Tumpengan Dan Takir Sewu Prabu Tawangalun Menyambut 1 Suro Di Banyuwangi



Banyuwangi,www.teropongtimur.co.id.


Kegiatan budaya menyambut tahun Baru Islam 1443 H. Tumpengan dan Takir Sewu Prabu Tawangalun di Kedawung Desa Sraten Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi tetap di laksanakan disetiap satu tahun sekali dimasa Pandemi covid-19 dengan mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat. Senin, 9 Agustus 2021

Hadir dalam kegiatan acara tumpengan yang disertai khataman Al Qur'an semua Para Kyai diseluruh Dusun Kedawung diantaranya, K.H.Toha Muntoha Salam, (pengasuh Ponpes Al Futuhiyah)., Kyai. Faqih usman., Kyai. Ponarsi., Kyai. Makun dan kyai-kyai lainnya.

Disaat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat se Jawa-Bali kegiatan budaya Tumpengan dan Takir Sewu tetap dilaksanakan dengan cara sederhana sesuai aturan protokol kesehatan yang berlaku. Kegiatan budaya ini sudah menjadi aikon/milik Desa Sraten dan sudah menjadi agenda tahunan di Desa Sraten.

Panitia pelaksana Tumpengan dan Takir Sewu, ( Irawan Suyanto ) dalam sambutanya mengatakan, "Mengingat situasi saat ini masih masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, maka kegiatan budaya yang ada di-Dusun Kedawung untuk tahun ini tetap dilaksananan dengan cara sederhana dan tetap mematuhi prokes yang ketat. Dengan tidak mengurangi dari makna budaya Tumpengan dan Takir Sewu yang sudah berjalan selama 5 tahun, "katanya.

Lebih lanjut Yanto mengatakan, "Acara yang diadakan untuk tahun ini diantaranya, khataman Al Qur'an di makam Prabu Tawangalun di mulai pukul 19.00Wib sampai selesai dan dilanjutkan dengan acara ritual budaya oleh para sesepuh Desa dan para tokoh agama di makam Prabu Tawangalun, Sendang Sumbersari dan makam Ki Buyut Gitik dilaksanakan jam 24.00Wib, "katan Yanto saat ditemui oleh beberapa tim media.

Kepala Desa Sraten Drs. H. A. Rahman Mulyadi juga  mengatakan, "Harapan kami dari pemerintah Desa Sraten, kegiatan budaya ini tetap dilakasakan dengan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku saat ini. Dengan tidak mengundang banyak orang untuk menghindari kerumunan, guna mencegah penuluran covid-19. Yang terpenting tidak mengurangi nilai-nilai budaya yang sudah ada dan acara keagaman yang sudah berjalan dari dulu, "kata Kades Sraten.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua BPD Desa Sraten, Drs. Heru Supriono setelah mengadakan rapat koordinasi dengan Pemerintah Desa Sraten mengatakan,"Kegiatan budaya Tumpengan dan Takir Sewu tetap dilaksanakan dengan tidak mengurangi acara inti yang sudah berjalan dari awal kegiatan ini dan dilaksanakan pertama kali. Sehingga esensi dan makna budaya yang menjadi ruh kegiatan ini tetap terlaksana dan tetap mematuhi protokol kesehatan, "ucap ketua BPD Sraten.

Diharapkan setelah keadaan normal kembali, kegiatan budaya Tumpengan dan Takir Sewu ini akan semakin besar. Dan nantinya bisa menyedot perhatian banyak orang, sehingga kegiatan budaya ini akan menjadi Wisata Budaya Relegius dan nantinya bisa meningkatlan perekonomian masyarakat sekitar makam Prabu Tawangalun dan perekonomian masyarakat Desa Sraten pada umumnya. 

(Gus)
Share:

No comments:

Post a Comment

LSM TEROPONG

LSM TEROPONG
SEKRETARIAT : 082264680777

PENGUNJUNG

IKLAN / ADV / PROFILE

IKLAN / ADV / PROFILE
Hubungi Redaksi Teropong Timur WA / Telpon / SMS : 082264680777

Popular

Featured post

LSM, ORMAS DAN AWAK MEDIA BENTUK FORUM KOMUNIKASI

LSM DAN ORMAS Serta WARTAWAN YANG HADIR Bondowoso, www.teropongtimur.co.id Puluhan LSM dan Awak Media Bondowoso Jawa Timur mengapresi...

Blog Archive

Recent Posts