Sidang Pemeriksaan Terdakwa Kasus Ancaman Pembunuhan, Mengungkap Beberapa Fakta

BONDOWOSO - teropongtimur.co.id
- Sekda non aktif kabupaten Bondowoso, Saifullah, SE. M.Si., akan menghadapi tuntutan Jaksa di Pengadilan Negeri (PN) Bondowoso atas kasus Tindak Pidana Ancaman pembunuhan terhadap mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Alun Taufana Sulistiyadi. Sesuai jadwal sidang pada Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri (PN) Bondowoso, akan dilaksanakan pada Rabu 4 November 2020.

Dalam sidang sebelumnya, dengan agenda pemeriksaan terdakwa oleh Hakim PN Bondowoso, ada beberapa fakta yang dimunculkan oleh terdakwa Saifullah selama persidangan. Berikut, mengutip pernyataan terdakwa dan persidangan yang dibuka untuk umum tersebut, antara lain :

1. Terdakwa menyatakan adanya Surat Palsu
  • Terdakwa Saifullah, dalam keteranganya di persidangan menyatakan, “Ada surat yang membohongi 3 (tiga) instansi besar yaitu, Gubernur, Kementrian Dalam Negeri dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Dan ini Bupati tidak mengakui tandatangani surat ini. Saya bisa menuntut adanya surat, tetapi Kepala BKD Jatim melarang”.
  • “Tanggal 15 April 2019, Pak Alun (korban) dilantik, dan tanggal 15 April juga Pak Alun membawa Surat ke Provinsi Jatim”.
  • “Ada 2 Kejadian : 1. Memalsukan tandatangan, 2. Menyelipkan Peraturan PerUndang-Undangan. Ini bisa saya permasalahkan, dan bukan saya yang akan memecat Pak Alun, tetapi dari kejadian Surat tersebut, Pak Alun Bisa dipenjarakan dan bisa dipecat. Ini bukan kasus Bondowoso, tetapi nasional”.
  • Pernyataan terakhir Terdakwa Saifullah, dalam sidang pemeriksaan terdakwa tetap menegaskan adanya pemalsuan surat : “Surat ini (menunjukkan bukti), ditujukan kepada Mendagri bapak (hakim) dan sudah saya buktikan, tetapi dirubah menjadi kepada Gubernur”.
2. Gubernur Tanda Tangan Surat Keputusan di Bandara

Terdakwa menyakinkan dan menjawab pertanyaan Jaksa, “Yang mengurus Surat Keputusan (SK) itu saya. Yang mengurus SK di Kepala BKD Provinsi, saya. Saya menunggu 2 jam, tetapi karena Gubernur sibuk, maka gubernur akan berangkat ke Jakarta. Tapi SK saya, ditandatangai di Bandara. Ketika saya pulang, sampai ke Probolinggo, saya di telepon Ajudan gubernur, “Pak Saiful ternyata surat usulannya sudah ditandatangani Gubernur”.

Berbeda dengan keterangan saksi korban sebelumnya, dirinya sebagai kepala BKD diperintahkan menghadap Bupati dan mendapatkan perintah untuk menyiapkan draft Surat Keputusan (SK) Sekretaris Daerah (Sekda) pada hari senin tanggal 29 Juli 2020 sekitar pukul 22.00 WIB, atau malam menjelang pelantikan sekda 30 Juli 2019.

Kesaksian korban, kesaksian Gozal Rawan (Kabag Umum Pemda Bondowoso) dan kesaksian saksi (Bupati) dibawah sumpah saat dibacakan oleh Jaksa Penuntut pada di persidangan memiliki kesamaan.

3. Rekomendasi Gubernur sudah menyebutkan nama sekda yang akan dilantik

Terdakwa menyatakan bahwa rekomendasi dari Gubernur sudah menyebutkan satu nama untuk dilantik sebagai sekda.

Keterangan dari Saksi Korban, Surat Rekomendasi dari Gubernur menyatakan bahwa Bupati dapat melantik satu dari tiga nama yang lolos 3 besar seleksi. Dan rekomendasi tersebut berupa Surat, bukan Surat Keputusan (SK).
 
4. Perintah Bupati pelaksanaan pelantikan Sekda, Senin tanggal 29 Juli 2019 pukul 08.00 WIB.

Terdakwa menyatakan bahwa Bupati sudah memerintahkan untuk dilakukan pelantikan pada hari Senin, tanggal 29 Juli 2019 jam 08.00 pagi.

Kesaksian saksi korban, bahwa pada hari Senin tanggal 29 Juli 2020, sampai dengan sore masih belum ada perintah apapun dari Bupati terkait pelantikan dimaksud. Dan posisi Bupati saat itu masih di luar kota.

