Akibat Pemecatan Karyawan KSP Bangun Jaya Bersama, Kecamatan Gondang wetan Pasuruan Oleh Pengawas KSP Berbuntut Masalah, LSM Teropong Layangkan Surat



Pasuruan,www.teropongtimur.co.id.

Korban pemecatan atau di PHK nya karyawan oleh pengawas KSP berbuntut masalah, seperti yang dialami salah satu karyawan KSP Bangun Jaya Bersama yang bertempat di Desa Gondang Rejo Kecamatan Gondang wetan Kabupaten Pasuruan yang dilakukan oleh pengawas KSP Bangun Jaya Bersama yang bukan hak dan kewenangannya dengan memecat karyawan tanpa kebijakan dari pimpinan atas alasan-alasan tertentu di mana titik kesalahan yang sudah dilakukan oleh pihak korban pemecatan. yang mana dalam pemecatan tersebut dilakukan dengan tidak beretika sesuai aturan-aturan perusahaan yang sudah ditentukan secara aturan

Salah satu dari karyawan KSP Bangun Jaya, (Ahmad Junaidi) merasa tersinggung dan kecewa atas kurangnya etika yang sudah dilakukan oleh pihak pengawas KSP Bangun Jaya Bersama dengan cara memecat karyawan yang tidak pada tempatnya, itupun selagi masih bisa di lakukan atau selesaikan dengan secara baik-baik lewat musyawarah porum,

Guna menyelesaikan masalah tersebut oleh pihak korban pemecatan yang dilakukan oleh pihak pengawas KSP maka Ahmad Junaidi (korban) mengadukan masalahnya kepada Aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) teropong Besuki Situbondo guna untuk mengawal dan mohon kebijakan atas diberikannya bekerja kepada pimpinan perusahaan KSP Bangun Jaya Bersama sebagai mana khalayak buruh derhadap perusahaan, yang mana sudah ditentukan oleh perundang undangan ketenaga kerjaan,

Menurut keterangan yang disampaikan Ahmad Junaidi (korban Pemecatan) kepada Aktivis LSM teropong Zaini, mengatan, benar adanya, telah di pecat oleh pihak pengawas KSP Bangun Jaya Bersama dengan cara tidak hormat yang mana pemecatan itu di lakukan saat ada kegiatan pengajian kurang dua hari dari dilakukannya pemecatan. itupun tanpa ada kompensasi atau pesangon dari pihak KSP Bangun Jaya Bersama yang sesuai khalayak buruh di perusahaan, "ungkap Junaidi

"Tambah Junaidi, "Sebelum di pecat Ahmad junaidi di suruh nulis oleh pihak KSP dengan kata harus bertanggung jawab dengan uang yang di salurkan ke nasabah. oleh karena rasa tanggung jawab dimana memang benar-benar ada sedikit kemacetan setoran dari nasabah akibat pandemi covid-19 maka pihak Junaidi juga menyadari akan itu semua, dengan etikah baik Junaidi berusaha memberi komunikasi dan informasi kepada pengganti dari Junaidi dimana tempat nasabah-nasabah yang dulunya Junaidi tagih dalam perminggunya, "keterangan Junaidi

Sebagai mana disampaikan Junaidi (korban pemecatan) Aktivis LSM teropong Besuki, Moch Zaini, menyadari dengan kesalahan yang dialami kliennya, (Junaidi) dalam menjalankan tugas dengan keteledoran atau kemacetan tagihan kepada nasabahnya oleh karena faktor pandemi covid-19,....
"maka dari itu Aktivis LSM teropong mohon kebersamaan dan kebijakan dari pimpinan perusahaan KSP Bangun Jaya Bersama beserta pengawas melalui layangan surat somasi yang di peruntukkan kepada pimpinan KSP Bangun Jaya Bersama untuk bisa mengeluarkan persaratan-persyaratan yang dulu pernah diberikan kepada pihak KSP untuk melengkapi persyaratan untuk di terimanya sebagai karyawan KSP Bangun Jaya Bersama berupa Ijasa sekolah, dan kebijakan untuk kompensasi atau pesangon sebagai mana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (2). "Dalam hal di syaratkan masa percobaan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1), masa percobaan kerja yang di syaratkan tersebut batal demi hukum dan masa kerja tetap dihitung. "kata Moch Zaini selaku kuasa pendampingan

"Lanjut Zaini, Di sisi lain, Pemerintah juga meminta masyarakat tidak khawatir terhadap persoalan pesangon yang di isukan akan melemahkan posisi para pekerja terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). juga di ungkapkan dalam undang undang cipta kerja: sebagai mana dimaksud dalam Pasal 61A UU Ciptaker dijelaskan bahwa pekerja PKWT bisa mendapatkan kompensasi yang perhitungannya mirip dengan pesangon. Yang dirujuk pada isi Pasal 61 A ayat (1). "Dalam hal perjanjian kerja waktu tertentu berakhir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 ayat (1) huruf b dan huruf c, pengusaha wajib memberikan uang kompensasi kepada pekerja/ buruh. "jelas Zaini”

"Kemudian di sambung Zaini, Lebih dari itu, Saya memastikan bahwa undang-undang Ciptakerja juga menjadi payung hukum untuk memberikan sanksi bagi pemberi kerja yang tidak membayar pesangon kepada para pekerjanya. sesuai yang tertuang dalam Pasal 185 UU Ciptaker dijelaskan akan ada pidana bagi yang tidak membayar pesangon, "ujarnya.

pekerja bisa meminta PHK dengan pesangon jika ada masalah dengan pelanggaran norma kerja oleh pengusaha karena telah diatur dalam Pasal 154A ayat (g). "Tambahnya

(Ach zaini)
Share:

No comments:

Post a comment

LSM TEROPONG

LSM TEROPONG
SEKRETARIAT : 082264680777

BECOFF BONDOWOSO - Jatim

BECOFF BONDOWOSO - Jatim
BECOFF BONDOWOSO - JATIM

PENGUNJUNG

IKLAN / ADV / PROFILE

IKLAN / ADV / PROFILE
Hubungi Redaksi Teropong Timur WA / Telpon / SMS : 082264680777

Popular

Becoff Bondowoso - Jatim

Becoff Bondowoso - Jatim
Becoff Bondowoso - Jatim

Featured post

LSM, ORMAS DAN AWAK MEDIA BENTUK FORUM KOMUNIKASI

LSM DAN ORMAS Serta WARTAWAN YANG HADIR Bondowoso, www.teropongtimur.co.id Puluhan LSM dan Awak Media Bondowoso Jawa Timur mengapresi...

Blog archive

Recent Posts