Diduga Anggaran Potong Masal, RTLH Jasmas

 


Probolinggo - www.teropongtimur.co.id

Dugaan korupsi di jajaran birokrasi tampaknya masih belum juga hilang di Kabupaten  Probolinggo, meski di kabupaten ini sebelumnya pernah berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun indikasi adanya penyalahgunaan anggaran tampaknya masih ditemukan di program RTLH TA.2021   didesa Maron Kidul, kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa timur. Selasa, 31/05/2022.


Warga desa Maron kidul kecamatan Maron, terdaftar sebagai keluarga penerima manfaat (KPM)  Program Rumah Tidak Layak Huni ( RTLH)  program  Jaring aspirasi masyarakat (Jasmas) DPRD provinsi Jawa timur, dari fraksi partai Gerindra, 

adapun sebagai daftar penerima manfaat Rumah Tidak  Layak Huni adalah.(1)  Sutimbang.  (2)   Puna.    (3)  Nito.    (4)   Hindun.    (5)    Didik wijaksono.     (6)    Siarto.      (7).    Holil.     (8)   Subur.    (9)   Kasini.   (10)    Sukria.   (11)  Nito. Mereka adalah warga desa Maron kidul yang terdaftar sebagai keluarga penerima manfaat (KPM)  program RTLH. 

Sementara saat di mintai keterangan oleh tim investigasi DPK LIRA MARON, yang diwakili oleh Ibu Holil,   menjelaskan,   kalau bantuannya tidak mendapatkan uang tunai, akan tetapi mendapat barang atau bahan  bangunan, seperti, Semen 20 sak,  Pasir 3 pic up,  Asbes  46 lembar,  Batako  650 biji,   pintu 1 biji,  kusen pintu 1 biji,  kusen plus kaca tiga biji,  kayu osok 4 bendel,  kayu kelapa  9 biji dan kayu  tiang 4biji. Ini bahan yang saya terima,  sedangkan banyak orang berkata kalau bantuan tersebut sebesar Rp. 20.000.000. Pungkasnya. 


Saat tim investigasi mendatangi kantornya di  desa maron kidul menemui pengawas kegiatan Rumah layak huni, atas nama  "Akit, yang sekaligus sebagai perangkat desa bagian kasun,  dirinya membenarkan,  dana RTLH ini bersumber dari dana jasmas DPRD provinsi Partai Gerindra, daerah ini pengurus partai gerindra adalah Gus Nawa, jadi yang mengelola RTLH tersebut adalah Gus Nawa. Saat disindir terkait anggaran dananya persatu unit, dirinya mengatakan, satu unit sebesar RP, 20.000.000. sebanyak 10 unit RTLH yang diterima oleh warga desa  Maron kidul. tapi KPM tidak menerima Uang  tunai melainkan dikasih bahan matreal bangunan oleh Gus Nawa melalui orang kepercayaannya. Atas nama " Yunus. Pungkasnya.


Geram, pegiat anti korupsi, "Abdullah, selaku,  Dewan Pimpinan Kecamatan Maron  DPK LSM LIRA MARON, “Kami setelah menelaah dari hasil investigasi di lapangan banyak menemukan kejanggalan kejanggalan diantaranya, ada bantuan untuk orang miskin yang diduga disalahgunakan oleh oknum pelaksana RTLH. Bantuan tersebut sebesar  Rp 20 juta persatu unit RTLH, sebanyak 10 unit RTLH di desa maron kidul. Sedangkan keluarga penerima manfaat (KPM) Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) hanya mendapatkan bahan bangunan atau matreal, setelah kami jumlah bahan matreal yang dikirim oleh pelaksana RTLH,  kurang lebih Rp 8juta, persatu unit RTLH, jadi diduga  pihak pelaksana RTLH didesa Maron kidul mengambil keuntungan kurang lebih 12 juta persatu unit. 

Jelas ini tidak wajar, kami beserta tim investigasi akan segera membawa persoalan ini keranah hukum, Pungkasnya kepada Tim media.


Yunus, Selaku orang kepercayaan Gus Nawa dalam melaksanakan program RTLH di desa Maron Kidul sebanyak 10 unit dengan anggaran persatu Unit 20juta, saat dihubungi lewat panggilan whatsap yang bersangkutan tidak merespon, sampai  terbitnya berita ini.

Pewarta : MH

Share:

No comments:

Post a Comment

LSM TEROPONG

LSM TEROPONG
SEKRETARIAT : 082264680777

PENGUNJUNG

IKLAN / ADV / PROFILE

IKLAN / ADV / PROFILE
Hubungi Redaksi Teropong Timur WA / Telpon / SMS : 082264680777

Popular

Featured post

LSM, ORMAS DAN AWAK MEDIA BENTUK FORUM KOMUNIKASI

LSM DAN ORMAS Serta WARTAWAN YANG HADIR Bondowoso, www.teropongtimur.co.id Puluhan LSM dan Awak Media Bondowoso Jawa Timur mengapresi...

Blog Archive

Recent Posts