Kadaluarsa: Kasus Lama H. Nawiryanto Yang Diangkat Berujung Pembunuhan Karakter Seorang Kuasa Hukum



Bondowoso,www.teropongtimur.co.id.


Terkait Viralnya sebuah Berita seorang Pemilik Perusahaan Media di Kabupaten Bondowoso (Sepasang Suami Istri – Red ) yang di duga telah melakukan Tindak Pidana sehingga di nyatakan DPO (Daftar Pencarian Orang – Red) oleh pihak kepolisian ternyata kenyataannya tidak seperti yang sudah di tuduhkan pada Keduanya, pasalnya Beberapa Nara sumber dan Juga Praktisi Hukum Bondowoso, EDY FIRMAN,SH.MH mengutarakan secara tegas dan terperinci pada Tim Media Teropong Indonesia News, pada 08 Juni 2021.

Salah seorang Aktivis, WAHYU HARTONO juga mengatakan bahwa kejadian yang menimpa H. NW dan HJ. M menjadi pertanyaan yang tentunya sangat sulit untuk di jawab oleh Pihak Aparat Penegak Hukum (APH) karena apa yang di tuduhkan sebenarnya adalah kurang berdasar, bukan berarti menyalahkan pihak Penyidik dalam mengambil keterangan dari beberapa pihak atau saksi, akan tetapi beberapa kejanggalan telah ada dalam penyidikan awal sejak di laporkan pada tahun 2013 lalu.

Kasus ini di katakan sudah P19 yang seharusnya pihak Kepolisian Resort Bondowoso mengeluarkan SP3 (Surat Penghentian Penuntutan dan Penyidikan-Red) sesuai dengan SOP dan Perkap No.12 tahun 2009 Pasal 31 batas waktu penyelesaian perkara semenjak ada surat perintah penyidikan 120 hari utk penyelesaian perkara sangat sulit. Pasal 74 daluarsa mengajukan pengaduan 6 bulan.

Selanjutnya di katakan lagi bahwa kejadian ini sangatlah aneh dan sepertinya *Di Paksakan untuk Di Lanjut* yang seharusnya sesuai Perkap RI no 14 tahun 2012 tentang manajemen penyidikan tindak pidana, seharusnya penyidik wajib memberikan SP2HP Kepada kuasa hukum atau tersangka untuk mengetahui perkembangan kasusnya, akan tetapi selama ini tidak pernah di beri kabar dan kemudian pada tahun 2021 sudah P-21. "Jelas Aktivis

Hal senada juga di ungkapkan oleh Praktisi Hukum, EDY FIRMAN, SH. MH yang juga berkata Secara terang-terangan yaitu di duga kuat telah membangun konspirasi dengan melakukan pembunuhan karakter atau pengrusakan reputasi seseorang.

Di katakannya bahwa Pembunuhan karakter atau perusakan reputasi adalah usaha-usaha untuk mencoreng reputasi seseorang. Tindakan ini dapat meliputi pernyataan yang melebih-lebihkan atau manipulasi fakta untuk memberikan citra yang tidak benar tentang orang yang dituju. "Jelas Edy

EDY FIRMAN, SH. MH, mengatakan bahwa bukan mafia pengadaan alutsista saja diduga keberadaannya, tapi juga diduga kuat ada mafia penegakan hukum di Kabupaten Bondowoso. "Sebab disinyalir ada lembaga atau kelompok atau perseorangan sebagai sebutan oknum untuk mengarahkan pengadaan pengacara tertentu untuk sebagai pengacara dalam perkara pidana yang diduga keberadaannya sebagai formalitas saja, "ujarnya.

Keberadaan pengacara seorang EDY FIRMAN apabila mendampingi tersangka baik dipolres dan kejaksaan Bondowoso untuk bertarung secara hukum sampai ada dugaan oknum apakah dalam level lembaga atau kelompok atau perseorangan, mempengaruhi tersangka agar tidak menggunakan pengacara EDY FIRMAN. sebab, menurutnya bahwa apa yang di katakan adalah benar dan sesuai kenyataan.

"Kemungkinan gara gara pernah menguji Polres Bondowoso dengan gugatan praperadilan, polres kalah telak dan sidang perkara narkoba Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bondowoso dikalahkan dengan putusan bebas murni bagi tersangka dengan putusan Mahkamah Agung (MA). Sehingga kedua Lembaga tersebut diduga telah anti pati dan takut bertarung secara hukum dengan pengacara EDY FIRMAN, "tegasnya.

Ungkapan itu bukanlah tanpa dasar. Pengacara yang dikenal vokal ini mengaku banyak menerima informasi dari masyarakat yang butuh pembelaan hukum, bahwa dua instansi tersebut disinyalir menggunakan cara perusakan reputasi dengan menakut nakuti tersangka bertujuan agar tidak menggunakan jasa EDY FIRMAN.

Mafia peradilan adalah "Perbuatan yang bersifat sistematis, konspiratif, kolektif dan terstruktur yang dilakukan oleh aktor tertentu atau aparat penegak hukum dan pencari keadilan, untuk memenangkan kepentingannya melalui penyalahgunaan wewenang, kesalahan administrasi dan perbuatan melawan hukum yang mempengaruhi proses penegakan hukum sehingga menyebabkan rusaknya sistem hukum dan tidak terpenuhinya rasa keadilan.

