Dinilai Hanya Memfitnah, Kades Errabu Akan Layangkan Surat Somasi Lagi Ke Warga



Sumenep,www.teropongtimur.co.id.

Persoalan dugaan Korupsi Dana Desa (DD) di Desa Errabu, Kecamatan Bluto, Sumenep, Madura, Semakin memanas, bahkan setelah sejumlah warga melakukan pengukuran proyek Rabat Beton anggaran Tahun 2016 bisa memastikan kebenarannya, kini pihak Desa melalui kuasa H
hukumnya akan melakukan Somasi kedua terhadap warga.

"Ya Benar, Somasi kedua akan saya layangkan besok atau lusa," Kata SYAFRAWI SH, Kuasa hukum Kades Errabu.

Pengacara asal Sumenep ini menegaskan, kalau pelapor (MASKUR cs,red) tidak bisa membuktikan tuduhannya kepada Kepala Desa, dirinya meminta lebih baik tidak usah berwacana.

"Kalau memang tidak bisa membuktikan, lebih baik meminta maaf saja dan mengakui kesalahannya, bahwa telah membuat keterangan palsu kepada Media," ujar SYAFRAWI.

Sebab pihaknya memastikan sampai saat ini, pihak pelapor tidak bisa memberikan data valid dan tidak bisa membuktikan atas tuduhan itu.

"Saat mendapat panggilan Inspektorat, pelapor tidak bisa membuktikan data valid atas laporan tersebut, itu ada konsekwensi hukum seketika," ujarnya.

Sehingga menurutnya, konsekwensi hukum bagi pelapor yang bersifat hanya asumsi itu tidak mendasar pada data dan bukti yang valid." Ini ada konsekwensi hukum lho kalau hanya membuat wacana," tegas SYAFRAWI.

Sebab dirinya menjelaskan, kalau program atau proyek yang menggunakan dana desa itu ada pelaksananya,dan sudah pasti melalui proses dari perencanaan sampai pada pertanggungjawabannya.

"Bukan Kades secara personal yang melaksanakan, saya yakin Inspektorat juga sudah menjalankan fungsinya. Dengan melakuan monitoring ke lokasi terkait tuduhan pelapor," ungkapnya.

Namun SYAFRAWI meminta perlu ada ketegasan terhadap pelapor jika tidak bisa membuktikan atas laporannya itu." Tidak perlu ditanggapi karena jelas hanya sebuah wacana dan merupakan fitnah," katanya.

Dirinya berharap hentikan saja semua tuduhan yang tidak mendasar ini, agar semua tidak berbalik menimbulkan fitnah."lebih baik hentikan saja, agar tidak menjadi laporan pencemaran nama baik,", tegas SYAFRAWI.

Sebelumnya sejumlah warga melakukan pengukuran pekerjaan pembangunan Rabat Beton yang diduga di manipulasi pengukurannya.

Sebab faktanya, dari hasil pengukuran memang diduga tidak sesuai spesifikasi "Mengurangi Volume"(Panjang).

"Jadi jalan ini memang tidak sesuai dengan prasasti yang ada, karena panjang yang ada di prasasti itu 706 meter, tapi ternyata setelah saya ukur, panjangnya cuma 265 meter," kata HARIS warga setempat pada sejumlah Media. Kamis (12/03/2021).

Sehingga pihaknya memastikan, ada dugaan Korupsi dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut," dan kami sebagai warga menduga kuat ada anggaran yang di Korupsi," ungkapnya.

Sementara itu warga yang lain, MASKUR memaparkan, dalam laporan yang dilayangkan ke Pemkab dan Kejaksaan pada waktu yang lalu itu bukan hanya wacana, melainkan pembuktian dilapangan." Setelah kami ukur ternyata memang tidak sesuai panjangnya dengan yang ada di prasasti.

"Di prasasti panjang 706 meter, namun setelah di ukur panjangnya cuma 265 meter, seharusnya sesuai dengan prasasti yang ada," tutup MASKUR.

Pewarta: Benny H
Share:

No comments:

Post a comment

LSM TEROPONG

LSM TEROPONG
SEKRETARIAT : 082264680777

BECOFF BONDOWOSO - Jatim

BECOFF BONDOWOSO - Jatim
BECOFF BONDOWOSO - JATIM

PENGUNJUNG

IKLAN / ADV / PROFILE

IKLAN / ADV / PROFILE
Hubungi Redaksi Teropong Timur WA / Telpon / SMS : 082264680777

Popular

Becoff Bondowoso - Jatim

Becoff Bondowoso - Jatim
Becoff Bondowoso - Jatim

Featured post

LSM, ORMAS DAN AWAK MEDIA BENTUK FORUM KOMUNIKASI

LSM DAN ORMAS Serta WARTAWAN YANG HADIR Bondowoso, www.teropongtimur.co.id Puluhan LSM dan Awak Media Bondowoso Jawa Timur mengapresi...

Blog archive

Recent Posts