Pembubaran Hiburan Hajatan Pernikahan Dinilai"Kurang" Logis. Ini Menurut Salah Seorang Musisi



Sumenep,www.teropongtimur.co.id.

Kehebohon Pembubaran paksa acara hajatan Pernikahan dan Adanya hiburan baru-baru Ini Di Publik menjadi tercengang.

Salah satunya hajatan Yang Berada di Desa Gunung Kembar,Kecamatan Manding,Kabupaten Sumenep Jawa Timur pada hari Rabu(30/9/2020)kemarin

Alasan Kapolsek Mending membubarkan hiburan hajatan tersebut,sudah sesuai maklumat Polri nomor STR/603/IX/Ops.1.3/2020.Demi Untuk menghindari kerumunan massa pencegahan penularan Covid-19

Pantau Media Teropong di Lokasi,Kapolsek Manding beserta anggota dan juga Tim Sabhara Polres Sumenep,datang dan langsung mengambil alih ke atas panggung musisi.


"Kami meminta acara musik electon di hentikan(bubarkan),karena ini perintah,tinggal pilih,sanksi jabatan Kapolsek di copot dan atau yang punya hajatan di bawa kepolres Sumenep"ujar Kapolsek Manding,IPTU SYAIFUDIN,di atas panggung.


Spontan pada saat itu,para undangan kocar kacir panik dengan kedatangan anggota Penegak Covid-19 tersebut.

Menurut Kapolsek dalam penyampaiannya,hiburanmusik electon di bubarkan,namun hajatannya tetap di lanjutkan,sehingga musisi artispun kocar kacir pergi.

"Kami minta hajatan di lanjutkan,dan hiburan musik electon di hentikan."Tegasnya.

Sementara Menurut,Danang,salah Satu musisi Musik Electon tersebut mengatakan pembubaran hiburan musik electon sangat tidak logis, sebab acara hajatan tetap di lanjutkan,itu kerumunan massa tetap berjalan"ungkapnya.

Danang Memaparkan,bahwa di bubarkannya hiburan itu,terkesan musik sebagai penyebab pengundang Corona,"dan kami beranggapan,bahwa musik sebagai penyebab datangnya Corona," ucap Danang

Sehingga,kalau memang ada penindakan tentang kerumunan,kenapa di pasar dan acara lainnya kenapa masih banyak yang tidak di tindak.
"Kita sebagai Pemusik,jangan di jadikan sasaran Covid,Kami hanya mencari sesuap nasi untuk menghidupi keluarga.

"Kalau memang pencegahan Covid mau di hadapi dengan serius,kami minta harusnya aparat bisa ada dilokasi saat acara berlangsung,dan bisa di atur mengikuti protokol kesehatan,seperti jaga jarak dan memakai masker,ini lebih Arif,jangan hanya kami saja dianggap penyebabnya,"harapnya.

Muallim,yang punya hajatan,mengatakan dengan mata berkaca kaca,bahwa dirinya sudah mengikuti aturan,dengan pakai masker semua undangan dan yang lainnya.

Namun menurut Muallim,apa boleh buat sebab ini sudah aturan,tapi dirinya merasa panik secara tiba-tiba datang polisi kesini."dan apa boleh buat ini sudah resiko kami,walau hati kecil saya menangis,"jawab nya dengan nada lemas.

Sementara di tempat terpisah,Kabag Humas Polres Sumenep AKP WIDIARTI tidak menampiknya adanya larangang Hiburan dalam perayaan pernikahan.

Kata Widiarti,aturan tidak di perbolehkan adanya hiburan karena dapat menimbulkan kerumunan,sedangkan hajatan itu sendiri tidak mengundang kerumunan

Artinya,hajatan pernikahan diperbolehkan selama tidak ada hiburan didalamnya.baik itu musik,sinden dan lainnya.

"Tamu undangan itu kan datangnya tidak langsung serentak,mereka datang secara bergiliran,"ujarnya,Rabu(30/09/2020)

Perempuan Berpangkat tiga buah balok emas di pundaknya itu menegaskan,pelarangan tersebut berlandaskan aturan perundang-undangan maklumat Polri.

"Saat ini Sumenep masih zona merah,jadi kami mengharapkan masyarakat agar sadar diri,pungkasnya


Pewarta.Benny H
Share:

No comments:

Post a comment

LSM TEROPONG

LSM TEROPONG
SEKRETARIAT : 087846111212, 085236384228

BECOFF BONDOWOSO - Jatim

BECOFF BONDOWOSO - Jatim
BECOFF BONDOWOSO - JATIM

PENGUNJUNG

IKLAN / ADV / PROFILE

IKLAN / ADV / PROFILE
Hubungi Redaksi Teropong Timur WA / Telpon / SMS : 087846111212 dan Telpon / SMS :085236384228

Popular

Becoff Bondowoso - Jatim

Becoff Bondowoso - Jatim
Becoff Bondowoso - Jatim

Featured post

LSM, ORMAS DAN AWAK MEDIA BENTUK FORUM KOMUNIKASI

LSM DAN ORMAS Serta WARTAWAN YANG HADIR Bondowoso, www.teropongtimur.co.id Puluhan LSM dan Awak Media Bondowoso Jawa Timur mengapresi...

Blog Archive

Recent Posts