Kesaksian tertulis Bupati yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut juga memiliki kesamaan dengan kesaksian saksi korban.

5. Terdakwa memiliki bukti dan alasan marah kepada korban.

Tedakwa menyatakan, “Ada bukti, kalau besok pagi ini kami dilantik. Saya tidak, Pak Bupati yang memberitahu saya,.... karena ini untuk kepentingan nasional dan kepentingan saya untuk segera dilantik. Jadi dengan dasar itu, Nggak mungkin Pak Hakim, paham ya, saya mengancam Pak alun tanpa ada alasan,.... betapa malunya saya, bukan cuma malu kepada Bondowoso bahkan nasional. Saya sudah punya program bukan cuma sekian persen, tapi seratus persen. Kalau Pak Alun berbuat seperti itu, wajar kan kalau berbuat sebagai pemegang kebijakan, wajar pak, saya turun tangan, tapi makanya... ternyata saya dengan Pak Bupati, biarkan kami dan Allah yang tahu terhadap musibah ini, terima kasih semoga manfaat.

Keterangan saksi (Bupati) dibawah sumpah yang dibacakan Jaksa Penuntut, bahwa hari senin tanggal 29 Juli 2020, Bupati ada di luar kota dan baru sekitar pukul 22.00 WIB, atau malam menjelang pelantikan sekda 30 Juli 2019, Bupati memanggil korban dan saksi Gozal Rawan (Kabag Umum Pemda Bondowoso) dan memerintahkan kedua saksi, akan ada pelantikan Sekda pada Selasa, 30 Juli 2020.

Kesaksian Bupati juga memiliki kesamaan dengan kesaksian dari saksi korban dan saksi Gozal Rawan (Kabag Umum Pemda Bondowoso)

6. Ada pihak yang menerima perintah pelantikan Sekda.

Terdakwa menyatakan, “Bapak (Jaksa) Begini, Perintah untuk ada pelantikan, itu Pak Bupati sudah ada perintah, tapi tidak saya sebut namanya, itu pak Bupati sudah memerintahkan”.

Jaksa menyatakan,”Tapi faktanya Pak Bupati tidak tahu, beliau menyatakan kemarin dalam LHPnya, beliau kaget....”

Kesaksian saksi korban dan keterangan saksi (Bupati) ada kesamaan, yang menyatakan, perintah pelantikan sekda oleh Bupati, pada sekitar pukul 22.00 WIB menjelang pelantikan sekda esok hari.
Sidang pemeriksaan terdakwa kasus ancaman pembunuhan, juga dihadiri lebih dari 50 orang anggota LSM Teropong, dengan alasan ingin melihat langsung dan mengawal proses persidangan.

Ketua Umum LSM Teropong, juga mengklarifikasi bahwa kedatangannya beserta puluhan anggotanya di PN Bondowoso tidak untuk demonstrasi atau kepentingan tertentu. “Kami datang bukan untuk demonstrasi tetapi hanya untuk melihat langsung proses persidangan dan memberikan dukungan moral kepada Majelis Hakim”.

Pihaknya berharap, dalam persidangan kasus ancaman pembunuhan ini, semua pihak dapat membuka perkara tersebut secara terang benderang. “Saya berharap semua pihak membuka perkara ini secara terang benderang tanpa ada yang ditutupi,” tegasnya.

Agenda sidang kasus ancaman pembunuhan selanjutnya adalah pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut terhadap terdakwa. Selama menjalani persidangan, terdakwa tidak dilakukan penahanan. (Tim Teropong)
Share:

No comments:

Post a comment

LSM TEROPONG

LSM TEROPONG
SEKRETARIAT : 087846111212, 085236384228

BECOFF BONDOWOSO - Jatim

BECOFF BONDOWOSO - Jatim
BECOFF BONDOWOSO - JATIM

PENGUNJUNG

IKLAN / ADV / PROFILE

IKLAN / ADV / PROFILE
Hubungi Redaksi Teropong Timur WA / Telpon / SMS : 087846111212 dan Telpon / SMS :085236384228

Popular

Becoff Bondowoso - Jatim

Becoff Bondowoso - Jatim
Becoff Bondowoso - Jatim

Featured post

LSM, ORMAS DAN AWAK MEDIA BENTUK FORUM KOMUNIKASI

LSM DAN ORMAS Serta WARTAWAN YANG HADIR Bondowoso, www.teropongtimur.co.id Puluhan LSM dan Awak Media Bondowoso Jawa Timur mengapresi...

Blog archive

Recent Posts