan melecehkan Profesi Wartawan, oleh oknum yang mengaku dokter di Puskesmas Tamanan Bondowoso.

Menurut Pimpinan Redaksi Media Online Teropong Timur, H. Nawiryanto Winarno, SE., kejadian ini sudah viral di medsos, kejadian yang terjadi pada tanggal 5 Oktober 2020 kemarin, dimana ada beberapa wartawan yang diantaranya adalah Wartawan Teropong Timur, yang di lecehkan dan meminta ID Card dari organisasi Wartawan.

“Segera kita akan melakukan langkah – langkah hukum, karena perlakuan pihak Oknum Dokter Puskesmas Tamanan Bondowoso terhadap wartawan Teropong Timur dan Sigap88 ini sangat arogan dan ini sudah melanggar hukum,” Ucap H. Nawiryanto.

“Apalagi jurnalis memiliki payung hukum, jika di lecehkan seperti ini, sama saja oknum dokter Puskesmas Tamanan melawan hukum, kedatangan mereka kan baik baik tidak arogan, malah di perlakukan seperti itu,” imbuhnya saat di temui di ruang kerja, Selasa (06/10/2020).

Setelah ia menerima aduan dari wartawan, Kata H. Nawiryanto, dan melihat foto dan video kejadian yang terjadi di Puskesmas Tamanan kepada wartawan, ia sangat prihatin dan geram atas perlakuan oknum dokter tersebut.

“Saya berfikir perlakuan oknum Dokter Puskesman Tamanan terhadap wartawan saja seperti itu, apalagi terhadap masyarakat biasa?,” ungkap H. Nawiryanto, usai melihat foto dan rekaman video.

Lanjut H. Nawiryanto menjelaskan, bahwa semua Puskesmas termasuk pelayanan dasar kesehatan Pemerintah Bondowoso kepada masyarakat, seharusnya bisa memberikan pelayanan yang ramah dan memuaskan kepada wartawan. Saya tidak bisa membayangkan, bagaimana pelayanan kesehatan mereka (oknum dokter) kepada pasien yang nota bene masyarakat awam.
H. Nawiryanto menambahkan, apalagi dalam suasana sedang Pandemi wabah virus Covid-19. Seharusnya bisa memberikan pelayanan baik dan informasi yang aktual, terutama informasi tentang pasien dan informasi terkait Covid-19.

Bagi insan media, lahirnya UU Pers sangat berarti dalam menjalankan kegiatan jurnalistik. Jelas oknum Dokter Puskesmas Tamanan ini tidak mengakui kegiatan jurnalistik yang dilakukan para awak media, juga tidak memberikan kebebasan media untuk dapat memproduksi hingga menyiarkan berita kepada masyarakat. Padahal sesuai regulasi, Pers dianggap sebagai bagian tak terpisahkan dari demokrasi dan penegakan supremasi hukum.

Semangat UU Pers dapat dilihat dari kondiseransnya. Pertama, kemerdekaan pers merupakan salah satu wujud kedaulatan rakyat dan menjadi unsur yang sangat penting untuk menciptakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang demokratis, sehingga kemerdekaan mengeluarkan pikiran dan pendapat sebagaimana tercantum dalam Pasal 28 Undang-undang Dasar 1945 harus dijamin.
Kedua, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang demokratis, kemerdekaan menyatakan pikiran dan pendapat sesuai dengan hati nurani dan hak memperoleh informasi, merupakan hak asasi manusia yang sangat hakiki, yang diperlukan untuk menegakkan keadilan dan kebenaran, memajukan kesejateraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangs.

Ketiga, pers nasional sebagai wahana komunikasi massa, penyebar informasi, dan pembentuk opini harus dapat melaksanakan asas, fungsi, hak, kewajiban, dan peranannya dengan sebaik-baiknya berdasarkan kemerdekaan pers yang profesional, sehingga harus mendapat jaminan dan perlindungan hukum, serta bebas dari campur tangan dan paksaan dari manapun. Keempat, pers nasional berperan ikut menjaga ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Pasal 2 UU Pers menyebutkan kemerdekaan pers adalah salah satu wujud kedaulatan rakyat yang berasaskan prinsip-prinsip demokrasi, keadilan, dan supremasi hukum. Pasal 4 ayat (1) menambahkan, kemerdekaan pers juga dijamin sebagai hak asasi warga negara.

Selanjutnya, Pasal 8 UU Pers juga menyebut dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum. Dan untuk sangsinya bagi mereka yang menghalangi tugas media juga telah diatur dalam Pasal 18 mulai dari hukuman pidana hingga denda. Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) UU Pers dapat dipidana penjara atau denda, pungkas H. Nawiryanto. (Tim Redaksi)
Share:

No comments:

Post a comment

LSM TEROPONG

LSM TEROPONG
SEKRETARIAT : 087846111212, 085236384228

BECOFF BONDOWOSO - Jatim

BECOFF BONDOWOSO - Jatim
BECOFF BONDOWOSO - JATIM

PENGUNJUNG

IKLAN / ADV / PROFILE

IKLAN / ADV / PROFILE
Hubungi Redaksi Teropong Timur WA / Telpon / SMS : 087846111212 dan Telpon / SMS :085236384228

Popular

Becoff Bondowoso - Jatim

Becoff Bondowoso - Jatim
Becoff Bondowoso - Jatim

Featured post

LSM, ORMAS DAN AWAK MEDIA BENTUK FORUM KOMUNIKASI

LSM DAN ORMAS Serta WARTAWAN YANG HADIR Bondowoso, www.teropongtimur.co.id Puluhan LSM dan Awak Media Bondowoso Jawa Timur mengapresi...

Blog Archive

Recent Posts