Dugaan Penyimpangan Dana Desa, Warga Desa Errabu Akan Tempuh Jalur Hukum



Sumenep,www.teropongtimur co.id.

Dugaan penyimpangan Proyek Dana Desa (DD) di Desa Errabu Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur terus Bergulir. Bahkan,Warga mulai mempertimbangkan Kasus dugaan penyimpangan tersebut hingga menempuh ke jalur Hukum, baik ke Kejaksaan Negeri (Kejari) atau Ke Polres Sumenep.

Warga mempertimbangkan,... "Kami masih mempertimbangkan, sambil lihat-lihat sikon apabila di mungkinkan, maka bisa saja ke Kejaksaan, ya nanti bisa kesana (Kejaksaan, red), "ujar Maskur salah seorang Warga melalui sambungan telepon kepada sejumlah Media.

"Sambung Maskur. "pihaknya akan melakukan konsolidasi dengan Warga yang lain. Hanya saja saat ini pihaknya masih akan focus laporan kepada Bupati Sumenep, sebagai mana yang dianjurkan Inspektorat." Sementara ini, kami masih focus kepada laporan ke Bupati," kata Maskur.

Dia menegaskan, pihaknya masih berkeyakinan dengan temuan kejanggalan dalam pelaksanaan Proyek DD di Desa Errabu. sehingga perlu terus dilanjut. "Soal menyimpang atau tidak biar nanti pengadilan yang membuktikannya. Kami hanya ingin kepastian dan kejelasan, "tuturnya.

Sementara Kades Errabu, Hafidatin membantah tudingan warga, soal adanya pembelian Lahan Polindes, misalnya dia berdalih salah ketik.

Sementara terkait Pemeliharaan BUMDes, itu diperuntukkan untuk empat kios yang ditempati BUMDes.

Warga yang tergabung dalam Komunitas Masyarakat Peduli Errabu (Komper) mengadukan sebagian Proyek DD ditahun 2016 hingga 2020 yang diduga menyimpang.salah satunya adalah Pembangunan rapat beton di Dusun Berek Leke, Desa Errabu yang diduga tidak sesuai.

Versi Warga, v volumenya tidak sesuai yang di Prasasti, yakni Panjang 706 x 1,2 meter itu. Warga mengklaim hanya 300 meter saja.

Kemudian, adanya pemeliharaan Pasar sebesar Rp 250 juta ditahun 2019, dan Rp 22 juta ditahun 2020. Padahal di Desa Errabu, tidak ada pembangunan Pasar.

Dan ada juga pembelian tanah sebesar Rp 48 juta untuk di bangun Gedung Polindes ditahun 2018. Padahal, pembangunan gedung tersebut dibangun di atas tanah pecaton atau tanah Negara.

Sementara Inspektur Pembantu III Inspektorat Sumenep, Asis Munandar, secara tegas meminta warga melaporkan temuannya tersebut secara formal ke Bupati, agar Inspektorat bisa melakukan langkah penyelidikan. "Sesuai SOP, agar ditindak lanjuti, harus ada laporan resmi ke Bupati, itu sudah kami sepakati kemarin di Audiensi, "tutupnya.

Pewarta
Benny H
Share:

No comments:

Post a Comment

LSM TEROPONG

LSM TEROPONG
SEKRETARIAT : 082264680777

PENGUNJUNG

IKLAN / ADV / PROFILE

IKLAN / ADV / PROFILE
Hubungi Redaksi Teropong Timur WA / Telpon / SMS : 082264680777

Popular

Featured post

LSM, ORMAS DAN AWAK MEDIA BENTUK FORUM KOMUNIKASI

LSM DAN ORMAS Serta WARTAWAN YANG HADIR Bondowoso, www.teropongtimur.co.id Puluhan LSM dan Awak Media Bondowoso Jawa Timur mengapresi...

Blog Archive

Recent Posts