90 Lebih Bantuan Dana BOP Pesantren Disumenep Pada Tahun 2020 Banyak Bermasalah

 

Sumenep,  Teropongtimur News

Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Pesantren, untuk bantuan Coviid-19 dari Kementerian Agama (Kemenag) RI, di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, banyak bermasalah. Pasalnya 90 lebih penerima BOP tahun anggaran 2020 disinyalir tidak sesuai Juknis, bahkan complang dalam realisasinya.


"Kabupaten Sumenep ada 90 lebih penerima BOP Tahun 2020 dan sudah 100 persen cair, namun dilapangan ada banyak masalah," kata Ketua Bara JP Sumenep, Asmuni.


Sehingga dirinya dari awal sudah mencium indikasi ketidakberesan, salah satunya ketidaktahuan pihak Kemenag Daerah dan ketidaksesuaian antara Juknis yang ditetapkan oleh Dirjen pendidikan islam Kementerian Agama.


"Pelaksanaan dibawah, dimana lembaga pesantren besar mendapatkan dana kecil. sedangkan pesantren kecil di pelosok mendapatkan dana besar, ini jomplang dan aneh sekali," ungkapnya.


Yang lebih aneh lagi, informasi di beberapa pesantren besar ternyata ada  yang menyatakan tidak pernah mengajukan Bantuan BOP tahun 2020 tersebut.


" Berarti dalam hal ini ada yang main, ini sudah kita inventarisir dan kami sudah cek kebawah, dan tentunya kita sudah ada data rekaman video pernyataan dan daftar nama-nama pesantren penerima, tinggal kroscek saja," tegasnya.


Dia sudah merinci sebagian kecil penerima seusai daftar dengan nomor 1183. PP Al ASY' ARYAH yang beralamat di Jalan Ketapang Indah masjid Al Furqon  sentol daya pragaan Sumenep.


1) No.263 PP. MANARUL HUDA. Pakemban Daya Pragaan Sumenep.

2) No 1340 PP MTA ZAINOL IBAD Pragaan Prenduan Sumenep.

3) No  642 PP AL IHSAN Jeddung Pragaan Prenduan Sumenep.

4) No 360 PP NURUL HUDA Pangamban Laok Pragaan Sumenep.

5) No 335 PP MISBAHU MUNIR Jalan Makam Arjema No 03 Pragaan Sumenep.

6) No 1475 PP NURUL JALI Jalan Prang Alas Pangamban Daya Pragaan Sumenep.

7)  Pondok Pesantren Nurul Ulum Banmaleng Giligenting Sumenep.


"Ini hanya sebagian kecil contoh penerima bantuan itu," ujar Asmuni.


Sehingga dirinya dengan tegas terkait dengan masalah tersebut, dirinya akan mengirimkan Surat aduan kepada Kementerian Agama RI." Kami dalam waktu dekat  ini, akan melayangkan surat aduan  terkait hasil temuan dilapangan," katanya.

Selain itu juga yang paling mengenaskan, pencatutan nama Pondok Pesantren An-Nuqayah Daerah Lubangsa Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, yang mana Pondok tersebut tidak pernah mengajukan permohonan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Pesantren ke Kemenag.


Namun ternyata ada orang-orang yang mencairkan BOP Pesantren tahap III dengan mengatasnamakan  An-Nuqayah Lubsa di Bank BNI unit Pragaan Sumenep.


pengasuh Pondok Pesantren An-Nuqayah, KH.Muhammad Ali Fikri, M.Pd.I.memperoleh data otentik mengenai adanya dugaan penggelapan BOP Pesantren.


Direktur Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum IAIN Madura, Sulaisi Abdurrazaq, dkk ditunjuk menjadi penasehat hukum Pondok Pesantren An-Nuqayah Daerah Lubangsa Guluk-Guluk Sumenep, Madura, Jawa Timur.


Menurut Sulaisi, terdapat beberapa kejanggalan yang sangat mencolok. Pertama, terkait BOP Pesantren tahap III sebesar Rp.50,000,000(Lima Puluh Juta Rupiah) tersebut berasal dari Kemenag, namun penerima yang terdata di Kemenag tercatat bernama Pondok Pesantren An-Nuqoyah Lubsa Guluk-Guluk Sumenep.


"Padahal data yang benar milik klien kami adalah Pondok Pesantren An-Nuqayah Daerah Lubangsa Guluk-Guluk, Madura, Jawa Timur. Jadi dugaan kami, peristiwa ini sistemik dan sejak pengajuan sudah menggunakan data palsu/dipalsukan," kata sulasi Jumat (02/04/2021) tutupnya.


Pewarta : Benny H/Shofi

Share:

No comments:

Post a Comment

LSM TEROPONG

LSM TEROPONG
SEKRETARIAT : 082264680777

PENGUNJUNG

IKLAN / ADV / PROFILE

IKLAN / ADV / PROFILE
Hubungi Redaksi Teropong Timur WA / Telpon / SMS : 082264680777

Popular

Featured post

LSM, ORMAS DAN AWAK MEDIA BENTUK FORUM KOMUNIKASI

LSM DAN ORMAS Serta WARTAWAN YANG HADIR Bondowoso, www.teropongtimur.co.id Puluhan LSM dan Awak Media Bondowoso Jawa Timur mengapresi...

Blog Archive

Recent Posts