"Nasabah BRI Unit Banyuputih diduga merasa dirugikan terkait pencairan pinjaman kredit pada tahun 2017"



Situbondo, www.Teropong Timur News.co.id

Nasabah BRI Unit Banyuputih (Murda'i, desa Sumberwaru, kecamatan Banyuputih, Situbondo) mengeluhkan  pelayanan terkait pencairan pinjaman sebesar 20 juta rupiah yang terjadi pada tahun 2017 (Kamis, 25 Agustus 2022).


Kepada awak media menerangkan Murda'i, Sumberwaru tahun 2017 pernah mengajukan kredit ke BRI unit Banyuputih/Sumberwaru sebesar 20 juta rupiah, "saya tahun 2017 pernah mengajukan kredit ke BRI Unit Banyuputih sebesar 20 juta rupiah dengan jaminan sertifikat tanah saya seluas 5.000 m2, namun tidak pernah tanda tangan PK (perjanjian kredit/HT) di depan Notaris dan bahkan yang sangat aneh sampai sekarang saya tidak pernah menerima uang, kartu ATM, buku tabungan atas nama saya dari Bank BRI Unit Banyuputih, akan tetapi saya hanya disuruh tanda tangan berkas oleh karyawan bank BRI unit Banyuputih  di kantor BRI unit Banyuputih yang isinya saya tidak tahu dan tidak dibacakan, saya kaget baru-baru saja didatangi pihak bank BRI unit Banyuputih/Sumberwaru dan dijelaskan kalau pinjaman saya ada tunggakan dan disuruh melunasi dan saya jawab kapan saya pinjam dan menerima uangnya ? saya sekarang bingung dan tidak tahu harus mengadu kepada siapa ? Waktu itu saya antre di BRI unit Banyuputih dari pukul 08.00 WIB sampai jam 14.00 WIB tidak dipanggil-panggil, setelah saya tanya ke petugas Bank BRI unit Banyuputih katanya sudah cair dan ditransfer uangnya, saya kaget dan bertanya-tanya ditransfer ke rekening siapa ? waktu ke bank BRI unit saya didampingi oleh awan harianto mantan Kasun Sumberwaru, hari ini saya datang ke BRI unit untuk meminta foto copy Sertifikat tanah yang saya jaminkan seluas kurang lebih 5.000 m2 tidak diberikan oleh karyawan Bank BRI unit Banyuputih dengan penjelasan harus bawa buku tabungan dan slip setoran, padahal saya tidak mendapatkan buku tabungan dan ATM". menerangkan sambil emosi.

Saat diklarifikasi kepada Samsu,  karyawan bank BRI Unit Banyuputih/Sumberwaru menjelaskan, "memang benar ada Murda'i tadi mau minta foto copy Sertifikatnya yang dijaminkan ke bank BRI unit Banyuputih/Sumberwaru tidak diberikan, bisa diberikan foto copy sertifikatnya dengan syarat membayar tunggakannya sebesar 9 jutaan, terkait pencairan uang yang 20 juta rupiah itu ditransfer ke rekening Murda'i, saya tidak bisa memberitahukan hal pencairan tersebut karena menyangkut kerahasiaan perbankan, bank BRI tidak mungkin salah dalam proses pencairan" jelasnya.


Awak media hanya sebatas meminta informasi, klarifikasi apakah keluhan nasabah ini sudah sesuai dengan SOP, Undang-Undang Perbankan Nomor 10 tahun 1998, Undang-Undang OJK perihal pelayanan terkait pencairan kredit, aturan nasabah yang tidak diberikan haknya meminta informasi SHM nasabah sendiri yang diduga memakai aturan sendiri.

Besok hari Jum'at awak media akan meminta informasi, klarifikasi ke pihak jajaran direksi : Pinca, AO bagian kredit PT. BRI (Persero) cabang Situbondo.


Pewarta  :  Tim

Share:

No comments:

Post a Comment

LSM TEROPONG

LSM TEROPONG
SEKRETARIAT : 082264680777

PENGUNJUNG

IKLAN / ADV / PROFILE

IKLAN / ADV / PROFILE
Hubungi Redaksi Teropong Timur WA / Telpon / SMS : 082264680777

Popular

Featured post

LSM, ORMAS DAN AWAK MEDIA BENTUK FORUM KOMUNIKASI

LSM DAN ORMAS Serta WARTAWAN YANG HADIR Bondowoso, www.teropongtimur.co.id Puluhan LSM dan Awak Media Bondowoso Jawa Timur mengapresi...

Blog Archive

Recent Posts