*Geram. Penegakan Hukum Terhadap Galian C illegal Diduga Jalan Ditempat, Aktvis Alumni GMNI Untag Banyuwangi ( H. DENDY EKA WARDANA SH.) Kawal Aspirasi Masyarakat*




Banyuwangi,www.teropongtimur.co.id.

Menyikapi berbagai pengaduan dan persoalan terkait banyaknya jalan Desa yang rusak dan banyaknya jaringan  kabel wifi yang diiduga liar yang mengikat ditiang lampu jalan, seorang Aktivis alumni GMNI Universitas Tujubelas Agustus ( Untag ) Banyuwangi, dan juga seorang jurnalis wartawan media MEMO X, ( H. DENDY EKA WARDANA, SH. ) Dalam pendangan-Nya, untuk mendukung masyarakat terhadap Pemerintah Penegak Hukum dalam memberantas maraknya tambang Galian C yang diduga tanpa mengantongi surat izin atau IUP yang ada diwilayah Kabupaten Banyuwangi

Seorang Aktivis juga jurnalis yang disebut *TANPA KENAL LELAH* ini terus berupaya dan berupaya tuk menyelamatkan lingkungannya, dengan banyaknya jalan-jalan yang rusak dan berlobang akibat dampak dari muatan Duum truk pasir yang melebihi kapasitas yang sudah ditentukan oleh udang-undang Perbub kini semakin disorot masyarakat

Semangat dan berbagai upaya perjuanganannya yang di lakukan oleh Mas Dendy seakan bertepuk sebelah tangan, mana kala ada banyaknya aduan masyarakat terkait jalan yang rusak dan sangat merugikan kepentingan masyarakat umum sebagai sesama pengguna jalan. oleh pemerintah Daerah sendiri khususnya Dinas terkait diduga tidak ada upaya ketegasan, terkesan diduga ada pembiaran dan tidak ada teguran terhadap pengusaha tambang galian C yang beroperasi yang diduga tanpa mengantongi surat izin yang lengkap


Diketahui, sering kali beliau ( Mas Dendy -red ) mendapatkan pengaduan dari masyarakat terkait rusaknya jalan akibat dampak dari pada muatan yang melebihi kapasitas muatannya, oleh beliau akan berupaya terus mengawal aduan / keluh kesah masyarakat terdampak terhadah dinas terkait . 

Lokasi usaha tambang Galian C yang sering di keluhkan warga masyarakat diketahui dilapangan berada diwilayah Kecamatan Songgon, dan singojuruh, yang hingga saat ini masih tetap beroperasi dan tanpa ada kontribusi yang jelas ke lingkungan setempat. "Menurut Mas Dendy, percuma saja warga masyarakat menyuarakan kepada pihak manapun, apalagi selama ini para wakil-wakil rakyat kita yang terpilih dari wilayah dapil  2..seakan-akan gak mau tau dan pura-pura gak mengerti atas segala permasalahan diwilyahnya. "menurutnya


"Selanjutnya dikatakan. Sepanjang tidak ada upaya penegakan HUKUM dari dinas terkait. "Artinya lahan tambang Galian C hingga saat ini masih tetap beraktivitas tanpa ada teguran dalam bentuk apapun. "kata Mas Dendy

Dikatakan Mas Dendy, Yang sekarang juga menjabat sebagai Sekjen FORUM SINGOJURUH BERSATU( FSB), sudah banyak data- dan keterangan adanya tambang Galian C illegal yang masih beraktivitas. Kami akan siap mengawal akan banyaknya terkait aduan masyarakat. "Dan tidak hanya itu, juga adanya tambang Galian C yang diduga tidak mengantongi surat izin, serta terkait banyaknya kerusakan jalan-jalan yang berlubang, dan seringkali menimbulkan korban kecelakaan, akan menjadi atensi tersendiri untuk kita kordinasikan ke dinas terkait. "kata Mas Dendy


"Dan Memang ini tidak mudah, karna juga menyangkut banyak kepentingan yang ada diwilyah Banyuwangi, perlu kesadaran bersama, dan harus bisa duduk bersama guna mencari solusi yang terbaik dan tidak saling memyalahkan, supaya bisa menyelesaikan segala keluhan- keluhan yang disampikan masyarakat hingga hari ini. "ujarnya,

Selain itu, Mas Dendy juga menyoroti maraknya kabel-kabel wifi liar yang di duga tidak mengantongi ijin resmi dari menkominfo, sekarang juga semakin marak dan semakin luar berkembang pesat diwilayahnya. tiang-tiang lampu penerang jalan pun yang semestinya hanya digunakan untuk penerangan lampu jalan, sekarang seakan-akan beralih fungsi menjadi tiang jaringan wifi, dan ini sangat mengganggu pemandangan dan sangat membahayakan lingkungan warga disekitarnya. Fakta yang didapat dilapangan banyak kabel-kabel yang mengikat ditiang listrik


Dikonfirmasi dari dinas PU, ( Pak Bayu ) melalui pesan WatshAAp nya mengatakan, memang benar,  kabel- kabel wifi yang menempel atau mengikat ditiang lampu penerang jalan itu liar, karna tidak ada ijin resmi dari pihaknya, dan ini akan segera ditertibkan dan akan menjadi perhatian khusus. 

Maraknya kabel-kabel jaringan wifi yang diduga illegal ini disinyalir memang ada oknum-oknum / pihak -pihak tertentu yang sengaja ikut bermain dan hanya memperoleh keuntungan sepihak. "Padahal, di Kambupaten Banyuwangi sendri hanya ada 8 perusahaan resmi yang terdaftar di Kominfo Banyuwangi, Tapi prakteknya di lapangan, banyak sekali ditemukan jaringan-jaringan pengguna Wifi yang diduga illegal, dan banyak kabel yang mengikat fitiang listrik. Semoga dinas-dinas terkait segera melakukan penertiban bersama agar nantinya masing-masing pemilik ijin resmi yang terdaftar tidak dirugikan, dan juga di harapkan nanti msyarakat yang akan menggunakan jasa jaringan wifi supaya lebih jeli dan waspada terhadap oknum-oknum mereka yang menjual jaringan internet secra illegal. "pungkasnya


Rilis: tim teropong timur news
Editor: Buang Arifin

Share:

No comments:

Post a Comment

LSM TEROPONG

LSM TEROPONG
SEKRETARIAT : 082264680777

PENGUNJUNG

IKLAN / ADV / PROFILE

IKLAN / ADV / PROFILE
Hubungi Redaksi Teropong Timur WA / Telpon / SMS : 082264680777

Popular

Featured post

LSM, ORMAS DAN AWAK MEDIA BENTUK FORUM KOMUNIKASI

LSM DAN ORMAS Serta WARTAWAN YANG HADIR Bondowoso, www.teropongtimur.co.id Puluhan LSM dan Awak Media Bondowoso Jawa Timur mengapresi...

Blog Archive

Recent Posts