Yayasan Nurul Jali Pragaan Terancam Dipolisikan, Karena Ada Dugaan Mark Up Bantuan Siswa Operasional Covid-19

 


Sumenep,www, teropongtimur.co.id


Dugaan Mark Up Bantuan Covid-19 dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag-RI) untuk yayasan lembaga pendidikan Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jali di Kecamatan Pragaan, Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus bergulir.


Pasalnya, yayasan Pondok Nurul Jali tersebut menerima program bantuan dari Kemenag RI sebesar Rp.50 juta itu untuk biaya operasional, namun bantuan itu diduga Mark Up siswa.


Hasil pantauan dilokasi Ruang kelas 1 Madrasah Aliyah (MA) itu terlihat kosong, cuma ada tiga bangku saja.


TAUFIK salah satu guru di MTS  Nurul Jali waktu dikonfirmasi kelihatan sangat bingung pada waktu di pertanyakan kebenaran jumlah siswa tersebut.


" Mohon maaf saya tidak tahu berapa jumlah siswa disini, karena data bukan saya yang pegang," kata TAUFIK.


Namun dia mengaku jumlah siswa MTs Nurul Jali ini, dari kelas I Sampai kelas III hanya 50 siswa. "Jumlah siswa keseluruhan MTs hanya 50 siswa,"ngakunya.


Salah satu Siswa kelas 3 MA Nurul Jali menjelaskan, bahwa jumlah siswa kelas 1 ada 8 siswa, sedangkan kelas  II ada 6 siswa, dan kelas III ada 12 siswa."Ya ada juga ruang kelas yang kosong karena tidak ada gurunya," ujar siswa yang sedang belajar diruang sekolah tersebut.


Sedangkan, KH.M.KHAIRI RUMI S,pd selaku pengasuh Ponpes Nurul Jali di Desa Pakamban Daya ini terkesan menghindar, saat beberapa awak media ingin melakukan Klarifikasi terkait persoalan tersebut.


Sesuai aturan Kementerian Agama RI, penerima bantuan operasional Covid-19 untuk lembaga yayasan ponpes ada kategorinya, yakni kategori Ponpes besar, sedang dan kecil tergantung santrinya.


"Yayasan pendidikan Ponpes Nurul Jali ini kami menduga sudah markup santri, karena menerima bantuan operasional Covid-19 sebesar Rp 50 juta,"kata Ketua Bara JP Sumenep, ASMUNI kepada awak media ini.


Sedangkan jumlah murid lembaga Yayasan Nurul Jali itu menurut ASMUNI kurang lebih hanya 150 orang."ini kan sudah patut diduga sudah melakukan pengelembungan murid (Santri)," ungkapnya.


Dirinya menceritakan, sesuai aturan Kementerian Agama (Kemenag)RI, untuk 500 santri kebawah masuk golongan pesantren kecil hanya mendapatkan bantuan sebesar Rp.25 juta.


Kalau 500 Sampai 1.500 santri masuk Kategori sedang mendapatkan bantuan sebesar Rp.40 juta dan santri diatas 1.500 masuk kategori besar mendapatkan bantuan operasional Covid-19 sebesar Rp.50 juta.


"Ponpes ini mempunyai murid tidak sesuai dengan aturan, dan diduga Mark Up siswa, dan menerima bantuan masuk kategori golongan Ponpes besar. Ini sudah menyalahi Juknis, dan tidak masuk akal," ucapnya dengan nada penuh heran.


"Kami dengan tugas akan melaporkan yayasan tersebut, agar diproses secara hukum, yang mana telah diduga melanggar aturan yang ada," tutupnya.


Pewarta : Benny H

Share:

No comments:

Post a Comment

LSM TEROPONG

LSM TEROPONG
SEKRETARIAT : 082264680777

PENGUNJUNG

IKLAN / ADV / PROFILE

IKLAN / ADV / PROFILE
Hubungi Redaksi Teropong Timur WA / Telpon / SMS : 082264680777

Popular

Featured post

LSM, ORMAS DAN AWAK MEDIA BENTUK FORUM KOMUNIKASI

LSM DAN ORMAS Serta WARTAWAN YANG HADIR Bondowoso, www.teropongtimur.co.id Puluhan LSM dan Awak Media Bondowoso Jawa Timur mengapresi...

Blog Archive

Recent Posts