Acara Tumpekan Ageung Dan Gelar Budaya Sunda Oleh Ki Raga Sukma Guru Besar Padepokan Gagak Karancang



Bali,www.teropongtimur.co.id.

Hari Tumpekan Ageung adalah hari yang dikhususkan untuk memohon keselamatan Kepada Tuhan yang maha Esa, Tumpekan Ageung diperingati saat saniscara Kliwon wuku dalam satu bulan sekali

Kegiatan acara Tumpekan Ageung yang diadakan oleh Ki Raga Sukma, ( Guru besar Padepokan Gagak Karancang )  yang dilaksanakan dalam satu bulan sekali disetiap Sabtu kliwon bertempat di Pura Luhur Catur Kanda Pat Jalan Antasura, Peguyangan Kaja, Kecamatan Denpasar utara Kota Denpasar - Bali. 

Acara yang dihari para sesepuh padepokan diantaranya: Guru besar padepokan mas Bali ( Ki Mangun dan Gus Aby., Kesepuhan Nuswantoro ( Romo Karim)., Padepokan Noto Akhlaq ( Gus Andre Bagus Ismail )., Gus salam Tirte kahuripan, lesbumi. Dan sameton sameton dari Bali


Acara ritual atau do'a bersama dan makan makan yang di lanjutkan seni tari tarawangsa yaitu tari yang artinya tari suka cita yang ditarikan oleh akang HARI. "Dengan seni tari suka cita yang melantunkan suwara yang diiringi dengan alat-alat musik tradisional yang dibarengi dengan keikhlasan hati dapat menyampaikan pesan berupa doa kepada leluhur dan Tuhan penguasa alam semesta untuk kesejahteraan, kerahayuan buana alit dan buana ageung


Dengan tari suka cita sesungguhnya adalah rasa indah dan rasa bahagia, yang ada dalam seni tari dapat menghantarkan dan mengharmonikan keberadaan kita dengan alam semesta

Ritual Tumpekan salah satu upacara adat budaya Sunda Wiwitan, dalam ritualnya tidak dibatasi oleh perbedaan Agama suku, ras, jenis kelamin dan lain sebagainya, acara terbuka untuk siapapun yang mau menerima cara tersebut dan yang ingin merasakannya.

Tumpekan adalah upacara warisan adat budaya leluhur Sunda, yang dimaksudkan untuk berkumpul dan memberikan rasa terimakasih Kepada semua yang menjadi asal (wiwitan) kehidupan yang kita rasakan sampai saat ini, atau hakikatnya terimakasih Kepada Sang Maha Kuasa.


Ritual Tumpekan di laksanakan setiap hari Sabtu (saniscara), sedangkan untuk ritual Tumpekan Ageung dilaksanakan setiap hari Sabtu (saniscara) Kliwon. Ritual Tumpekan atau syukuran (Nganuhunkeun), yaitu laku spiritual yang mengasah kaelingan (kesadaran sejati) sebagai manusia.

Rasa 'Nganuhunkeun' Berterima kasih yang terus diasah menguatkan rasa kemanusiaan, berbagi keindahan serta kebahagiaan yang dihidupkan dan semuanya mengerucut dalam perbuatan, sehingga getar kasih sayang memancar terhadap sesama, alam sekitar dan semesta ini.


Upacara dan upakara Tumpek Landep secara khusus ditujukan kehadapan Sang Hyang Pasupati dengan mengupacarakan sarwa sanjata (lelandep) supaya memiliki tuah (berdaya guna dan berhasil guna). Namun secara khusus juga hari raya Tumpek Landep bertujuan untuk menajamkan pikiran kita (kalingania ring wang, denia pasupati landeping idep, samaknanta lekasakena kang japa mantra) yaitu: dalam hubungannya dengan manusia bertujuan untuk menajamkan pikiran dengan puja mantra sakti pasupati. Dengan kejernihan, ketajaman dan kesucian pikiran kita dapat meningkatkan kwalitas kemanusiaan kita (dari manawa menuju mandawa) yaitu dari manusia biasa menuju manusia dengan sifat-sifat dewani’.

Acara interaktif ini sangat antusia diikuti oleh masyarakat, terbukti dengan banyaknya masyarakat bergabung memberikan pertanyaan dan saran-saran


Ditulis: Nisa, redaksi/ biro Bali
Editor pusat PT. Teropong Post Jaya, media citak & online Teropong Timur News: Buang Arifin


Share:

No comments:

Post a Comment

LSM TEROPONG

LSM TEROPONG
SEKRETARIAT : 082264680777

PENGUNJUNG

IKLAN / ADV / PROFILE

IKLAN / ADV / PROFILE
Hubungi Redaksi Teropong Timur WA / Telpon / SMS : 082264680777

Popular

Featured post

LSM, ORMAS DAN AWAK MEDIA BENTUK FORUM KOMUNIKASI

LSM DAN ORMAS Serta WARTAWAN YANG HADIR Bondowoso, www.teropongtimur.co.id Puluhan LSM dan Awak Media Bondowoso Jawa Timur mengapresi...

Blog Archive

Recent Posts