Bondo Sing Kuoso

OPINI - Sering kita mendengar pembicaraan di masyarakat, bahwa yang bermodal yang berkuasa, atau istilah jawanya “Sing duwe bondo sing kuoso”. Masyarakat menengah kebawahpun langsung “ciut” nyali menghadapi berbagai permasalahan sosial, ekonomi, hukum dan politik, jika lawan menggunakan istilah tersebut.

Istilah keren kaum penganut “Bondo sing kuoso” adalah kaum “kapitalis”. Saat ini kaum kapitalis tidak hanya bergerak disektor swasta, tetapi merebak pada pejabat di pemerintah.

Kapitalis yang menduduki jabatan di pemerintah, cenderung dikonotasikan dengan banyak hal Negatif, misalnya pejabat yang semena-mena terhadap bawahan dan masyarakat. Bahkan para kaum kapitalis yang menghadapi kasus hukum, akan berupaya dengan kekuatan “bondo”nya untuk lepas dari jerat hukum.

Dengan kelebihan, kekuatan super berupa “bondo” dan jabatan di pemerintahan, seorang kapitalis memang bisa menentukan nasib dirinya sendiri dan orang banyak. Dapat “membeli” apa saja, termasuk “hukum” dan para penegak hukumnya.

Kekuasaan “bondo” dan Jabatan para kapitalis, bahkan membuat para penegak hukum, masih tetap hormat dan mengikuti perintah mereka, walaupun penegak hukum harus memutar otak, mencari cara untuk membela kaum kapitalis, mengeluarkan jurus “membabi buta membela yang salah”, atau “membabi buta membela yang bayar”.

Dalam cerita dongeng, ada seorang pemimpin, yang masih fanatik menerapkan sistem “bondo sing kuoso” dalam memimpin daerahnya. Dalam benaknya hanya memikirkan, bagaimana dirinya dapat mengeruk “keuntungan” dari jabatannya. Sering meminta “upeti” dari para bawahannya, walau bawahan harus “memanipulasi” laporan keuangan demi untuk memenuhi “upeti” pada pemimpin kapitalis yang tidak pernah “kenyang” merampok uang rakyat.

Suatu saat, pejabat yang dimanfaatkan pemimpin kapitalis sebagai “mesin pencetak uang” harus berhadapan dengan hukum. Dengan cekatan pemimpin kapitalis menjadi “bemper” kasus hukumnya. Menjaminkan diri dan jabatannya agar pejabat tersebut tidak diproses hukum, ditahan atau menjadi terpidana.

Segala upaya untuk “membebaskan” pejabat tersangkut hukum, harus dilakukan oleh pemimpin tersebut. Dia tidak mau kehilangan “mesin pencetak uang” begitu saja.

Dalam benak pemimpin kapitalis, juga terbersit rasa takut jika pejabat “mesin pencetak uang”nya, “bernyanyi” atas perbuatan sang pemimpin yang suka meminta “upeti” kepada bawahannya. 

Judul lagu yang sudah di nyanyikan pejabat terjerat hukum tersebut antara lain "Kresek Hitam BCA", "Sarung Lebaran", "Madu Mutasi", "Surat Jaminan Tak Ditahan" dam lagu merdu lainnya.

Ketakutan pemimpin kapitalis kepada pejabat yang terjerat hukum tidak hanya takut kehilangan “mesin pencetak uang” tetapi juga takut pejabat tersebut membuka rahasia dapur “upeti” yang selama ini dilakukan sang pemimpin.

Tak jarang, pemimpin yang terjerat hukum harus “bernyanyi”, membuka peran para pemimpin yang selama ini “memeras” pejabat untuk wajib “setor” upeti.

Pemimpin kapitalis memang cerdas dalam meminta “upeti” dari bawahannya. Segala bidang kegiatan pemerintah dapat dimintai “upeti”, disesuaikan dengan besar kecilnya anggaran kegiatan. Tak salah, jika akhirnya pejabat harus memangkas seluruh anggaran kegiatannya, demi memenuhi setoran “upeti” yang diminta oleh pemimpin.

Sebagai akibat pemimpin kapitalis yang meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya, maka yang terjadi adalah keadaan yang tidak normal, yaitu seperti yang terjadi sekarang ini. Pimpinan yang seharusnya menjadi tauladan atau orang yang dikuti. Akan tetapi, oleh karena kekeliruan itu, maka yang terjadi adalah hal yang aneh.

Pemerintah menyiapkan perangkat keamanan, pengadilan, dan bahkan penjara, tetapi ternyata pejabat yang bersangkutan itu sendiri yang harus diadili, diamankan, dan dipenjarakan. Sudah barang tentu, rakyat bukan mencontoh perilaku pejabat atau pemimpin, melainkan mencemooh dan menertawakan.

Penulis :
H. Nawiryanto Winarno
Ketua Umum LSM Teropong

Share:

No comments:

Post a comment

LSM TEROPONG

LSM TEROPONG
SEKRETARIAT : 087846111212, 085236384228

BECOFF BONDOWOSO - Jatim

BECOFF BONDOWOSO - Jatim
BECOFF BONDOWOSO - JATIM

PENGUNJUNG

IKLAN / ADV / PROFILE

IKLAN / ADV / PROFILE
Hubungi Redaksi Teropong Timur WA / Telpon / SMS : 087846111212 dan Telpon / SMS :085236384228

Popular

Becoff Bondowoso - Jatim

Becoff Bondowoso - Jatim
Becoff Bondowoso - Jatim

Featured post

LSM, ORMAS DAN AWAK MEDIA BENTUK FORUM KOMUNIKASI

LSM DAN ORMAS Serta WARTAWAN YANG HADIR Bondowoso, www.teropongtimur.co.id Puluhan LSM dan Awak Media Bondowoso Jawa Timur mengapresi...

Blog archive

Recent Posts