Kades Beserta Staf Desa Badean Dilaporkan Ke Kejaksaan, Diduga Lakukan Mar'up Anggaran Dan Bangunan Fiktif RTLH



Banyuwang,www.teropongtimur.co.id.

Laporan dan pengaduan dugaan anggaran dan bangunan fiktif rumah tidak layak huni tahun anggaran 2017,2018 dan 2019 sudah mulai di proses oleh kejaksaan negeri Banyuwangi .

Rabo tanggal 3 Maret 2021 La Lati SH ketua Komisariat Daerah Reclasseering Indonesia Kabupaten Banyuwangi selaku pelapor memenuhi panggilan pihak kejaksaan terkait laporanya nomor,007/BPH.RI.Nms/Komda.Bwi/II/2021tertanggak 5 Februari 2021.

Ditemui oleh awak media Teropong timur news lewat sambungan telpon usai di periksa sebagai pelapor, Aktifis dan pengacara sekaligus menjabat ketua Resclaassering Indonesia Kabupaten Banyuwangi itu mengatakan, "Tadi saya sudah di periksa olek penyidik kejaksaan Negeri Banyuwangi sehubungan dengan laporan pengaduan saya tentang dugaan Mar'up anggaran dan bangunan fiktif pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) Desa Badean kecamatan Blimbingsari kabupaten Banyuwangi tahun anggaran 2017, 2018 dan 2019.

Terkait Pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) tahun anggaran 2017 terdapat 10 unit dengan anggaran 10 juta rupiah per Unit diduga kuat tidak sesuai dengan kondisi fisik dan matrial bangunan, demikian juga bangunan rumah tidak layak huni (RTLH) tahun angaran 2018 ada 10 unit dengan angaran 15 juta per Unit .

Sedangkan untuk anggaran tahun 2019 terdapat 25 unit pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) dalam LPJ terdapat 26 unit dengan anggaran 17.899.890.Namun yang di temukan oleh tim saya di lapangan hanya 17 unit, berarti dengan demikian ada 9 unit yang belum teridentifikasi keberadaanya,sehingga patut diduga merugikan Keuangan Negara kurang lebih 300 juta. "Jelas La Lati.

"Selanjutnya, Berharap tidak ada intervensi politik terhadap penanganan kasus kasus korupsi terutama terhadap pejabat kejaksaan yang menangani perkara korupsi di Banyuwangi ini.

Tolong dicatat !!! Kejaksaan di Banyuwangi ini serba dilema, setiap pejabat Kejaksaan yang menangani kasus korupsi di duga selalu di pindah *berlaku sakti*, jadi belum tuntas kasus korupsi yang ditangani nya penjabat kejaksaan tersebut sudah di pindah, makanya tidak pernah tuntas penanganan kasus korupsi di Banyuwangi. "terang La Lati SH.

"Dikatakan La-lati SH, Laporan pengaduan saya ini,akan menjadi pembuktian karena ada 2 orang pejabat Kejaksaan yang tangani kasus ini.Dan maaf saya tidak bisa mengungkapkan indentitas di publik,karena menyangkut pengungkapan kasus korupsi. Apbila 2 orang pejabat kejaksaan ini di pindah lagi maka akan menjadi catatan khusus bagi saya,bahwa ada dugaan intervensi politik dalam setiap pengungkapan kasus korupsi itu benar adanya di Banyuwangi "tegasnya.

Terhadap warga masyarakat penerima bantuan bedah rumah,tidak usah takut di intimidasi,tidak usah takut jika di datangi oleh para terlapor. Kami akan selalu memberikan perlindungan hukum. Masyarakat akan saya dampingi secara langsung,begitu pula pejabat kejaksaan yang tangani kasus ini,kami akan kawal dan kami lindungi pungkas LaLati SH.

(fiq)
Share:

No comments:

Post a comment

LSM TEROPONG

LSM TEROPONG
SEKRETARIAT : 082264680777

BECOFF BONDOWOSO - Jatim

BECOFF BONDOWOSO - Jatim
BECOFF BONDOWOSO - JATIM

PENGUNJUNG

IKLAN / ADV / PROFILE

IKLAN / ADV / PROFILE
Hubungi Redaksi Teropong Timur WA / Telpon / SMS : 082264680777

Popular

Becoff Bondowoso - Jatim

Becoff Bondowoso - Jatim
Becoff Bondowoso - Jatim

Featured post

LSM, ORMAS DAN AWAK MEDIA BENTUK FORUM KOMUNIKASI

LSM DAN ORMAS Serta WARTAWAN YANG HADIR Bondowoso, www.teropongtimur.co.id Puluhan LSM dan Awak Media Bondowoso Jawa Timur mengapresi...

Blog archive

Recent Posts