"Bahkan diduga tersangka sampai ditakuti apabila memakai pengacara EDY FIRMAN akan diberatkan pidananya dan apabila sudah memberi Kuasa Kepada EDY FIRMAN diperintahkan oleh Oknum Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mencabut kuasanya. Itu dari saking takutnya berhadapan secara hukum untuk diuji di pengadilan, "tukasnya.

Untuk itu, pihaknya memohon Kepada Aparat Penegak Hukum (APH) di Kabupaten Bondowoso untuk bekerja profesional dan memperhatikan apa yang telah disampaikan tersebut layaknya surat terbuka bagi Polres Bondowoso dan Kejari Bondowoso. "Demi integritas, hindari cara pembunuhan karakter tersebut, "tutupnya.

Sekedar diketahui, dalam praperadilan Polres Bondowoso kalah telak dari 6 item yaitu sah tidaknya penangkapan, penahanan, penyidikan, penyita'an, pengeladahan dan penetapan tersangka yang dinyatakan tidak sah.

Sedangkan yang perkara Narkoba, dalam pokok perkara narkoba terdakwa dinyatakan bebas murni sampai di Mahkamah Agung.

Disisi lain, menanggapi prihal diatas, dua instansi yang disebut oleh EDY FIRMAN, SH. MH, belum berhasil dikonfirmasi. Sementara, guna memastikan ada oknum dalam pengadaan mafia peradilan, EDY FIRMAN mengaku siap kapan saja uji materi dan adu argumentasi hukum yang benar dan adil bagi masyarakat.

Di katakannya bahwa perkara Pak Nawir atau H. DARMA sudah lama kira-kira tahun 2017 karena saya sebagai Kuasa Hukumnya pada saat itu klien saya yaitu Pak NAWIR dan istrinya ditetapkan sebagai tersangka dan mau ditahan saya sebagai Kuasa Hukumnya keberatan atas status tersangka sebab saya meminta bukti surat bukti timbangan berat netto tebu tidak dapat dilengkapi oleh penyidik dan pelapor sehinga oleh kejaksaan di P-19. "Akan tetapi penyidik tidak mengeluarkan SP3 kok tahu-tahu sekarang tahun 2021 mengatakan berkas penyidikan dikatakan lengkap dan ini sangatlah janggal sekali, "Jelasnya.

Kejanggalan selanjutnya yang diduga peristiwa pidana tahun 2013, transaksi jualbeli akan tetapi momentumnya dilaporkan tahun 2017 (rentang 3 tahun) pada saat ada hajatan pilbub kemudian dirinya selaku Penasehat Hukum tahun 2017 di kandaskan atas dasar tidak cukup bukti sebagai mana yang telah di jelaskan diatas dan kemudian baru tahun 2021 P-21 (4 tahun) dari kasat reskrim Pak JULIAN kemudian Pak JAMAL baru Pak AGUNG.

Sebenarnya perkara ini ranah perdata sebab pelapor dengan Pak NAWIR konsep jual beli borongan atau tebasan, pada saat mereka sepakat harga setelah pelapor melihat objek jual beli kemudian pelapor menebang titik tempat objek jual beli dan kemudian diangkut ketempat PG tanpa didampingi oleh Pak NAWIR, Selanjutnya dapat dianalisa dalam perspektif hukum siapa sebenarnya yg bermain dalam hal ini. "Oleh sebab itu saya sebagai Penasehat Hukum Pak NAWIR mempertanyakan bukti surat timbang dari PG yang secara resmi mengeluarkan timbangan berat netto tebu agar tidak bersifat subyektif, "Tegasnya,

Di tambahkannya bahwa penyidik dan pelapor tidak dapat membuktikannya, dan pada saat 2017 disinyalir Pak Nawir sebagai Ketua Hanura sebagai pengusung Bupati sangat kental sekali permainan politiknya sehingga kasus ini di tuliskan pada media untuk menghantam Pak NAWIR.
Sementara itu Keterangan WAHYU HARTONO yang mengetahui secara langsung hasil konfirmasi dengan H. NAWIR atau yang biasa di panggil Pak DARMA mengatakan bahwa pada tahun 2017 dirinya mendapatkan tekanan dari LUTINUS sang pemilik uang dan YANTO warga Desa Talkandang selaku Pelapor karena pada saat itu Buk Haji sebagai Calon Dalam Pemilihan Kades Mangli Wetan, yang pada Akhirnya Pak DARMA mengirimkan keuangan pada LUTINUS sebesar Rp 85 juta, karena itu dari hal tersebut menurutnya sangatlah janggal tentang akhir dari kasus ini, perlu untuk di kaji ulang tentang penanganan yang di duga hanya sepihak yang pada akhirnya pula berdampak banyak pada semua pihak, termasuk pada Kuasa Hukum H. NAWIR, EDY FIRMAN, SH.MH.

(W. Hartono/Edit: B. Arifin)
Share:

No comments:

Post a Comment

LSM TEROPONG

LSM TEROPONG
SEKRETARIAT : 082264680777

PENGUNJUNG

IKLAN / ADV / PROFILE

IKLAN / ADV / PROFILE
Hubungi Redaksi Teropong Timur WA / Telpon / SMS : 082264680777

Popular

Featured post

LSM, ORMAS DAN AWAK MEDIA BENTUK FORUM KOMUNIKASI

LSM DAN ORMAS Serta WARTAWAN YANG HADIR Bondowoso, www.teropongtimur.co.id Puluhan LSM dan Awak Media Bondowoso Jawa Timur mengapresi...

Blog Archive

Recent Posts